Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
2. Kebenaran yang terungkap.


__ADS_3

Besok adalah hari terakhir SMA Melati biru menerima murid,sedangkan syarat utama untuk menjadi siswa akademi Melati biru haruslah masuk kedalam tahap bumi tingkat 8 sebelum usia 20 tahun.


Sedangkan Zidan saat ini masih berada dalam tahap pasir tingkat 1.


Meskipun ayahnya adalah seorang tetua clan dan itu memudahkan Zidan mendapatkan banyak pil serta obat obatan lain agar bisa dengan cepat meningkatkan tahap pelatihan sihirnya namun tampaknya semua berubah menjadi kesia siaan ketika obat dan pil itu di berikan kepada Zidan.


Di bandingkan dengan adik perempuannya,jelas kemampuan zidan dalam mengolah mana dan memahami sihir bagaikan langit dan bumi.


Adik perempuan Zidan yang bernama Suci bahkan sudah masuk ke dalam tahap bumi tingkat 9 dan sebentar lagi ia bisa menerobos ke tahap batu meskipun butuh beberapa bulan atau tahun.


Zidan duduk di atap rumahnya, dia hanya memandangi langit dengan wajah yang berputus asa.


Zidan setiap hari menghabiskan waktu untuk berlatih tanpa lelah namun dia tetap tidak bisa naik tingkat dalam pengolahan mana seakan semua mana yang susah payah ia serap hilang begitu saja.


Rasanya langit tidak berpihak padanya, dari umur 5 tahun ketika semua anak di latih menyerap mana.


Zidan hanya menjadi bahan olok olokan dan tertawaan karena mana yang ia serap selalu menghilang tanpa jejak hingga sekarang usianya menginjak 17 tahun.


Ayahnya adalah tetua clan,sedangkan adiknya yang masih berada dalam tahap bumi adalah seorang jenius yang mampu mematrialisasikan mana menjadi bentuk elemen yang nyata seperti air dan es padahal tingkatan normal seseorang dapat mematrialisasikan mana menjadi elemen hanya bisa terjadi ketika seseorang telah membuat kolam mana dan memasuki tahap batu.


Tentu saja itu semua membuat Zidan bahagia karena memiliki sesosok Ayah yang di hormati semua orang dan adik perempuan cantik nan jenius.


Namun,di satu sisi tekanan yang Zidan terima semakin berat.


Selalu di bandingkan dengan adiknya,menjadi beban ayahnya, selalu di tertawakan setiap berlatih, di anggap tidak berguna, di cemooh tidak memiliki masa depan.


Semua telah Zidan rasakan bahkan tatapan jijik serta merendahkan setiap orang yang melihatnya ketika ia berjalan keluar meninggalkan rumah sudah seperti pemandangan yang begitu akrab untuk dia alami.


"Tuhan,kenapa kau begitu membenciku? Apa kelahiranku di dunia ini hanyalah kesalahan sistemMu? Kenapa semua orang selalu membenciku?apa kesalahanku? Kenapa aku selalu di banding bandingkan karena tidak memiliki bakat? Kenapa engkau tidak memberiku bakat agar orang lain tidak menghinaku dengan berlebihan? Bukankah engkau yang memanggilku ke dunia ini? Engkau menciptakanku tanpa persetujuanku, engkau membuatku menjalani hidupku yang tidak lain adalah takdir darimu & nanti kelak kiamat datang engkau menyuruhku bertanggung jawab atas perbuatanku?


Lelucon macam apa ini Tuhan!!! Engkau yang membuatku hidup namun engkau hanya memberikan kesengsaraan!".


Zidan meletakan tangannya di atas wajahnya,air matanya mengalir saat ia bersuara pelan mengeluh pada Tuhan.


Dia selalu menjadi bahan ejekan sejak kecil,tetapi dia selalu berlatih dan berharap sebuah keajaiban bisa terjadi suatu saat nanti.


Namun hingga umurnya menginjak 17 tahun dia tidak mendapatkan perubahan sama sekali.


Baru kali ini dia mengeluh, sekuat apapun manusia menahan beban dia tetaplah seorang manusia.


"Atau mungkin engkau sangat menyukai menyiksa hambamu yang lemah ini? Jika memang engkau menyukainya,tambahkan lagi Tuhan tambahkan lagi kesengsaraan dalam hidupku agar kau tertawa di atas sana! Jika mendapat keajaiban adalah khayalan maka aku hanya berharap, ketika di neraka nanti engkau menyiksaku. aku ingin melihat engkau tersenyum karena puas telah menyengsarakanku".


Entah berapa banyak air mata menetes membasahi pipinya, Zidan merasa sudah tidak sanggup.


Dia hanya mampu menyalahkan Tuhan untuk melampiaskan kekesalan dan rasa lelahnya yang selama ini ia pendam.


Ia terus menunduk sampai tiba tiba mata kanannya terasa sakit,sangat sakit hingga ia mengerang dan hampir berteriak.


Setelah rasa sakit itu berangsur angsur sembuh,ia menempelkan jari jarinya untuk mengusap air matanya.


Zidan sangat terkejut ketika jari jemarinya menyentuh pipiny, Karena yang ia usap dari pipinya bukanlah air mata melainkan sebuah darah.


Tentu saja itu membuat Zidan panik dan terjatuh dari atap rumahnya.


Akan tetapi ketika Zidan terjatuh, ia tercengang karena dia berhenti di udara.


"A-apa ini? Kenapa semua hanya berwarna abu abu putih dan hitam? Kenapa dedaunan yang seharusnya terjatuh dari pohon kini mengambang di udara?kenapa aku terjatuh tapi tidak merasakan sakit? bukan! Kenapa aku melayang di udara?".

__ADS_1


Teriak zidan dengan terkejut,banyak sekali pertanyaan di benaknya, dia menggerakan tubuhnya yang awalnya jatuh dalam posisi kepala terlebih dahulu kini sudah dalam keadaan benar dengan kaki di bawah.


Dia perlahan lahan turun untuk menginjakan kaki ketanah,namun sebelum kakinya menyentuh tanah semua yang berhenti kini telah kembali normal.


"eh,eh,eh kenapa ini!Aku belum sampai ke tanah!" "Bruaaaak".


" aaahh,sialan."


Belum sempat mencerna kejadian yang baru saja di alaminya, darah mengalir dari mulutnya dan semakin deras hingga membuatnya memuntahkan lebih banyak darah.


Setelah berhenti memuntahkan darah cahaya berwarna gelap ungu dan hitam menyelimuti tubuhnya.


Membuat Zidan tertegun beberapa saat sampai suatu suara memecahkannya dari lamunan "Haha ha ha,bagaimana anak muda? Apa kau terkejut haha ha".


"Siapa kau! Cepat tunjukan dirimu,suasana hatiku sedang campur aduk malam ini! Aku peringatkan agar kau tidak mencari masalah denganku atau aku akan membunuhmu tanpa ragu!".


Setelah membalas ucapan suara yang entah dari mana asalnya, Zidan mencoba berdiri mengarahkan pedangnya kedalam posisi siap menyerang.


Matanya melirik kekanan dan kekiri mencoba mencari asal sumber suara.


"Hmmm,sikap yang bagus anak muda! Namun bagaimana caramu membunuhku? Yang bersemayam di dalam tubuhmu ini? Haha ha ha".


Terkejut oleh jawaban yang ia dapatkan Zidan meletakan pedangnya sambil menutup kedua telinga dan memenjamkan kedua matanya dengan tenang.


"Jika dirimu bersemayam di dalam tubuhku lalu apa yang kau lakukan dan kenapa kau bersemayam di dalam tubuhku?" jawab Zidan dengan penuh tanda tanya.


"Haha ha,anak muda aku sebelumnya hanyalah sebuah eksistensi roh Iblis yang telah padam dan hampir mati! Namun dengan menyerap mana dari dalam tubuhmu selama dua belas tahun akhirnya aku mendapatkan kesadaranku kembali hari ini dan tentunya aku bersemayam di dalam tubuhmu agar aku tidak mati dan bisa hidup kembali ha haha".


Sontak jawaban itu membuat Zidan kaget, meskipun dia sudah menutup kedua telinganya dengan erat dia tetap bisa mendengar suara itu dengan jelas seperti sebelumnya.


" i-ini benar,dia tidak berbohong bahwa dia bersemayam di dalam tubuhku!


Dan yah kata kata mutiara berisi kebun binatangpun keluar satu persatu seakan akan Zidan mengatakannya dengan otomatis.


"Anak muda! Aku memang membutuhkan mana yang banyak untuk membentuk kesadaranku kembali namun aku yang sekarang belum bisa pergi dari tubuhmu!".


"apa katamu bangs*t? Kau tidak bisa meninggalkan tubuhku.


Parasit brengsek sepertimu hanya menimbulkan penderitaan bagiku tanpa manfaat sedikitpun! Cepat pergi dari tubuhku!!!".


Teriak Zidan dengan luapan amarah yang sudah tidak bisa di bendung.


"Anak muda mungkin kau salah paham, aku adalah sang penguasa malam yang hidup dalam bayangan aku mempunyai julukan Pangeran Iblis dan aku bukanlah parasit.


Aku membutuhkanmu agar bisa kembali berwujud dan tentunya akan memberikan beberapa kekuatanku agar kau tidak mati sebelum aku bisa berpisah dari rohmu dan mempunyai tubuh sendiri".


"aku tidak perduli,itu masalahmu. Apa kau tahu? Berapa besar masalah yang aku hadapi selama ini karenamu?".


Ucap zidan dengan sedikit dingin,meskipun dia mulai bisa mengendalikan emosinya.


Namun,amarah yang terpancar dari kalimat yang ia lontarkan masih bisa terdengar dengan jelas.


"Tenanglah anak muda,cepat katakan! Kekuatan apa yang kau butuhkan saat ini agar kau mau membantuku mewujudkan kembali tubuhku?".


"apa kau yakin bisa membantuku?" Tanya Zidan dengan wajah keheranan.


"Tentu asal kau juga membantuku,bagaimana sepakat?".

__ADS_1


"Ya,aku sepakat asal kau tidak hanya omong kosong".


"Katakan,kekuatan macam apa yang kau inginkan?".


"karena besok adalah hari terakhir akademi Melati biru menerima murid dan aku akan mendaftar kesana bersama adik perempuanku, masalahnya agar bisa masuk akademi syarat utamanya adalah harus masuk tahap bumi tingkat ke 8.


Sedangkan aku hanya tahap pasir tingkat 1 karena kau selalu menyedot setiap mana yang memasuki tubuhku sejak umurku masih berusia 5 tahun!".


"Baiklah tenanglah,cobalah duduk dan serap semua mana di sekitarmu".


"Baiklah,akan kucoba" Sembari duduk bersila dan menutup mata,Zidan mencoba menyerap mana yang berada di sekitarnya dan sebuah pusaran seperti topan berwarna hitam dan ungu mulai masuk kedalam keningnya.


"I-i ini,apakah ini tahap bumi tingkat 1? Rasanya luar biasa sangat luar biasa,tubuhku terasa ringan dan kuat namun ini masih belum cukup karena aku harus mencapai tahap bumi tingkat 8 sebelum besok pagi! Aku akan mencoba menyerap semua mana kembali".


Sebelum Zidan kembali menyerap mana yang berada di sekitarnya suara itu kembali dengan suara yang lebih keras di sertai nada yang tinggi.


"Seberapa bodoh dirimu anak muda! Kau sekarang sudah meberobos tahap batu tingkat 5! Kau menerobos dua tahap dan kau sendiri tidak menyadarinya!? Jika kau memaksa menyedot kembali mana yang berada di sekitarmu.


Organ dalam tubuhmu akan hancur bodoh".


"A-a apakah ini bukan mimpi? Terima kasih ya Tuhan engkau mengabulkan permohonan hambamu" ucap Zidan kegirangan sembari mengadahkan kepalanya kelangit.


"Tuan atau Siapa lah itu yang bersemayam di tubuhku aku berterima kasih juga padamu,tapi apa maksud dari kata katamu bahwa organ dalam tubuhku akan hancur?".


"Kau sepertinya bukan hanya bodoh,tapi super bodoh anak muda! Kau tidak perlu berterima kasih karena pusat qi mu sudah menjadi kolam sejak lama hanya saja baru sekarang bisa terisi karena aku sudah tidak membutuhkan manamu lagi.


Manusia menyerap mana dari alam sekitarnya, lalu menyimpannya di dalam tubuh yang di namakan pusat qi.


Untuk seseorang yang masih berada dalam tahap pasir,maka pusat qi nya masih sebesar mangkuk bagi tahap bumi sebesar ban mobil dan bagi orang yang berada dalam tahap batu pusat qi nya seluas kolam renang pribadi.


Jika seseorang menyerap mana melebihi kapasitas pusat qi nya maka mana yang berada di dalam tubuhmu akan memaksa keluar dengan tidak beraturan di dalam tubuhmu dan menghancurkan semua organ dalamu.


Oh ya, aku memberimu mata terkutuk untuk menghentikan waktu selama 30 detik dan langkah bayangan agar kau tidak mati sebelum aku bisa kembali hidup.


Jangan ganggu aku lagi,aku akan kembali tidur.


Otak ku hampir meledak karena menaruh harapan kebangkitan kepada orang seidiot dirimu".


"Sialan ******** brengsek,bukankah kau sendiri yang masuk kedalam tubuhku? Membuat hidupku sulit!" balas Zidan dengan nada tinggi.


"Diam!!! Aku akan tidur,jangan ganggu aku lagi!".


Zidan hanya bisa menuruti kata kata suara itu karena suara itu berat cukup menyeramkan baginya. Dia berfikir sejenak dan mulai bergumam sendiri.


"Mata terkutuk?penghenti waktu? Apakah yang di maksud si suara aneh itu seperti kejadian yang tadi aku alami sebelum terjatuh? Lalu apa yang di maksud dengan langkah bayangan yang di singgungnya?".


Belum sempat Zidan melanjutkan bergumam,kepalanya terasa sakit tiba tiba sebuah ingatan muncul di otaknya tentang langkah bayangan di mana gerakan inti hanya harus menginjak sebuah bayangan dan seseorang bisa melangkah dari 1 bayangan kebayangan yang lain dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti mata.


Yang paling mengerikan adalah bahwa seseorang yang menguasai langkah bayangan dia mampu masuk kedalam alam bayangan di mana hanya berisi dengan kegelapan dan dunia hitam.


Tanpa basa basi Zidan segera mempraktekan jurus langkah bayangan dan dengan mudah dia menguasainya,


tidak hanya itu ingatan tentang mata terkutukpun muncul setelahnya membuat Zidan tanpa henti kegirangan dan mulai melatih kedua jurus tersebut tanpa henti.


*******


Hai temen temen, makasih udah mau baca novel jelek saya ini ya. Btw, jangan lupa di like dong! kalian gak rugi kok ngasih like ke saya.

__ADS_1


Jangan lupa di like setiap episode nya temen temen, biar saya semakin semangat nulis novelnya.


Kamsahamida buat semua^^


__ADS_2