Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
38. Menjalin hubungan (II).


__ADS_3

Selama beberapa minggu ini, Zidan hanya menenggelamkan diri ke dalam pelatihan sihir.


Tidak ada satu pun anggota keluarga cabang clan bulan sabit merah yang berani mendekati tempat Zidan berlatih, karena mereka takut menyinggung Tuan muda Zidan yang sekarang berbeda 360° dari sebelumnya.


Sampai sebuah suara langkah kaki beberapa orang mulai mendekati lapangan tempat Zidan berlatih.


"Tuan muda,Tuan".


Zidan yang berdiri dengan satu kaki di atas pedang hitam yang dia tancapkan ke tanah, mulai turun dari pedangnya dan mendatangi asal suara yang memanggilnya.


Di balik pintu terlihat beberapa prajurit yang berlutut di hadapannya.


"Tu-tuan muda, maafkan hamba yang mengganggu pelatihanmu.


Para anggota clan daun gugur bersama Tuan muda Derris memaksa untuk bertemu dengan Tuan muda".


Dengan mengkerutkan alis, Zidan baru tersadar bahwa beberapa minggu yang lalu dia menjalin kerja sama dengan clan daun gugur.


"Baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin kalian sampaikan. Kalian boleh pergi.


Aku akan mandi dan menemui mereka".


"Sendiko dawuh Tuan muda, kami akan menyampaikan ucapan Tuan.


Para anggota clan daun gugur sedang berada di ruang tengah, Tuan besar sendiri yang menjamu mereka".


Tak butuh waktu yang lama bagi Zidan untuk mandi dan berganti pakaian, setelah merasa cukup dan sopan dengan tampilannya.


Zidan bergegas menuju ruang tamu, di mana para anggota clan daun gugur menunggunya.


Setiap pasang mata mulai menunduk setelah melihat wajah Zidan, bukan hanya wibawa yang berasal dari pancaran aura rasa takut dan ketampanannya.


Kekuatan yang Zidan tunjukan di toko pil utama keluarganya membuat semua orang menaruh rasa hormat kepadanya meskipun usia mereka jauh lebih dewasa di banding usia Zidan.


"Hoho, kemarilah Nak.


Saudara dan saudari kita dari clan daun gugur sudah menunggumu sedari tadi".


Tetua Zen yang pertama kali berani membuka suara setelah kehadiran Zidan, karena beliau adalah Ayah dari Zidan.


Beliau tidak perlu menaruh rasa takut maupun hormat terhadap putranya sendiri.


"Baiklah Ayah, aku juga berterima kasih kepada para anggota clan daun gugur yang bersedia menunggu kedatanganku".


"Saudara ku, kau tidak perlu sungkan terhadap clan daun gugur.


Jika bukan karena kebaikan hatimu, mungkin keluarga cabang yang Ayah ku dirikan sudah tinggal nama".


Setelah tetua Zen, kini giliran Tuan muda Derris yang dengan sopan membalas ucapan Zidan.


Tetua Ming yang sedari tadi berdiri di samping Tuan muda Derris, sedikit memperhatikan Zidan dengan alis yang menyatu.


"Maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu latihan Tuan muda Zidan, sebenarnya kami datang kemari karena ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan keluarga cabang clan bulan sabit".


Ucapan tetua Ming yang langsung menuju ke inti tanpa basa basi, membuat Tetua Zen sedikit gugup.


"Hoho, tetua Mingan.


Anda tidak perlu terburu buru, seperti yang aku katakan sebelumnya.


Menikah adalah hubungan yang kramat, aku tidak berani memutuskan hal semacam itu.


Biarlah putraku yang menjawab nya sendiri".

__ADS_1


"Iya Ayah, kau tidak perlu terburu buru.


Usia ku dan usia Tuan muda Zidan masih sangat muda".


Lanjut gadis muda yang memiliki mata sipit dan rambut hijau kecoklatan.


Dengan sangat keras Zidan mencerna maksud dari ucapan para hadirin yang berada di dalam ruang tamu.


"Sebentar sebentar, Ayah tolong jelaskan lebih mendetail agar aku bisa memahami maksud dari kedatangan anggota cabang clan daun gugur".


Pandangan mata tetua Zen dan tetua Ming bertemu, sebelum tetua Zen kembali menatap wajah putranya yang terlihat kebingungan dengan tertawa.


"Lihatlah tetua Ming, anak ku bahkan terlalu muda untuk memahami maksud dari ucapan mu hahaha ha.


Nak, sebenarnya kedatangan anggota keluarga cabang clan daun gugur kemari adalah untuk meminangmu.


Pernikahan politik bagi tuan muda atau putri dari dua clan yang berbeda adalah hal yang lumrah, aku pun ingin kau melakukannya.


Hanya saja kebahagianmu lebih penting dari pada politik bagi ku, jika kau menerima lamaran putri clan daun gugur maka menikahlah dengannya.


Jika kau ingin menolak, Ayah tidak akan memaksamu".


Sontak penjelasan tetua Zen membuat Zidan terkejut dan membeku beberapa saat.


"Ayah,tetua Ming. Bukan berarti aku menolak atau sudah mempunyai pasangan, hanya saja aku sama sekali belum pernah memikirkan soal pernikahan maupun jodoh.


Di tambah, menurut pandangan ku pribadi.


Menikah adalah suatu hubungan yang begitu erat, aku tidak mungkin akan menikahi orang yang sama sekali tidak aku cintai apalagi aku belum pernah bertemu dengan nya.


Semoga para hadirin bisa memahami, aku tidak mungkin bisa hidup seatap dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai.


Jika aku memaksa, itu hanya akan membuatku sengsara seumur hidup".


Tuan muda Derris yang menyimak jawaban Zidan pun mulai ikut tertawa, bisa bisanya seseorang yang masih berusia 17 tahun memiliki pandangan yang begitu dalam mengenai pernikahan.


Ini adalah adik ku, namanya Eka Sri Wulandari.


Di dalam keluarga luar,dalam, maupun utama clan daun gugur.


Adik ku adalah gadis tercantik di clan ku, banyak Tuan muda maupun keluarga kaya yang melamar adik ku sejak usia nya masih menginjak 12 tahun dan Ayah ku menolak pinangan mereka semua.


Bukan maksud hati untuk lancang diri saudara ku, hanya saja aku sangat ingin menjalin hubungan yang lebih dekat denganmu.


Semoga kau bisa mempertimbangkan lagi pilihanmu, sebelum kembali membuat keputusan".


Ucapan yang di lontarkan Tuan muda Derris memang lembut, tapi di dalamnya berisi paksaan yang tentu membuat Zidan sedikit tidak nyaman.


Hanya beberapa saat Zidan memandangi wajah Wulan yang kini tersipu malu, sebelum kembali membuka mulut.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya saudara ku Derris, yang aku tekankan di sini adalah rasa cinta.


Ku akui putri Wulan memiliki kecantikan yang sangat mempesona, hanya saja aku tidak bisa menikahinya karena aku tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap dirinya.


Jika hanya karena wajahnya yang cantik, suatu saat apabila terjadi kecelakaan yang membuat wajahnya menjadi jelek atau cacat.


Aku takut, aku akan meninggalkannya dan tentu itu akan menimbulkan luka dalam di hatinya.


Sekali lagi aku tekankan kepada para hadirin, aku hanya ingin menikahi seseorang yang memang aku cintai".


Wajah Wulan yang semula malu malu kini menjadi keheranan setelah mendengar penjelasan Zidan yang lumayan logis.


Akan tetapi dia adalah putri tercantik di dalam clan daun gugur, bahkan sudah menolak ratusan lamaran para tuan muda clan lain sejak usianya menginjak 12 tahun hingga sekarang sampai dia berusia 17 tahun.

__ADS_1


Tidak hanya keluarga nya yang mengajukan lamaran, kini pemuda yang di hadapannya berani menolak nya dengan mentah mentah.


Perlakuan Zidan membuat Wulan dan tetua Ming menjadi marah karena mereka sebelum nya adalah anggota keluarga dalam clan daun gugur dan terbiasa di hormati.


Tuan muda Derris yang merasa suasana menjadi sedikit panas, mulai berinisiatif untuk mencairkan suasana.


"Tidak apa apa saudara ku apabila kau belum memiliki perasaan terhadap adik ku saat ini, tapi aku percaya! Lambat laun jika kalian sering bertemu maka rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya".


Tetua Ming yang sempat terbawa emosi kini mulai bisa mengendalikan hatinya dan menimbali ucapan putranya.


"Benar sekali ucapan putraku, Tuan Muda Zidan.


Mungkin saat ini kau belum memiliki perasaan apapun terhadap putri ku, namun kita bisa membuat kalian berdua bertunangan terlebih dahulu.


Jika usia Tuan muda Zidan sudah berkepala dua, tapi tetap belum memiliki perasaan apapun terhadap putri ku maka kita bisa membatalkan pertunangan ini.


Tetua Zen, bagaimana menurutmu?".


Karena sangat ingin segera bisa meminang cucu, Tetua Zen pun meng iya kan pertanyaan tetua Ming.


"Wulan, apakah kau merasa bisa mendapatkan hati Tuan muda Zidan?".


"Tentu saja Ayah, aku pasti akan mendapatkan hati Tuan muda Zidan!".


Balas Wulan dengan mengepalkan tangan di penuhi rasa percaya diri.


Begitulah acara pertunangan Zidan berlangsung, beberapa orang terkadang memang tidak bisa menahan diri mereka untuk memetik mangga yang menyebarkan aroma wangi meskipun mangga itu baru saja masak.


Setelah membahas pertunangan, kedua keluarga mulai membahas bisnis pil yang mereka sepakati sebelumnya.


Hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, keluarga cabang clan daun gugur mampu melunasi hutang hutangnya di Bank.


Bahkan anggota keluarga cabang yang lain pun bergabung dengan mereka, hingga jumlah anggota keluarga cabang clan daun gugur yang sebelumnya berkisar di angka puluhan kini membengkak dengan anggota sebanyak seribu lebih.


Malam itu pesta yang di adakan oleh clan bulan sabit merah sangat meriah, masyarakat yang berada atau dekat dengan wilayah kediaman keluarga cabang clan bulan sabit merah pun berdatangan untuk memeriahkan acara pesta pertunangan Zidan dengan Wulan.


Tampaknya hanya Zidan yang terlihat murung di malam pesta meriah ini, wajahnya sangat menggambarkan perasaan muak dengan sangat jelas.


Namun apa daya, nasi sudah terlanjur menjadi bubur.


Saat ini dia hanya bisa menelan keputusan pertunangannya dengan lapang dada.


Karena suasana pesta yang begitu meriah, Zidan yang memiliki kepribadian introvert tentu saja merasa tidak nyaman dan kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mencerna semua kejadian hari ini.


Ketika Zidan hendak membuka pintu, seorang gadis menabraknya dari belakang sehingga keduanya terjatuh di lantai secara bersamaan.


Zidan sangat terkejut karena Wulan kini berada di atas tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan, cepat menyingkir dari atas tubuhku!".


Nada bicara dan ucapan Zidan yang begitu tidak bersahabat, bukannya membuat Wulan ketakutan atau malu malah sebaliknya.


Dengan wajah manja dan menggoda, Wulan membuka sedikit baju yang ia kenakan sampai gunung suci berwarna putih yang kenyal terlihat begitu jelas.


"Tuan muda, anda tidak perlu malu malu.


Bukankah anda adalah calon suami ku?".


Perlakuan Wulan yang begitu seenaknya membuat Zidan merasa jijik dan tidak bisa menahan amarah.


"Meskipun kau seorang perempuan aku tidak akan segan segan, cepat menyingkir dari tubuhku atau ...".


"Atau apa Tuan muda Zidan Di Lastrea yang terhormat? Atau kau akan membuka semua pakaianku dan menikmati tubuhku jika aku tidak menyingkir.

__ADS_1


Aku bisa saja berteriak dan berkata bahwa kau ingin memperkosa ku jika aku mau,


Tentu saja itu akan mencoreng nama baik Ayah beserta clan mu".


__ADS_2