
Zidan berjalan dengan santai ke arah sebuah gua yang terletak di atas gunung.
"Hmmm seperti nya ini adalah tempat itu".
Semakin masuk ke dalam goa, Zidan merasa udara di sekitarnya semakin panas dan ia menjadi kesulitan bernafas.
Setelah masuk semakin dalam, Zidan melihat goa itu mempunyai kolam yang di penuhi oleh lahar yang sangat membara.
"Sialan, kenapa Ang memberiku misi seperti ini.
Bagaimana caraku bisa memetik bunga magma itu?".
Lahar panas yang membentuk seperti kolam membuat Zidan tertegun beberapa saat untuk berfikir bagaimana caranya agar ia dapat memetik bunga magma yang di butuhkan oleh Iblis manis.
Tidak lama kemudian seekor kucing yang berukuran sangat besar dan berwarna merah ke emasan muncul dari dalam kolam lahar tersebut.
Zidan mengambil beberapa langkah kebelakang karena Ia merasakan bahaya setelah kehadiran monster kucing itu.
"Hai manusia,apa yang sedang kau lakukan?".
Suara yang menggema dengan lantang tersebut membuat Zidan sedikit panik dan kebingungan.
"A-apa!? Kucing ini bisa berbicara?".
"Yang berbicara adalah aku, bukan Kucing peliharaanku".
"A-aku? Tunjukan dirimu! Siapa dan di mana diri mu?".
"Lihatlah kebawah".
Wajah Zidan sangat terkejut saat melihat sebuah wajah yang terbentuk dari lahar muncul di dalam kolam lahar tersebut. _
"A-apa apaan ini! Makhluk apa dirimu?".
"Aku adalah roh elemen alam".
"Roh elemen alam? Apakah kau memiliki sebuah nama agar aku sedikit lebih nyaman saat memanggilmu".
"Kau bisa memanggilku dengan sebutan Pluton".
"Ah, Baiklah kalau begitu. Aku akan memanggilmu Pluton".
"Anak muda tolong buat lah kontrak denganku?".
Alis Zidan menyatu sebelum menjawab pertanyaan Pluton yang mengatakan ingin membuat kontrak dengannya secara mendadak.
"Kontrak? Apa yang kau maksud dengan kontrak?".
"Apa kau tahu para leluhur kalian para manusia adalah para kontraktor, orang orang yang menjalin kontrak dengan alam agar memiliki kekuatan seperti es,api dan air hingga semua para keturunannya di sebut sebagai seorang kontraktor".
"A aku baru mengetahuinya, lalu di mana orang yang menjalin kontrak denganmu?"
__ADS_1
"Aku belum pernah melakukan kontrak dengan siapapun, tidak ada seorangpun yang pernah tertarik untuk menjalin kontrak dengan roh magma.
Mereka semua lebih memilih menjalin kontrak dengan para roh api, air, angin dan lainnya.
Maka dari itu buatlah kontrak dengan ku dan buat lah elemen magma menjadi salah satu elemen sihir yang paling di takuti!".
"Baiklah kalau begitu, lalu apa yang harus aku bayar untuk mendapatkan kontrak itu?".
"Kau cukup membayar kontrak itu dengan merawat hewan peliharaan ku yang imut ini sebaik baiknya.
Jika sampai dia terluka atau terbunuh, maka otomatis kau juga akan mati!"
Tanpa pikir panjang Zidan pun meng iya kan permintaan makhluk aneh itu.
"Kalau begitu sekarang seraplah inti roh ku".
"Tung-Tunggu aku belum sii aaap Aaaaa!".
Dengan rasa sakit dan panas yang menylimuti dirinya, Zidan mencoba menyerap roh magma yang sebesar biji jagung dan berwarna merah membawara itu.
Panas yang Zidan rasakan semakin meningkat hingga darah di dalam tubuhnya mendidih, kulitnya mulai menglupas dan membuat daging tubuhnya yang berwarna merah menyala terlihat dengan jelas.
Meskipun di ambang rasa sakit dan berada dalam kondisi antara sadar dan tidak, Zidan tetap memfokuskan semua mana di dalam tubuhnya untuk menyerap inti roh yang perlahan menyatu dengan tubuhnya.
Setelah beberapa saat berlalu,kini Zidan bisa bernafas dengan lega karena telah berhasil menyerap inti roh magma itu.
Seandainya Zidan kehilangan kesadaran atau gagal mungkin nyawanya akan melayang begitu saja.
"Meooong".
"Ah aku sampai lupa, makhluk aneh itu menitipkan makhluk seram ini kepada ku".
"Miaaaaong".
"Baiklah baiklah, kalau begitu aku akan mengambil bunga magma itu terlebih dahulu sebelum pergi".
Zidan berjalan dengan santai ke arah kolam magma itu, awalnya dia merasa takut namun setelah kakinya menyentuh magma dan baik baik saja dia pun mulai menikmati kekuatan baru nya.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dahulu".
Zidan melangkah keluar dari goa tersebut setelah mendapatkan bunga yang ia cari, akan tetapi monster kucing yang sangat besar itu membuntuti nya.
"Meooong".
"Apa kau mau ikut dengan ku? Itu tidak mungkin, tubuh mu terlalu besar! Kau bisa menakuti semua orang".
Seketika monster Kucing itu menyusut menjadi kecil layaknya seperti kucing pada umunya dengan bulu berwarna hitam gelap di hiasi mata dan telinga yang berwarna merah cerah.
"ah sepertinya aku tidak bisa menolak permintaan mu, kalau begitu mari ikutlah dengan ku".
"Meooong".
__ADS_1
"Oh iya, bagaimana jika aku memanggilmu Muezza?".
"Miaaaauw".
"Hahaha, sepertinya kau menyukai nama itu.
Kemarilah, aku akan menggendongmu".
Zidan pun melesat terbang dengan cepat menuju sekte mawar hitam, kedua sayap api Zidan sangat membantu nya dalam menempuh perjalanan jarak jauh.
Di dalam perjalanan, Zidan sesekali tersenyum ketika membayangkan ekspresi Iblis manis saat mengetahui bahwa Ia mampu mendapatkan bunga magma yang Iblis manis ingin kan.
Setelah sampai di sekte mawar hitam, Zidan di sambut dengan hangat oleh para anggota sekte baru tersebut.
"Bagaimana Zhi? Apa kau mendapatkan nya?".
"Tentu saja".
Mata Iblis manis terbelalak dan bibirnya tersenyum dengan begitu indah.
Namun yang membuat Iblis manis tersenyum dengan bahagia bukanlah bunga magma yang selama ini Ia cari, melainkan kucing milik Zidan.
"Waaaah, lucunya. Kuchi kuchi kuchi, di mana kau mendapatkan kucing imut ini Zhi".
"Miaaaauw".
"Ah, aku menemukannya di jalan dan memungutnya begitu saja".
"Apa aku boleh memberi nya nama? Ututu tutu tu tu Tuching imutt apa kau mau main dengan ku?".
"Ah, maaf. Aku sudah memberi nya nama".
Wajah Iblis manis menjadi sedikit cemberut setelah mengetahui bahwa Zidan telah memberikan Kucing itu nama.
"Yaaah baiklah, kalau begitu siapa namanya?".
"Namanya adalah Muezza".
"Kenapa kau memberi nya nama Muezza?".
"Itu karena dahulu kala sang utusan Tuhan pernah memiliki seekor Kucing, Beliau sangat menyayangi Kucing nya dan memberi nama Kucing prliharannya itu dengan nama Muezza".
"Waaah, aku tidak tahu bahwa kau sampai berfikir sejauh itu hanya untuk sebuah nama".
"Haha, bukankah itu hal yang wajar? Karena nama adalah doa".
[Author]
Kok hp hilang bisa up? hadeh, waktu itu sy up sebelum hp sy ilang.
2 hari kemudian sy baru nambahin pemberitahuan di episode sebelumnya, jadi bukan up terus ngasih info hp sy ilang.
__ADS_1
Sy itu nambahin dan buka di pc.