
Para pelayan kediaman ketua Rico menuntun ketiganya memasuki lorong yang besar dan panjang, di sisi kanan dan kiri lorong tersebut ada beberapa pintu yang sangat besar.
Iblis manis memasuki salah satu ruangan di ikuti oleh Zidan dan Ma'ruf, ruangan tersebut hanya memiliki 1 ranjang atau tempat tidur.
Alasan Zidan tidak ingin berada di dalam kamar yang berbeda adalah karena naluri nya sebagai seorang lelaki tidak akan membiarkan Iblis manis tidur di dalam ruangan sebesar itu seorang diri,
Bisa saja Ma'ruf melakukan hal yang tidak tidak kepada Iblis manis sedang tertidur pikir Zidan.
Ma'ruf juga berfikir seperti itu terhadap Zidan, maka dari itu keduanya pun memutuskan untuk berada di dalam ruangan yang sama dengan Iblis manis.
"Kenapa kalian di bawah?".
Iblis manis sedikit kebingungan melihat tingkah Ma'ruf dan Zidan yang duduk di lantai, sedangkan ia sudah berbaring di atas ranjang seorang diri.
"Haha,tidak apa apa. Kami hanya ingin menikmati halusnya lantai ruangan ini hehe".
"Benar Zhi ucapanmu, lantai ini memiliki kualitas yang sangat tinggi.
Meskipun dingin namun terasa lembut dan setiap ukiran nya seolah olah memiliki arti yang tersembunyi".
Menimpali ucapan Zidan sebagai alasan, Ma'ruf sedikit merasa canggung.
"Terserahlah,dasar aneh".
Iblis manis tentu tidak menyadari sikap dari kedua temannya, karena Iblis manis menganggap dirinya seorang lelaki tulen meskipun tubuhnya kini adalah tubuh seorang gadis.
Sedangkan Zidan dan Ma'ruf jelas berbeda, kedua nya lelaki normal.
Mana mungkin seorang lelaki normal bisa tidur dengan pulas di atas 1 ranjang yang sama dengan seorang gadis?
Iblis manis dan Ma'ruf yang sudah melakukan perjalanan cukup jauh pun tidak butuh waktu yang lama untuk bisa tertidur pulas.
Begitu juga dengan Zidan yang telah melewati beberapa pertarungan berat hari ini, meskipun dirinya tidur di atas lantai sepertinya itu bukan masalah.
Semilir angin malam berhembus dengan lembut membawa hawa dingin yang begitu nyaman, seolah olah para angin ingin mengelus tubuh manusia agar nyaman dan lebih terlelap kedalam mimpinya untuk melupakan semua beban yang telah mereka tanggung selama ini.
Gadis yang tertidur pulas di atas ranjang yang tak lain adalah Iblis manis mulai terbangun dari tidurnya.
"Emmmh,suara apa itu?".
Sayup sayup sebuah suara nyanyian terdengar dengan jelas.
"Sepertinya lagu ini agak familiar di telingaku, namun orang gila mana yang melantunkan lagu di waktu malam seperti ini? Ah,lebih baik aku pergi untuk melihat siapa gerangan yang menyanyikan lagu ini".
Melangkahkan kaki dengan perlahan, Iblis manis berjalan mendekati asal suara.
Terdengar sebuah lantunan lagu yang begitu merdu, seorang pria duduk di tengah tengah hamparan rumput luas yang memiliki sebuah bangunan seperti tenda di tengahnya.
"Lingsiiir wengi, sepi durooong biso nendro(Menjelang tengah malam, berada dalam sepi belum bisa tertidur)".
Sayup sayup suara syair yang pria itu lantunkan bersama dengan merdunya nada piano, semakin membuat pendengarnya ikut masuk dan meresapi arti kesedihan dari dalam lagu tersebut.
"Ah,pantas saja aku merasa tidak asing! Ini syair yang biasa sunan kali jaga tembangkan ketika menjelang tengah malam".
Kidung syair Lingsir wengi adalah sebuah karya yang sangat terkenal di kekaisaran Nuswantara, bagi pasangan yang tidak bisa bertemu atau kehilangan pasangannya karena perang biasanya akan melantunkan kidung ini untuk mengungkapkan perasaan.
Kidung syair Lingsir wengi di ciptakan oleh salah satu tokoh ulama yang terkenal berabad abad lalu, syair tersebut memiliki makna yang mendalam tentang cinta dan di lantunkan secara perlahan mengikuti nadanya yang tinggi.
"Kagodho mring wewayang, kang ngeridhu atiiii(Tergoda oleh bayangan, yang mengusik hati)".
__ADS_1
Iblis manis semakin menikmati tembangan pemuda itu, tanpa sadar ia berjalan semakin mendekat dan ikut melantunkan kidung tersebut.
"Kawitaneee mung sembrono,njur kuulino (Awalnya hanya ceroboh, kemudian terbiasa)".
Ketika Iblis manis melantunkan syair Lingsir wengi, pemuda yang sebelumnya bernyanyi dan memainkan pianonya kini terlihat diam tak bersuara seakan akan memberikan kode kepada Iblis manis agar terus melanjutkan nyanyiannya.
"Ra ngiroo,yen bakal nuuuwuhke tresno (Tidak menyangka, akan menimbulkan rasa Cinta)".
Sesampainya Iblis manis di bawah tenda yang sama dengan pemuda tersebut, pemuda itu berhenti memainkan piano dan membalikan tubuh untuk melihat siapa orang yang ikut melantunkan tembang bersamanya.
"Ketua Rico?".
Iblis manis terlihat terkejut mengetahui sosok di balik piano.
Pemuda tersebut secara perlahan membuka mata sebelum menatap wajah Iblis manis dengan alis yang berkerut.
"Siapa?".
Keterkejutan Iblis manis kian bertambah, bagaimana mungkin ketua Rico yang beberapa jam lalu menyambutnya dengan hangat kini dengan mudah melupakan dirinya.
"Sepertinya anda suka bercanda ketua Rico, bagaimana mungkin anda lupa dengan ku Iblis manis ini?".
Bangkit dari duduknya, berjalan perlahan mendekati Iblis manis dengan alis yang sedikit berkerut.
Sebelum membuka mulutnya, ketua Rico menarik tubuh Iblis manis kedalam pelukannya.
"Iblis manis? Aku baru tahu bahwa Iblis manis ternyata seorang wanita, sepertinya julukan Iblis manis tidak salah di berikan kepadamu".
"Wanita? Ehhhh,".
Dengan tangannya,Iblis manis meraba wajahnya.
Sedangkan songkok,topeng beserta jaketnya telah ia masukan ke dalam cincin semesta yang kini ia tinggalkan di dalam ruangan tempatnya menginap, lebih tepatnya di atas meja.
Iblis manis mencoba memberontak agar lepas dari genggaman ketua Rico, namun semua usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil.
"Diamlah, pendekar yang masih dalam tahap mutiara tidak mungkin bisa lepas dari cengkraman pendekar raja sepertiku".
Pendekar atau penyihir memiliki 12 tahap dan 9 tingkatan, tahap mutiara adalah tahap kelima sedangkan tahap raja adalah tahap ke 8.
Perbedaan tenaga,stamina maupun mana antar orang yang berada di dalam tahapan yang sama namun berbeda dalam tingkatan saja sudah sangat jauh bagaikan langit dan bumi.
Apalagi jika tahapan mereka berbeda dan perbedaan tahap Iblis manis dengan ketua Rico bukan hanya 1 tahap melainkan 3 tahap.
Wajah Iblis manis terlihat merah ketika ketua Rico perlahan mendekatkan wajahnya.
"(Si-sialan, kekuatan ku terlalu berbeda jauh! Jika bersama Ma'ruf mungkin aku bisa melawannya, jika sendiri seperti ini mana mungkin aku mampu melawannya! Aku mulai menyesal keluar dari kamar, orang ini terlalu mesum.
Sekarang apa yang harus aku lakukan! Tapi jika di lihat lihat dan semakin dekat, wajah ketua Rico terlihat lumayan tampan untuk orang yang sudah berusia ratusan tahun.
Eh, apa yang aku pikirkan? Aaaaaa! Aku ini laki laki, aku lelaki terjantan di antara para laki laki jantan,tidak boleh tidak boleh.
Aku ini laki laki,aku ini laki laki)".
Hanya bisa mengumpat di dalam hati dan memejamkan mata, itu lah satu satunya yang bisa Iblis manis lakukan saat ini.
Perlahan dengan lembut bibir ketua Rico mendekat ke arah wajah Iblis manis.
"Tu-tuan! Gawat tuan".
__ADS_1
Beberapa pelayan mendatangi ketua Rico dengan tergesa gesa, membuat ketua Rico kini mengalihkan fokusnya kepada para pelayannya.
"Cih,ada apa?".
Iblis manis yang merasa ketua Rico tidak lagi fokus kepada dirinya mulai melepaskan tubuhnya dari cengkraman ketua Rico dan mundur beberapa langkah.
"Anu tuan,gawat! Aku melihat kamar tamu yang di huni oleh anak tetua Zen dan teman temannya terbuka, setelah aku masuk dan memeriksa sepertinya salah satu dari mereka yang memakai topeng kelinci sudah tidak ada di dalam kamar tersebut".
"Baiklah,kalian tidak perlu khawatir.
Orang itu akan segera kembali ke dalam kamarnya, kalian cepatlah tidur dan jangan pernah mendekati tempat ini lagi!
Bukankah aku sudah pernah mengatakannya kepada kalian bahwa aku sangat tidak suka di ganggu ketika melantunkan tembang!
Atau kalian mulai berani melawanku?".
Para pelayan berpakaian putih yang sebelumnya menunduk kini terlihat gemetar setelah mendengar ucapan ketua Rico.
"Ti-tidak tuan, tidak mungkin.
Kami tidak akan berani melawan perintah tuan.
Hamba telah salah dan pantas menerima hukuman, hamba berjanji tidak akan mengulanginya lagi".
"Kalau kalian faham apa kesalahan kalian, sekarang pergilah.
Aku tidak akan menghukum kalian malam ini karena suasana hatiku sedang baik, tapi jika lain kali kalian melakukannya lagi aku tidak akan sungkan untuk menghukum kalian".
"Terima kasih atas kebaikan Tuan besar, kami undur diri".
Beberapa pelayan itu menjauhi tempat ketua Rico berada, sedangkan ketua Rico membalikan badannya dan menatap Iblis manis yang terlihat panik dengan senyuman.
"Oh iya,sampai di mana kita tadi?".
"Tu-tunggu, aku akan menjelaskan asal usulku.
Aku jamin setelah kau mendengarnya kau akan merasa jijik dan menyesali perbuatanmu sebelumnya".
Mendengar kata kata Iblis manis, ketua Rico mulai tertawa.
"Benarkah? coba ceritakan, aku tidak keberatan menunggu beberapa saat sebelum aku melanjutkan yang tertunda".
Iblis manis pun bercerita tentang dirinya kepada ketua Rico, ketika Iblis manis bercerita rambutnya yang halus dan panjang seolah olah menari ketika angin malam menyapunya.
Wajahnya yang cantik dan manis kini di terpa oleh sinar kekuningan dari bulan sabit, membuat kecantikannya bertambah berkali kali lipat.
Ketua Rico menyimak cerita Iblis manis dengan cukup serius dan sesekali tertawa.
Di dalam hati ketua Rico berfikir, alasan apa yang membuat Iblis manis memberontak ketika dia ingin menyentuhnya sedangkan banyak gadis di luar sana yang menawarkan diri kepadanya namun selalu ia tolak secara mentah mentah.
Bukan hanya karena dia adalah ketua sekte yang terkenal dan kaya raya, namun ketampanan ketua Rico juga tidak bisa di bilang biasa biasa saja.
Wajahnya yang selalu serius dan kumis tipis yang menghiasi wajahnya membuat ketua Rico terlihat begitu gagah dan idaman tentunya.
Wanita mana yang cukup bodoh untuk menolak berada dalam pelukan pria sepertinya.
"Hmmm,menarik. Setelah aku hidup selama 350 tahun lebih, baru kali ini aku mendengar cerita semenarik ini".
Wajah Iblis manis yang semula terlihat tegang kini kian santai, sepertinya menceritakan asal usulnya memang bisa membuat lelaki yang mendengarnya merasa jijik terhadap dirinya.
__ADS_1