
Seorang remaja yang masih berusia 13 tahun berjalan seorang diri dengan menunduk menuju ke ruang tes penerimaan siswa akademi melati biru, beberapa orang dewasa yang berpakaian layaknya prajurit kekaisaran mendekati remaja itu.
"Anak kecil berhenti!".
Ketika Nanda merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya, dia berhenti berjalan dan menoleh kebelakang.
"Ada apa paman,kenapa kau berlari dengan terengah engah?".
"Tolong ikutlah denganku,ada seseorang yang ingin menemuimu".
Setelah mendengar permintaan prajurit itu, Nanda mengikuti prajurit itu dari belakang dengan wajah polos tanpa rasa curiga.
Ma'ruf yang melihat Nanda mengikuti pengawalnya pun langsung terlihat kegirangan.
"Haha, akhirnya kau datang saudaraku".
Mendengar orang yang baru pertama kali Nanda temui memanggilnya sebagai saudara, membuat Nanda sedikit keheranan.
"Saudara? Siapa maksudmu paman?".
Mendengar Nanda memanggil Ma'ruf dengan julukan paman,Ma'ruf pun sedikit marah tapi ia menahan emosinya.
"Ah tentu saja kau yang ku panggil saudara, karena kau memang saudaraku.
Tetapi tolong jangan panggil aku dengan sebutan Paman, panggil saja aku Ma'ruf".
Nanda yang mendengar penjelasan Ma'ruf hanya diam mendengarkan, karena baru kali ini ada seseorang yang tidak takut atau menghina dirinya ketika bertemu secara langsung.
Atau mungkin Ma'ruf tidak tahu siapa dirinya sebenarnya, pikir Nanda.
"Tidak paman,aku tidak punya saudara.
Semua anggota clan ku telah aku bunuh, jadi aku tidak punya saudara, orang tua maupun kerabat".
Nanda menjelaskan siapa dirinya dengan wajah polos, ia merasa Ma'ruf belum mengetahui siapa dirinya.
Jadi dia menjelaskan siapa dirinya agar Ma'ruf tidak kecewa ketika mengetahui siapa jati dirinya nanti.
"Ah kalau itu aku sudah tahu, ngomong ngomong jika aku boleh tahu.
Siapa namamu dan berapa umurmu?".
Melihat Ma'ruf tidak terkejut atau takut saat mengetahui jati dirinya, Nanda kali ini yang berbalik terlihat terkejut.
"Namaku Nanda paman,orang orang memberi julukan Iblis manis kepadaku.
Umurku saat ini masih 13 tahun".
"Ahh,Iblis manis ya? Julukan yang menarik.
Mulai sekarang kau adalah saudaraku dan berhentilah memanggilku paman karena aku hanya lebih tua 2 tahun darimu".
Mendengar Ma'ruf mengatakan bahwa mereka berdua kini adalah saudara,Nanda yang polos begitu bahagia dan mulai tersenyum.
__ADS_1
Setelah berkenalan,keduanya pun berjalan bersama menuju ruang tes penerimaan murid akademi melati biru dengan di temani 80 prajurit.
Orang orang yang melihat Nanda begitu akrab dengan Tuan muda Ma'ruf mulai keheranan.
"Bukankah itu Ma'ruf Anshorul Huda? Satu satunya tuan muda keluarga Huda?".
Mendengar temannya memberi sebuah pertanyaan, ibu ibu yang berdiri di depan ruang penerimaan pun menjawab.
"Iya, dia adalah tuan muda dari keluarga Huda. Simbol 3 pohon bambu yang berada di jubahnya serta banyaknya pengawal yang menjaganya, Tidak salah lagi! Dia adalah anak dari keluarga terkaya di daratan sumatera ini".
Akademi melati biru menyatakan Ma'ruf dan Nanda lulus dalam tes penerimaan murid, keduanya pun memutuskan untuk tinggal di asrama yang sama.
Bagaimanapun Nanda adalah seorang remaja yang normal dan menyukai lawan jenis, Angel yang tak lain adalah putri dari Gubernur provinsi ini terkenal dengan kecantikannya membuat pria manapun akan jatuh cinta ketika melihatnya tak terkecuali Nanda.
Nanda remaja yang mengagumi Angel berulang kali mencoba menarik perhatian Angel dengan tingkah konyol, sedangkan Angel yang terkenal cantik merasa terusik karena Nanda berulang kali menggodanya.
Karena melihat Nanda selalu bersama tuan muda Ma'ruf, orang orang yang mengetahui identitas Nanda tak berani memanggilnya dengan julukan Iblis manis hingga Angel pun tidak mengetahui identitas sebenarnya dari seorang Nanda.
Setelah 2 tahun terlewati, Nanda yang selalu memakai kacamata dan jaket berkerah tinggi untuk melindungi identitas nya mulai bingung dengan sikap Angel yang selama 2 tahun sebelumnya selalu mengolok dan menghinanya kini berbalik menempel padanya.
Mengetahui kejanggalan yang di perlihatkan oleh Angel, Nanda memutuskan untuk menyelidiki.
Setelah beberapa kali mencoba mencari informasi ternyata Angel tertarik padanya karena Angel sudah mengetahui identitas Nanda dan berharap Nanda kecil bisa berguna untuk clan Phoenix emas.
Sebenarnya Nanda sedikit senang dan tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini, Namun ketika Nanda akan berangkat menjalankan sebuah misi ia baru teringat besok adalah hari penerimaan murid baru akademi melati biru.
Jika di hitung dari Nanda mulai memasuki akademi ini maka ini adalah tahun ketiga bagi Nanda, tentu saja Mitha orang yang di tunggu tunggunya akan segera mendaftarkan diri ke akademi ini.
Karena Nanda akan berangkat menjalankan sebuah misi di luar akademi untuk beberapa bulan, Nanda pun menitipkan foto Mitha kepada Ma'ruf dan meminta Ma'ruf untuk memasukan Mitha kedalam club keputus asaan dan menjelaskan alasan Nanda tidak bisa menemuinya.
Sedangkan Angel yang terkenal dengan kecantikannya kini berbalik berusaha mendapatkan hati Nanda namun setiap Angel menyatakan perasaan kepada Nanda, Angel selalu mendapatkan penolakan.
Angel pun mencoba mengorek informasi kenapa Nanda kini berbalik dingin bahkan acuh tak acuh terhadap dirinya, padahal selama 2 tahun bersekolah di akademi melati biru ini Nanda lah yang mengejar ngejar dirinya pikir Angel.
Ma'ruf yang kala itu melihat Angel kebingungan ketika Nanda bersikap dingin pada Angel, tanpa sadar memberikan informasi tentang Mitha kepada Angel karena melihat tingkah Angel yang begitu menyedihkan.
Tanpa Ma'ruf sadari, ternyata memberi informasi tentang Mitha adalah sebuah kesalahan yang sangat besar dan akan membuatnya terus merasa bersalah di masa depan kelak.
Nanda pergi melangsungkan misi selama berbulan bulan, sedangkan Ma'ruf sudah bertemu dengan Mitha dan mengajaknya masuk ke dalam club keputus asaan.
Angel begitu membenci Mitha karena beranggapan bahwa Mitha telah menggoda Nanda hingga Nanda tak lagi memperdulikannya.
Beberapa bulan telah berlalu,Angel mencoba menyingkirkan Mitha agar kelak ketika Nanda kembali.
Nanda tidak akan memperdulikan Mitha dan kembali kedalam genggamannya seperti dahulu kala.
Angel meminta Ayahnya yang seorang Gubernur untuk memberikan misi sulit kepada club keputus asaan agar Mitha bisa terluka atau minimal cacat hingga Nanda tidak lagi menginginkan Mitha.
Sang Gubernur yang mendengar permintaan putri nya pun akhirnya menyetujui permintaan putri nya tersebut, Gubernur mendatangi wakil kepala sekolah akademi melati biru dan memberikan sebuah misi khusus agar di jalankan oleh club keputus asaan.
Wakil kepala sekolah yang di mintai pertolongan oleh seorang Gubernur tentu saja tidak akan menolak,apalagi Gubernur memberikan beberapa juta rupiah agar wakil kepala sekolah menyetujuinya.
Ma'ruf yang mendengar bahwa kepala sekolah memberikan mereka misi tingkat S tentu saja menolak dengan keras, namun wakil kepala sekolah menjawab dengan mudah dan mengancam jika club mereka tidak melakukan misi yang di perintahkan oleh Gubernur maka siswa yang masuk kedalam anggota club keputus asaan harus meninggalkan akademi melati biru.
__ADS_1
Anggota club keputus asaan berangkat menuju dataran Palembang yang kala itu sudah di kuasai oleh para pemberontak, informasi yang di berikan oleh mata mata kekaisaran mengatakan bahwa pemberontak hanya berjumlah 100 ribu pasukan pemberontak dengan rata rata tahap batu tingkat 5 kebawah.
Akhirnya Gubernur memutuskan agar pendekar kekaisaran berangkat membawa 100 ribu pasukan bersama siswa anggota club keputus asaan untuk membasmi pemberontak di dataran pulau Palembang.
Kala itu hanya para pendekar yang maju di medan tempur, sedangkan pendekar lain berasama anggota club keputus asaan menjadi pembantu pasukan kekaisaran dengan menggunakan panah untuk menyerang rombongan pemberontak yang berjumlah 100 ribu pasukan.
Peperangan berjalan dengan lancar, para pasukan pemberontak di atasi dengan mudah.
Namun,ketika para pemanah turun dari gunung untuk merampas harta mayat mayat pasukan pemberontak mereka semua terkejut karena ada 600 ribu orang pasukan dari sisi kiri mendatangi mereka.
Sontak para pendekar kekaisaran kehilangan formasi karena di serang dalam keadaan tidak siap,semua anggota club keputus asaan yang kini berada di medan tempur pun ikut panik terlebih semua anggota pemanah yang sebelumnya membantu para pendekar kini ikut turun untuk merampas harta pasukan musuh maupun menguburkan mayat para pemberontak.
Mau tak mau Ma'ruf akhirnya memutuskan untuk bertarung karena mereka menyerah pun hasilnya akan tetap membuat mereka mati, jadi lebih baik bertempur sampai mati.
Dengan tombaknya yang di selimuti petir Ma'ruf membunuh pasukan pemberontak yang mendekatinya, 600 ribu pasukan pemberontak bersama pasukan kekaisaran Han kini telah mengepung pendekar kekaisaran Nuswantara yang sebelumnya berjumlah 100 ribu pasukan kini hanya berjumlah kurang lebih 80 ribu pasukan karena telah menghabisi pasukan pemberontak yang sebelumnya.
Mitha berdiri dengan sebuah pedang berwarna putih keperakan, dengan tanpa ragu dia menebas setiap pasukan musuh yang mendekat.
Gerakannya terlihat indah seperti sedang menari,matanya yang besar seakan akan bisa menghipnotis siapapun yang melihatnya karena kecantikannya begitu tidak bisa di gambarkan meskipun memakai cadar.
(Akademk melati biru)
Nanda yang telah kembali dari menjalankan misi terlihat begitu bahagia dengan senyum yang menghiasi wajahnya, hatinya berdegup kencang karena sebentar lagi dia kan bertemu dengan wanita yang ia kagumi.
Karena tidak bertemu Mitha dan Ma'ruf, Nanda mulai kebingungan dan bertanya kepada teman sekelasnya.
Setelah mendengar club keputus asaan sedang menjalankan misi, Nanda pergi keruang guru dan menemui wakil kepala sekolah.
"Kepala sekolah,kemana para anggota club keputus asaan menjalankan misi?".
Seorang pria tua berambut putih mengangkat alisnya ketika Nanda masuk tanpa permisi dan langsung memberikan sebuah pertanyaan.
"Hoho,kau sudah kembali? Bagaimana misi yang telah kau jalankan apakah berhasil atau gagal nak?".
" Tentu saja aku berhasil,jangan berbasa basi lagi kepala sekolah. Aku hanya ingin tahu kemana anggota club keputus asaan menjalankan misi dan misi Rank apa yang mereka terima".
Mendengar pemuda di hadapannya bertanya dengan terburu buru,wakil kepala sekolah menjawab dengan santai tanpa rasa bersalah.
"Mereka menjalankan misi Rank S untuk membereskan para pemberontak di wilayah Palembang".
Mendengar wakil kepala sekolah memberikan misi Rank S kepada club keputus asaan, Nanda terkejut dan terlihat marah.
Karena misi Rank S biasanya hanya di ambil oleh para guru sedangkan para siswa hanya boleh mengambil misi Rank C kebawah.
"A-apa kau sudah gila! Mana mungkin seorang siswa mampu menyelesaikan misi Rank S!"
"Jika mereka tidak mampu lebih baik keluar dari akademi melati biru ini".
Mendengar wakil kepala sekolah berbicara tanpa rasa bersalah sedikitpun, Nanda mulai mengeluarkan aura Iblisnya.
Songkok yang awalnya ia kenakan dengan rapi kini ia buka sedikit hingga rambutnya yang panjang menutupi mata kanannya, matanya memerah ekspresi wajahnya sangat penuh dengan kebencian.
Dengan nada dingin Nanda mengancam kepala sekolah.
__ADS_1
" Jika sampai Mitha terluka karena misi yang di berikan olehmu, aku tak segan segan akan menghabisimu dan seluruh anggota keluargamu".