Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
14. Pangeran kegelapan.


__ADS_3

Jam dinding menunjukan pukul 00.00 WIB, Iblis manis yang sedang terlelap mendengar alarm di smartphonya berdering dengan kencang hingga membuatnya terbangun.


Setelah bangun ia melihat Ma'ruf yang masih tertidur dengan pulas, sebenarnya Iblis manis tak enak hati untuk membangunkan Ma'ruf yang sedang tertidur namun malam ini adalah malam penting bagi mereka berdua setelah menunggu dan bersabar selama 3 tahun.


"Ma'ruf bangun" ucap Iblis manis dengan lembut sembari menggoyang goyangkan tubuh Ma'ruf.


Ma'ruf yang merasakan goncangan di tubuhnya mau tidak mau akhirnya terbangun.


"Aaaah, kenapa?" Tanya Ma'ruf dengan menguap.


"Sudah tengah malam, sekarang waktunya kita beraksi" Balas Iblis manis kepada Ma'ruf yang setengah sadar.


"Iya tah? Ah,kalau begitu mari kita menuju penjara bawah tanah terlebih dahulu".


Ma'ruf bangkit dari tempat tidurnya dan mulai berjalan menuju pintu kamar di ikuti Iblis manis yang berada tepat di belakangnya.


Saat Ma'ruf membuka pintu kamar,suasana lorong kediaman Gubernur sangat sepi.


Bahkan para penjaga yang biasanya berlalu lalang untuk mengamankan kediaman ini pun seperti hilang tanpa jejak.


Di tengah suasana lorong kediaman Gubernur yang sepi, Ma'ruf bersama Iblis manis berjalan perlahan menuju ruang bawah tanah.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di sebuah lorong panjang yang hanya di sinari oleh beberapa tungku api yang menempel di dinding.


Bau tak sedap yang sangat menyengat dari lorong mulai menusuk masuk kedalam hidung mereka berdua hingga membuat mereka berdua berjalan dengan salah satu tangan menutup hidung.


" Ah,kenapa penjara ini bau sekali" Keluh Ma'ruf yang memimpin perjalanan.


"Wajar ini penjara,bukan mall" jawab Iblis manis dengan santai.


Ketika mereka berdua berjalan menyusuri lorong penjara, Iblis manis berhenti sejenak ketika merasakan aura yang sangat kuat dan menakutkan.


Ia berjalan perlahan menuju ruang tahanan di mana letak aura itu berada.


Terlihat seorang pemuda berpakaian serba hitam bergaris putih di setiap ujung pakainnya sedang bermeditasi, rambut pemuda itu panjang sampai menutupi setengah wajahnya.


Ia terlihat biasa saja jika di lihat dengan mata telanjang,namun bagi mereka yang dapat merasakan aura milik seseorang maka akan memahami bahwa lelaki berjubah hitam tersebut bukanlah manusia biasa.


"Hei,kenapa kau berhenti?" Tanya Ma'ruf yang sedang melihat Iblis manis berhenti di depan sebuah ruang tahanan.


Iblis manis yang sedang melamun pun kini tersadar ketika mendengar pertanyaan dari Ma'ruf dan mulai melangkah mengikuti Ma'ruf kembali.


"Ah maaf,aku malah asik melamun sendirian"


Jawab Iblis manis dengan sedikit rasa bersalah.


Ma'ruf pun menghentikan langkahnya ketika sudah berada di depan salah satu ruang tahanan, terlihat seorang pemuda yang memakai bandana putih dengan rambut belah tengah dan pakaian lusuh tergeletak di atas lantai ruang tahanan.


Pemuda itu memiliki pandangan kosong dengan mulut terbuka namun tak mengeluarkan suara, Ya pemuda yang terlihat menyedihkan itu adalah Zidan yang sedang meratapi nasib.


Ma'ruf yang melihat kondisi Zidan mulai mendekati ruang tahanan tersebut dan mengetuk pintu penjara yang terbuat dari besi dan di lapisi segel mana hingga membuat para tahanan tidak bisa mengeluarkan kekuatan mereka untuk melarikan diri.


"Oei oei bocah, mau sampai kapan kau akan tertidur di lantai seperti itu" Teriak Ma'ruf dengan nada sedikit mengejek.


Zidan yang sedang melamun mendengar suara Ma'ruf, membuatnya tersadar dari lamunan dan mulai marah karena kejadian menyedihkan yang di alaminya ini semua karena ulah kedua temannya yang menjadikannya kambing hitam.

__ADS_1


"Untuk apa kalian berdua kemari brengsek? Apa kalian belum puas menertawaiku".


Cletuk Zidan yang mulai bangun untuk duduk dan menatap mata Ma'ruf dengan tajam.


"Azhi maaf, sebenarnya kami tidak ada niatan untuk menjebakmu".


Sahut Iblis manis dengan berjalan secara perlahan mendekati Ma'ruf.


"Omong kosong macam apa lagi yang ingin kau katakan? Cepat pergi dari sini! Aku masih mengingat ucapanmu dan akan membalaskan dendamku ini 50 tahun lagi! Jadi cepat pergilah kalian berdua,aku akan menemui kalian berdua 50 tahun lagi!".


Ungkap Zidan dengan nada tinggi dan mengepalkan tinjunya.


Ma'ruf yang melihat tingkah laku Zidan pun mulai tertawa dan membuka pintu ruang tahanannya.


" Hahaha,sepertinya kau salah paham Zi".


Zidan yang sedang merasa kecewa dan terpukul semakin marah ketika mendengar Ma'ruf tertawa tanpa rasa bersalah.


"Apa yang kau tertawakan pengecut!".


Teriak Zidan sembari melompat keluar ruang tahanan setelah pintu ruang tahanannya terbuka.


Zidan melompat kearah Iblis manis dengan langkah bayangan miliknya dengan cepat, tangan kanannya mencekik leher Iblis manis dan mendorongnya sampai tersudut ke tembok.


"Jika kalian tidak sabar menunggu 50 tahun lagi untuk menyambut kedatanganku, membunuh kalian berdua malam ini pun tidak masalah bagiku".


Ungkap Zidan dengan mata menatap tajam kearah mata Iblis manis yang sedang berada di dalam genggamannya, aura berwarna ungu dan kilatan petir mulai menyelimuti tubuh Zidan.


Iblis manis yang melihat kondisi Zidan yang begitu memilukan mulai berkaca kaca, seakan akan pilihan yang telah ia ambil adalah kesalahan terbesar di dalam hidupnya.


"Ma-Maafkan aku Azhi, aku bisa menjelaskan semuanya nanti.


Zidan yang mendengar ucapan Iblis manis dengan terbata bata dan mata berkaca kaca mulai membuat hatinya merasa tidak pasti dan kebingungan, dengan perlahan ia melepas tangan kanannya yang sedang mencekik Iblis manis.


Ketika Zidan memandangi wajah Iblis manis, pemuda yang tak lain adalah Iblis manis mulai mengangkat tangan kanannya dan menarik kerahnya yang tinggi menutupi hidung ke arah bawah.


Terlihat bibir yang begitu mungil berwarna merah, Zidan terkejut melihat Iblis manis yang ia kenal sebagai pemuda pendiam memiliki wajah cantik jelita dengan pandangan sayup.


Ketika Zidan sedang dalam kondisi kebingungan, Iblis manis mendekatkan wajahnya menuju wajah Zidan yang perlahan mulai memerah.


Iblis manis mulai memejamkan Mata dan mengecup bibir Zidan.


Sontak Zidan yang sedang melamun dalam kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa mulai menteskan darah dari hidungnya.


Iblis manis yang melihat ekspresi Zidan pun tersenyum sebelum kembali berbicara.


"Tolong maafkan kata kataku tadi yang menyakiti hatimu,sepertinya aku terlalu berlebihan. Sekarang marilah ikut denganku untuk membalaskan dendamku jika kau mau, tapi jika kau menolak dan ingin pulang ke Akademi Melati Biru aku tidak akan menahanmu".


Zidan yang mendengar Iblis manis mengucapkan kalimat panjang dengan nada halus kepadanya terlihat kegirangan karena baru kali ini Iblis manis berbicara dengannya terlebih menggunakan bahasa yang halus dan suara lembut.


"Aha ah, hahaha. Tidak masalah, mulai dari sekarang kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu bahkan jika harus kedalam neraka sekalipun". Jawab Zidan dengan tertawa canggung dan menggaruk garuk kepalanya.


Ma'ruf yang duduk di luar ruang tahanan hanya bisa melihat punggung Zidan dari bawah mulai terlihat bosan dan tidak tahu dengan apa yang mereka berdua bicarakan.


Setelah Zidan terlihat baik baik saja, Ma'ruf berdiri dan mengeluarkan sebuah topeng berwarna hitam polos dari dalam cincin semestanya.

__ADS_1


Topeng itu berwarna hitam polos namun ukurannya hanya setengah, jika di pakai oleh seseorang maka topeng itu hanya cukup menutupi bagian mulut dan hidung pemakainya.


Selain ukurannya yang hanya setengah, topeng tersebut juga memiliki gigi gigi tajam berwarna putih cerah yang menghiasinya seakan akan pemakainya adalah pembunuh kanibal yang akan memakan daging siapapun.


"Oei, apa reuni kalian berdua sudah selesai? Jika sudah mari kita keluar sebelum ada penjaga yang datang!" Seru Ma'ruf sebelum melemparkan topeng kearah Zidan.


Zidan yang melihat Ma'ruf melemparkan sesuatu kearahnya pun dengan sigap menangkap benda yang di lemparkan oleh Ma'ruf.


"Topeng? Untuk apa benda ini?" Tanya Zidan dengan keheranan sembari memeriksa topeng yang kini berada di genggamannya.


"Ah,sepertinya kebodohanmu memang sudah mengalir sampai jauh seperti pipa Ruc*ka. Tentu saja topeng itu untuk melindungi identitasmu yang kini sudah terkenal sebagai Pangeran kegelapan".


Jawab Ma'ruf dengan wajah malas.


Zidan yang mendengar jawaban dari Ma'ruf terlihat keheranan namun mau tak mau ia mulai memakai topeng yang Ma'ruf berikan.


"Pangeran kegelapan? Siapa yang kau maksud? Di sini hanya ada kita bertiga".


Tanya Zidan dengan mengerutkan dahi.


"Tentu saja kau Azhi, setelah kematian Gubernur. Kabar terbaru yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa Iblis manis bersama sahabatnya kesatria bertopeng Purnama di bantu rekan barunya yaitu Pangeran kegelapan telah membunuh sang Gubernur memakai teknik tingkat emas yaitu teknik tangisan Mikail".


Sahut Iblis manis sebelum melangkah maju dan menenangkan Zidan.


Zidan yang mendengar penjelasan Iblis manis terlihat terkejut karena dirinya kini memiliki sebuah julukan dan terkenal,meskipun bukan lagi terkenal sebagai anak Tetua clan bulan sabit merah yang cacat dan tidak bisa apa apa tapi terkenal karena sebuah tindakan kriminal seperti ini sangat tidak keren pikir Zidan.


"Apa? Pangeran kegelapan? Siapa orang bodoh yang memberikan aku julukan konyol seperti itu?" Tanya Zidan kepada Iblis manis yang sedang tertawa kecil di balik kerahnya yang tinggi.


Ma'ruf yang mendengar ucapan Zidan pun mulai ikut tertawa sebelum menyarankan mereka berdua untuk keluar terlebih dahulu.


"Baiklah,cukup sampai di sini reuni kita.


Sekarang saatnya bagi kita untuk keluar dan meninggalkan ruangan penjara ini, lalu membalaskan hutang 3 tahun yang lalu!"


Ma'ruf yang menyinggung kejadian 3 tahun yang lalu mulai menunjukan eskpresi serius dan hawa kebencian terukir dengan jelas di wajahnya.


Zidan yang sama sekali tidak mengerti tentang hutang pihutang atau perkara 3 tahun lalu yang membuat Ma'ruf dan Iblis manis terlihat begitu serius dan memancarkan aura kebencianpun hanya bisa bingung dan mengikuti mereka berjalan keluar dari lorong penjara bawah tanah menuju kediaman milik Clan Phoenix emas.


"Hutang apa yang mereka miliki? Sampai kalian berdua terlihat begitu marah? Bisakah kalian menceritakannya sebelum aku ikut ambil bagian?".


Zidan bertanya dengan keheranan di tengah perjalanan.


"Azhi, untuk saat ini aku tidak bisa menjelaskanya. Namun,jika kita berhasil keluar hidup hidup dan kembali ke akademi Melati Biru dengan selamat.


Aku akan menjelaskan tentang kejadian yang menimpa kami 3 tahun lalu".


Iblis manis menjawab pertanyaan Zidan dengan suara lirih.


Zidan yang mendapatkan jawaban tidak memuaskan dari Iblis manis hanya bisa menghela nafas dan menyimpan rasa penasarannya sampai mereka kembali ke Akademi Melati Biru untuk meminta Iblis manis menjelaskannya dengan gamblang.


"ah,baiklah kalau begitu. Tetapi ketika kita sampai di akademi, kau harus menjelaskan juga asal usulmu dengan sejelas jelasnya".


Pinta Zidan dengan serius kepada Iblis manis.


Iblis manis yang mendengar permintaan Zidan hanya bisa mamklumi, karena selama ini Zidan mencoba akrab dengannya namun selalu ia abaikan.

__ADS_1


"Baiklah,aku berjanji akan menjelaskan semuanya".


Jawab Iblis manis sebelum menambah kecepatan berlarinya.


__ADS_2