
Pagi menjelang, Zidan mulai terbangun dari tidur panjangnya.
Zidan perlahan membuka mata dan melihat Iblis manis tertidur tepat di atasnya dengan tubuh yang bersandar ke tembok.
"Aikh,kenapa aku bisa tertidur.
Bukankah semalam aku menerobos tahap giok? Apakah terbosoan ku semalam gagal".
Merasa bantal yang di gunakannya sedikit tinggi sebelah, Zidan perlahan menggeser bantal yang ia pakai.
"Kenapa bantal ini sedikit keras dan tinggi sebelah, leherku terasa kaku dan sulit untuk di gerakan".
Ketika Zidan melihat bantal yang ia pakai ternyata adalah paha milik Iblis manis, Zidan terkejut bukan main dan mengurungkan niatnya.
Di satu sisi Zidan juga merasa nyaman berada di pangkuan Iblis manis.
"Tidur di pangkuan seorang gadis sepertinya tidak terlalu buruk hehe".
Saat Zidan sedang menikmati tidurnya di pangkuan Iblis manis, puing puing atap yang berada di lantai mulai berterbangan satu persatu.
Terlihat sosok pemuda yang tak lain adalah Ma'ruf, muncul dengan pakaian lusuh dan wajah berdebu.
"Sialan,siapa yang berani beraninya menguburku hidup hidup!".
Pandangan Zidan dan Ma'ruf bertemu, keduanya sama sama memasang wajah terkejut.
"Eh,apa yang kau lakukan Zhi? Kenapa kau tidur di pangkuan Iblis manis? Dan kenapa atap ruangan ini hancur?".
Iblis manis yang mendengar teriakan Ma'ruf pun ikut terbangun dan perlahan membuka mata, ketika Iblis manis menyadari bahwa Zidan masih berada di pangkuannya.
Dengan spontan Iblis manis menendang Zidan hingga jatuh kelantai dengan wajah memerah.
"Kenapa tubuhmu penuh dengan debu Ruf?".
"Seseorang menguburku dengan puing puing reruntuhan atap ruangan ini, apa yang terjadi semalam Ang? Kenapa Zidan bisa tidur di pangkuanmu dan kenapa atap ruangan ini berlubang!".
Perlahan Zidan bangkit setelah di tendang oleh Iblis manis dari ranjang dengan wajah tersenyum canggung.
"Hehe maaf pendekar topeng debu,maksudku topeng purnama.
Semalam aku menerobos tahap giok, sepertinya ruangan ini berlubang juga karena ulahku".
Mendengar Zidan memanggilnya pendekar topeng debu, Ma'ruf menyentuh pipinya yang penuh dengan debu dan mulai menyadari bahwa pakaian yang dia kenakan telah kusut dan kotor.
"Brengsek! Tunggu di sini Zhi, aku akan membunuh mu setelah aku mandi".
Ma'ruf meninggalkan ruangan itu dengan wajah kesal dan terburu buru.
Sedangkan Zidan dan Iblis manis saling berpandangan dengan senyum canggung.
"Ah,a-aku juga sepertinya akan mandi Zhi.
Sampai nanti".
Menanggapi ucapan Iblis manis, Zidan hanya tersenyum sebelum mulai berdiri dan memejamkan mata untuk memeriksa apakah dia sudah berhasil menerobos tahap giok.
"Wah, sepertinya aku berhasil.
Tubuh yang kuat tapi ringan, kecepatan yang luar bisa namun bisa di kendalikan ini.
Apakah ini tahap giok, rasanya tubuhku sangat segar hari ini".
__ADS_1
Akan tetapi kesenangan Zidan tidak bertahan lama, karena suara yang sangat berat kembali muncul di kepalanya.
"Haha ha ha, manusia memang bodoh. Mendapatkan kekuatan sekecil itu saja sudah sangat bahagia hingga lupa daratan".
"Diamlah,jika kau bangun hanya untuk menledek ku. Lebih baik kau diam!".
"Masih saja kasar seperti biasanya bocah, aku bangun karena merasakan guncangan mana. Setelah mengetahui bahwa kau telah memasuki tahap giok, ada beberapa teknik yang ingin aku berikan kepadamu sesuai janji kita".
"Teknik baru ya hmmm, teknik seperti apa yang kau maksud?".
"Nama teknik ini adalah teknik aura Iblis, teknik ini memerlukan penggunaan mana yang begitu besar.
Semakin besar mana yang kau gunakan, maka semakin kuat dan luas jangkauan teknik ini".
"Baiklah, kalau begitu cepatlah buka ingatanmu agar aku bisa mempelajari teknik itu".
"Apa kau yakin? Selain menggunakan mana, teknik ini juga akan membuatmu merasakan rasa sakit yang amat sangat!".
Sebelum menjawab,Zidan diam sejenak untuk berfikir tentang teknik macam apa yang membuat penggunanya ikut merasakan rasa sakit.
Akan tetapi kemauan Zidan untuk menjadi kuat dan bisa mengimbangi kemampuan kedua rekannya begitu kuat, hingga Zidan pun segera meng iya kan pertanyaan Pangeran Iblis.
"Baiklah kalau begitu, aku mulai".
Setelah pangeran Iblis memberikan sedikit ingatannya tentang teknik aura Iblis kepada Zidan, dengan perlahan Zidan terjatuh kelantai dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
"Te-teknik ini teknik ini".
Semua masalalu kelam tentang orang orang yang membuat Zidan merasa takut mulai kembali bermunculan di dalam ingatannya, rasa takut yang begitu besar terus menerus hadir di dalam hatinya.
"Teknik ini adalah teknik aura Iblis, teknik ini menggabungkan mana dan aura kematian dari hasil membunuh menjadi satu kesatuan.
Teknik ini mengikuti fikiran penggunanya, Iblis manis menggabungkan teknik ini dengan masalalu nya yang penuh keputus asaan dan itu membuat orang yang terkena teknik miliknya ikut merasa putus asa.
Apabila kau tidak mampu mengendalikan rasa takutmu, kau akan perlahan ikut terkena efek teknik ini!
Di satu sisi kau harus merasakan rasa takut terus menerus agar teknik ini menyebar, namun di sisi lain kau harus melawan rasa takutmu agar kau tidak terkena efek teknik ini.
Ini lah alasan di balik kenapa teknik para Iblis begitu kuat, apa bila kau merasa tidak mampu mengendalikan teknik ini.
Lebih baik kau tidak perlu mempelajarinya dan aku akan memberimu teknik baru".
Mendengar penjelasan Pangeran Iblis, kini Zidan mulai menyadari kenapa teknik milik Iblis manis begitu mengerikan.
"Aku tidak tahu bahwa Iblis manis akan terus menerus merasakan keputus asaan ketika memakai teknik milik nya, jika dia bisa kenapa aku tidak! Tidak perlu teknik lain, aku akan mempelajari teknik ini mulai dari sekarang!".
"Huahaha ha, bagus bagus aku semangat anak muda sepertimu.
Teknik Iblis ini sekarang bernama aura rasa takut, mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar kau mampu menguasai dan mengendalikan teknik ini.
Namun, hasil yang akan kau petik nanti tidak akan pernah menghianati jerih payahmu".
Dengan sekuat tenaga Zidan bangkit untuk berdiri, senyuman menghiasi wajahnya meskipun air mata terus mengalir di pipinya karena rasa takut yang terus menerus timbul ketika dia mengaktifkan teknik baru miliknya.
"Baiklah, jika tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Lebih baik kau kembali tidur supaya aku bisa fokus melatih teknik ini".
"Sebenarnya aku ingin mengingatkanmu bahwa aku perlu beberapa ratus darah,daging serta nyawa manusia lagi.
Semakin cepat tubuhku kembali, bukankah itu akan semakin baik untuk kita berdua? Karena aku juga bosan melihat kehidupan manusia yang hanya bekerja,makan dan berkembang biak".
"Tentu aku mengingatnya, aku pasti akan membantumu supaya tubuhmu bisa cepat kembali.
__ADS_1
Tapi untuk saat ini, aku perlu menyelesaikan beberapa masalah".
"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali tidur".
Sesaat kemudian, Iblis manis kembali bersama Ma'ruf dengan pakaian yang begitu bersih dan wajah ceria.
"Kalian berdua, lebih baik kembali ke akademi terlebih dahulu.
Aku perlu membereskan beberapa masalah".
Iblis manis beserta Ma'ruf yang baru saja kembali setelah mandi, terlihat kebingungan dan saling berpandangan.
"A-apa maksudmu Zhi! Bukankah kita sudah membahas untuk kembali ke akademi bersama sama?".
Menanggapi pertanyaan Ma'ruf, Zidan hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum membuka mulut untuk menjawab.
"Maafkan aku, sepertinya ada sedikit perubahan rencana.
Setelah urusanku selesai, aku akan segera kembali ke akademi".
Mendengar pernyataan Zidan, Iblis manis hanya bisa tersenyum dan mengangguk.
Ketiganya pun berpisah setelah berpamitan dengan ketua Rico, Zidan dengan teknik bayangan miliknya dengan cepat kembali ke rumahnya.
Sedangkan Iblis manis dan Ma'ruf berjalan bersama menggunakan teknik mereka, terlihat ribuan klopak bunga mawar yang berwarna hitam terbang bersama ratusan kelelawar merah.
Para penjaga yang melihat Zidan kembali pulang kerumah pun, mulai tertawa sinis.
"Rupanya tuan muda kita yang penakut, eh agung maksudku.
Sudah kembali rindu dengan Ayahnya, apakah kehidupan di luar sana begitu keras bagimu Tuan muda?".
Melihat tingkah laku para penjaga yang begitu merendahkannya, Zidan menarik nafas dalam dalam.
"Aura rasa takut".
Mana yang Zidan dapatkan dari hasil membunuh ribuan nyawa yang sebelumnya berwarna merah kini mulai berbubah warna menjadi ungu kehitaman.
Setelah melepas teknik aura rasa takut miliknya, para penjaga yang sebelumnya menghina Zidan dengan tertawa kini bertekuk lutut di hadapan Zidan dengan menangis dan di liputi rasa takut yang luar biasa.
Aura rasa takut yang Zidan pancarkan membuat para penjaga mengingat semua kejadian yang membuat mereka begitu merasa takut sampai kencing di celana.
Zidan hanya mampu mengeluarkan teknik aura rasa takut beberapa detik saja, karena dia baru mempelajari nya dan belum terbiasa untuk mengendalikan teknik baru miliknya.
Meskipun hanya beberapa detik, sepertinya teknik aura milik Zidan sangatlah kuat.
Para penjaga yang kini mulai bisa mnggerakan tubuhnya bahkan tidak berani menatap wajah Zidan apalagi menertawakannya.
Senyum kepuasan menghiasi wajah Zidan, dengan santai dia masuk ke dalam rumahnya untuk membicarakan beberapa masalah dengan Ayahnya.
Beberapa orang wanita menghampiri Zidan, para wanita itu menyambut kedatangan Zidan dan menuntun Zidan menuju ruang tamu untuk menemui Ayahnya.
Tetua Zen yang berdiri dengan wajah panik memikirkan nasib putranya pun langsung kegirangan ketika melihat Zidan sudah kembali ke rumah dalam ke adaan selamat.
"Ba-ba bagaimana ke adaan mu nak? Apakah kau baik baik saja? Apakah kau merasakan ada yang salah dengan tubuhmu atau apa kah ada orang yang mengancam mu?
Jika iya cepat beri tahu Ayah agar aku bisa memberi mereka pelajaran supa-".
Tetua Zen yang biasanya tampil dewasa dan berkepribadian tenang, kini terlihat berubah 360° ketika mengkhawatirkan anakya.
Zidan merasa canggung namun juga bahagia karena Ayahnya begitu mencemaskannya.
__ADS_1
"Ayah, aku sudah bukan anak kecil.
Berhentilah bersikap seperti itu, lagi pula kedatangan ku kemari adalah untuk membahas beberapa masalah".