Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
15. Jiwa Garuda merah.


__ADS_3

Ma'ruf bersama Zidan dan iblis manis telah sampai pada kediaman milik clan phoenix emas, tempat tinggal milik clan phoenix emas terlihat sangat besar dan mewah.


Untuk clan besar seperti clan Phoenix emas mempunyai wilayah kediaman yang luas itu termasuk wajar, mengingat tetua dari setiap keluarga cabang tidaklah sedikit.


Terlihat di depan pintu masuk wilayah clan phoenix emas berdiri 2 orang penjaga memakai armor perang berwarna perak serta pakaian clan yang berwarna kehijauan.


Zidan, Ma'ruf dan iblis manis mulai masuk kedalam wilayah clan phoenix emas dengan cara mengendap endap.


Mereka bertiga mengendap endap ke sebuah bangunan berlantai tiga dan memiliki cat berwarna putih.


Bangunan itu memiliki plakat bertuliskan "Gudang senjata" di atas pintu masuknya, setelah mereka bertiga mulai mendekat tak butuh waktu lama untuk menyusun rencana.


Ma'ruf yang mengingat batu Garuda yang berada di dalam cincin semestanya mulai mengeluarkan batu itu, karena ia baru sadar Zidan adalah penyihir yang dapat menguasai atau menggunakan semua elemen.


"Zhi,kemarilah. Pakailah batu ini dan serap jiwa Garuda yang berada di dalamnya".


Zidan yang hendak mengeluarkan petir untuk menghancurkan gudang senjata milik clan Phoenix emas menghentikan sejenak tindakannya ketika mendengar ucapan Ma'ruf.


"Apa itu?"


Ma'ruf yang melihat ekspresi Zidan kebingungan pun mendekati Zidan untuk memberikan batu itu serta memberikan penjelasan.


"Ini batu Garuda merah, di dalamnya berisi jiwa dan darah Garuda yang telah membeku selama ribuan tahun. Batu ini sangat berarti bagi orang yang dapat menggunakan atau mematrialisasikan mana menjadi elemen api, sayangnya aku penyihir pengguna elemen air dan petir jadi jika aku menggunakan batu itu maka aku hanya bisa menyerap sifat asli Garuda sperti dapat terbang dengan bebas,memiliki cengkraman yang kuat atau mengeluarkan suara yang dapat menghancurkan apapun sedangkan elemen api milik sang Garuda tidak akan bisa aku gunakan dalam arti sia sia".


Zidan yang mendengar ucapan Ma'ruf terlihat kegirangan namun Zidan segera mengendalikan ekspresi wajah bahagianya dan menyembembunyikan kegirangan nya.


"Eghem,baiklah. Karena kau yang memaksa maka aku akan menerima batu ini".


Ma'ruf yang melihat tingkah Zidan sebenarnya sangat ingin tertawa namun karena sekarang ia berada di dalam keadaan akan memulai peperangan maka ia menenangkan hatinya dan bersikap serius.


"Kenapa kau hanya diam?cepatlah serap jiwa dan darah Garuda yang terkandung di dalam batu itu".


Zidan yang mendengar Ma'ruf berkata dengan serius dan memandanginya, mulai merasa tidak nyaman sembari tertawa canggung dan menggaruk kepalanya.


"Anu, bagaimana cara menggunakan atau menyerap jiwa Garuda yang terkandung di dalam batu ini hehe".


Ma'ruf yang mendengar pertanyaan Zidan hanya bisa menggelengkan kepala.


"Hadeh, aku sampai kehabisan kata kata ketika menghadapi dirimu Zhi. Kau cukup duduk bersila,bermeditasilah dan rasakan nafas jiwa Garuda itu lalu ikutilah alur nafasnya dan serap mana yang terkandung di dalam batu itu".


Mendengar jawaban yang di lontarkan Ma'ruf, Zidan yang kini mulai memahami maksud dari perkataan temannya itu langsung duduk mengambil posisi bersila kemudian memejamkan kedua matanya.


Ketika Zidan mulai berkonsentrasi menyerap jiwa Garuda yang terkandung di dalam batu Garuda merah itu, pusaran mana berwarna merah dan kuning mulai menylimuti tubuhnya.


Mana itu membentuk 4 buah tali yang besar dan masuk kedalam tubuh Zidan, aura panas yang sangat dahsyat mulai keluar dari dalam batu itu.


Zidan yang mulanya terlihat tenang kini mengucurkan keringat dan mengalirkan darah segar dari dalam mulutnya.


"Ughuk ughuk" Zidan terbatuk batuk ketika berusaha menyerap jiwa Garuda merah tersebut.

__ADS_1


Iblis manis yang melihat kondisi Zidan terlihat begitu khawatir, ia ingin membantu Zidan namun ia tidak bisa berbuat apa apa.


Jika ia membuat Zidan kehilangan konsentrasi maka bisa saja mana milik Zidan dan mana milik jiwa Garuda berbenturan di dalam lautan qi milik Zidan dan mengakibatkan tubuhnya hancur atau meledak.


Iblis manis hanya membuka mulutnya namun tidak ada sepatah katapun yang berhasil ia ucapkan.


Sedangkan kesadaran Zidan kini telah masuk kedalam lautan qi nya, Zidan melihat 6 pusaran air sebesar kolam renang berada di atasnya.


Sedangkan ada mana lain yang terbang seperti burung berwarna merah berputar putar tidak jelas di dalam lautan qi nya.


"Tidak salah lagi, itu pasti jiwa Garuda merah yang menolak menyatu dengan mana milik ku".


Zidan yang geram melihat tingkah jiwa burung Garuda akhirnya melompat kearah burung itu.


"Hei ayam,cepatlah masuk kedalam kolam mana miliku dan bersatulah dengannya!"


Teriak Zidan kepada jiwa Garuda merah.


Garuda yang mendengar ucapan Zidan pun berhenti melayang layang dan mulai turun.


"Apa yang kau katakan tadi makhluk rendahan? Kau menyebutku ayam?".


Pekik sang Garuda ketika mendengar hinaan yang keluar dari dalam mulut Zidan.


"Kau memang ayam bodoh, cepatlah turuti perkataanku dan bersatulah dengan mana miliku!".


Zidan menjawab dengan arogan dan santai.


Sang Garuda mulai memekik dan terbang kembali mengeluarkan hawa panas dan api mulai menyelimuti tubuhnya, mana murni milik Zidan yang berlawanan dengan mana milik Garuda mulai terlihat bergoncang.


Zidan yang menyadari pusaran ke enam mananya tidak stabil mulai menenangkan diri dan mencoba menstabilkan pusaran mana miliknya.


"Kenapa aku tidak berani memberi perintah kepada ayam kampung sepertimu? Aku katakan sekali lagi, cepat bersatulah dengan kolam mana milik ku!".


Teriak Zidan dengan keras kepada Garuda api yang memiliki bulu berwarna merah dan kuning itu.


Mendengar Zidan yang menjadi jadi,sang Garuda merah mulai kehabisan kesabaran dan membuat api miliknya menjadi semakin tebal.


"Baiklah,itu jalan yang kau pilih anak muda! Jangan kau sesali ucapanmu, aku akan menghancurkan lautan qi milikmu!".


Ucap sang Garuda dengan keras dan terbang cepat mengarah ke enam kolam mana milik Zidan.


Zidan yang melihat tingkah laku sang Garuda mulai sedikit kebingungan, dia tidak tahu harus berbuat apa tapi jika dia hanya diam maka kolam mana miliknya akan hancur dan keluar dari dalam lautan qi nya dan bisa mengakibatkan tubuhnya hancur dari dalam.


"Ha hahaha, kenapa wajahmu pucat anak muda? Sepertinya kau mulai menyesali ucapanmu hahaha hahaha".


Saat sang Garuda hampir menabrak kolam mana milik Zidan, sebuah bayangan hitam besar seperti tangan Gurita muncul dari kegelapan yang berada di balik kolam mana milik Zidan.


Empat buah tangan Gurita itu mencengkram Garuda dengan erat sembari menariknya secara perlahan untuk masuk kedalam kolam mana milik Zidan.

__ADS_1


"Burung kecil sepertimu berani beraninya membuat keributan di sini, apa kau tidak tahu aku sedang tidur bodoh!".


Sebuah suara yang menggelegar keluar dari balik bayang bayang, suara itu sangat menakutkan dan terdengar sangat kencang.


Garuda yang mulai menyadari adanya makhluk lain yang berada di dalam tubuh Zidan mulai perlahan mengepakan sayapnya namun tangan seperti Gurita yang melilit tubunya memiliki cengkraman yang sangat kuat hingga membuat Garuda itu menyerah dan perlahan mulai menyatu dengan kolam mana milik Zidan.


"Apa yang kau lihat bocah? Cepatlah keluar dari sini, sekarang kau bisa menggunakan semua kekuatan milik burung kecil yang baru saja kau serap!".


Teriak suara itu dengan kencang memberi peringatan kepada Zidan.


Zidan yang melamun karena takjub melihat pemandangan yang baru saja ia lihat,mulai menyadarkan dirinya sendiri sebelum membalas suara yang menggelegar di dalam kepalanya itu.


"Siapa kau? Aku ingin keluar atau tidak itu urusanku toh ini adalah lautan qi milik ku".


Jawab Zidan dengan santai dan mengejek.


Setelah Zidan menjawab, suara itu kembali menggelegar dan mengatakan beberapa kalimat sebelum mulai kembali menghilang.


"Haha ha, ucapanmu sangat menarik anak muda yang tidak tahu terima kasih, sangat melambangkan sifat sejati seorang Iblis.


Sepertinya aku tidak salah bersemayam di dalam tubuhmu, pasti kau sudah tahu siapa aku dan sekarang cepatlah keluar dari sini.


Kedua temanmu sangat mengkhawatirkanmu, jangan lupa tolong sampaikan salamku pada temanmu yang berambut panjang itu. Tolong katakan padanya bahwa Pangeran Iblis akan segera bangun dan menemuinya".


Setelah mengucapkan beberapa kalimat panjang, suara itu kembali menghilang dan suasana di dalam kolam mana milik Zidan yang telah berwarna merah kini menjadi hening.


Tak mau membuang waktu lebih banyak Zidan memutuskan untuk menutup penyerapan mananya dan perlahan membuka mata.


Ma'ruf yang melihat kondisi Zidan sudah membaik terlihat kegirangan dan sangat penasaran.


"Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah menyerap jiwa Garuda merah itu?".


Zidan yang mendengar pertanyaan dari Ma'ruf mulai sedikit tersenyum, tanpa membalas ucapan Ma'ruf Zidan malah mengeluarkan sepasang sayap yang terbuat dari api berwarna merah dan kuning dari balik punggungnya.


"Baguslah kalau begitu, sekarang gunakanlah api milikmu untuk menghanguskan gudang senjata ini dan bangunan di sekitarnya".


Karena mendapatkan kekuatan baru yang dahsyat, Zidan tidak sabar untuk mencoba kekuatan baru miliknya.


Dengan semangat dia mulai terbang dan menyatukan kedua telapak tangannya, Zidan mulai memikirkan ingatan teknik milik jiwa Garuda yang telah ia serap sebelumnya.


"Teknik pertama, api kecemburuan perenggut segalanya!"


Teriak Zidan dengan gagah, api berwarna merah dan kuning mulai keluar menyembur dari dalam mulutnya dan dengan sekejap mengubah kedamaian wilayah clan Phoenix emas yang berada di dalam kota Menggala menjadi lautan api yang sangat mengerikan.


Teriakan dan jeritan mulai terdengar dari wilayah yang kini menjadi lautan api itu, beberapa lelaki mulai berkumpul bersama sama dan berlarian menyelidiki asal muasal kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka.


Setelah para penduduk clan Phoenix emas menyadari kehadiran Ma'ruf, Zidan dan Iblis manis.


Ma'ruf mulai tersenyum dan memakai topeng Purnamanya yang berwarna merah terang dan memiliki corak bulan berwarna abu abu.

__ADS_1


Satu lubang mata yang berada di kanan topeng itu terlihat begitu mengerikan, karena mata milik Ma'ruf terlihat mulai berubah menjadi ungu dan di penuhi dengan kebencian.


__ADS_2