
Setelah Zidan mlewati pintu yang di lapisi cahaya hijau dia mematung sejenak bersama murid murid lain.
Pemandangan yang sebelumnya ia lihat adalah gedung gedung sekolah SMA Melati Biru namun setelah ia melewati pintu hijau tersebut pemandangan di sekitarnya berubah menjadi hutan yang sangat indah di penuhi buah buahan dan beberapa ekor hewan yang lumayan aneh.
Sekitar 500 meter dari tempat para murid berdiri, ada sebuah tembok yang luasnya seakan akan tidak berujung.
Tembok itu berwarna putih menjulang tinggi 20 meter di atas tanah dan tepat di tengah tembok itu berada ada sebuah pintu yang sangat besar kira kira lebarnya sampai 2 meter dengan tinggi 7 meter.
Semua siswa berjalan dengan perlahan, menoleh kekanan dan kekiri untuk melihat keindahan alam yang belum pernah mereka rasakan.
Ketika mereka sampai di depan pintu tinggi yang berwarna merah di hiasi ukiran melati besar berwarna biru mereka melihat 4 penjaga yang berada di samping pintu.
Masing masing penjaga mempunyai senjata yang berbeda beda, di sisi kanan pintu berdiri 2 penjaga memakai celana dan sepatu berwarna hitam dengan kemeja panjang berwarna biru meskipun di setiap sudut baju itu di berwarna putih. Mereka berdua berdiri dengan gagah salah satunya membawa busur dan satunya lagi membawa sebuah pedang.
Sedangkan di sisi kiri pintu besar berdiri 2 penjaga lain yang berpakaian sama seperti penjaga sebelumnya, hanya saja senjata yang mereka bawa adalah tombak dan cambuk.
Setelah mendekati pintu, para siswa melihat papan kayu yang sangat lebar tepat di atas pintu dengan ukiran kalimat "Selamat datang di sekte Melati Biru".
" Kreeeek" Pintu besar yang mulanya tertutup rapat mulai terbuka secara perlahan lahan dan buuum.
Ketika para siswa melihat bangunan bangunan di balik pintu tersebut mereka terkejut karena bangunan bangunan yang mereka lihat adalah rumah adat yang sama seperti di dalam pelajaran buku sekolah dasar.
Terlihat rumah gadang,nuwo sesat(rumah adat lampung) dll. Berjejer dengan rapi.
Pemandangan yang sangat elegan,klasik namun sangat menarik dan begitu indah.
Begitu para murid memasuki pintu mereka di sambut oleh instruktur tua berjenggot putih panjang.
"Ayo ayo,cepat masuk" ujar pria tua berjenggot itu sebelum pintu besar mulai kembali tertutup secara perlahan lahan.
"Murid murid,aku adalah salah satu guru di sini. Namaku Al Barda, para murid biasanya memanggilku guru Bar. Aku akan memandu kalian ke penginapan yang akan kalian jadikan tempat tinggal selama belajar di sekte Melati Biru ini". Ucap si kakek berjenggot dengan berjalan perlahan lahan.
Semua orang sempat kecewa karena mereka di pandu orang tua yang berjalan dengan lambat namun setelah beberapa murid mulai berjalan dengan cepat bahkan beberapa berlari mereka tidak sanggup mendekati orang tua itu meskipun jalannya terlihat sangat lamban dan perlahan lahan.
Setelah menyadari kejadian ini,para murid mulai menyadari bahwa merekalah yang lamban karena mendekati orang tua itupun mereka tak mampu apalagi mengimbangi kecepatannya.
" i-ini ini adalah jurus langkah kaki kijang" seorang murid di belakang zidan berbisik kepada temannya.
Zidan menoleh kebelakang melihat pemuda berambut cepak yang berbisik dengan temannya.
"Maaf,kalok boleh tau. Jurus langkah kaki kijang itu jurus apa bang?" tanya Zidan.
"Jurus langkah kaki Kijang adalah salah satu jurus bertipe peringan tubuh, banyak sekali jurus peringan tubuh di dunia sihir salah satu yang terkenal adalah jurus lipat bumi,kijang kencana, langkah bayangan dan jurus langkah kaki kijang" jelas murid itu.
"Wah,ternyata saya kurang belajar. Kalok boleh tau, gimana cara abang bisa tau kalok itu jurus langkah kaki kijang?" tanya Zidan sambil mengelus elus dagunya.
"Haha sepertinya kau memang kurang belajar,mari aku jelaskan sambil berjalan.
Aku bisa menebak yang di pakai guru bar adalah jurus langkah kaki kijang karena para perampok di hutan hutan sering bertemu dengan mereka para penyihir tangguh yang berjalan dengan perlahan namun para perampok tidak bisa mengejarnya. Belum lagi hanya jurus langkah kaki kijanglah yang bisa di lihat dengan mata, tidak seperti jurus lipat bumi di mana seseorang dapat berpindah tempat hanya dalam 1 langkah kaki atau jurus kijang kencana di mana seseorang akan memanggil kereta kerajaan jaman kuno dan menaikinya" jawab murid itu dengan rasa bangga.
__ADS_1
"Lalu,bagaimana dengan jurus langkah bayangan?" tanya Zidan kembali.
"Maaf anak muda, dengar dengar jurus itu hanya di miliki oleh para penyihir kegelapan dan aku tidak pernah melihatnya jadi aku belum bisa menjelaskannya kepadamu". Jawab sang murid dengan sedikit lesu.
Zidan mulai berfikir dalam hati bahwa jurus langkah bayangan yang ia dapatkan malam itu sangat berharga.
" jika boleh tau,siapa namamu dik?" tanya sang murid sambil berjalan mendekati Zidan.
"Ah,maaf. Saya lupa memperkenalkan diri.
Nama saya Zidan dan jika boleh tau nama abang ini siapa?". Tanya zidan dengan menggaruk garuk kepalanya.
"Kau bisa memanggilku Ma'ruf Zi, ngomong ngomong sihirmu berelemen apa Zi?" kini Ma'ruf yang kembali bertanya.
"Saya tipe petir dan kegelapan,oh ya perkenalkan juga ini adik saya namanya Suci dia penyihir dengan elemen air dan es" Jawab Zidan dengan wajah tersenyum.
Suci yang mendengar namanya di sebut, memandang Ma'ruf sebentar lalu membukukan badan dan berkata "salam kenal tuan".
"Waow, adik kakak yang jenius. Kalian berdua mempunyai 2 elemen sihir itu sangat langka. Kuharap kedepannya kita bisa berteman haha". Jawab Ma'ruf dengan tertawa.
" Jika boleh tau, elemen apa yang kau miliki Ruf?" tanya Zidan dengan mengerutkan alis.
"Wahaha haha,itu rahasia. Ayo cepat kedepan,sepertinya kita sudah sampai". Ucap Ma'ruf sembari berlari kedepan.
Setelah beberapa saat mereka berjalan, mereka akhirnya sampai di penginapan SMA Melati Biru.
"Baiklah murid murid, namaku Chelsea dan aku juga salah satu pengajar di sini. Untuk para gadis gadis mari berangkat" sahut Bu Chelsea yang mengenakan pakaian sedikit terbuka berwarna merah dan hitam.
"Azhi, kalok lagi gak sama Suci. Azhi jangan nakal ya" Ucap Suci sambil menarik lengan baju Zidan.
"Hamba mendengar dan patuh titah tuan putri" jawab Zidan di susul dengan tertawa.
"ih,apasih Azhi ini" raut wajah Suci mulai terlihat kesal dan kembali menggembungkan pipinya.
"Kemari sebentar" ucap Zidan dengan mengecup kening adiknya "emmach".
" eh eh" raut wajah Suci menunjukan ekspresi kebingungan,pipinya mulai merona dan ia pun bergegas berlari mengejar rombongan guru Chelsea.
Satu persatu para murid mulai memasuki rumah yang mereka anggap menarik, Zidan mulai berjalan berharap menemukan rumah yang lebih sepi.
Ketika Zidan melihat rumah yang di depannya berdiri 2 pohon besar dan tinggi membuat cahaya matahari tidak dapat menembus rumah itu ia tertarik dan mulai masuk.
Ketika dia membuka pintu terlihat 4 orang pria duduk di ruang tamu, rumah itu sangat luas.
Ruang tamu yang di isi sofa panjang membuat nya terlihat elegan, di sisi kanan terlihat sebuah tangga untuk menuju keatas sedangkan di ujung ruang tamu terlihat pintu untuk memasuki ruangan lain.
"Loh,Zidan. Mari kesini ikut berkenalan dengan kami" teriak salah satu pria yang sedang berbincang bincang di sofa.
"Loh,bang Ma'ruf?" jawab Zidan sedikit kaget.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Zidan pun mendekat ke arah para pemuda yang sedang asik mengobrol dan ikut duduk di sofa yang berhadap hadapan.
"Kamu kenal dengan pemuda ini Ruf?" tanya salah satu pemuda yang duduk di sofa yang sama dengan Ma'ruf.
"Iya,anak ini salah satu kenalan saya namanya Zidan" jawab Ma'ruf di lanjutkan dengan tawa.
"Mari kita ulangi perkenalan kita, Nama saya Dimas" ucap pemuda berambut putih yang duduk di samping Zidan.
"Gua Dian" sahut pemuda lain yang duduk di sofa yang sama dengan Zidan, Dian memiliki rambut yang panjang namun rambut samping kanan dan kirinya terlihat di potong hingga bersih hingga 2 anting yang berada di daun telinganya terlihat jelas.
"Nama saya made, umur 18 tahun asal Bali" ucap pemuda yang duduk satu sofa dengan Ma'ruf.
"Saya Zidan, salam kenal buat abang semua" jawab Zidan dengan sedikit canggung.
"Anu bang, ini kita berlima berarti nunggu 1 orang lagi ya?" tanya Zidan sembari mengeluarkan cemilan dari cincin semestanya.
"Enggak kok,kita udah pas 6 orang jadi buat yang capek dan mau istirahat silahkan istirahat duluan". Jawab Made dengan sopan.
" Terus yang satu di mana bang?" tanya Zidan dengan keheranan.
"Yang satu temen saya, dia udah tidur di lantai atas. Kasihan capek biarin tidur duluan". Jawab Ma'ruf dengan spontan.
" iya iya hmm, kalok boleh tau ruangan saya buat tidur di mana ini bang?" ucap Zidan dengan penuh tanda tanya.
"Zidan kamu bisa tinggal di lantai atas, satu kamar dengan Ma'ruf dan temannya. Kamar di lantai bawah saya tinggali bersama Dian dan Dimas". Jawab Made dengan singkat.
Segera setelah mengetahui letak tempat kamarnya, Zidan naik ke lantai atas.
Dia berfikir untuk meletakan barang barangnya seperti baju dan lain lain.
Setelah menaiki tangga dan membuka pintu, Zidan terkejut karena satu kamar memilik 3 tempat tidur yang berjejer dengan rapi di sebelah kanan, sedangkan di sisi kiri terlihat lemari sangat besar dan di samping lemari itu berada ada sebuah pintu.
Ketika Zidan melangkah masuk dia baru menyadari bahwa ada 1 orang yang sedang bersantai di atas ranjang.
Pemuda itu tampaknya mempunyai rambut yang panjang berwarna hitam gelap, Wajahnya tertutup oleh kerah baju yang tinggi sampai hidungnya. Ia tidur dalam posisi pipi wajah kanan menyentuh bantal sembari bermain smartphone dengan satu tangan.
Zidan tersenyum canggung dan bingung untuk menyapa pemuda ini.
" H-Hai, nama saya Zidan. Salam kenal" sapa Zidan dengan melambaikan tangan kanannya agar terlihat natural meskipun wajahnya tersenyum canggung dan tangan kirinya menggaruk kepala.
Pemuda itu tampak tidak perduli dengan perkenalan Zidan barusan, dan tetap fokus bermain smartphone.
"Maaf, jika boleh bertanya. Kamar mandinya di mana ya bang? Badan saya udah lengket hehe" Zidan kembali memberanikan diri dengan bertanya.
Pemuda yang sedari tadi hanya fokus bermain smartphone kini melirik Zidan, tangan kirinya menunjuk ke arah pintu di samping lemari tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
"Oh iya hampir lupa,buat kedepannya nama Mangatoon lovers yang udah komen di novel saya bakal saya jadiin nama salah satu karakter di dalam novel ini dan semoga temen temen gak keberatan hehe."
-Sufi
__ADS_1