Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
13. Penjara bawah tanah.


__ADS_3

Zidan di antar dua orang pengawal memasuki sebuah lorong yang sangat panjang dan berdebu, di kanan dan kiri lorong itu memiliki sebuah ruangan yang sempit untuk menahan 1 orang pelaku tindak kriminal.


Zidan di masukan kedalam sebuah ruang tahanan oleh penjaga itu sebelum mereka meninggalkannya.


Pemandangan yang begitu mengerikan terlihat karena setiap ruang tahanan berisi beberapa tengkorak milik pelaku kriminal yang di tahan di dalam ruang tahanan itu sampai mati.


Jeritan para kriminal lain yang sudah stres memekikkan telinga, di tambah bau busuk dari ruangan tahanan membuat siapapun tidak akan mau menginjakan kaki mereka ke dalam lorong penjara bawah tanah itu.


Sedangkan Dian,Dimas,Made dan Suci yang berada di dalam rumah sakit kini mulai sadarkan diri.


"Aaaagh, di mana ini?" Ucap Dimas yang berjalan terhuyung huyung sembari memegangi kepalanya yang kini di balut dengan perban.


"Ini di rumah sakit" jawab Dian dengan tenang.


"Oh,rumah sakit".


"Anu, bagaimana dengan keadaan kakak ku? Di mana dia sekarang?" Tanya Suci dengan sedikit khawatir.


"Ah,kalau itu aku juga belum tahu. Ketika aku sadar aku hanya melihat kalian bertiga di rawat di sini, namun aku belum melihat Ma'ruf, Zidan dan iblis manis". Jawab Made dengan tenang.


"Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap mereka bertiga". Tambah Suci yang sedang khawatir.


"Tenanglah Nona, aku yakin mereka bertiga baik baik saja" Ucap Dian dengan sopan menenangkan Suci.


Ketika mereka tengah mengobrol, pintu ruangan tempat mereka di inap mulai terbuka secara perlahan.


Terlihat seorang lelaki tua yang tak lain adalah kusir Gubernur memasuki ruangan tersebut.


"Ini, sang Kaisar memeberikan hadiah kepada kalian. Tolong terima, setiap orang mendapatkan 10 juta rupiah" Ucap lelaki tua itu sembari mengeluarkan uang dari cincin semesta miliknya.


"Terima kasih Tuan, tapi jika aku boleh tahu.


Di manakah teman kami yang lain?" Tanya Made dengan penasaran.


"Ah,ketiga teman kalian sedang berada di dalam rumah Gubernur menjadi tamu kehormatan sang Kaisar. Teman kalian yang bernama Zidan juga berkata, bila kalian berempat sudah sadarkan diri dan kembali membaik dia menyarankan agar kalian berempat segera pulang dan meninggalkan kota Menggala ini. Ketika urusan mereka dengan sang Kaisar telah usai, mereka akan segera pulang". Jawab pak Kusir.


"Si sialan itu pasti sedang menikmati makanan enak di temani beberapa gadis cantik, pantas saja dia ingin kita kembali terlebih dahulu". Ungkap Dimas dengan sedikit emosi.


"A-apakah itu benar Tuan?" tanya Suci kepada Pak Kusir dengan wajah memerah.


"Ya, yang di katakan pemuda ini benar sekali. Teman kalian berharap agar kalian segera pulang dan meninggalkan kota Menggala ini secepatnya" jawab pak Kusir.

__ADS_1


Suci yang mendengar jawaban pak Kusir mulai terlihat marah dan geram karena memikirkan kakak tercinta miliknya sedang menikmati hidangan di temani para gadis cantik.


"Ba-Baiklah, mari kita pulang secepatnya!" Ungkap Suci dengan wajah kesal.


"Ai, ranjau telah terinjak" gumam Dian dengan menggelengkan kepala.


Rombongan Suci yang sebelumnya di rawat di Rumah sakit pun mulai berjalan menggunakan teknik peringan tubuh untuk meninggalkan kota tersebut setelah keadaan mereka membaik dan benar benar pulih.


Sedangkan Ma'ruf dan Iblis manis berada di dalam kamar khusus bersama dengan Sang Kaisar dan Gubernur baru yang sebelumnya adalah Bupati Tulang bawang.


"Terima ini, dengan ini kalian bebas memasuki kekaisaran manapun" Ucap sang Kaisar dengan gagah sembari menyerahkan 3 buah plakat berwarna emas yang memiliki tanda garuda berwarna merah dan putih di tengahnya.


"Terima kasih Kaisar" jawab Ma'ruf dengan menundukan kepalanya.


"Tidak usah sungkan, jika bukan karena jasa kalian berdua 3 tahun yang lalu.


Mungkin sekarang Kekaisaran Nuswantara sedang menghadapi perang saudara, tapi aku juga ingin meminta maaf karena hanya ini bantuan yang bisa aku berikan kepada kalian berdua" sang Kaisar berkata dengan wajah terlihat sedih.


"Kaisar tidak perlu berterima kasih, bantuan yang Kasiar berikan kepada kami kali ini lebih dari cukup untuk menjalankan misi balas dendam kami" jawab Ma'ruf dengan spontan.


Sedangkan sang Gubernur baru mulai mengeluarkan beberapa batu berwarna merah cerah dan 6 buah plakat.


"Aku juga ingin berterima kasih kepada kalian berdua, jika bukan karena kalian berdua mungkin aku hanya akan menjadi Bupati dan menuruti setiap ucapan Gubernur tamak sebelumnya dengan meminta pajak tinggi kepada masyarakat".


"Baiklah, aku akan memberikan batu Garuda merah ini kepada kalian.


Di dalamnya berisi darah Garuda murni yang terjebak di dalam batu ini selama puluhan ribu tahun.


Sedangkan 3 buah plakat berwarna perak ini adalah plakat provinsi lampung, dengan ini kalian bisa bebas memasuki provinsi manapun sebagai tamu terhormat.


Sedangkan 3 buah plakat perunggu ini adalah plakat kabupaten kita, kegunaannya hampir sama namun hanya bisa di gunakan untuk memasuki sebuah kabupaten yang berada di dalam wilayah Provinsi Lampung".


"Terima kasih Gubernur, bantuan yang anda berikan akan selalu kami ingat".


"Lalu,apa yang akan kalian lakukan setelah ini?". Tanya sang Kaisar dengan spontan.


"Yang pasti, aku akan membalaskan dendamku terhadap clan phoenix emas dan menghabisi mereka semua malam ini". Sahut Ma'ruf dengan tenang.


"Baiklah,kalau begitu. Namun aku mempunyai satu permintaan kepada kalian berdua". Ucap sang Kaisar.


"Yang Mulia tidak perlu sungkan terhadap kami berdua, jika Yang Mulia butuh bantuan" jawab Ma'ruf kepada sang Kaisar.

__ADS_1


"Aku tidak butuh bantuan tapi permintaan ku adalah, tolong kalian jangan melibatkan rakyatku yang tidak bersalah. Cukup kalian habisi saja anggota Clan Phoenix emas dan cepat tinggalkan provinsi ini secepatnya agar tidak ada yang mencari kalian untuk membalaskan dendam kerabat mereka".


"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia, tapi kami akan baik baik saja dan selalu menjaga diri kami dengan baik".


"Bagaimana dengan teman kalian yang bernama Zidan itu? Apakah kalian akan meninggalkannya malam ini di penjara atau membawanya bersama kalian?" Tanya sang Gubernur dengan sedikit keheranan.


"Tentu saja kami akan membawanya" jawab Iblis manis yang sedari tadi hanya diam.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengumpulkan para penjaga untuk mengantar kepulangan Kaisar dan mengadakan pesta kenaikan jabatanku hingga tidak akan ada yang menjaga penjara bawah tanah. Tapi tolong pastikan,kalian tidak membebaskan kriminal lain" Ucap sang Gubernur dengan sedikit khawatir.


"Terima kasih atas bantuan Gubernur, kami akan beristirahat terlebih dahulu sebelum menjalankan rencana malam ini".


"Baiklah,kalian berdua bisa bersitirahat di kamar ini sampai nanti malam. Kalau begitu aku pamit undur diri".


"Hahaha rubah kecil semoga kalian berdua baik baik saja. Kalau begitu aku juga akan keluar, jika suatu saat kalian butuh bantuanku lagi. Kalian tidak perlu sungkan" Ucap sang Kaisar dengan bangga.


"Terima kasih Yang Mulia" jawab Ma'ruf dengan menunduk sembari mengantar sang Kaisar dan Gubernur meninggalkan kamar itu.


"Ahhh,akhirnya malam ini semua dendamku akan terbalaskan".


"Aku juga merasa sedikit berdebar, dendam yang aku simpan bertahun tahun lamanya akhirnya akan terbalaskan malam ini hahhaha". Jawab Ma'ruf sembari melompat kearah tempat tidur yang berwarna hijau.


"Kalau begitu,aku akan tidur agar tubuhku bisa dalam kondisi prima malam nanti" Tambah Ma'ruf sebelum memejamkan mata.


Sedangkan di luar berita tentang kematian Gubernur yang terdahulu mulai tersebar,


Sang legenda Iblis manis yang telah lama pergi entah kemana kini namanya mulai muncul kembali kepermukaan.


Banyak kabar yang beredar bahwa Iblis manis bersama sahabatnya sang Kesatria bertopeng Purnama dan satu rekan barunya yang di beri julukan Pangeran kegelapan telah membunuh sang Gubernur.


Ma'ruf yang berkelana bersama Iblis manis sebenarnya juga adalah salah satu kesatria muda terkuat yang di kenal luas oleh masyarakat, Namun karena penampilan Ma'ruf dan Iblis manis yang berubah membuat orang orang tidak mengenalinya.


Kesatria bertopeng purnama adalah julukan yang Ma'ruf dapatkan ketika Dia dan Iblis manis membantai ratusan perampok di daerah Padang Sumatera barat ketika sedang berkelana untuk memperbanyak pengalaman.


Topeng yang dahulu sering Ma'ruf kenakan hanya memiliki satu buah lubang di mata kanan, memiliki warna merah darah dan corak seperti bulan berwarna putih abu abu di sekelilingnya.


Demi melindungi identitas untuk membalaskan dendam mereka, mereka berdua harus merubah penampilan dan menyembunyikan identitas asli agar keluarga Phoenix emas tidak dapat mengenali mereka berdua sebelum memiliki rencana yang mumpuni untuk membalaskan dendam 3 tahun silam.


Setelah tertidur cukup pulas akhirnya mentari yang bersinar terang pun mulai tenggelam, kegelapan malam yang di sinari oleh indahnya bulan dan bintang mulai terlihat.


Suara auman seriga terdengar sangat keras, angin malam yang berderu menggertarkan pepohonan seakan akan mereka mengetahui bahwa malam ini akan menjadi malam pembantaian yang panjang dan di penuhi oleh ribuan darah orang orang berdosa.

__ADS_1


Terlihat 2 orang pemuda yang akan mengubah ketenangan malam di kota menjadi kengerian sedang beristirahat dengan tenang, ketika mereka berdua sedang tidur terlihat begitu tampan dan tidak ada bedanya dengan pemuda pemuda lain yang seumuran dengan mereka berdua.


Namun,siapa yang akan menyangka bahwa kedua pemuda yang sedang terlelap ini akan menjadi seorang monster haus darah ketika mereka berdua bangun dari mimpi panjangnya.


__ADS_2