Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
36. Zidan Di Lastrea.


__ADS_3

3 orang alkemis bersama Zidan duduk mengitari sebuah meja bundar, para alkemis mununggu Zidan membuka percakapan dan menjelaskan rencananya untuk memperbaiki krisis pembeli di toko obat yang mereka jaga.


Akan tetapi, Zidan hanya berdiam diri di kursi dengan mata yang tertutup seperti orang tertidur.


"Pangeran Iblis, bangunlah! Aku membutuhkan bantuan mu sekarang!".


"Haaah, apa lagi yang kau inginkan?".


"Tentu saja cara membuat obat seperti permintaanku sebelumnya".


"Baiklah, baiklah. Aku akan mengcopy ingatanku tentang pembuatan obat.


Tapi kau harus berjanji untuk memberikan beberapa rat-".


"Ya ya ya ya ya, aku mengingatnya.


Cepat atau lambat seperti nya aku akan membunuh ratusan orang lagi".


"Baguslah jika kau mengingatnya, kalau begitu aku akan mulai".


Setelah ucapan Pangeran Iblis berhenti berngiang di kepalanya, Zidan mulai mengingat ratusan cara dan metode pembuatan pil.


Bahkan kegunaan setiap bahan bahan obat serta efek sampingya Zidan pun bisa mengetahuinya.


Dengan tersenyum, Zidan membuka kedua matanya dengan perlahan dan menatap para alkemis.


"Aku akan memurnikan pil pil yang keluarga kita jual".


Sontak pernyataan membuat para alkemis tertawa terbahak bahak, memurnikan sebuah pil hanya bisa di lakukan oleh mereka yang terlahir dengan bakat elemen api.


Sedangkan Zidan adalah salah satu keturunan clan bulan sabit merah yang hanya memiliki kemampuan dalam mengendalikan elemen es.


"Tuan muda, sebelumnya kami memberi hormat kepadamu karena sifat para penjaga.


Ternyata kau datang kemari hanya untuk melawak, lebih baik kau pulang saja Tuan muda.


Biarkan kami yang memikirkan cara agar toko ini kembali ramai".


Zidan hanya menanggapi ejekan para alkemis dengan tersenyum.


Para prajurit yang Zidan perintah untuk datang dalam 10 menit pun mulai berdatangan satu persatu membawa ribuan pil dari cabang toko obat.


"Tu-tuan muda, ini semua adalah pil dari toko cabang".


Zidan tertawa dan mulai bangkit dari duduknya.


"Bagus bagus, sekarang bawa semua pil itu kemari".


Zidan yang memberi perintah sembari memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah kepada para penjaga, membuat para penjaga begitu kegirangan dan meneruti semua perkataannya.


"Kalian mundurlah beberapa langkah, jika terkena api Garuda miliku aku tidak akan bertanggung jawab".


Sayap Garuda yang terbuat dari api berwarna oren menghiasi punggung Zidan, ribuan pil mulai berterbangan di udara layaknya sebuah kacang yang di lemparkan ke udara.


Pil pil yang sebelumnya berwarna warni dan memiliki warna pekat mulai terlihat mengelupas, menyisahkan warna putih cerah dengan sedikit warna sebesar tetesan tinta.


Mata semua orang yang melihat pemandangan itu tak bisa menahan takjub, seakan akan rahang mereka bisa saja lepas dari tempat seharusnya ia berada.


"Ba-bagaimana mungkin clan bulan sabit merah yang memiliki garis keturunan es bisa memiliki keturunan berelemen api?".


"Apakah Tuan muda Zidan bisa menggunakan 2 elemen? I-ini sangat tidak wajar! Hanya seorang jenius berbakat yang bisa memilikinya".


"Benar sekali benar! Aku kira hanya putri Suci yang dapat menggunakan kedua elemen! Ternyata kedua anak tetua Zen memang jenius jenius berbakat! Aku tidak salah mengabdi aku sangat bangga hahaha".

__ADS_1


Para prajurit selain merasa takjub mereka juga merasa bangga memiliki Tuan muda yang begitu berbakat,


Mereka mengetahui bahwa Suci bisa menggunakan 2 elemen, karena itu lah Suci di sebut sebut sebagai jenius berbakat yang lahir 100 tahun sekali.


Namun bakat Suci bisa di bilang masuk akal karena elemen es adalah hasil dari elemen air yang mengkristal.


Akan tetapi bakat yang Zidan tunjukan lebih luar biasa dan mengagumkan, bukan karena dia bisa menguasai 2 elemen.


Melainkan elemen yang Zidan kuasai atau miliki adalah 2 elemen yang bersifat saling menolak satu sama lain.


"Haaaah, seperti nya sudah selesai. Alkemis, kalian bisa mengecek pil pil itu sekarang.


Lihat kandungan efek samping dari pil itu berapa persen".


Zidan menghela nafas panjang dan menenangkan diri, kemudian duduk dan memandangi wajah para alkemis yang terlihat tidak percaya.


"I-ini, semua pil ini dari yang berguna sebagai obat obatan untuk menyembuhkan sampai pil pil tingkat tinggi untuk kultivasi sihir menjadi tidak memiliki efek samping sama sekali!".


Para penjaga yang mendengar perkataan para alkemis pun ikut terkejut dan tidak ingin mempercayai ucapan alkemis itu, namun aroma dan warna pil itu saja sudah bisa di pastikan bahwa pil pil itu tidak memiliki kotoran atau efek samping.


"Ba-bagaimana mungkin ada pil yang khasiatnya 100 persen tanpa memiliki efek samping sedikitpun! Efek samping adalah hal yang paling di takuti oleh para kultivator sihir.


Efek samping jangka pendek setelah mengkonsumsi pil biasanya adalah gangguan organ dalam tubuh seperti mudah mengantuk,sulit tertidur, badan gemetar, pandangan kabur dll.


Jangka panjang efek samping dari penggunaan pil adalah endapan dari zat zat toxin di dalam pil akan membuat dantian atau jalur mana yang berada di dalam tubuh manusia menjadi tertutup!


Jika ada pil yang berkhasiat 100 persen tanpa memiliki efek samping seperti ini, anda sudah bisa menjadi alkemis tingkat raja Tuan muda!".


"Hmmm, aku hanya memberikan beberapa contoh. Jika kalian mau bekerja dengan senang hati dan bersungguh sungguh mengabdi kepada keluarga kecilku ini.


Aku akan memberi tahu bagaimana cara memurnikan pil dan resep resep tingkat tinggi lainnya".


Zidan yang mengucapkan kalimat keluarga kecilku sembari menatap para pengawal dengan senyuman hangat.


Para penjaga mulai duduk di lantai toko di ikuti para alkemis dengan mengantupkan tangan di dada.


"Kami bersumpah demi Tuhan! Akan mengikuti dan menuruti semua perintah Tuan Muda Zidan Di Lastrea!


Hidup dan mati kami, kami serahkan untuk melindungi nyawanya".


Baiat atau sumpah yang di lakukan para prajurit dan alkemis sebenarnya hanya di lakukan kepada seseorang yang benar benar akan mereka jadikan Tuan, layaknya acara pengangkatan tetua dll.


Zidan sangat terharu dengan sikap para prajurit dan alkemis, hanya saja Zidan dapat mengendalikan emosinya.


"Dengan senang hati aku menerima pengabdian kalian, sekarang berdirilah.


Para prajurit segera bawa ratusan pil menuju toko cabang dan buatlah iklan pengumuman sebesar mungkin untuk menarik para pelanggan.


Para alkemis kemarilah, biarkan aku memberi kalian beberapa ilmu.


Karena aku tidak akan bisa lama tinggal di sini, aku harap ketika aku pergi nanti.


Kalian bisa tetap mempertahankan nama baik keluarga kecil kita ini sebagai clan yang menghasilkan pil terbaik di kawasan utara".


"Sendiko dawuh Tuan muda! Kami akan sekuat tenaga menjaga kehormatan dan prestasi baik yang di miliki keluarga cabang anda".


"Iya Tuan muda, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga nama baik keluarga cabang! Tetapi Tuan muda, kenapa anda tidak menjadi seorang alkemis dan tinggal bersama kami di sini saja".


Zidan menanggapi pertanyaan salah satu alkemis yang memiliki postur tubuh tinggi dengan tertawa.


Rasa hangat, rasa kekeluargaan, rasa di terima dan di akui oleh masyarakat ternyata lebih manis dari rasa ingin membunuh,pikir Zidan.


Melihat Zidan tidak memberi jawaban, Alkemis tertua dengan jenggot putih panjang pun menanggapi pertanyaan rekannya.

__ADS_1


"Seekor Elang, tidak seharusnya berada di dalam sangkar burung merpati.


Sungguh, sangkar ini terlalu kecil baginya karena dia tidak bisa mengepakan sayapnya dengan leluasa.


Begitulah Tuan muda kita, dia terlalu Rajawali untuk kota kita yang kecil seperti sangkar merpati ini".


Tak mau membuang waktu, Zidan pun mulai menjelaskan cara penyempurnaan pil resep pil kelas tinggi dll.


Zidan menjelaskan semuanya secara mendetail dan rinci kepada para alkemis, Zidan sangat berharap para alkemis bisa setia kepada keluarga nya agar Ayahnya tidak lagi perlu memusingkan masalah ekonomi.


Sedangkan di luar, 6 penjaga sedang kualahan mendapati ribuan pelanggan yang berebut untuk mendapatkan pil.


Meskipun sudah di beri peraturan untuk berbaris, para pembeli ini sepertinya keturunan asli pribumi Nuswantara yang hidupnya selalu memegang teguh prinsip


"Peraturan di buat untuk di langgar".


Mau tak mau para alkemis pun ikut turun tangan untuk menangani para pembeli yang semakin brutal seperti kehilangan kewarasan.


Zidan hanya tersenyum dan melemaskan tubuh di atas kursinya, semua beban yang Zidan rasakan saat ini seakan akan menghilang.


Rasa puas,lega,bahagia itu lah perasaan yang Zidan rasakan saat ini sebelum beberapa puluh orang menerobos masuk ke dalam toko pilnya.


"Zidan Di Lastrea! Cepat beritahu di mana alkemis yang membuat pil itu".


Seorang pemuda yang berusia sekitar 19 tahun dengan rambut panjang dan di ikuti puluhan pasukan yang memakai jubah perang berwarna coklat kehitaman kini berada di hadapan Zidan.


Zidan masih saja santai dan tersenyum dengan mata terpejam menikmati keberhasilannya hari ini.


"Dia di ruangan ini".


"Cepat beritahu di mana dia! Tuan alkemis keluarlah! Aku bisa membayarmu sepuluh kali lipat asalkan kau mau keluar dari persembunyianmu dan bersedia bekerja untuk keluargaku".


"Hahaha,huahahaha".


Tawa Zidan yang keras membuat para prajurit dan alkemis dari keluarga nya kebingungan.


"Bagaimana Tuan muda Zidan bisa tertawa di saat saat seperti ini?".


Salah seorang prajurit yang memakai rompi coklat tua berbisik kepada Tuan mudanya.


"Tuan muda Derris, rasanya bertanya kepada sampah itu hanya membuang buang waktu kita.


Lebih baik kita geledah seluruh ruangan ini dan temukan alkemis itu, jika alkemis itu tidak juga muncul kita bisa membakar toko ini agar ia muncul".


"Benar sekali ucapanmu pengawal, Zidan Di Lastrea! Cepat beritahu aku di mana alkemis hebat yang kau sewa itu atau-".


"Atau apa ha?".


Zidan membuka matanya dengan perlahan, senyuman manis yang sebelumnya menghiasi wajahnya kini di gantikan dengan wajah tanpa ekspresi.


Pandangan matanya begitu sayup namun tajam.


Aura rasa takut yang Zidan lepaskan membuat semua orang yang berjarak 100 meter darinya menjadi diam membeku mengingat semua perasaan takut terdalam mereka.


Jangankan menggerakan tubuh, menggerakan fikiran yang terus menerus mengulang ulang kejadian yang paling menakutkan di dalam hidup mereka saja mereka tidak mampu.


Salah satu alkemis yang sebelumnya sempat menghina Zidan juga mulai menyadari kesalahannya, andainya prajurit yang mengawal Zidan tidak menamparnya mungkin dia akan merasakan sesuatu yang lebih mengerikan.


Ratusan suara isakan tangis memenuhi area toko obat meskipun aura rasa takut yang Zidan lepaskan hanya berlangsung selama 20 detik.


Para anggota clan daun gugur beserta para pembeli tidak ada satupun yang berani memandang wajah Zidan yang begitu datar.


"Cepat lanjutkan kata katamu tadi, jika aku tidak memberi tahu mu maka kau akan melakukan apa?".

__ADS_1


__ADS_2