Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
40. Tuan muda pembuat onar.


__ADS_3

"Tap tap ... Tap".


Suara langkah kaki sesosok orang yang muncul dari dalam bayangan terdengar begitu keras dan cepat.


Hanya butuh beberapa menit bagi Zidan untuk menuju akademi Melati biru dari rumahnya menggunakan teknik langkah bayangan.


Suasana yang begitu ramai oleh murid murid yang mengenakan seragam berwarna putih biru mengisi setiap sudut jalan seperti pasar,


Toko toko yang menjual berbagai macam kebutuhan para murid maupun kedai yang biasa para murid gunakan untuk menghilangkan rasa lelah terpampang rapih memenuhi sudut kanan dan kiri jalan menuju asrama para murid akademi melati biru.


Sesosok pria muda dengan dagu terbelah yang tak lain adalah Ma'ruf menghampiri Zidan yang baru saja kembali menginjakan kaki di tanah akademi melati biru.


"Wah, spertinya tuan muda kita yang sangat sibuk telah kembali haha".


"Diamlah, aku baru saja sampai".


Beberapa rombongan remaja yang berpakaian warna warni menabrak Zidan dan Ma'ruf yang tengah berbincang bincang di tengah jalan.


"Bruaaak".


Seorang pria bertubuh tinggi dan gendut mendekati Ma'ruf dengan tatapan penuh nafsu membunuh.


"Hei kecil, bisakah kau menyingkir dari jalan kami? Rombongan Tuan muda dari gabungan beberapa clan yang bergabung ke dalam aliansi Singa langit hendak lewat!".


Ma'ruf yang belum puas menggoda Zidan mengalihkan pandangan matanya menuju pria gendut itu dengan tatapan malas.


"Cih, sejak kapan jalanan di akademi ini milik kalian? Kalau kalian ingin lewat silahkan lewat! Apa susahnya".


Dengan mengernyitkan gigi hingga menimbulkan suara, pemuda gendut itu mengepalkan tangannya dan mendekati Ma'ruf.


"Pria kecil, sebenarnya aku ingin menyelesaikan masalah sepele tadi dengan cara yang simpel.


Tapi seperti nya kau begitu memandang rendah kami".


Pemuda lain yang memakai pakaian berwarna putih kehijauan mendekati pria gendut itu.


"Bambang, tenanglah.


Kita sesama murid akademi melati biru, kita tidak perlu menyelesaikan masalah dengan amarah".


"Ta-tapi Tuan muda Liq, mereka terlalu kur-".


"Hei gendut, dengarkan ucapan pria kecil di samping mu itu atau Tuan muda ku akan membuat mu terlihat seperti **** panggang".


"Ka, kau berani beraninya!".


Balas si gendut dengan wajah sangat memerah.


Sedangkan pemuda yang di panggil dengan julukan Tuan muda liq oleh si gendut masih tetap berusaha memadamkan amarah si gendut.


"Bambang, tenanglah tenang.


Lebih baik kita melanjutkan perjalanan menuju asrama".


"Tidak tuan muda!


Jika pria kecil ini hanya menghinaku mungkin aku akan diam, tapi dia berani menghinamu di depan aliansi Singa langit.


Ini penghinaan terbesar bagiku sebagai pelayanmu Tuan muda! Aku sudah tidak perduli, aku akan membunuhnya! Kemari kau pria kecil".


Ma'ruf yang melihat si gendut mulai tidak bisa mengendalikan emosi, dengan sigap melompat dan bersembunyi di belakang tubuh Zidan.


"Hei gendut, jika kau berani melukai ku maka Tuan muda Zidan Di Lastrea anak dari tetua Zen tidak akan melepaskanmu weeek".


Ma'ruf menjulurkan lidah saat menghina si gendut yang sedang marah, tentu saja perlakuan Ma'ruf membuat si gendut semakin marah dan ingin mencabik cabik tubuhnya.

__ADS_1


Sedangkan Zidan yang merasa di kerjai oleh Ma'ruf hanya bisa menepuk jidat dan menghela nafas panjang.


"Haaaah, tuan tuan sekalian maafkan sepupuku yang lancang ini.


Dia sedikit idiot sejak lahir, jadi tolong maafkanlah dia jika perilakunya menyinggung para tuan muda sekalian".


"Aku tidak perduli! Cepat menyingkir dari hadapanku agar aku bisa memberi pelajaran pria kecil itu!".


"Iya gendut kau benar, cepat beri pria kecil itu pelajaran!".


"Kau tidak perlu takut Bambang, pria yang menghalangimu itu hanya salah satu Tuan muda dari keluarga cabang.


Habisi dia agar tidak ada lagi yang berani kurang ajar dengan aliansi singa langit!".


Para tuan muda yang berdiri di belakang si gendut mulai saling bersahut sahutan dan mendorong si gendut agar memberi pelajaran kepada Ma'ruf dan Zidan.


"Saudara saudara ku sekalian, sekali lagi aku meminta maaf.


Tolong maafkan sepupuku ini, dia idiot sejak lahir.


Lihatlah, dia bahkan memakan benda apa saja yang berada di depan mulutnya".


Demi membalas perlakuan Ma'ruf yang menyeretnya ke tengah tengah masalah, Zidan menahan leher Ma'ruf tepat di ketiaknya dan memaksa beberapa daun yang masih hijau untuk masuk ke dalam mulut Ma'ruf.


"Dih, kau pikir kau siapa berani memanggil kami ini saudaramu?


Kau hanya tuan muda dari keluarga cabang clan, kau tidak pantas menjadi budak kami apalagi saudara para tuan muda keluarga utama seperti kami".


Pria yang bernama Liq masih tetap menenangkan para tuan muda yang mulai menunjukan sifat buruknya.


"Saudara saudaraku sekalian,


Lebih baik kita melanjutkan perjalanan.


Tuan muda yang terhormat seperti kita seharusnya tidak perlu berurusan dengan orang idiot seperti itu".


"Benar, kita tidak perlu menaruh dendam terhadap orang idiot.


Mari kita lanjutkan perjalanan". Usul salah satu Tuan muda yang memakai pakaian serba kuning menengahi keributan.


"Tapi kakak feng, aku merasa pemuda itu hanya pura pura idiot.


Bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan setelah melepas semua pakaian yang pemuda itu kenakan lalu menggantung tubuhnya di salah satu pohon besar itu.


Kalau benar dia idiot, aku yakin dia tidak akan merasa malu. Benarkan kata kataku?".


Beberapa perempuan yang ikut ke dalam aliansi singa langit mulai tertawa kecil mendengar ide dari salah satu anggotanya.


"Hihi hi,tuan muda Bai.


Seperti nya kau sangat kejam seperti rumor yang beredar".


Si gendut yang sedari tadi terdiam mulai kembali bergerak maju dengan mata yang melotot.


Namun kali ini si gendut tidak perduli dengan siapa yang akan dia telanjangi seperti perintah salah satu Tuan muda nya.


Karena Zidan atau Ma'ruf bagi para anggota aliansi singa langit tidak ada bedanya.


"Pria kecil cepat lepas semua pakaianmu, atau aku yang akan melepaskannya dengan kasar!".


Zidan berdiri dengan menunduk di dampingi Ma'ruf, Zidan memasang wajah tanpa ekspresi sedangkan Ma'ruf mulai tersenyum bersiap untuk menghadapi para anggota aliansi singa langit.


"Sepertinya pemuda itu memang idiot,buktinya dia masih saja tersenyum setelah membuat masalah dengan aliansi singa langit hihi hi hi".


Ledek salah satu gadis yang berada di dalam rombongan.

__ADS_1


"Pria kecil kau tidak perlu takut! Tegak kan kepala mu dan tatap lah mataku!


Apa karena terlalu takut kau sampai tidak berani menatap wajahku!".


"Bambang, kau tidak perlu banyak bicara.


Cepat selesaikan perintahku!".


Pria gendut itu semakin mendekati Zidan sampai jarak keduanya hanya tersisa 1 langkah kaki, dengan sigap Zidan mengeluarkan teknik aura rasa takut.


Si gendut yang awalnya menatap Zidan seperti seekor Singa melihat Zebra, kini berlutut di hadapan Zidan.


Semua Tuan muda yang masuk ke dalam aliansi singa langit sangat terkejut melihat si gendut berlutut di hadapan Zidan.


"A-apa yang terjadi! Bu-bukankah si Gendut adalah salah satu pendekar tahap batu yang sudah masuk ke tingkat 3?".


Para wanita yang berada di dalam rombongan, yang awalnya menghina serta menertawakan Zidan dan Ma'ruf kini terlihat sangat terkejut sampai mulut mereka menganga seakan akan rahang mereka bisa jatuh ke tanah kapan saja.


"I-ini tidak mungkin, bagaimana bisa seorang remaja yang masih terlihat 17 tahun bisa membuat pria dewasa yang sudah masuk ke dalam tahap batu tunduk di hadapannya dengan mudah!".


Tuan muda Liq yang sebelumnya bersifat lembut kini menjadi tegang dan serius.


"Hanya ada 1 kemungkinan,


Mungkin saja remaja itu telah masuk ke dalam tahap batu! serta,tahap atau tingkatan kultivasinya lebih tinggi dari Bambang".


Berbeda dengan para Tuan muda aliansi singa langit yang masih terlihat tidak percaya dan saling mengeluarkan pendapat.


Kini si gendut mulai menangis sejadi jadinya mengingat semua kejadian yang paling menakutkan di dalam hidupnya, dengan perlahan dan sekuat tenaga si Gendut mengangkat wajahnya untuk menatap Zidan dan meminta maaf.


"Beginilah, seharusnya cara kalian memandangku".


Setelah Zidan mengucapkan beberapa kalimat dengan dingin, para tuan muda maupun putri yang bergabung ke dalam anggota aliansi Singa langit mulai tertunduk dan berlutut seakan akan mereka di tekan oleh gravitasi yang sangat kuat.


Tidak hanya itu, air mata dan suara isakan tangis memenuhi jalanan itu.


Semua orang yang melihat pemandangan itu tidak ada yang berani mendekat untuk melihat lebih detail karena merasakan aura yang begitu menakutkan terpancar dari tubuh Zidan.


Semua orang yang terkena teknik aura rasa takut perlahan mengangkat wajahnya dan menatap wajah Zidan yang terlihat tanpa ekspresi, untuk meminta maaf.


Ma'ruf sangat terkejut dengan teknik aura yang di keluarkan oleh Zidan karena teknik yang di pakai oleh Zidan sangat mirip dengan teknik milik Iblis manis, perbedaannya hanyalah tekanan dan ilusi yang terkandung di dalam teknik mereka.


Zidan juga tidak kalah terkejut dengan Ma'ruf yang masih bisa berdiri di sampingnya, bahkan memasang senyuman puas.


Mungkin kali ini keduanya seri, karena berhasil saling mengerjai satu sama lain dan sama sama terkejut.


Dengan wajah tanpa ekspresi dan ucapan yang bernada dingin, Zidan kembali melontarkan beberapa kalimat ancaman.


"Untuk kali ini mungkin kalian aku maafkan, tapi untuk kedepannya jangan harap aku bisa selembut ini".


Meskipun Zidan telah menghilangkan teknik aura rasa takut milik nya, beberapa anggota aliansi Singa langit masih ada yang menangis dengan sangat kencang.


"Mari kita kembali Taun muda Zidan Di Lastrea, ada seseorang yang sudah menunggumu".


Ledek Ma'ruf dengan sedikit tertawa.


"Dengan senang hati, Tuan pembuat onar".


Zidan bersama Ma'ruf pun akhirnya berjalan dengan santai dan berbincang bincang, seakan akan mereka berdua tidak melakukan apa pun.


Sedangkan anggota aliansi Singa langit menatap punggung mereka berdua yang kian menjauh dengan rasa takut yang luar biasa.


Begitu juga dengan para siswa akademi melati biru yang melihat kejadian itu, tidak hanya menentang aliansi Singa langit.


Kemampuan yang Zidan tunjukan di depan umum membuat siapapun yang melihatnya mau tak mau harus mengakui kehebatannya dan terpukau.

__ADS_1


********


Bantu up sampek 2K yok, di like setiap episodenya biar saya ada alasan dan semangat buat nulis panjang lebar begini.


__ADS_2