
Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Estela, Amora mulai bisa menilai bagaimana kira kira gambaran pria calon targetnya tersebut.
Seorang pria yang dingin, tapi sangat mendominasi bahkan terkesan sangat mengekang.Membuat Amora sedikit bingung bagaimana cara awal dia harus mendekati pria tersebut.
Tapi sesulit apapun pria yang menjadi suami dari Estela ini, dia tetap harus berhasil membuat pria itu setuju untuk menceraikan istrinya nanti.
Kenapa begitu? Karena Estela sudah setuju untuk memberikan sisa pembayaran uang yang mereka sepakati, di kurun waktu satu bulan dari sekarang.
Itu tentu saja,membuat dia bisa segera membayar pendonor untuk Chan, agar putranya bisa segera dioperasi.
" Jadi anda ingin saya terlihat bagaimana dimata suami anda, nona Estela?"
Mendengar pertanyaan Amora, Estela yang semula menunduk kini mendongak menatap kearah perempuan dihadapannya itu.
" Saya juga tidak tau nona Amora, karena selama kami menikah, Damian sama sekali tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan manapun.Baik itu perempuan bayaran, apalagi perempuan baik baik. Tidak pernah,yang dilakukannya setiap waktu hanya bekerja dan bekerja saja, tidak ada yang lain," jelas Estela, membuat Amora tentu saja sangat kesulitan untuk bisa mendekati pria bernama Damian Bernadez, suami dari Perempuan dihadapannya ini.
" Bagaimana dengan berkumpul bersama teman atau mungkin pergi ke Bar, meski hanya untuk minum? Apa dia juga tidak melakukannya?" tanya Amora, berusaha ingin mencari kebiasaan lain, dari pria calon targetnya itu.
" Kalau berkumpul dengan teman, sepertinya tidak. Tapi setiap Jumat malam, dia akan pergi ke Bar untuk minum. Dengan siapa dia disana saya tidak tau, yang pasti bukan dengan seorang perempuan. Karena seperti yang tadi saya katakan, dia tidak pernah dekat atau mendekati perempuan manapun."
Amora terdiam dan berpikir, karena akhirnya ada sedikit celah bagaimana cara mendekati pria bernama Damian Bernadez itu.
Dan kebetulan hari ini hari Jumat, apa itu berarti dia bisa langsung memulai pekerjaannya dengan pergi keBar untuk mencoba mendekati si Damian ini, semoga saja, harap Amora.
" Malam ini adalah Jum'at malam, apa dia akan pergi keBar untuk minum nona Estela?" tanya Amora, penuh harap kalau itu benar.
" Mungkin nona Amora, Karena saya benar benar tidak bisa menebaknya.
__ADS_1
Yang pasti sebelum saya menemui anda disini, tadi kami sempat bertengkar dan biasanya kalau setelah itu, dia akan pergi ke dari Mansion tidak pulang. Jadi sebaiknya anda coba saja pergi ke Bar langganannya saja malam nanti nona Amora."
"Baiklah, lalu apa nama Bar langganan suami anda itu?"
" Bar Atlantis.Anda tau tempat itu bukan?"
" Ya, saya tau nona Estela.Baiklah nanti malam saya aka kesana, kalau kami bertemu saya akan memberikan laporannya pada anda."
" Baik, akan saya tunggu nona Amora."
Pembicaraan mereka pun berakhir, lalu Amora pergi dari Kafe tersebut meninggalkan Estela lebih dulu, karena merasa pembicaraan yang berkaitan pekerjaan dengan perempuan cantik itu sudah tidak ada lagi, meski Estela sempat ingin menahannya tapi Amora menolak. Seperti apa yang dikatakannya diawal pada klien perempuannya tadi, kalau hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan selain itu tidak ada.
***
Malam harinya, Amora. Dia sudah siap akan pergi ke Bar, dimana kemungkinan suami Estela yang bernama Damian Bernadez akan berada malam itu, seperti informasi yang diberikan oleh sang istri tadi siang di Kafe.
Sebelum pergi untuk menemui pria bernama Damian Bernadez, Dia sudah banyak mencari informasi tentang, siapa sebenarnya pria bernama Damian Bernadez yang menjadi suami dari Estela tersebut.
Bahkan hampir dari sepertiga bagian bidang itu, dikuasai oleh perusahaan yang dipegang oleh pria bernama Bernandez, hingga membuat pria berusia sekitar 30 tahun itu menjadi salah satu pria termuda, paling kaya di negara dengan jumlah kekayaan mencapai bermilyar milyar dolar.
Mengetahui fakta itu, Amora sampai tidak bisa membayangkan seberapa kaya dan berkuasanya pria tersebut sebenarnya.
Tapi meski banyak berita serta artikel mengenai kesuksesan Bernadez Corporation yang dipimpinnya tersebut,tapi sosok Damian Bernadez sendiri sangat misterius.
Disebuah artikel yang menyebutkan nama perusahaan serta kesuksesannya, tidak ada satu pun artikel yang menampilkan bagaimana sosok wujud dari pria muda kaya raya itu, tidak ada.
Sepertinya dia tipe orang yang sangat melindungi privasi, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya karena selain tidak ada potret dirinya, potret Estela setelah menikah dengan pria itu pun tidak ada.
__ADS_1
Artikel yang memuat sosok Estela di internet adalah saat perempuan itu belum menikah, itu sekitar 5 tahun lalu. Di artikel dikatakan kalau Estela dulu merupakan seorang model yang cukup sukses diusia muda lalu tak lama tiba tiba menghilang dari dunia model dan dikabarkan menikah dengan pewaris Bernadez Corporation yang baru ditemukan.
Amora mengernyitkan keningnya waktu membaca dibagian itu. Pewaris yang baru ditemukan, apa itu berarti sebelumnya pria bernama Damian Bernandez tersebut, tidak hidup dikeluarganya sendiri dan baru kembali sekitar 5 tahun lalu.
Kenapa? Dan apa alasannya?Amora sangat penasaran dengan hal itu.
Tapi sayangnya, meski dia sudah mencari kebanyak situs berita supaya bisa mengetahui jawabannya. Amora sama sekali tidak menemukan satu artikel pun yang memuat hal tersebut.
Dan akhirnya membuat perempuan cantik itu menyerah, untuk terus mencari tau hal yang merupakan masalalu calon targetnya.
Dia memilih mencoba fokus untuk mengira ngira bagaimana kira kira sosok pria suami dari Estela itu sebenar-benarnya, supaya dia tidak kesulitan waktu mencari pria itu nanti di Bar.
Meski dia selalu punya cara untuk mencari orang yang ingin ditemuinya, ditempat seperti itu.Karena dia ahlinya.
" Kau akan pergi?" tegur Rosaline, waktu melihat Amora sudah siap untuk pergi.
" Ya, untuk bertemu target yang harus kurayu," terang perempuan cantik tersebut dengan kembali mematut diri, didepan cermin rias yang ada dikamar.
" Target yang harus kau rayu? Siapa klien mu kali ini Amora?" tanya Rosaline heran, mendengar apa yang dikatakan sahabatnya.
" Kali ini aku harus merayu suami dari perempuan yang menyewaku, Ros," terangnya.
" Suami? Maksudmu bagaimana?"
" Aku ingin menjelaskan panjang lebar padamu, tapi sekarang tidak punya waktu jadi lain kali saja. Yang pasti ini mungkin pekerjaan terakhirku, jadi jangan terlalu cemas seperti itu."
" Bagaimana aku tidak cemas, kau harus merayu seorang laki-laki. Itu sama saja kau harus menjadi perempuan..."
__ADS_1
" 1 juta dolar. Perempuan itu membayarku untuk pekerjaan ini, sangat banyak bukan Ros. Karena itu aku mengambilnya," terang Amora dengan wajah terlihat senang karena membayangkan akan mendapatkan bayaran yang sangat banyak dari pekerjaan kali ini.
Melihat ekspresi Amora Rosaline tidak lagi melarang, karena dia tau sekarang pasti sahabatnya itu butuh uang yang banyak, untuk operasi Chan putranya.