Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
6. Pergi Kepesta.


__ADS_3

Amora menerima pesan yang dikirimkan Estela untuknya, saat dia baru saja masuk keApartemen yang ditempatinya.


" Kami akan datang ke pesta pembukaan hotel Heaven pukul 7 nanti dengan memakai baju warna biru senada. Dia pria tinggi dengan usia diawal 30 yang punya wajah percampuran antara Italia Perancis yang sangat kentara." tulis Estela dipesan


 Amora sedikit mengerutkan kening membaca pesan dari perempuan itu.


Warna biru? Tadi juga perempuan tersebut mengenakan gaun biru, lalu malam ini juga mengenakan warna biru lagi, begitu juga dengan suaminya. Pasangan yang sangat selaras sekali,batin Amora dengan senyum tipis, waktu membaca pesan tersebut.


 Amora hanya membalas pesan Estela tersebut dengan kalimat pendek" Iya."


Tanpa menanyakan lagi tentang ciri ciri dari suami Estela, pria yang akan menjadi targetnya mulai malam ini.


Kenapa? Karena hanya dari penggambaran singkat yang diberikan Estela padanya, Amora bisa menduga bagaimana kira kira ciri ciri suami perempuan tersebut.


Dia pasti seorang pria yang tidak terlalu menarik, tapi sangat overprotektif pada Estela. Itu bisa dilihat dari semua sikap yang sudah ditunjukan perempuan tersebut, sejak pertama bertemu dengan Amora, siang tadi.


Punya pemikiran seperti itu, jadi malam ini Amora memutuskan hanya akan diam untuk mengamati calon targetnya lebih dulu, tanpa melakukan apapun.


Begitu yang dipikirkan olehnya sebelum dia datang ke pesta tersebut, menggunakan undangan dari Mario Esteban.


Kenapa dia harus kembali menghubungi pria paruh baya, mantan kliennya tersebut untuk pergi ke pesta malam itu. Alasannya, karena pesta itu dikhususkan untuk kalangan pengusaha besar dan bukan hal mudah baginya masuk kesana, tanpa koneksi.


 Karena itu, dia langsung teringat pada undangan pria paruh baya itu yang mengajaknya pergi ke pesta pembukaan hotel tersebut yang sekarang terpaksa digunakannya karena sangat diperlukan.


Dan disinilah dia sekarang, sedang berdiri di pesta siap untuk bertemu Estela dan suaminya, calon target barunya.


Amora sudah biasa berada ditempat seperti itu selama ini,karenanya dia tidak lagi terlihat canggung atau gugup, meski dia bukan siapa siapa disana.

__ADS_1


Sesaat dia hanya berdiri diam, dengan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan luas Hal hotel besar tersebut, sambil mencoba mencari Estela serta pria yang punya ciri ciri seperti tadi dikatakan oleh perempuan itu.


" Tidak ada," batin Amora heran, karena tidak menemukan penggambaran pria yang dimaksud oleh Estela, bahkan dia tidak bisa menemukan keberadaan perempuan tersebut di tempat itu.


" Siapa sebenarnya yang ingin kau temui malam ini Amora?" tegur Mario Esteban, pada perempuan cantik teman pestanya itu.


" Seorang teman baru, yang berjanji akan menemui ku, disini malam ini, tuan Esteban," terang Amora, tanpa berusaha menutupi niat kehadirannya disana pada pria tua tersebut.


"Pria?" tanya Mario Esteban, terdengar tidak suka waktu bertanya.


Amora segera menggeleng" Bukan, kali ini seorang perempuan," terangnya.


Mario Esteban terlihat mengeryitkan kening, saat mendengar kalau orang yang akan ditemui perempuan cantik bermata coklat tersebut, malam ini adalah seorang Perempuan.


" Are you sure, Amora?"


" Siapa namanya? Mungkin saja aku kenal jadi kau bisa lebih mudah untuk mencarinya."


" Dia Estela Bernandez. Anda mengenalnya?"


Seketika raut wajah Mario Esteban berubah, begitu dia mendengar nama yang disebutkan oleh Amora dan jujur saja itu aneh sekali, tapi berusaha diabaikan Amora.


" Bagaimana kau mengenal dia?" tanya Mario Esteban dengan nada suara penasaran, karena sepertinya itu bukan nama sembarangan bagi pria tua tersebut.


Amora hanya mengedikkan bahu kearah pria tua tersebut, tanpa mengatakan apa apa.Alasannya, tentu saja karena itu bukan urusan Mario Esteban sama sekali.


Dan sebelum pria tua itu mencecarnya lagi, Amora sudah pergi dari hadapan pria itu dengan alasan ingin ke balkon untuk mencari angin.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Mario Esteban tidak bisa menghalangi Amora dan terpaksa membiarkan perempuan cantik tersebut, pergi meninggalkannya.


Amora berjalan menuju ke Balkon berniat untuk mencari angin, sembari ingin menghubungi Estela untuk tau dimana sekarang dia dan suaminya berada.


Sampai Di Balkon lantai yang berada dilantai 2 Hal Hotel yang sepi saat itu, tanpa menunggu dia segera mengetik pesan untuk dikirim pada Estela. Agar dia bisa tau dimana perempuan itu beserta suaminya berada sekarang, supaya dia bisa segera melakukan pekerjaannya, lalu setelahnya dia berniat pulang kerumah untuk istirahat


"Nona Estela, saya sudah sejak 30 menit lalu tiba di pesta ini. Tapi belum melihat anda, serta suami anda. Dimana kalian sekarang berada?" tulis Amora, untuk Estela.


Pesan tersebut terkirim, tapi tidak langsung dibaca bahkan setelah hampir 5 menit pesan Amora masih belum juga dibaca oleh Estela, membuat perempuan cantik tersebut mengeryitkan kening gelisah.


10 menit, pesan Amora masih tetap belum dibaca oleh Estela membuat perasaan perempuan tersebut mulai cemas tidak jelas, apalagi ingat bagaimana tadi siang sikap aneh perempuan kliennya itu saat di Kafe.


' Jangan bilang sesuatu sudah terjadi pada perempuan tersebut, batin Amora gelisah dan tanpa sadar mulai berjalan mondar mandir di Balkon tersebut, sampai tidak sadar kalau saat itu sudah ada orang lain disana dan sedang menatap kearahnya, tanpa sepengetahuan dia.


Dan setelah beberapa saat, baru Amora tau, kalau ada orang lain disana. Seorang pria, dia berdiri dengan posisi bersandar ke pagar Balkon, dibagian tempat yang sangat remang. Hingga membuat dia tidak bisa melihat jelas bagaimana sosok pria itu. Tapi perempuan itu tau, kalau sekarang pria tersebut sedang menatap kearahnya.


Mengetahui itu, Amora balik menatap kearah pria misterius tersebut, dari siluetnya Amora tau kalau pria tersebut punya postur tubuh proporsional yang menawan.


Siapa? Batin Amora penasaran pada sosok dalam remang itu.


 Apa seseorang yang pernah dikenalnya? Pikir perempuan itu, dengan dahi berkerut untuk berusaha fokus mengenali sosok samar tersebut.


Tidak ingin terus merasa penasaran pada sosok itu, dengan berani Amora memutuskan mendekat kearah pria tersebut sampai jarak mereka tersisa tak sampai dari 5 langkah, barulah Amora bisa melihat cukup jelas bagaimana penampilan pria misterius tersebut.


Dan begitu pun sebaliknya, tanpa berusaha menutupi pria tersebut terang terangan sedang menatap dirinya, dengan tatapan tajam menilai kearahnya yang malam itu mengenakan gaun malam panjang berwarna marun yang sangat pas ditubuhnya , seolah itu merupakan kulit kedua miliknya dengan bagian bawah gaun punya belahan tinggi sampai sekitar hanya 10 centi kebatas pahanya.


 Sementara untuk bagian depan, gaun itu punya garis leher yang sangat rendah juga lebar. Yang memang dirancang untuk menampilkan keindahan bagian dada bagi sipemakai, terutama milik Amora yang memang punya ukuran cukup besar.

__ADS_1


__ADS_2