Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
25. Tinggal Di Mansion Damian.


__ADS_3

" Amora, kau yakin ingin pergi dari sini untuk tinggal dirumah Estela dan Damian Bernandez itu?" tanya Rosaline ketika melihat Amora terus saja mengepak barang barang yang akan dibawanya ke Mansion Damian.


" Iya, Ros. Pria itu sudah membayarku, jadi mau tidak mau aku harus melakukan sesuatu dengan kesepakatan. Tapi ini tidak seterusnya karena setelah aku berhasil membuat mereka bercerai. Aku akan kembali lagi kemari tapi tidak sendiri," ucap Amora dengan wajah berbinar, karena membayangkan kalau Chan akan segera sembuh dari sakitnya, karena dia sudah mendapatkan pendonor yang dibutuhkan sang putra itu.


Rosaline tidak lagi protes ketika melihat wajah berbinar senang Amora karena dia tau semau yang dilakukan perempuan itu adalah demi Chan Medison putra perempuan itu. Yang tidak Rosaline tau sebagai teman dekat Amora adalah bahwa pria yang menjadi klien teman baiknya itu sekarang, ternyata adalah pria dari masalalu Amora, yang juga merupakan ayah dari putra sahabatnya itu.


Amora sengaja tidak menceritakan semua itu pada Rosaline, alasannya dia tidak ingin membuat sahabat baiknya itu terkejut lalu melarangnya.


Karena meski sering bercanda tentang sosok Tristan yang ternyata Damian Bernadez dengan Amora, sebenarnya Rosaline sangat marah pada sosok pria itu. Kenapa? karena Rosaline merupakan saksi hidup perjuangan Amora selama ini, demi bisa membuat Chan Medison putra Amora tersebut sembuh dari sakit Leukimia yang dideritanya, sementara sang penabur benih raib hilang ditelan bumi begitu saja.


" Tapi kenapa harus tinggal ditempat mereka my Amor, bukankah biasanya kau hanya bekerja kalau Mereke menelpon tidak sampai harus tinggal bersama seperti sekarang," keluh Rosaline masih berusaha mencegah kepergian Amora.


Amora menatap sahabat baiknya dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


" Terimakasih sudah mencemaskan aku Ros, tapi kau tau kalau klienku kali ini sangat sangat kaya.Dan kau tau bagaimana rumah mereka? Bak istana Ros. Mereka tinggal disebuah Mansion besar yang punya puluhan kamar, serta pelayan. Jadi kurasa tinggal disana atau disini, tidak ada bedanya karena kami juga hanya bertemu ketika dia membutuhkanku, selebihnya....Kami adalah orang asing, sama seperti yang lain.


Itu yang dipikirkan Amora ketika masih berada bersama Rosaline di Apartemen mereka, tapi dia sangat terkejut dan cukup syok karena setelah sampai di Mansion milik Damian Bernandez. Lucas, si kepala pelayan keluarga itu mengantarkannya kekamar tempat dia siang tadi bicara bersama dengan Damian.


Semula Amora masih berpikir kalau itu merupakan kamar yang memang diperuntukkan untuk dia selama tinggal di Mansion itu meski terkesan sangat mewah.


Tapi penjelasan Lucas yang mengatakan kalau itu sebenarnya adalah kamar Damian dan pria itu yang memerintahkan Lucas mengantar Amora kesana membuat Amora cukup syok mendengarnya.


" Kamar Damian? Maksudmu Lucas?" tanya Amora tidak mengerti.


'Pria itu benar benar sudah sinting,batin Amora. Bisa bisanya dia membawa perempuan yang akan menjadi selingkuhannya kekamar pribadinya,kalau aku jadi Estela aku pasti tidak akan berpikir dua kali untuk meminta cerai pada pria brengsek macam ini,batin Amora kesal.


" Sebenarnya, aku tidak masalah ditempat kan dikamar yang lebih sederhana dari ini Lucas, toh aku juga hanya tamu disini. Jadi sebaiknya kau tidak perlu menuruti perintah dari Damian sampai seperti ini, Karena kalau aku tinggal dikamarnya lalu bagaimana dengan Daiman sendiri?" tanya Amora dengan sengaja bicara begitu pada Lucas agar pria paruh baya itu berpikir kalau bukan dia yang meminta untuk tinggal di kamar sang majikan pria paruh baya, itu melainkan majikan dari pelayan itulah yang memerintahkannya.

__ADS_1


" Sebenarnya selama ini tuan Damian lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berada diruang kerjanya selain pergi kekantor atau menghadiri acara bersama nyonya Estela istri beliau, jadi saya rasa beliau sudah memikirkannya dengan matang sebelum menyuruh anda untuk menempati kamar ini nona Amora," jawab Lucas sopan.


Mendengar jawaban dari Lucas, Amora jadi tidak bisa menolak lagi untuk menempati kamar Damian tersebut.Dan terpaksa setuju.


" Ya, baiklah kalau begitu," jawab Amora pasrah.


" kalau begitu saya keluar dulu nona Amora, silahkan anda beristirahat sekarang. Kalau nanti ada yang anda butuhkan silahkan hubungi saya, menggunakan telpon yang ada dikamar ini. Nanti saya atau pelayan yang lain, akan datang membantu anda," terang Lucas sebelum undur diri, untuk keluar dari kamar Damian tempat Amora berada sekarang.


" Baiklah, nanti akan aku lakukan," jawab Amora meski dia yakin tidak ingin melakukannya, tapi sebagai etiket sopan santun tidak mungkin dia mengatakan 'tidak perlu Lucas, aku tidak memerlukan bantuan kalian sama sekali.'


" Oh iya, makan malam di Mansion diadakan pukul 18.30 dan sekarang baru pukul 16.30, kalau anda merasa lapar sebelum waktu makan malam anda bisa menggunakan telpon untuk meminta pelayan mengantarkan makanan kecil sebagai cemilan sebelum waktu makan malam nona," terang Lucas lagi membuat Amora mulai merasa kesal. Kenapa? Karena Amora ingin pria paruh baya itu bisa segera pergi dari kamar itu, agar dia bisa sendiri disana, tapi Lucas masih terus saja memberi tau tentang peraturan dan kebiasaan sang majikan padanya.


" Iya, aku akan melakukannya nanti kalau aku lapar Lucas," jawab Amora dengan memasang senyum sopan dihadapan kepala pelayan tersebut.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu saya permisi nona Amora," Akhirnya kali ini Lucas benar benar keluar dari kamar itu, meninggalkan Amora sendirian.


__ADS_2