Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
50.Kesembuhan Chan.


__ADS_3

Sudah tiga bulan pasca operasi Chan Medison.Sekarang kondisi bocah laki laki 5 tahun itu sudah berangsur membaik, meski belum diijinkan untuk dibawa pulang, karena masih dalam tahap evaluasi pasca operasi dan pemulihan yang membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.


Meski begitu dia sudah mulai bisa beraktifitas tanpa bantuan alat alat medis lagi seperti sebelumnya dan itu, membuat Amora merasa sangat bahagia karena akhirnya sang putra benar benar bisa sembuh, meski untuk pemulihan masih butuh waktu lagi entah itu enam bulan atau bahkan mungkin lebih lama lagi, yang pasti sekarang Chan tidak perlu merasa selalu kesakitan lagi karena menjalani kemoterapi, seperti sebelum sebelumnya.


Begitu juga dengan kandungannya, karena sudah mulai masuk trimester kedua, jadi sekarang sudah mulai stabil.


Meski hidupnya terlihat baik, tapi berbanding terbalik dengan hubungannya dengan Damian ayah dari anak anaknya.


Pria itu menawari Amora untuk tetap tinggal bersama di Mansion, tapi Amora dengan tegas menolak dan lebih memilih tinggal bersama Rosaline teman dekatnya.


Semula Amora mengira Damian akan bersikeras memaksanya tapi ternyata pria itu tidak melakukannya dan memilih menghormati keputusan Amora, dengan syarat Amora jangan menolak perhatiannya dalam bentuk apapun, karena Chan dan anak dalam perutnya itu semua adalah darah daging Damian, mereka berdua punya darah Bernandez.


Amora tidak ingin lagi menolak kenyataan itu, karena dia tau percuma.


Lalu kenapa dia sampai sekarang belum mau menerima Damian lagi, alasannya karena dia ingin dirinya dan pria itu punya waktu untuk saling mengenal lagi, Amora tidak ingin menjalin hubungan dengan Damian yang sudah pernah menyakitinya, hanya demi anak anak saja, karena menurut dia itu bukan keputusan yang tepat.


Kalau memang harus bersama lagi nanti dengan Damian, dia ingin itu karena mereka memang ditakdirkan untuk bersama.


Sebagai pria Damian sebenarnya tidak setuju dengan alasan Amora, tapi sekali lagi dia tidak ingin memaksa jadi dia memilih memberi perempuan itu waktu, dengan berusaha menunjukan pada Amora kalau dirinya sekarang masih sangat mencintai perempuan itu, selain itu dia akan membuktikan pada Amora, kalau dirinya adalah pria yang layak untuknya.


Untuk membuktikan semuanya, Damian sengaja selalu menyempatkan diri mengunjungi Amora setiap pulang kerja, dengan membawakan sesuatu yang diinginkan Amora sebagai ibu hamil.


Seperti petang itu, dia sedang berkendara menuju keApartemen Amora, berniat untuk mengajak perempuan tersebut pergi makan malam diluar, sebagai perayaan kondisi Chan yang dinyatakan sudah sembuh hanya tinggal tahap observasi dan pemulihan.


Sampai didepan Apartemen yang ditempati Amora bersama Rosaline, Damian mengetuk pintu di ketukan kedua pintu terbuka, menampilkan Amora yang sudah siap untuk pergi dengan penampilan sangat cantik.


Damian yang melihatnya sangat terpesona dan terus saja menatap kearah Amora tanpa berkedip, hingga membuat Amora harus menegurnya.


" Dam, ayo. Nanti kita kemalaman."


" Oh, Iya my Amor."


Lalu meraih tangan Amora dan menggandeng ke mobilnya, yang terparkir didepan Apartemen.


" Malam ini kau sangat cantik my Amor," puji Damian, hingga membuat wajah Amora langsung bersemu merah, mendengar pujian pria itu.


" Thanks Dam. Kau pun begitu," balas Amora.

__ADS_1


" Begitu? Begitu apa?" goda Damian sengaja, meski tau makna ucapan perempuan itu.


Amora yang tau Damian sengaja menggodanya, seketika merasa gemas pada pria itu dan reflek mencubit perut rata Damian , yang langsung membuat Damian terpekik antara geli juga terkejut.


" Aauwww my Amor!"


" Rasakan siapa suruh menggodaku terus!"


" Aku tidak menggodamu, aku serius tidak mengerti maksud pertanyaanmu tadi, jadi bisakah kau menjelaskannya."


" Dam!" hardik Amora kembali kesal yang dibalas Damian dengan meringis bodoh.


" Jangan bertingkah konyol nanti sikapmu bisa ditiru calon anak kita," celetuk Amora cemberut.


" Baguslah, aku tidak keberatan Yoh dia anakku dan kamu my Amor."


Lagi lagi Amora mencubit Damian, meski kali ini hanya bagian siku, tapi tetap saja membuat Damian memekik berpura pura kesakitan.


" Aauwww my Amor."


Meski begitu mereka berdua sangat menikmati kebersamaan mereka meski hanya candaan dan godaan ringan yang diselingi kecupan ringan mereka berdua suasana kebersamaan mereka malam itu sangat menyenangkan karena bahan obrolan mereka tidak pernah habis, sampai mereka selesai makan malam dan menuju arah kembali ke Apartemen..


Bahkan ketika Amora sudah diantar Damian sampai ke Apartemen dia merasa sangat enggan berpisah dengan pria itu begitu pun Damian tapi seperti yang sudah dijanjikannya dia tidak ingin memaksa kecuali perempuan itu bersedia dengan suka rela.


" Masuklah," perintah Damian dengan memberikan kecupan ringan di dahi Amora sebagai salam perpisahan.


"Kau akan langsung pulang setelah ini?" tanya Amora dengan suara sumbang.


Damian mengangguk" Iya, aku akan langsung kembali ke Mansion."


" Lalu apa yang kau lakukan setelah sampai disana?"


Pertanyaan konyol yang tidak perlu ditanyakan tapi meluncur begitu saja dari bibir Amora.


Damian mengangkat tangannya kewajah Amora dengan gerakan lembut merapikan anak anak rambut yang berada di pelipis Amora kebelakang telinga sebelum akhirnya menjawab pertanyaan perempuan itu.


" Bekerja."

__ADS_1


"Hanya itu," balas Amora merasa tidak puas dengan jawaban Damian.


" Juga memikirkan mu dan anak anak kita. Apa itu cukup," jawab Damian, dengan nada suara terdengar parau, ditelinga Amora.


" Hampir," balas Amora lagi.


" Dan merindukanmu my Amor," Damian mendekat, hingga jarak wajah mereka hanya tinggal hitungan centi dengan saling tatap lekat.


" Aku juga," balas Amora.


" Kau juga apa, My Amor?" meski Damian tau makna ucapan Amora tapi dia ingin mendengar secara langsung perasaan perempuan itu padanya.


" Merindukanmu."


" Kapan?"


" kalau sendiri."


" Sekarang? Apa kau merindukanku my Amor?"


" Ya."


" Apa sekarang kau ingin aku pulang ke Mansion atau masuk kedalam Apartemen mu my Amor?"


Amora terdiam sesaat tidak langsung menjawab cecaran pertanyaan Damian, membuat pria itu terlihat gelisah, khawatir Amora akan menyuruhnya untuk pulang ke Mansion nya yang selalu terasa dingin dan sunyi, sejak Amora tidak tinggal disana lagi.


Bahkan sejak Amora pindah sampai sekarang, Damian tidak pernah lagi tidur dikamar yang dulu mereka tempati bersama. Kenapa? Karena dia tidak ingin terus teringat sosok Amora dan khawatir itu akan membuat dia nekat menculik Amora, kesana.


Jadi agar otaknya tetap waras, Damian memilih tinggal diruang kerjanya dengan terus sibuk bekerja sampai lelah, barulah dia akan beristirahat, sambil menunggu waktu bertemu Amora keesokan harinya.


" Itu...Dam ..."


" Ya, my Amor."


" tinggallah disini malam ini, Dam." Damian berjanji besok akan memberikan banyak sumbangan ke badan amal, karena sekarang Tuhan sudah sangat baik mau mendengar doanya.


Tanpa menunggu Amora mengucapkan itu dua kali, Damian lalu menarik Amora masuk kedalam Apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2