Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
19.Rencana Gagal.


__ADS_3

Amora berjalan masuk kedalam Kafe, tempat dimana dia dan Estela berjanji untuk bertemu.


Perempuan itu langsung berjalan kearah meja, dimana orang yang ingin ditemuinya berada.


" Nona Estela," sapa Amora, lebih dulu pada sosok Estela, yang langsung membalas sapaannya dengan tersenyum sopan.


" Nona Amora silahkan duduk," pinta perempuan berwajah cantik tersebut dengan ramah seperti biasanya.


" Thanks, nona Estela. Sorry karena saya sedikit terlambat kali ini." balas Amora, lalu duduk dihadapan Estela yang terlihat sudah cukup lama berada disana.Itu bisa dilihat oleh Amora, dari gelas minuman milik perempuan itu yang hanya tersisa seperempat, dari isi yang seharusnya.


" Tidak masalah, saya memang sengaja datang lebih awal, karena sedang merasa bosan berada dirumah," terang Estela.


Mendengar jawaban dari perempuan cantik tersebut, membuat Amora semakin merasa bersalah karena sudah tidur bersama Tristan atau sekarang bernama Damian Bernandez, suami dari perempuan dihadapannya ini.


Dan karena tidak tau, apa yang harus dikatakannya pada perempuan dihadapannya itu, Amora hanya tersenyum sebagai balasan dari ucapan yang dikatakan oleh Estela padanya.


" Oh iya, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya hari ini nona Amora? Apa itu berhubungan dengan kerjasama kita?"


Amora tidak langsung menjawab, pertanyaan yang diajukan oleh Estela. Dia diam selama beberapa saat, untuk mengatur ucapannya agar ketika menjelaskannya pada Estela nanti perempuan itu bisa mengerti alasannya.


" Sebelumnya saya ingin minta maaf kepada anda lebih dulu nona Estela. Karena...." Amora kembali diam,dia merasa ragu untuk mengatakan apa yang ingin disampaikannya pada perempuan cantik yang menatap dirinya dengan serius.


" Ada apa nona Amora? Apa ada masalah dengan perjanjian kita sekarang?"


Amora menatap Estela lekat,sebelum melanjutkan ucapannya.


" Sebenarnya saya berniat..."


" Drettt.... drettt...."


" Sebentar nona Amora, ada seseorang yang menghubungi saya," potong Estela, ketika mendengar ponsel miliknya berdering.


" Tidak masalah," balas Amora dengan mempersilahkan Estela untuk mengangkat panggilan ponselnya lebih dulu, sebelum mereka meneruskan pembicaraan tersebut.

__ADS_1


Estela mengambil ponselnya, dari tas tangan mahal miliknya, lalu menjawab panggilan tersebut


Semula dia bicara dengan sipenelpon dihadapan Amora, tapi karena sepertinya itu adalah pembicaraan penting dan mungkin rahasia.Perempuan itu lalu permisi pada Amora, untuk bicara ditempat lain agar bisa lebih leluasa.


" Maaf saya tinggal sebentar untuk menjawab panggilan ini, nona Amora," pamit Estela dengan bangkit dari duduknya, lalu menjauh dari sana.


Amora hanya mengangguk sebagai jawaban, berusaha untuk tidak perduli meski sebenarnya penasaran. Ya, dia penasaran dengan siapa Estela bicara ditelpon sekarang.Apa dengan Damian Bernandez, suaminya? Sekali lagi dia berusaha menghilangkan rasa penasarannya, dengan sengaja memeriksa ponselnya sendiri sambil menunggu Estela kembali dari menelpon.


Tapi saat dia membuka ponselnya, dia terkejut karena ternyata ada pesan yang dikirim oleh dokter Peter padanya.


Dipesan dokter spesialis Kanker yang menangani Chan, mengatakan kalau pihak pendonor untuk Chan meminta uang bayaran mereka supaya bisa dibayar secepatnya.


Setelah membaca pesan itu,buru buru Amora menghubungi dokter Peter, untuk mengkonfirmasi kebenarannya.


" Halo dokter," ucap Amora ditelpon, ketika ponsel mereka sudah tersambung.


" Iya nona Amora."balas dokter Peter diseberang telpon.


" Apa maksud anda dengan pelunasan yang dipercepat, bukankah sesuai kesepakatan yang sudah disetujui, pelunasan pembayaran untuk pendonor bagi Chan itu sebulan lagi, tapi kenapa anda mengatakan kalau pihak mereka minta supaya saya membayar uang itu secepatnya."


" Minggu ini?!" Amora tidak bisa tidak terkejut, mendengar penjelasan dokter Peter.


Dalam 1 bulan saja dia akan kesulitan mencarikan jumlah uang yang mereka minta. Apa lagi ini hanya seminggu. Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukannya? Kemana dia harus mencari uang sebanyak itu?Amora benar benar sangat bingung.


Dan disaat dia sedang kalut memikirkan apa yang baru saja dikatakan dokter Peter, Estela kembali dari menelpon, dengan raut wajah terlihat aneh.


Amora yang saat itu juga sedang kalut, tidak memperhatikan perubahan raut tersebut dan hanya merasa lega ketika melihat sosok Estela, karena merasa punya secercah harapan untuk mendapatkan uang sebanyak itu sekarang. Meski mungkin harus merendahkan harga dirinya lagi nantinya dihadapan Damian yang sudah berniat dilupakannya.


" Nona Estela," sapanya, setelah lebih dulu mengakhiri panggilan telponnya dengan dokter Peter dan bilang, akan menghubungi pria itu lagi secepatnya untuk memberikan jawaban pasti pada calon pendonor Chan.


" E...nona Amora, maaf ..." ucap Estela dengan suara ragu ragu ketika bicara.


" Tidak masalah. Saya tau itu pasti telpon penting, karena itu...."

__ADS_1


" Pihak Bank yang baru saja menghubungi saya," jelas Estela.


" Ya, tidak masalah nona Estela. Orang orang seperti anda pasti..."


" Sepertinya suami saya sudah tau dengan rencana saya ini, karena itu tiba tiba saja dia membatasi pengeluaran untuk kartu kredit saya."


Amora masih tidak bisa mencerna, makna sebenarnya dari yang dikatakan oleh Estela padanya sekarang.


" Maaf nona Estela, apa sesuatu sudah terjadi? Maksud saya...."


" Saya tidak sanggup membayar anda sekarang, maksud saya nona Amora. Saya tetap membutuhkan bantuan anda seperti sebelumnya, tapi saya baru akan membayar anda ketika anda sudah berhasil membuat suami saya menceraikan saya."


" Kapan itu?" tanya Amora dengan suara terdengar kecewa.


Estela menggeleng" Saya tidak bisa memastikannya nona Amora,meski begitu saya pasti akan tetap membayar anda nantinya. Jadi saya ingin anda tetap mau membantu saya.."Ucap Estela dengan raut memohon.


Amora diam, bukan tidak ingin melakukannya, tapi sekarang dia sedang sangat butuh uang. Dan Estela, sebagai satu satunya orang yang diharapkan bisa membantunya, ternyata tidak bisa.


" Saya...."


Drettt.... Drettt....


Lagi lagi ponsel perempuan didepannya itu berbunyi, membuat Amora tidak meneruskan perkataannya karena melihat raut Estela yang langsung berubah, ketika menatap layar di ponselnya.


" Maaf nona Amora, sepertinya saya harus pergi sekarang. Kita lanjutkan pembicaraan ini lain kali saja. Nanti saya akan menghubungi anda ketika urusan saya sudah beres."


Estela langsung bangun dari duduknya dan berjalan menjauh, keluar dari Kafe dengan langkah terburu buru, tanpa menoleh lagi kearah Amora, yang hanya bisa terpaku ditempat duduknya.


" Oh Tuhan...." keluh Amora dengan menekan dahinya di kedua tangan.


" Apa ini karmamu, karena apa yang kulakukan tadi malam dengannya....Kalau iya, tolong hukum aku saja. Jangan Chan juga," gumamnya sedih.


Bagaimana tidak sedih, disaat kesembuhan Chan yang sudah sakit selama dua tahun didepan mata, tapi ternyata sebagai ibunya, dia tidak bisa melakukan apa apa karena terbentur uang pembayaran yang tidak dimilikinya.

__ADS_1


Apa yang harus dilakukannya sekarang, supaya bisa mendapatkan jumlah uang yang sedang dibutuhkannya dalam kurun waktu seminggu? Apa dia harus...?


" Nona Amora Medison,bisa anda ikut saya. Tuan Damian Bernandez ingin bertemu dengan anda, sekarang juga."


__ADS_2