Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
39. Kekhawatiran Damian.


__ADS_3

Damian melangkah keluar dari mobil, setelah sampai di Mansion yang ditinggalinya.


Dia berjalan masuk yang langsung di sambut oleh Lucas, kepala pelayan di Mansion miliknya.


" Selamat datang tuan Bernandez," sapa Lucas, membungkuk hormat pada sang majikan.


" Dimana Amora? Apa dia dikamar?" tanya Damian, hal pertama yang ditanyakannya pada pelayan paruh baya tersebut setelah sampai.


" Nona Amora Medison, dia belum kembali ke Mansion sejak pergi siang tadi," terang Lucas.


Damian yang semula sudah berniat untuk naik kelantai 3, langsung mengurungkan niatnya. Dia menoleh, menatap kearah Lucas yang sedang bicara padanya.


" Belum kembali? Kemana dia? Apa sebelum pergi dia mengatakan padamu akan pergi kemana?" tanya Damian, penuh rasa penasaran.


Lucas menggeleng" Tidak, nona Amora tidak mengatakan apapun pada saya ketika akan pergi. Mungkin saja beliau punya urusan pribadi yang penting sekarang, karenanya belum kembali keMansion seperti biasanya," terang Lucas, memberi penjelasan pada sang majikan pria.


Mendengar keterangan kepala Mansionnya, Damian tidak lagi bertanya pada pria paruh baya tersebut dan berniat, tetap naik kelantai tiga menggunakan lift.


Nanti setelah berada dikamar, dia sendiri yang akan menghubungi perempuan itu untuk menanyakan tentang keberadaannya sekarang. Kenapa dia belum kembali keMansion, sementara sesuai perjanjian mereka Amora hanya boleh pergi kemanapun sampai waktu Damian kembali dari kantor, setelahnya dia harus bersikap layaknya selirnya.


Tapi sebelum Damian melangkah, Lucas kembali bicara dengannya.


" Nyonya Estela, dia sudah kembali sekarang tuan Bernandez," ucap Lucas, yang ditanggapi dingin oleh Damian, karena dia tidak tertarik dengan keberadaan perempuan yang masih berstatus sebagai istrinya tersebut.


" Biarkan saja,yang ingin aku tau sekarang keberadaan Amora, bukan Estela, Lucas," jelas Damian, terdengar tidak suka pada keterangan kepala pelayannya tersebut.


" Maaf tuan, tapi nyonya Estela tadi berpesan pada saya, meminta saya memberitahu anda kalau malam ini orang tua nyonya Estela mengundang anda dan beliau untuk makan malam dikediaman mereka," terang Lucas.


Damian terdiam, mendengar apa yang disampaikan oleh pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


Ini aneh, batinnya, sudah lama sekali kedua mertuanya itu tidak pernah perduli lagi pada kehidupan mereka berdua, lalu kenapa tiba tiba malam ini mereka meminta dia dan Estela pergi kesana.


 Apa Estela sudah mengadu pada kedua orang tuanya, tentang apa yang terjadi pada hubungan mereka. Kalau iya, Damian pikir itu bagus. Dia bisa sekalian menegaskan pada keluarga Estela, kalau dirinya ingin menceraikan putri mereka.


Hubungan pernikahan antara dia dan Estela sekarang ini tidak dibutuhkannya lagi, jadi lebih baik diakhiri secepatnya saja, batin Damian.


" Benarkah?" tanya Damian, yang diangguki oleh Lucas.


" Benar tuan."


" Kalau begitu sampaikan pada Estela, aku akan pergi kesana malam ini," perintah Damian, yang lagi lagi diangguki oleh kepala pelayan tersebut dengan hormat.


" Akan saya sampaikan tuan," lalu Lucas berlalu meninggalkan sang majikan untuk menyampaikan pesan Damian pada Estela.


Setelah Lucas berlalu dari hadapannya, barulah Damian masuk kedalam lift menuju kekamarnya yang ada dilantai 3 Mansion.


Tapi ternyata, sampai waktu Damian akan pergi bersama Estela untuk makan malam di kediaman kedua orang tua perempuan yang masih berstatus sebagai istrinya sekarang itu, Amora belum juga kembali.


Kemana dia? Dengan siapa dia pergi sekarang ? Kenapa tidak memberi khabar padanya, pikir Damian.


Dia merasa heran dan cemas, khawatir sesuatu sudah terjadi pada diri Amora, karena sejak tinggal di Mansionnya baru sekarang Amora pergi cukup lama.


Biasanya sebelum dirinya kembali dari kantor, Amora sudah berada di Mansion tapi kenapa hari ini dia belum datang, batin Damian.


Tidak ingin terus merasa cemas, Damian segera menghubungi nomor ponsel perempuan itu.


Panggilan pertama tidak ada jawaban, yang kedua tidak ada bedanya, setelah beberapa kali menelpon keponsel milik Amora tapi tetap tidak dijawab oleh perempuan tersebut. Perasaan cemas Damian tidak bisa ditahan lagi. Dia khawatir sesuatu yang buruk sudah benar benar terjadi pada diri Amora sekarang.


Tanpa menunggu lama setelah nomor Amora tidak bisa dihubungi, Damian segera menghubungi nomor ponsel Nathan, pria yang menjadi tangan kanannya, untuk menyuruh pria itu untuk mencari keberadaan Amora sekarang juga.

__ADS_1


Di panggilan pertama, ponselnya langsung tersambung ke ponsel Nathan.


" Halo Dam, ada apa kau menghubungiku di jam segini? Bukankah semua pekerjaan sudah aku kerjakan dan laporannya, sudah aku kirimkan ke emailmu seperti yang kau perintahkan, jadi..."


" Cari keberadaan Amora Medison sekarang juga Nathan," perintah Damian, memotong ucapan tangan kanannya tersebut diseberang telpon tanpa basa basi.


Nathan terdiam sesaat, mendengar apa yang diperintahkan Damian padanya.


Dia berusaha mencerna maksud dari perintah yang baru saja diberikan Damian untuknya.


Tapi belum sempat dia berpikir, Damian kembali mengatakan perintahnya lagi.


" Kau dengar yang aku perintahkan barusan bukan Nath. Cari Amora Medison sekarang juga sampai ketemu, lalu laporkan padaku. Bukan tapi bawa dia dalam keadaan selamat tidak kurang suatu apapun kehadapan ku, secepatnya."


" Bagaimana caranya?" tanya Nathan reflek dengan nada suara bingung, mendapat perintah beruntun dari pria yang menjadi bosnya tersebut.


" Bisa bisanya kau bertanya bagaimana caranya, padaku!" hardik Damian dengan suara terdengar marah, membuat Nathan diseberang telepon hanya bisa garuk garuk kepala yang terasa pusing sekali sekarang.


" Dam, aku benar benar bingung sekarang. Bukankah dia selalu ada di Mansion mu, lalu kenapa tiba tiba kau menyuruhku mencarinya begini. Apa sudah terjadi sesuatu barusan pada kalian, misalnya saja dia marah padamu lalu kabur karena itu kau menyuruhku untuk mencarinya. Apa benar begitu?" tanya Nathan, berusaha mencari titik terang untuk perintah tidak masuk akal Damian sekarang.


" Tidak, Lucas bilang dia pergi sejak siang tadi dan sampai sekarang belum kembali karena itu aku menyuruhmu untuk mencarinya," terang Damian yang tentu saja semakin membuat Nathan merasa heran juga bingung.


" Maksudmu dia pergi sendiri dari Mansion, lalu ketika kau pulang dari kantor dia tidak ada dan kau berpikir kalau dia sudah mendapatkan masalah. Apa begitu Dam?"


" Kurasa, karena ini pertama kalinya dia tidak berada di Mansion ketika aku datang," jelas Damian.


Nathan hanya bisa menghela nafas diam diam di seberang telpon mendengar semua keterangan dari Damian.Karena khawatir kalau sampai Damian mendengar helaan nafasnya pria itu akan semakin murka padanya.


Maaf baru Up sekarang reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2