Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
9.Bertemu Estela Lagi.


__ADS_3

Amora sudah siap untuk pergi keluar.


Satu jam lagi dia ada janji bertemu dengan Estela di Kafe tempat awal mereka berjumpa saat itu.


Seperti biasa setiap kali keluar untuk bertemu dengan orang yang menjadi kliennya, perempuan berusia 25 tahun tersebut selalu berdandan menawan dan sexy, untuk menampilkan kesan kalau dia adalah perempuan penggoda bagi siapa saja yang melihat dirinya.


Amora sudah akan berjalan masuk kedalam mobil, ketika melihat Rosaline teman satu Apartemennya sedang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, dengan langkah lebar.


" My Amora. Apa itu benar?" tanya perempuan dengan rambut keriting sebatas bahu, berwarna coklat pekat tersebut, pada Amora.


" Iya,itu benar. Dokter Peter sudah menghubungi aku kemarin,dia menjelaskan semuanya padaku, Ros," terang Amora.


Dia tau yang ditanyakan oleh Rosaline sekarang, pasti berkaitan dengan masalah Chan Medison, putranya, sahabatnya itu pasti sudah mendapat khabar tentang pendonor untuk Chan dari dokter Peter, karena Rosaline bekerja sebagai perawat dirumah sakit yang sama dengan dokter itu.


" Syukurlah kalau begitu. Akhirnya Chan kita akan sembuh dan bisa keluar dari Rumah sakit, Amora."


Rosaline memeluk tubuh Amora erat, sebagai bentuk dukungan rasa bahagia mendengar khabar kalau putra teman dekatnya tersebut, akhirnya bisa segera dioperasi supaya sembuh.


" Karena itu sekarang aku harus bekerja keras Ros. Agar kalau Chan sudah sembuh aku bisa hanya menemaninya saja."


" Kenapa Bekerja? Bukankah sebaiknya kau pergi kerumah sakit untuk menemani Chan, supaya dia tidak takut saat nanti harus menjalani operasinya, Amora?"


Amora menggeleng "Chan akan baik baik saja tanpa aku, karena disana dia sudah bersama dokter juga perawat, Ros."


Amora berusaha menunjukan ekspresi biasa dihadapan Rosaline, tapi perempuan cantik dengan mata coklat tersebut, bisa mendengar nada getir dari suara perempuan itu yang berusaha disembunyikannya, membuat Rosaline tau kalau sebenarnya Amora tidak baik baik saja sekarang.


" Kau yakin Amora?"


Amora mengangguk" Ya, Ros."

__ADS_1


" Tapi sepertinya tidak seperti itu. Apa kau ingin cerita padaku ada masalah apa sebenarnya sekarang denganmu?" tanya Rosaline perduli.


" Tidak ada apa apa, aku hanya terlalu bahagia sekarang, Ros. Karena sudah sangat tidak sabar menunggu Chan untuk segera dioperasi dan sembuh."


" Ya aku percaya itu. Lalu sekarang kau akan kemana?" tanya Rosaline karena melihat penampilan Amora yang rapi, dengan rok mini berbahan kulit sintetis warna coklat yang dipadu dengan atasan tank top membuat Amora benar benar terlihat cantik dan menawan dimata Rosaline.


" Aku harus bertemu dengan seseorang sekarang."


Rosaline langsung mengangguk, karena tau kalau orang yang akan ditemui perempuan cantik sahabatnya tersebut pastilah klien perempuan itu, karena itu Amora berpenampilan seperti sekarang.


" Baiklah, good luck my Amora."


" Ya."


Lalu Amora masuk kedalam mobil dan langsung melaju meninggalkan Rosaline, yang masih berdiri ditempatnya sampai mobil Amora tidak terlihat lagi.


Meski mereka berdua sangat dekat selama ini , Rosaline memang tidak pernah berusaha ikut campur dengan semua yang dilakukan atau diputuskan, sahabatnya tersebut.


 Dia berusaha untuk menghormati Amora karena dia tau bagaimana beratnya hidup hidup perempuan itu selama ini, terutama sejak Chan Medison, putra Amora yang berusia 5 itu didiagnosa mengidap leukimia 2 tahun lalu. Secara pasti, apa yang dilakukan oleh Amora hanya untuk supaya putranya itu bisa sembuh.


***


Sementara itu Amora sudah sampai di Kafe, tempat dia dan Estela berjanji untuk bertemu.


Dia masuk kedalam Kafe dan ternyata Estela kliennya, belum berada disana.


Amora memilih duduk dan menunggu perempuan tersebut sampai datang.


Setelah menunggu cukup lama lebih dari 1 jam disana, barulah perempuan itu datang.

__ADS_1


" Nona Amora Medison, maaf saya terlambat. Apa anda sudah lama menunggu saya?" tanya perempuan cantik tersebut, dengan wajah merasa bersalah karena sudah terlambat datang kesana.


Amora mengamati sekilas bagaimana penampilan perempuan tersebut, cantik seperti pertama kali mereka bertemu dan juga terlihat anggun, layaknya para perempuan yang berasal dari golongan kaya, batin Amora.


Punya pemikiran seperti itu, dia merasa miris tanpa sebab dengan hidupnya, karena tidak seberuntung perempuan dihadapannya sekarang.


" Tidak masalah, nona Estela,"balasnya dengan nada suara datar.


" Tapi tetap saja saya merasa bersalah pada anda, karena sudah membuat anda menunggu cukup lama disini. Sebenarnya saya sudah akan pergi sejak tadi, tapi tiba tiba saja sesuatu terjadi antara saya dan suami saya, karena itu ..."


" Sesuatu? Apa itu?!" potong Amora tanpa sadar, dengan menatap kearah Estela yang wajahnya terlihat berubah muram waktu bicara.


" Oh maaf, sebaiknya tidak perlu anda jawab nona Estela karena itu masalah pribadi anda dan suami anda," ralat Amora cepat, saat sadar sudah bertanya hal yang tidak perlu, pada perempuan dihadapannya tersebut barusan.


" Tidak papa nona Amora, saya senang karena anda bertanya, serta perduli dengan saya. Karena selama ini meski, saya punya segalanya tapi tidak ada seorangpun yang perduli dengan saya, termasuk Damian. Menikahinya adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya, nona Amora.Karena itu saya ingin bisa bercerai dengan dia secepatnya kalau perlu dalam waktu dekat ini."


Amora diam, dia tidak mengatakan apapun sebagai balasan semua yang dikatakan perempuan cantik berambut pirang yang duduk dihadapannya sekarang.


Alasannya sekali lagi, karena mereka tidak dekat dan yang pasti masalah hidupnya sendiri sudah banyak, jadi rasanya tidak perlu dia pura pura perduli pada masalah orang lain lagi, apalagi orang itu adalah orang yang sudah membayarnya, rasanya sangat tidak perlu, pikir Amora.


" Tapi saya tidak akan lagi menanyakannya nona Estela, karena prinsip saya adalah tidak akan pernah mencampuri urusan pribadi klien saya. Hubungan antara kita hanya sebatas kerja sama, setelah pekerjaan saya selesai maka kontrak dan hubungan kita juga akan berakhir nantinya."


Estela terdiam dengan wajah tertunduk, mendengar semua yang dikatakan Amora. Kalau boleh jujur, sebenarnya Amora tidak tega melihat raut wajah perempuan itu sekarang, tapi dia tetap harus menegaskan hal itu. Karena disini dia hanya bekerja untuk perempuan dihadapannya tersebut, selain itu mereka tidak punya hubungan apapun.


" Ya, anda benar nona Amora.Sekali lagi maaf karena saya tanpa sadar sudah menganggap kalau kita ini dekat, meski sebenarnya tidak.Kita bertemu dan terhubung hanya karena pekerjaan ini."


" Itu benar nona Estela. Jadi sekarang silahkan anda jelaskan saja apa yang anda ingin saya lakukan untuk suami anda, agar dia setuju menceraikan anda nona Estela.Karena malam itu kita tidak sempat bicara juga bertemu."


" Baiklah nona Amora."

__ADS_1


__ADS_2