Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
22.Syarat Damian.


__ADS_3

Bukannya menjawab pertanyaan yang diberikan Amora,Damian malah tersenyum smrik kearah perempuan tersebut membuat perasaan Amora tiba tiba menjadi tidak tenang.


Dia khawatir sekarang Damian sedang mempermainkannya, karena melihat dia sangat berharap ketika pria itu mengatakan setuju untuk memberikan pinjaman uang padanya.


" Dam! Please, jangan bercanda," ucap Amora memohon.


" Don't worry my Amor. Aku tidak bercanda, aku benar benar akan memberikan uang itu padamu. Kau katakan saja kapan kau menginginkannya maka aku akan segera mentransfer ke rekening mu."


" Hari ini," jawab Amora cepat, tidak ingin membuat sosok pria dihadapannya tersebut berubah pikiran.


" Ok, hari ini akan kuberikan padamu 1 juta dolar asal kau setuju dengan syarat yang aku ajukan, bagaimana?"


" Huffft! Baiklah aku setuju, katakan asal kau benar benar memberikan aku pinjaman sejumlah yang aku butuhkan itu," tegas Amora.


Meski merasa cemas dengan syarat yang akan diajukan oleh Damian, tapi Amora tau hanya pria dihadapannya ini yang punya jumlah uang sebanyak itu sekarang.


" Syaratnya mudah, kau hanya perlu membuat Estela meminta cerai padaku, bagaimana?"


" Hah!"


Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Amora, begitu mendengar apa yang di inginkan Damian padanya.


Seharusnya dia merasa lega mendengar keinginan pria itu, karena itu adalah bagian dari pekerjaan yang selama ini dilakukannya. Tapi kali ini dia merasa kalau Damian dan Estela itu sebenarnya bukan pasangan waras.


Mereka berdua itu sinting, batin Amora. Bagaimana tidak dia berpikir demikian.


Mereka berdua sudah sama sama tidak saling menginginkan tapi, tetap bertahan.


Kalau mereka adalah orang orang normal, seharusnya mereka meminta pengacara untuk mengurus perceraian mereka. Bukannya malah membuang buang uang mereka seperti sekarang. Meski Amora tau uang mereka sangat banyak, tapi tidak bisakah mereka gunakan untuk sesuatu yang lebih berguna, pikir Amora marah.


" Bagaimana? kau setuju tidak. Bukankah semula Estela menyuruhmu untuk melakukan itu dengan jumlah uang yang sekarang ingin kau pinjam, jadi aku rasa.."


"Tidak masalah," potong Amora cepat, dengan suara yang terdengar ketus ditelinga Damian, membuat pria itu mengeryitkan alisnya kearah Amora.


" Kenapa? Sepertinya kau tidak terlalu suka kalau aku yang memintanya?" tanya Damian penasaran.


" Tidak, aku tidak masalah. Bagiku siapapun yang menyuruh ku itu tidak masalah karena itulah pekerjaan ku."

__ADS_1


" Aaah....Jadi begitu...." jawab Damian dengan nada suara Kembali terdengar meremehkan ditelinga Amora.


Kalau tadi mungkin dia akan tersinggung tapi sekarang dia tidak perduli, setidak perduli lagi dengan syarat yang diajukan oleh pria itu. Karena yang penting sekarang dia akan mendapatkan jumlah uang yang dibutuhkannya untuk Chan, dengan tidak perlu mengemis pada Damian seperti yang diperkirakannya tadi sebelum bertemu dengan pria itu.


" Iya, Jadi bisa kita buat perjanjiannya sekarang," pinta Amora tidak ingin membuang buang waktu . Agar dia bisa segera pergi dari hadapan Damian secepatnya.


 Damian diam tidak langsung menjawab, dia terlihat menelisik ekspresi perempuan itu membuat Amora merasa gelisah. Dia khawatir kalau Damian akan berubah pikiran nantinya.


" Dam!" ulang Amora.


" Baik,berikan nomor rekening mu, akan aku kirimkan uangnya sekarang," perintah Damian, yang kembali membuat Amora ternganga, karena senang juga terkejut mendengar perintah Damian.


" Tapi....Perjanjiannya?" tanya Amora masih tidak percaya kalau pria itu serius akan memberi dia pinjaman atau bayaran, dari pekerjaan yang akan dilakukannya sebentar lagi.


" Lucas akan segera mengantarkannya.Sebelum itu, aku akan memberikan dulu uang bayarannya. Karena sepertinya kau sangat tidak sabar untuk mendapatkan uangnya"


Amora tidak menampik apa yang dikatakan oleh Damian dan tidak ingin mendebat pria itu, karena khawatir Damian akan berubah pikiran lagi nanti.


" Ini"


Amora memberikan nomor rekening miliknya pada Damian, yang seketika itu juga Damian mengirimkan jumlah uang yang dikatakan oleh Amora.


Hanya dalam hitungan detik, jumlah uang itu sudah berpindah ke rekening Amora.


"Sudah?" tanya Damian menatap kearah Amora Dnegan tatapan sulit diartikan.


" Iya, sudah. Thanks," jawab Amora tulus tanpa punya maksud apa apa.


 Tapi ucapan terima kasihnya, entah kenapa membuat ekspresi wajah Damian berubah seolah marah atau kesal, yang membuat Amora heran meski tidak menanyakannya.


" Lalu, apa urusanmu dengan Estela sudah selesai?* tanya Damian, yang dijawab gelengan oleh Amora.


" Aku harus mengembalikan 15 persen dari jumlah uang yang sudah dibayarkan oleh istrimu itu, karena kerja sama kami gagal," terang Amora.


" Lakukan sekarang juga sebelum kau mulai bekerja untukku dan kalau kau masih punya sesuatu yang harus kau kerjakan diluar, selesaikan juga secepatnya. Karena aku ingin ketika kau sudah menandatangani kerjasama denganku kau hanya akan bekerja untukku sampai kontrak kita selesai."


" Untuk masalah itu kau jangan cemas. Aku tidak pernah mengerjakan sesuatu setengah setengah. Apalagi kalau seseorang sudah membayarku, sejumlah yang aku minta," terang Amora serius.

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu," balas Damian.


Pembicaraan mereka terhenti, karena pintu kamar tempat mereka berada, diketuk dari luar oleh Lucas.


Tok! Tok!


" Tuan ini saya."


" Masuklah Lucas!" perintah Damian dengan tidak beranjak dari tempatnya.


Klek!


Pintu kamar dibuka dan Lucas masuk kedalam kamar, dengan membawa amplop coklat ditangannya.


" Ini tuan, berkas yang anda minta saya bawakan," terang kepala pelayan itu, dengan menyerahkan amplop coklat yang dibawanya pada Damian.


Damian menerima amplop tersebut lalu membukanya, setelahnya dia menyerahkan lembaran kertas itu pada Amora.


" Ini tanda tangani," perintahnya.


Amora mengambil semua lembaran kertas yang berisi perjanjian kerja antara dia dan pria dihadapannya tersebut.


Dia mulai membaca satu persatu kalimat yang tertulis disana.Tidak ada yang aneh semuanya terlihat normal, selayaknya perjanjian kerja pada umumnya sampai Amora membaca 3 poin terakhir.


Seketika ekspresinya berubah, dia lalu menatap kearah Damian yang hanya diam, sambil terus menatap kearah dirinya.


" Kau gila Dam! Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tinggal di Mansionmu selama kita terikat perjanjian.Apa kau ingin membuat aku saling cakar dan baku hantam dengan Estela, istrimu!"Bentak Amora kesal.


" Itu bukan urusanku, yang penting kau bisa secepatnya membuat Estela bercerai denganku." balas Damian tanpa rasa bersalah.


" Pria sinting!" maki Amora lirih, yang masih bisa didengar oleh Lucas dan Damian, sampai membuat Lucas menoleh menatap kearah Amora.


Pria paruh baya yang merupakan kepala pelayan di Mansion Damian, merasa heran pada sosok perempuan dihadapannya sekarang.


Itu karena, perempuan tersebut sama sekali tidak merasa takut atau segan sedikitpun pada sosok Damian Bernadez majikannya, seolah perempuan itu sudah sangat mengenal sosok Damian sejak dulu.


" Tanda tangani saja, bukankah kau bilang tidak masalah dengan syaratnya," perintah Damian tidak merasa terganggu dengan makian yang baru saja diucapkan oleh Amora padanya.

__ADS_1


"Iya, baiklah. Kurasa aku harus mulai membuka asuransi jiwa setelah keluar dari sini, supaya kalau terjadi sesuatu padaku selama dirumah ini, aku bisa mendapatkan ganti rugi," gerutu Amora dengan membubuhkan tandatangannya kertas perjanjian dihadapannya.


Sementara tanpa sadar Damian tersenyum, mendengar semua gerutuan yang ucapkan Amora, sambil memberi tandatangan dan cap jari pada berkas perjanjian mereka.


__ADS_2