Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
38. Bujukan Estela Untuk Frans.


__ADS_3

" Kenapa kau tidak minta cerai saja pada Damian Estela?"


Estela yang sedang berbaring dengan posisi telungkup disamping Frans diranjang tempat mereka baru saja menghabiskan siang panas bersama, seketika menoleh kearah pria paruh baya tersebut.


Dia menumpukan sikunya supaya bisa sejajar dengan posisi pria bernama Frans, yang merupakan kekasih gelapnya tersebut sebelum mulai menjawab ucapan pria itu.


" Kenapa kau mengusulkan hal itu, Frans?"Tanya Estela.


" Bukankah kau bilang suamimu sudah tidak perduli lagi padamu, bahkan dia dengan tega membatasi jumlah pengeluaran dikartu kredit yang kau gunakan. Laki Laki tidak berguna seperti itu apa lagi yang kau pertahankan Estela, lebih baik kau tinggalkan saja dia." Ucap Frans, yang bernama asli Fransisco Debosa.


Fransisco Debosa bisa dikatakan sebagai sugar Daddy Estela, mereka sudah bersama sejak sebelum Estela mengenal Damian.


 Hubungan tidak sehat mereka sempat terhenti karena Estela menikah dengan Damian, karena sebuah perjanjian 3 tahun lalu, disaat Damian baru resmi menjadi pewaris perusahaan Bernadez, karena orang tua yang baru ditemukannya meninggal akibat sebuah kecelakaan fatal.


Tapi 6 bulan lalu mereka berdua kembali menjalin hubungan, tepatnya semua terjadi setelah pertemuan tidak sengaja mereka disebuah acara yang dihadiri oleh Damian dan dirinya. Dari pertemuan tersebut, Estela dan Frans mulai saling berkirim pesan dan akhirnya berlanjut sampai kembali saling bertukar Saliva dan erangan diatas ranjang seperti dulu di belakang Damian.


Sebenarnya Frans bukanlah selingkuhan pertama Estela, tapi dengan para pria yang biasa bersamanya dia hanya mencari kesenangan semata, sesuatu yang tidak didapatkan dari pria yang sudah menikahinya selama ini.


Sementara dengan Fransisco Debosa, dia lebih serius menanggapi pria paruh baya tersebut, karena pria tua itu juga seorang pengusaha sukses seperti Damian.


 Jadi bisa dibilang, pria yang baru saja menghabiskan siang panas bersamanya itu adalah sumber kehidupan keduanya setelah Damian selama ini.


Meski begitu, kekayaan dan kesuksesan yang dimiliki oleh Fransisco Debosa tetap tidak sebanding dengan yang dimiliki oleh Damian, pria yang menjadi suaminya sekarang.

__ADS_1


Karena itulah dia tidak bisa mengikhlaskan Damian diambil oleh Amora, yang notabene hanya perempuan bayaran rendahan.


Selain karena Amora tidak selevel dengan dirinya, yang merupakan anak orang kaya meski kehidupan kedua orang tuanya sekarang sudah jatuh bangkrut, karena salah investasi.


Dia juga tidak ingin kehilangan semua yang sudah dinikmatinya selama ini, sebagai nyonya Bernadez.


Estela ingin menguasai semuanya seperti sebelum kedatangan Amora, jadi ketika dia mendengar saran Fransisco Debosa yang memintanya bercerai dari Damian, tentu saja dirinya tidak setuju. Dia tidak akan melepaskan apapun yang sudah dimilikinya selama ini.


" Aku tidak bisa Frans," ucap Estela dengan membalikkan tubuhnya memunggungi pria bertubuh tambun yang masih belum mengenakan apapun dibalik selimut yang menutupi tubuhnya tersebut.


" Kenapa? Apa yang menahanmu Darling. Tinggalkan saja dia dan jadilah kekasihku seperti dulu. Aku akan memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh pria brengsek itu padamu," bujuk Frans dengan mendekat kearah Estela lalu memeluknya dari belakang.


" Tidak semudah itu Frans, masalah kami bukan hanya karena materi semata, tapi juga .." Estela terdiam dia sengaja tidak meneruskan kalimatnya karena tiba tiba sebuah ide gila melintas dikepalanya sekarang.Dan ketika ide itu muncul dia ingin memanfaatkan pria paruh baya tersebut untuk melakukan keinginannya itu.


" Ada apa darling? Ceritakan padaku, mungkin saja aku bisa membantu menyelesaikan masalah berat yang sedang kau hadapi sekarang." bujuk Frans Debora, dengan membelai lembut bahu Estela yang terguncang karena isak pura puranya tersebut.


" Bagaimana caranya? Kau pasti hanya akan mengusulkan aku agar bercerai dari Damian suamiku dan kembali menjadi kekasih gelapmu seperti dulu dan sekarang, sementara kau sendiri tidak pernah mau ketika aku meminta dirimu untuk meninggalkan istrimu, bukan. Jadi apa yang bisa kau bantu Frans?" cecar Estela, dengan membalikkan badan menghadap kearah pria paruh baya tersebut, dalam kondisi polos dan airmata mengalir deras dipipi mulusnya, untuk membuat Frans Debosa semakin merasa iba ketika melihat kondisinya sekarang.


Benar saja, pria paruh baya bertubuh tambun tersebut langsung memberikan ekspresi iba, ketika melihat kondisi Estela. Diraihnya tubuh ramping perempuan itu kedalam pelukannya, lalu dibujuknya seperti dia membujuk seorang anak kecil agar isak perempuan itu reda.


" Ssstt...diam darling, jangan menangis. Sorry aku sudah memberikan pilihan sulit untukmu. Aku janji tidak akan lagi mengusulkan itu mulai sekarang.Tapi cerita kan semua padaku apa yang membuat dirimu terlihat sangat menderita seperti sekarang. Aku janji akan melakukan apapun untuk membuat dirimu tidak merasa sedih lagi," bujuk Fransisco Debosa.


Seketika senyum tipis mengembang dibibir Estela, yang berada didalam dekapan Frans Debosa. Dia masih pura pura terisak tapi sudah terlihat tidak histeris seperti sebelumnya, karena umpannya sudah berhasil.

__ADS_1


" Janji?" ucap Estela, yang dijawab anggukan oleh pria yang memeluknya tersebut.


" Iya, aku janji darling. Jadi ceritakan apa masalah berat yang kau hadapi sekarang ini."


Lalu Estela menceritakan tentang Amora yang digambarkannya sebagai perempuan murahan perebut Damian dalam versi dirinya.


" Jadi....dia, suamimu itu mengabaikan mu hanya karena seorang pela*ur, begitu?!" tanya Frans, dengan geram ketika Estela selesai bercerita mengenai sosok Amora.


Estela mengangguk dengan memasang raut sedih dan terluka dihadapan Frans.


" Iya, karena itu aku tidak ingin bercerai dari suamiku sekarang Frans. Perempuan itu bukan siapa siapa dan aku tidak ingin kalah darinya meski Damian memberikan perhatian lebih untuknya."


" Kau memang tidak boleh kalah darling, kau itu lebih segala galanya dari Pela* ur itu. Pria bodoh saja yang mengabaikan istri secantik dirimu dan memilih mengambil kotoran dijalan seperti yang sudah dilakukan oleh suamimu sekarang," cempoh Frans mengibaratkan apa yang dilakukan Damian suami Estela.


" Itulah, karena nya aku ingin dia yang pergi dari rumah kami bukan malah sebaliknya," balas Estela supaya pria paruh baya tersebut semakin memandang rendah pada sosok perempuan yang dibawa Damian ke Mansion yang ditempatinya sekarang.


" Lalu apa yang ingin kau lakukan untuk menyingkirkan kotoran yang ada di rumahmu itu sekarang darling?" Frans bertanya Dnegan menatap Estela penuh rasa iba.


" Aku tidak tau Frans, tolong bantu aku," pinta Estela sebagai memasang wajah mengiba agar pria paruh baya tersebut mau melakukan permintaannya nanti.


" Kau ingin aku bagaimana. Apa aku harus menyingkirkan perempuan murahan itu dengan menghilangkan nyawanya atau hanya mengancamnya saja. Pilih darling, akan aku kabulkan, apapun yang kau perintahkan untuk menyingkirkan sampah yang menyebabkan aroma tak sedap dalam rumahmu, tersebut."


Seringai senang muncul diwajah Estela mendengar apa yang dikatakan oleh Frans tentang Amora. Estela merasa sangat senang karena Frans Debosa sudah setuju membantunya menyingkirkan Amora untuknya.

__ADS_1


__ADS_2