Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
30. Kemarahan Estela.


__ADS_3

Amora bisa melihat kilat sangat marah diwajah istri Damian itu sekarang, karena melihat tanda tanda sisa perbuatan sang suami yang ada ditubuhnya.


Mengetahui itu Amora merasa sedikit puas, setidaknya dia bisa membalas hinaan yang diucapkan perempuan itu tadi padanya.


Meski Amora tau dia tidak seharusnya semakin memprovokasi Estela dengan menunjukan hal yang tidak pantas, tentang kelakuan sang suami. Tapi mau bagaimana lagi, dia sangat kesal mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut perempuan cantik tersebut.


" Kau sangat keterlaluan dan murahan nona Amora, sekarang menyingkir dari pintu aku ingin masuk untuk bertemu Damian, suamiku!" perintah Estela, dengan berjalan mendekat kearah Amora, berniat menyingkirkan perempuan itu dari tempatnya, agar dia bisa masuk kedalam kamar yang selama ini tidak pernah dimasukinya karena dilarang oleh Damian.


Tapi sebelum Estela bisa masuk, Damian sudah lebih dulu keluar dari dalam kamar, dengan kondisi hanya mengenakan celana panjang saja.


Estela yang melihat bagaimana penampilan pria yang menjadi suaminya saat itu Kemabli dibuat terbelalak. Bagaimana tidak, selama mereka menikah dia sama sekali tidak pernah melihat pria yang menikahinya itu dengan kondisi setengah polos tapi sekarang pria itu dan perempuan murahan yang dibayarnya....


Estela kembali menghentikan langkahnya yang sudah berniat menyingkirkan Amora.Dia terpana menatap ke sosok Damian yang sangat se-xy, dengan deretan kotak kotak indah dibagian dada polos milik pria itu, membuat Estela jadi punya keinginan untuk menyentuh pahatan liat yang tercetak ditubuh sang suami, yang selama ini tidak dipedulikannya.


" Dam" panggil Estela, tetap menatap lekat kearah sosok Damian, yang begitu muncul dari kamarnya langsung mendekat kearah Amora dan dengan tanpa canggung, melingkarkan tangan kekar miliknya ketubuh ramping perempuan itu dengan erat.


" Ada perlu apa kau mencariku Estela?" tanya Damian matanya menatap kearah Estela, tapi tangan yang berada di pinggang Amora bergerak menelusuri perut ramping milik perempuan itu, membuat siempunya tubuh menjadi tegang, tapi tidak berani menyingkirkan tangan jahil milik Damian, karena Estela terlihat menatap kearah apa yang sedang pria itu lakukan.


" Itu...." Estela sampai lupa apa yang akan dikatakannya pada Damian karena melihat apa yang dilakukan pria itu dengan tubuh Amora dihadapannya tanpa malu.


" Katakan, atau kalau tidak mau sebaiknya kau pergi saja dari kamarku karena aku masih punya hal lain yang harus dikerjakan sekarang," ucap Damian, dengan mengecup tengkuk milik Amora dihadapan Estela dengan sengaja, membuat Amora menyumpahi pria itu kasar dalam hati, karena kelakuan gilanya sekarang dihadapan perempuan yang dinikahinya.


" Sibuk? Apa yang akan kau lakukan Dam?" tanya Estela marah,karena sama sekali tidak dianggap penting oleh sang suami dengan memilih ingin menghabiskan waktu bersama seorang perempuan bayaran dibanding mendegar kan apa yang ingin disampaikannya.

__ADS_1


" Kurasa aku tidak perlu mengatakan padamu apa yang aku lakukan, seperti aku tidak pernah bertanya semua kegiatanmu selama ini, bukan?" sindir Damian sinis.


" Kau menyalahkan aku?!" bentak Estela tidak terima mendengar sindiran dari pria yang menjadi suaminya itu.


" Tidak, karena aku tidak perduli padamu Estela," jawab Damian dingin pada sang istri.


" Kau keterlaluan! Kau benar benar tidak memandangku sama sekali sebagai istrimu, Dam!" teriak Estela penuh kemarahan.


Amora hanya bisa mematung mendengar semua teriakan Estela yang dilakukan tepat dihadapannya sekarang, tanpa bisa bergerak pergi karena Damian memeluknya sangat erat.


Dia benar benar merasa seperti sengaja dibuat sebagai tameng oleh pria itu.


" Kenapa baru sekarang kau mempermasalahkan sikapku padamu Estela, bukankah selama ini aku memang selalu bersikap begitu," balas Damian dingin dan seolah sedang berusaha menahan kemarahannya terhadap perempuan yang berstatus sebagai istrinya tersebut, dengan memeluk tubuh Amora lebih erat dari sebelumnya, sampai membuat Amora bisa ikut merasakan aura kemarahan yang sedang coba ditahan pria itu sekarang.


" Benarkah?" balas Damian.


" Iya, dulu kau tidak pernah bersikap seperti ini padaku kenapa sekarang tiba tiba kau...."


" Aku apa?" tanya Damian menatap kearah Estela.


" Kau kenapa tiba tiba membatasi kartu kredit milikku, bukan itu saja Dam. Tapi ini," Estela menunjuk ke sosok Amora yang berada ditengah perdebatan mereka, karena dilarang pergi oleh Damian " Kenapa tiba tiba, kau membawa seorang perempuan murahan ke tempat tinggal kita, kenapa Dam."


" Karena aku menginginkannya. Apa itu masalah bagimu?", balas Damian dengan kembali sengaja mengecup tengkuk mulus Amora, dihadapan Estela. Membuat Estela benar benar terbakar amarah melihat semua sikap yang ditunjukan Damian, pada Amora.

__ADS_1


" Tapi haruskah sevulgar ini, tidak bisakah kau secara sembunyi sembunyi melakukannya, Dam. Bagaimana pun aku ini istrimu dan ini rumah kita, jadi...."


" Apa kau sedang menyuruh melakukan seperti yang biasa kau lakukan dengan para pria selingkuhanmu itu Estela." jawab Damian dingin.


Deg!


Estela seolah langsung terkena pukulan telak, mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Damian. Dia pikir selama ini dirinya sudah berhasil bermain sangat pintar dibelakang pria itu karena Damian tidak pernah perduli tapi ternyata dia salah. Damian tau apa yang sudah dia dilakukan dibelakangnya, kenyataan itu membuat Estela merasa takut sekarang.Takut Damian tidak akan mengembalikan kartu kredit tanpa limit miliknya.


" Itu ..itu karena kau tidak pernah memperdulikan ku selama pernikahan kita!" elak Estela membela diri.


Amora yang juga berada ditengah perdebatan dua orang tersebut, seperti sedang berada ditengah syuting sebuah drama rumah tangga, dengan dirinya sebagai pemeran antagonis perempuannya.


Dia tidak ingin terlibat sedalam sekarang, tapi Damian sengaja membuat dirinya berada ditengah keributan dia dan Estela, dengan menghancurkan citranya sebagai seorang perempuan.


Ingin protes dan marah pada pria itu tapi Amora sadar dia sedang bekerja untuk Damian sekarang, jadi meski muak dengan pemandangan didepannya dan dengan apa yang sedang dilakukan Damian padanya, terpaksa Amora tidak melakukan apa apa.


Dia hanya diam, sebagai penonton juga pengamat perdebatan pasangan suami istri sinting itu, sambil menahan geram pada Damian yang seolah sangat memanfaatkan kesempatan karena dia patuh.


" Jadi begitu yang ada dipikiran mu selama ini tentangku Estela. Baiklah aku tidak akan membantah atau mengelaknya, karena tidak ada gunanya. Kalau begitu apa yang kau inginkan sekarang Estela?" balas Damian, dengan ekspresi tidak perduli pada perempuan yang berstatus sebagai istrinya, karena dibanding mendengar kan ocehan Estela, dia lebih tertarik dengan sosok Amora yang berada dalam pelukannya sekarang.


Dia tau Amora merasa tidak nyaman, dengan posisi mereka sekarang yang sangat intim dengan ditatap marah oleh Estela, tapi Damian tidak perduli.


Karena dengan begini, Amora tidak bisa menolak kejahilan yang dilakukannya dan itu membuat dirinya jadi merasa terhibur, pada kepatuhan terpaksa yang diberikan oleh perempuan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2