
Setelah perdebatan sengit dimeja makan, ketika makan malam hari pertama Amora berada di mansion pria itu,Damian mulai bersikap sedikit normal terhadapnya.
Dia tidak lagi melakukan hal hal aneh seperti sebelumnya tanpa persetujuan Amora.
Hanya satu hal aneh yang dilakukan oleh pria itu terhadap Amora, yaitu sejak malam pertama dia menginap di mansion, setiap malam pria itu selalu tidur dikamar dan juga ranjang yang sama bersamanya.
Semula Amora menolak keinginan Damian, tapi ketika pria itu berjanji tidak akan melakukan apapun, tanpa keinginan dari Amora dan menepatinya.
Terpaksa Amora membiarkan saja pria itu tidur dengan selalu memeluk tubuhnya, meski itu cukup membuat Amora harus benar benar memperkuat pertahanan dirinya, agar tidak menyerang balik pria itu ketika Damian sudah tidur.
Kenapa? Karena ketika tidur bersama Amora, Damian hanya mengenakan Boxer pendek, sebagai pakaian tidur.Itu benar benar sangat mengganggu Amora sebagai perempuan normal.
Meski ada sebuah pelapis tipis yang membatasi kulit mereka, tapi Amora masih tetap bisa merasakan bagian istimewa milik pria itu yang terbungkus dibalik kain, yang disebut Boxer tersebut.
Pertahanan Amora benar benar diuji, seperti kata Damian, dia tidak akan memaksa tapi tidak menolak kalau Amora yang meminta. Benar benar ucapan seorang iblis batin Amora marah, tapi tidak bisa meluapkan karena tidak ingin kalah.
Sementara kalau pagi sampai sore, Amora bisa menikmati waktunya untuk dia sendiri.Damian membebaskan dirinya, karena pria itu harus pergi bekerja kekantor.
Disaat itulah rasanya Amora baru bisa punya hidupnya lagi, tanpa bayang bayang godaan sosok Damian.
Untuk para penghuni Mansion seperti pelayan dan pekerja lainnya.Mereka memperlakukan Amora dengan hormat, seolah dirinya bukan perempuan rendahan, melainkan majikan mereka sendiri.
Ketika dia menanyakan hal tersebut pada Damian, bagaimana mereka bisa bersikap baik padanya, padahal dia adalah perempuan yang merupakan pengganggu hubungan Damian dan Estela.
Damian menjawab pertanyaan Amora hanya dengan dua kalimat arogan khas pria itu 'Karena aku majikan mereka. Aku yang punya kuasa di Mansion ini.'
__ADS_1
Jawaban yang sangat sombong, tapi sesuai dengan karakter seorang Damian Bernadez pikir Amora dan tidak lagi membantah. Bahkan dia juga tidak membantah, ketika pria itu memberikannya lagi black Card yang dulu pernah dikembalikannya, meski Amora tidak tau akan digunakan untuk apa kartu kredit itu. Tapi seperti kata Damian, dia harus mau diberi apapun oleh pria itu, kalau ingin Estela bisa disingkirkan.
Meski ketika menerima kartu keramat tersebut, Estela yang melihat waktu Damian memberikan padanya, karena pria itu memang sengaja memberikannya sesaat setelah mereka makan sarapan pagi bersama, dimana disana ada Estela juga.
Melihat hal itu tentu saja Estela langsung menghina Amora lagi, dengan kata kata kasar juga sinis.
" Penjilat rendahan,aku tau kau punya wajah cantik dan tubuh yang indah, tapi betapa rendah dirimu karena semua kelebihan yang kau miliki, kau gunakan untuk meraup uang dengan cara teramat rendah, Amora."
Mendengar semua ucapan menghina itu Amora langsung terbakar emosi, dia langsung membalas semua yang dikatakan Estela dengan sama sinis.
" Apa kau pikir aku akan perduli mendengar semua hinaan mu itu Estela, tidak. Ini hanya permulaan karena tujuanku datang kesini bukan hanya untuk mendapatkan selembar kartu ini melainkan semua yang ada disini termasuk statusmu sekarang. So,jadi...berhati hatilah karena aku tidak diam saja. Aku sudah merasakan enaknya menjadi perempuan Damian Bernadez, maka yang selanjutnya aku akan menjadi nyonya Bernadez, menggantikan mu."
" Brengsek! Perempuan murahan tak tau diri! Kalau tidak karena aku yang menghubungimu, aku yakin sekarang kau masih mengemis pada para pria hidung belang agar bisa terus bertahan hidup!" teriak Estela marah, mendengar balasan yang diberikan oleh Amora.
Estela benar benar marah dan kesal terhadap Amora, dia tidak menyangka kali ini mendapatkan lawan yang sangat tangguh.
Dia pikir Amora hanya butuh uang semata, tapi melihat sikap dan gelagat yang ditunjukannya, sepertinya apa yang dikatakan tentang ingin menggeser posisinya itu adalah benar.
Apalagi sejak sikap Damian, sejak keberadaan sosok Amora di Mansion, pria itu mulai terang terangan tidak menghiraukan dia. Semua ucapan dan sindiran yang diberikannya, dihadapan pria itu seolah tidak didengarkan lagi.
Seolah pikiran Damian sudah tertutup oleh sosok Amora, perempuan yang menjadi duri dalam dagingnya.
Kesal berada di Mansion harus melihat wajah Amora, Estela memutuskan keluar untuk menenangkan diri.
Dipanggilnya Raymond supir pribadinya, untuk mengantarkan dia pergi, seperti biasa.
__ADS_1
" Antarkan aku keHotel Metro, Raymond,"pinta Estela, yang dibalas anggukan patuh oleh pria yang menjadi supir pribadinya tersebut.
Sebelum sampai dihotel Metro, tempat yang ditujunya. Estela lebih dulu menghubungi seseorang, melalui sambungan telpon selular miliknya.
" Halo Frans, aku sedang menuju hotel milikmu. Apa kau ada?" tanyanya pada orang dibalik telpon.
Ketika mendapatkan jawaban yang diinginkan dari orang diseberang telpon, Estela lalu menyuruh Raymond mengantarkan dirinya sampai tempat yang dia tuju.
" Pergilah, aku akan menghubungimu kalau nanti ingin diantar lagi, Raymond," perintah Estela, yang diangguki dengan patuh oleh pria berusia diawal 40 tahun tersebut, dengan meninggalkan lobi hotel bintang 5, tempat dimana dia menurunkan majikan perempuannya.
Begitu Raymond sudah terlihat menghilang dari area hotel, Estela lalu naik menggunakan lift menuju lantai paling atas hotel tersebut, yang merupakan sebuah kondominium pribadi milik orang yang dipanggilnya sebagai Frans tadi.
Klek!
" Darling, i miss you," ucap Estela, dia berjalan menghampiri pria berusia diawal 50 tahun yang terlihat masih gagah tersebut.
" Estela, kemarilah. Ada apa darling? Apa kau sedang punya masalah serius sekarang, karenanya datang tiba tiba kemari."
Estela mendekat kearah pria paruh baya tersebut, lalu masuk kedalam pelukan pria bertubuh cukup tambun itu dengan manja, seolah sekarang bukan pertama kalinya dia melakukan itu bersama pria paruh baya, yang dipanggilnya mesra barusan.
" Aku sedang resah, Frans.Si brengsek Damian, dia memblokir kartu kredit milikku hingga aku tidak bisa lagi menggunakannya. Bagaimana ini darling," adu Estela manja, dengan sengaja memainkan kancing kemeja yang dipakai pria bernama Frans tersebut.
" Hanya masalah uang, kenapa kau sampai terlihat tidak bersemangat begitu, darling. Kau kan masih punya aku. Minta saja padamu, aku pasti akan memberikannya, asal kau senangkan aku siang ini, bagaimana?" balas pria bertubuh cukup tambun tersebut, dengan mendongakkan kepala Estela, lalu mulai memagut bibir merah merona perempuan itu dengan sangat rakus.
Tolong ramaikan like dan komennya reader, agar autor semakin semangat buat Up lagi ya🥰🙏.
__ADS_1