Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
20.Mansion Damian Bernadez.


__ADS_3

Amora terkejut, ketika mendengar ada seorang pria berusia paruh baya dengan pakaian rapi, tiba tiba menyapa dia.


" Anda....siapa?" tegurnya menatap penuh selidik ke pria tersebut.


" Selamat siang nona Amora Medison, perkenalkan nama saya Lucas Edmound.Saya adalah kepala pelayan tuan Damian Bernadez. Saya diperintahkan oleh beliau untuk membawa anda ke Mansion sekarang."


Amora hampir saja bilang tidak mau, tapi segera dibatalkannya karena ingat kalau tadi dia juga sempat berencana pergi menemui pria itu sesaat ketika Estela bilang tidak bisa membayarnya dalam waktu dekat.


Jadi kedatangan pria paruh baya yang mengaku sebagai kepala pelayan dari Damian, ini bisa dikatakan sebagai berkah atau musibah.Amora sendiri tidak tau. Tapi sekarang jujur saja, otaknya terlalu kosong untuk berpikir secara normal.


Dan tidak ingin melewatkan kesempatan emas itu, yang mungkin saja nanti bisa menjadi musibah baginya, Amora langsung bangkit dari duduknya.


" Sekarang bukan?" tanyanya, yang dijawab anggukan oleh pria bernama Lucas Edmund itu.


" Iya nona, sekarang."


" Kalau begitu ayo kita pergi," Amora berjalan lebih dulu didepan, yang diikuti oleh kepala pelayan Damian dari belakangnya.


Dan ketika Amora berniat naik ke mobilnya,Lucas segera mencegah.


" Silahkan anda ikut bersama saya,biarkan mobil anda nanti dibawa oleh pelayan tuan Damian yang lain," pinta Lucas.


" Tidak perlu, aku akan membawa sendiri mobilku mengikuti mu dari belakang tuan Lucas," tolak Amora tegas.


" Tapi nona Amora, tuan Damian memberi perintah pada saya agar ..."


" Aku tidak akan kabur, kau tenang saja."

__ADS_1


Lalu Amora masuk kedalam mobilnya dan mulai menghidupkannya, membuat pelayan paruh baya tersebut mau tidak mau terpaksa harus naik ke mobilnya sendiri dan membiarkan, Amora mengikuti dari belakang.


Setelah menempuh perjalan sekitar 40 menit, mobil yang dikendarai Lucas dengan mobil Amora dibelakang, sampai di Mansion milik Damian Bernandez.


Begitu berhenti, Lucas lalu menunggu sampai mobil Amora juga berhenti dan setelah itu, dengan sopan santun sebagai pelayan kelas atas, pria paruh baya tersebut menyambut Amora ketika turun dari mobilnya.


" Nona Amora mari ikuti saya untuk menemui tuan Bernandez," perintah Lucas yang dituruti dengan patuh oleh Amora.


Sambil berjalan disamping pelayan paruh baya tersebut, secara diam diam Amora mengamati kondisi tempat tinggal Tristan yang sekarang sudah menjadi Damian Bernandez.


Sebuah Mansion yang sangat megah dengan banyak pelayan juga ruangan, batin Amora ketika melangkah masuk kedalam bangunan megah bak istana tersebut.


Sambil berjalan Amora berpikir, andai dia mengatakan pada Damian kalau sebenarnya mereka punya seorang putra yang sekarang sedang sakit dan butuh uang untuk biaya operasi. Apa pria itu bersedia membantunya? Atau malah sebaiknya, batin Amora sedih.


Amora berpikir seperti itu karena melihat sikap yang diberikan Damian tadi malam padanya, selain itu. Ketika pria itu pergi meninggalkannya, Damian tidak tau kalau sebenarnya waktu itu, dia sedang mengandung Chan. Dan kalau sekarang tiba tiba dia datang dengan membawa berita seperti itu, rasanya mustahil kalau Damian percaya begitu saja kalau Chan Medison adalah putranya, jadi akhirnya Amora berpikir untuk menyembunyikan saja keberadaan Chan dan soal uang dia akan meminta pada pria itu dengan caranya sendiri yang penting bisa berhasil.


" Kita sudah sampai nona Amora," pemberitahuan pelayan paruh baya yang mengantarnya, membuat Amora tersadar dari pikirannya.


" Saya akan memberitau kedatangan kita pada tuan Bernadez," terang Lucas yang hanya dibalas anggukan oleh Amora.


Tok.... Tok....Tok...


" Siapa?!"


 Terdengar suara bernada keras, dari dalam ruang kerja yang tertutup daun pintu oak berukir indah tersebut.


" Tuan ini saya Lucas,saya datang bersama nona Amora Medison," jawab pelayan paruh baya tersebut, pada Damian Bernadez.

__ADS_1


 Sesaat tidak ada jawaban dari dalam membuat Lucas dan Amora hanya diam,menunggu jawaban dari sosok yang ada dibalik pintu ruang kerja tersebut.


Setelah beberapa detik barulah terdengar jawaban yang mereka inginkan dari Damian Bernandez.


"Antarkan dia kekamar yang ada dilantai 3, suruh dia menunggu dulu disana, sampai aku menyelesaikan pekerjaan ku."


Andai dalam suasana tidak membutuhkan pria itu mungkin Amora tidak akan mau melakukannya, tapi sekarang dia sedang tidak punya pilihan demi Chan. Jadi terpaksa dia mematuhi perintah Damian yang sepertinya dilakukan dengan sengaja padanya.


" Baik tuan Bernadez, akan saya antarkan nona Amora kekamar yang dimaksud," Jawab Lucas si kepala pelayan dengan mengajak Amora pergi dari depan ruang kerja Damian, menuju kekamar yang dimaksud oleh Pria itu.


Mereka menuju lantai 3 menggunakan sebuah lift khusus, yang begitu pintunya terbuka langsung tiba dipintu sebuah kamar.


Meski merasa heran dengan kamar yang akan menjadi tempat dirinya menunggu pria itu,tapi Amora tidak ingin berpikiran buruk dan tetap mengikuti Lucas, si kepala pelayan yang mengantar dia sampai masuk kedalam kamar .


" Silahkan anda menunggu tuan Bernandez didalam nona Amora, kalau anda butuh sesuatu, silahkan gunakan telepon yang ada didalam kamar itu untuk memanggil saya," pesan pria paruh baya itu, sebelum pergi meninggalkan Amora sendiri didalam kamar yang sangat besar, juga sangat mewah itu.


Amora masuk lalu duduk disofa yang ada dikamar tersebut, dengan menatap sekeliling kamar.


Kamar itu sangat mewah dan sedikit aneh kalau dikatakan sebagai kamar tamu.


Kenapa? Karena suasana kamar yang penuh dekorasi mewah itu, terkesan sangat maskulin, bukan hanya dari furnitur tapi juga dari dekorasi yang ada dikamar tersebut. Amora bisa melihat kalau tidak ada tanda tanda keberadaan perempuan disana, karena tidak ada satupun barang yang terkesan seperti milik seorang perempuan.


Meski begitu Amora tidak ingin berpikir kalau ruangan tempatnya berada sekarang itu merupakan kamar pribadi Damian.Alasannya tentu saja Karena pria itu sudah menikah dengan Estela. Rasanya aneh kalau mereka berdua menikah tapi tidak tidur dalam satu kamar.


Sementara dulu saja, saat dia dan Damian hanya merupakan sepasang kekasih, pria itu ingin selalu bersama dengannya dimanapun mereka berada. Bahkan seingat Amora Damian adalah sosok yang sangat posesif terhadap dirinya.


Sampai kadang membuat dia merasa jengah karena terus saja dilarang, ketika dia ingin berteman dengan teman prianya dulu.

__ADS_1


Mungkin sikap Damian yang seperti itu yang membuat Estela berniat untuk bercerai dengan pria itu, pikir Amora. Dia mulai mengerti alasan Estela, meminta dirinya untuk membantu agar perempuan itu bisa bercerai dari Damian .


Meski dulu tidak suka dengan semua sikap mengatur dan melarang Damian, tapi sejujurnya ketika pria itu pergi meninggalkannya begitu saja setelah mereka sempat bertengkar hebat, Amora merasa menyesal dan terus berharap Damian akan kembali, terutama sejak dia tau kalau ternyata dia sedang mengandung anak dari pria itu. Tapi ternyata setelah hari itu, sosok Damian yang dulu bernama Tristan tidak pernah muncul lagi didepannya, bahkan ketika dia mencari keberadaannya ditempat dia bekerja serta ditempat tinggalnya, pria itu tidak ada. Dan ketika dia bertanya pada orang orang yang mengenalnya, tidak ada satupun yang tau dimana pria itu berada dan kemana perginya.Amora kehilangan jejaknya.


__ADS_2