Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
12. Berhasil Bergabung Di Ruang VVIP.


__ADS_3

Akhirnya dengan menggunakan jurus bujuk rayu yang dimilikinya, Amora bisa ikut bergabung diruangan VVIP, bersama pria bernama Nathan Edmund dan Damian Bernadez malam itu.


" Apa benar kau hanya sendiri sekarang Amora?" tanya Nathan, tidak percaya meski sudah dikatakan oleh Amora diawal kalau malam ini dia sedang sendiri, dengan alasan ingin menenangkan diri dari masalah supaya bisa ikut bergabung bersama Damian Bernandez, pria yang menjadi targetnya malam ini dan sosok pria tampan satunya, yang diyakini oleh Amora merupakan teman dekat dari pria itu.


" Iya, aku hanya sendiri sekarang, Nathan. Apa itu aneh bagimu?" tanya balik Amora, dengan melirik kearah Damian, yang sejak tadi terus diam dan hanya mendengar percakapannya dengan Nathan.


" Kalau perempuan lain mungkin tidak, tapi kalau dirimu, kurasa itu aneh. Benar begitu bukan, Dam," efek Nathan sengaja, untuk melihat reaksi dari temannya tersebut yang terus saja diam, tapi Nathan tau kalau sejak awal pria tersebut terus saja mencuri pandang kearah Amora.


Mendengar perkataan Nathan, Amora kembali melirik kearah sosok Damian, jujur dia cukup penasaran dengan reaksi pria itu tentangnya.


Damian tidak menjawab tapi kali ini dia menatap kearah Amora tajam, dari balik gelas Wisky yang sedang diminumnya.


Dia tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya terus menatap perempuan tersebut, seolah sedang menguliti sosok Amora dibalik gaun mini yang dikenakannya sekarang.


" Aku serius Nathan. Malam ini aku hanya sendiri datang kemari." Jawab Amora dengan berusaha menutupi kegugupannya, karena terus saja ditatap tajam oleh sosok Damian.


" Tapi sepertinya itu hanya akan sampai malam ini saja, sementara besok kurasa kau sudah .."


" Keluarlah!"


Celoteh Nathan seketika terhenti, mendengar suara bernada perintah yang dilontarkan Damian.


" Siapa?" tanya pria dengan rambut coklat gelap tersebut, menatap kearah Damian.


"Kau,siapa lagi," ulang Damian Bernandez kepada Nathan tegas.


" Aku dan Amora maksudmu?" tanya Nathan lagi dengan menunjuk kearah Amora yang juga terlihat bingung, pada ucapan perintah yang dikatakan oleh pria bernama Damian.


" Hanya kau, sedang dia biarkan saja disini."

__ADS_1


Nathan dan Amora menjadi saling pandang mendengar ucapan Damian. Nathan terkejut begitu juga Amora, tapi dalam konteks yang berbeda tentu saja.


 Masih tidak yakin dengan apa yang diinginkan oleh Damian sahabatnya tersebut, Nathan kembali bertanya pada sosok pria tampan tersebut, untuk memastikan kalau sekarang seorang Damian Bernadez menyuruh dia keluar dari ruangan tersebut, karena ingin bersama dengan seorang perempuan.


Nathan seolah tidak percaya karena sejak mengenal pria itu, ini pertama kalinya Damian ingin bersama dengan perempuan, yang bukan Istrinya.


Tidak, saat bersama istrinya pun, Damian tidak pernah bersikap seperti sekarang.


Meski mereka selalu terlihat akur didepan umum, tapi Nathan yang merupakan tangan kanan pria itu tau bagaimana sebenarnya sikap Bos, sekaligus sahabatnya tersebut selama ini pada Estela, perempuan yang berstatus Istri pria itu.


Hubungan mereka hanya mesra didepan umum, sementara dibelakang Damian selalu bersikap sangat dingin. Bahkan saking dinginnya dia tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Estela dibelakangnya, selama perempuan tersebut bisa menutupi semuanya dari publik.


Dia hanya membutuhkan citra, dari pernikahannya dengan Estela tidak lebih.


Lalu, kenapa tiba tiba sekarang dia tertarik pada perempuan bernama Amora ini?


Nathan merasa tidak percaya, meski tidak memungkiri kalau sosok Amora adalah perempuan yang sangat menarik


Jadi sebenarnya wajar kalau seorang Damian tertarik, karena sejujurnya dia juga tertarik pada sosok Amora, tapi memutuskan mundur begitu melihat gelagat ketertarikan yang ditunjukan oleh Damian.Meski tidak menyangka kalau pria dingin itu akan bertindak seagresif sekarang, dengan mengusirnya untuk keluar dari ruangan karena ingin berduaan bersama Amora tidak lebih dari 1 jam, sejak mereka bertemu perempuan tersebut. Ini sangat luar biasa, benar benar luar biasa, batin Nathan.


" Are you sure Dam?" tanya Nathan untuk lebih merasa yakin dengan keinginan pria itu.


" Yeah. Pergilah, tinggalkan kami berdua sekarang!" perintah Damian lagi, yang akhirnya dibalas Nathan dengan Kedikan bahu.


" Oke, aku pergi sekarang jangan kesal.Silahkan kau memilikinya, aku tidak akan mengganggu."


 Cetusnya karena melihat sorot dingin yang ditunjukan Damian padanya, sebagai tanda supaya dia segera pergi dari sana.


 Tidak ingin terus dianggap pengganggu, lalu Nathan bangun dan berdiri, sebelum keluar dia sengaja mengedipkan sebelah matanya kearah Amora.

__ADS_1


" Bersenang senanglah kalian, nikmati malam ini oke. See you next time Amora."


Amora menatap diam kearah Nathan, sampai pria itu keluar dan menutup kembali pintu ruang VVIP.


Dia menjadi gamang karena hanya berdua saja bersama Damian Bernadez yang lebih menyerupai iblis, dibandingkan manusia dimata Amora sekarang.


Kalau tidak ingat ini kesempatannya untuk merayu pria itu, Amora juga ingin lari pergi menyusul Nathan keluar. Karena berdua saja seperti sekarang bersama seorang Damian Bernadez yang punya wajah serta suara sangat mirip dengan sosok Tristan, pria dari masalalunya membuat Amora benar benar tidak baik baik saja.


Untuk menutupi rasa tidak nyaman yang dirasakannya, Amora berusaha ingin bicara pada pria tersebut, tapi suaranya tertahan begitu mendengar kalimat yang keluar dari mulut pria itu.


"Kemari dan duduklah di pangkuanku," Amora langsung terpaku mendengar perintah berani yang di katakan Damian.


 Bola mata perempuan cantik itu sampai membulat, karena tidak menyangka kalau pria yang dari tadi terus bersikap dingin dengannya, sekarang tiba tiba bersikap sangat agresif.


Oh Tuhan, ini mukjizat atau karma sebenarnya, batin Amora merasa syok dan tidak percaya.


Dia memang biasa bersikap mesra dengan pria yang menjadi kliennya selama ini, tapi semuanya hanya akting, supaya si istri dari pria yang merupakan kliennya marah, lalu menuntut cerai.


Tapi, kasusnya dengan pria bernama Damian ini berbeda, pria itu tidak tau kalau dia datang kemari dengan niat untuk merayunya, supaya dia mau menceraikan Estela istrinya.


Selain itu, ini terlalu cepat. ya, sangat cepat. Dia dan Damian Bernandez, baru saling lihat tidak lebih dari satu jam dan sekarang pria tersebut meminta dia untuk mendekat, lalu duduk diatas pahanya, untuk apa?


Tidak mungkin dia hanya ingin memangku tubuh Amora, seperti memangku seorang gadis kecil bukan?


 Itu sangat tidak mungkin, mereka berdua adalah dua orang dewasa yang sehat, baik jasmani maupun rohani.Jadi sudah pasti tujuan pria itu sekarang ingin menyentuhnya dan...


Bukankah Setelah bilang kalau suaminya ini pria yang dingin pada perempuan manapun selain dia sebagai istrinya, tapi Amora rasa tidak seperti itu. Pria ini seorang pemain perempuan, itu pasti pikir Amora.


Lalu tanpa sadar dia menelan ludah dimulutnya yang tiba tiba terasa kelat.Dia sangat gugup, sekarang, meski selama ini sudah banyak bersama bermacam pria, tapi ini pertama kalinya seorang pria bersikap sangat terus terang padanya.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan sekarang? Kenapa tidak langsung mendekat, my Amor."


__ADS_2