
" Norak dan murahan,benar benar sesuai dengan dirimu," celetuk Estela sinis, ketika melihat Amora keluar mengenakan baju berbahan sutra, berwarna burgundi yang tadi dipilihkan Damian untuk makan malam sekarang.
Amora yang sudah menduga akan mendapat reaksi sinis seperti sekarang dari Estela ketika melihat penampilannya, sama sekali tidak terkejut atau marah.Dibandingkan marah pada Estela, sejujurnya dia lebih marah pada si pelaku yang membuat dirinya benar benar mirip seorang selir sekarang.
Meski merasa tidak nyaman, tapi karena ingat ini bagian dari pekerjaan yang sudah disetujuinya mau tidak mau, Amora tetap memasang ekspresi masa bodoh mendengar sindiran sinis istri Damian tersebut.
Amora memilih, menikmati makan malam mewah yang disiapkan koki Mansion milik Damian, untuk menutupi kejengkelan yang dirasakannya.
" Makanlah yang banyak," ucap Damian, dengan sengaja mengambilkan lagi makanan kepiring Amora, ketika melihat hanya tinggal sedikit sisa makanan dipiring perempuan itu.
" Thanks Dam," balas Amora dengan sengaja tersenyum manja sebagai balasan dari apa yang dilakukan pria itu padanya.
" Ingat malam nanti kau punya janji untuk menyenangkan aku diranjang, jadi isi penuh asupan energinya agar malam ini menjadi malam panjang kita," ucap Damian didekat telinga Amora yang masih bisa didengar oleh Estela ketika mengatakan semua itu.
Estela yang sudah jengah melihat sikap Damian dan Amora sejak pertama kali mereka berdua turun untuk makan malam benar benar dibuat semakin terbakar emosi melihat interaksi dari dua orang itu.
" Tidak bisakah kalian menahan sedikit perasaan menjijikan kalian itu. Dimeja makan ini bukan hanya ada kalian berdua, tapi juga ada aku yang bagaimanapun masih berstatus resmi sebagai istri sahmu Dam! Tolong hargai aku sedikit saja!" bentak Estela keras, karena sudah tidak bisa lagi menahan emosi melihat sikap mereka berdua.
" Jangan kau dengarkan, anggap saja seperti kami tidak ada. Bukankah selama ini kau juga selalu menganggap aku seperti itu Estela," balas Damian dengan menghentikan makannya karena seleranya hilang ketika mendengar ucapan keras dari perempuan yang berstatus sebagai istrinya dan baru meminta hak itu sekarang setelah dia melihat kalau ada perempuan lain yang bisa menarik minat dirinya.
" Bagaimana aku tidak mendengarkan dan melihat, kalau kalian bersikap sangat keterlaluan. Terutama kau!," Estela menunjuk kearah Amora, yang terus saja menyuap makanan dari piringnya dengan mendegarkan perdebatan pasangan sinting itu.
__ADS_1
" Aku hanya tamu disini nona Estela jadi janga bawa bawa aku dalam hubungan pertikaian rumah tangga kalian," jawab Amora masih tidak bergeming dari apa yang dilakukannya ketika menjawab ucapan Estela.
" Tamu! Tamu apa yang tidur dengan suamiku dan makan dimeja makanku seolah dia adalah nyonya rumah!" teriak Estela lagi semakin emosi karena melihat sikap Amora yang tidak menganggap emosinya sekarang.
" Tamu yang mungkin saja akan menggantikan posisi anda kedepannya kalau anda tidak bisa menjaga perasaan suami anda yang tampan dan kaya raya ini untuk berpaling kepada ku."
Brak!
Seketika Estela menggebrak meja ketika mendengar jawaban berani yang diberikan Amora padanya.
" Kau! Kalian!"
Estela terlalu emosi sampai tidak tau bagaimana lagi harus mengatakan sumpah serapah keji pada Damian juga Amora saat itu.
" Kau mengancamku Dam! Kau terus saja mengancamku sejak dia ada kenapa?! " teriak Estela kearah pria yang jadi suaminya dengan perasaan sakit hati yang teramat sangat.
Ya, baru sekarang dia merasa benar benar sudah tidak dianggap ada lagi oleh Damian. Selama ini, meski pria itu terus tidak perduli dan dingin, tapi Estela tau Damian masih memperhatikan dia, keberadaannya masih dianggap penting oleh pria itu. Berbeda dengan sekarang, Estela bisa melihat kalau Damian pria yang menjadi suaminya itu benar benar tidak menganggap lagi keberadaan dirinya.
Baru sehari sosok Amora berada bersama pria itu, tapi Estela sudah bisa melihat dengan jelas, kalau perempuan yang sempat akan bekerjasama dengan dirinya itu sudah membuat Damian menjadi sosok yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Marah, tentu saja Estela sangat marah, juga menyesal karena sudah membuat Damian bertemu dengan Amora, sekarang dia merasa seperti makan buah simalakama.
__ADS_1
Meski begitu dia berjanji tidak akan membiarkan perempuan murahan, yang hanya punya wajah cantik dan tubuh indah itu merebut posisinya dirumah ini sebagai nyonya rumah, tidak akan. Dia tidak akan mau kehilangan semua yang dimilikinya sekarang, untuk diberikan kepada pela* ur murahan itu.
"Sebaiknya anda menuruti saran Damian nona Estela, kalau besok masih ingin berada di Mansion ini. Jangan terus melawan atau menghina ku, karena mungkin saja malam ini aku bisa membuat Damian mendepakmu dari sini," ucap Amora dengan memasang ekspresi datar sombong, ketika mengatakan semuanya dihadapan Estela, yang terlihat menggeram kepadanya kerena terlalu marah.
" Brengsek!" maki Estela lalu berdiri dari duduknya dengan meninggalkan suara keras ketika menggeser kursi makan yang diduduki nya.
" Tersenyum dan tertawa sepuasmu Amora tapi aku janji itu tidak akan lama," ucap Estela lalu pergi dari ruang makan meninggalkan mereka berdua.
" Bravo! Aplaos untukmu my Amor," ucap Damian dengan wajah terlihat senang melihat Amora berhasil membuat Estela pergi lebih dulu dari meja makan.
" Terimakasih pujiannya. Kupikir pekerjaan ku malam ini sudah selesai jadi aku ingin naik untuk beristirahat kuharap kau jangan lagi mengangguk Dam." Lalu Amora berdiri dari duduknya, dia berniat pergi dari ruang makan meninggalkan Damian untuk menuju kamar yang ditempatinya tapi belum sampai dia menjauh dari tempatnya Damian menarik dirinya sampai jatuh keatas pangkuan pria itu membuat Amora lagi lagi harus menggeram karena kesal dengan sikap semaunya yang ditunjukan Damian padanya.
" Dam...Stop!" pintanya lirih, dengan penuh penekanan.
" Kau yakin akan meninggalkan ku sendiri malam ini my Amor," bisik Damian dengan memeluk erat pinggang ramping Amora dan sengaja menyerusukkan kepalanya ke selangka leher milik perempuan itu dengan intim.
" Ingat kau membayarku untuk membuat Estela menceraikan mu bukan untuk menjadi selimut Dam."
" Tapi aku tidak keberatan kalau kau bersedia, karena..."
" Stop! Aku tidak mau dan tidak akan pernah! Jangan berharap sesuatu yang tidak akan pernah bisa aku lakukan untukmu, kumohon tolong hormati keinginan ku Dam."
__ADS_1
" Baiklah, oke my Amor. Tapi ingat tawaranku akan tetap berlaku, jadi pikirkan pelan pelan dan datanglah padaku, kalau kau sudah bersedia," jawab Damian, lalu melepaskan tubuh Amora dan membiarkan perempuan itu menjauh darinya.