Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
26.Sikap Damian


__ADS_3

Begitu kepala pelayan Mansion Damian keluar dari kamar tersebut, Amora segera bermaksud membereskan barang dari koper yang dibawanya, untuk diletakkan keruang pakaian. Tapi ketika dia masuk kedalam ruang pakaian yang ada dikamar Damian, Amora terkejut karena melihat isi seluruh lemari dan rak disana sudah penuh dengan pakaian perempuan.


Amora sempat terdiam sebentar ditempat, dia berdiri sambil menatap deretan dari rak penuh pakaian mahal itu, sampai sebuah suara yang tiba tiba saja sudah ada dibelakangnya mengejutkan Amora.


" Kenapa hanya berdiri diam.Apa kau tidak suka dengan apa yang aku siapkan untukmu ini?"


Amora langsung menoleh kearah Damian, yang ternyata sudah berdiri tepat dibelakang tubuhnya, tanpa Amora mendengar langkah masuk pria itu.


" Kau? Ini..." Amora menunjuk ke deretan pakaian juga kebutuhan perempuan yang tersusun rapi didalam lemari serta rak yang ada diruang ganti pribadi kamar tersebut.


" Iya,ini semua aku siapkan untukmu.Disini, adalah pakaian dan kebutuhanmu, sementara dibagian ini adalah milikku. Bagaimana apa kau suka?" tanya Damian dengan menatap kearah Amora.


Suka? Sejujurnya dia sangat suka dengan semua benda yang dibeli Damian sekarang, karena semuanya adalah benda mahal yang tidak sanggup dia beli atau tidak berani dia beli meski punya uang, karena dibanding membeli semua itu selama ini Amora lebih baik menggunakan uang yang dihasilkannya untuk kebutuhan pengobatan Chan, putranya.


Lalu, bagaimana perasaannya sekarang ketika pria dihadapannya ini meminta tanggapannya tentang barang barang mewah tersebut. Apakah Amora dengan lantang mengatakan terimakasih atau langsung bersorak kegirangan, karena diberi semua itu oleh Damian yang nota bene sekarang hanya kliennya saja. Jawabannya tentu tidak, dia tidak suka.


 Alasannya karena itu bukan dia yang membelinya dan ketika Damian membelikan untuknya, pria itu juga sedang membeli harga dirinya yang sekarang hanya tersisa setipis tisu, dihadapan sosok Damian.


Dibanding menjawab pertanyaan Damian, Amora memilih membatalkan niatnya untuk membereskan koper miliknya seperti rencana semula dan memilih berjalan menjauh dari ruang ganti tersebut meninggalkan Damian tanpa sepatah katapun.


" Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku my Amor.Apa semua itu masih kurang kalau iya, kau tinggal mengatakan saja apa yang kau ingin kan biar nanti kusuruh Lucas membelikannya."


Mendengar apa yang dikatakan Damian Amora menoleh kearah pria itu, dia menatap kearah Damian dengan tatapan dingin.


" Tidak perlu, aku tidak membutuhkan semua itu."

__ADS_1


" Why?" tanya Damian terdengar tidak suka dengan penolakan Amora.


" Karena kita hanya rekan bisnis. Hanya sebatas itu, Dam. Semua yang pernah terjadi pada kita itu hanya Masalalu. Jadi....stop, jangan lakukan apapun yang membuatku berpikir kau adalah Tristan. No, kau sekarang adalah Damian Bernadez, bukan Tristan ku. Pria yang pernah aku cintai itu sudah menghilang 5 tahun lalu, dia pergi meninggalkan luka disini."


Amora sengaja menunjuk ke arah dadanya untuk mempertegas semua yang dikatakannya pada pria dihadapannya itu sekarang.


Alasannya karena, dia tidak ingin terluka lagi untuk kedua kali seperti 5 tahun lalu.


Damian diam tidak memberikan reaksi apapun. Dia hanya menatap kearah Amora dan mendengarkan semua yang dikatakan perempuan cantik itu,begitu Amora selesai bicara. Damian hanya mengedikan bahunya sebagai balasan.


" Ok, tidak masalah kalau kau tidak mau. Tapi kurasa meski kau tidak mau menerimanya kau tetap harus memakai semua barang itu my Amor. Kau Taku kenapa?"


Amora diam masih Dnegan menatap Damian yang bicara padanya.


" Karena kalau kau tidak memakai semua yang kuberikan itu, maka Estela tidak akan percaya kalau kita berdua punya hubungan spesial."


Damian mendekat kearah Amora lalu sengaja mencondongkan tubuhnya sejajar dengan perempuan itu.


" Kau sekarang sedang tertipu dengan wajah polos Estela, my Amor. Kuberi tahu kau, sebenarnya sifat dan tingkah istri ku itu, tidaklah sepolos dan sebaik seperti yang selama ini ditampilkannya di depanmu," ucap Damian didekat telinga Amora.


" Benarkah? Jangan jangan itu hanya alasanmu saja, karena kau memang sudah tidak mencintainya lagi Dam.Jujur saja dibanding dengan Estela aku lebih tidak percaya padamu.Kau tau kenapa? Karena aku sudah pernah merasakan apa yang akan Estela rasakan sekarang!" ucap Amora sinis pada Damian, yang ditanggapi datar oleh pria itu.


" Terserah kalau kau tidak percaya padaku my Amor tapi aku sudah mengenal Estela selama 5 tahun sementara kau...."


" Jadi begitu, ternyata dalam menjalin hubungan kau tipe pria yang punya batas waktu untuk bosan ya," sindir Amora sinis.

__ADS_1


Kali Damian tidak lagi menjawab sindiran sinis Amora, tapi berjalan menuju sofa yang ada dikamar itu dan duduk disana begitu saja, dengan tatapan mengarah ke Amora yang memilih menjauh dari pria itu dengan berjalan kearah jendela lebar yang ada dikamar itu, untuk menatap keluar dari sana.


"Duduklah my Amor. Jangan berdiri disana," perintah Damian, dari sofa tempat dia duduk sekarang.


Amora diam tidak menanggapi perintah pria itu, dia sengaja terus berdiri sambil menatap keluar dari balik jendela dihadapannya.


Dari sana Amora bisa melihat jelas halaman samping Mansion Damian, yang menyuguhkan pemandangan taman bunga dengan berbagai macam bunga tumbuh disana.


Karena terlalu asyik dengan apa yang sedang diamatinya diluar jendela Amora tidak sadar kalau ternyata sosok Damian sekarang sudah ikut berdiri dibelakangnya.


" Apa yang sedang kau perhatikan dengan begitu serius?" tanya Damian dengan mengikuti arah pandangan Amora saat itu.


" Taman itu, sangat indah. Apa itu milik Estela?" tanya Amora dengan nada suara terdengar getir ketika mengatakannya.


" Bukan, itu aku yang membuatnya," jawab Damian yang langsung membuat Amora menoleh kearah pria itu.


" Kau? Untuk apa?" tanyanya heran.


" Entahlah,semula tidak ada niatan apapun ketika aku membuatnya. Hanya kurasa akan terasa indah dan enak dipandang kalau ketika menatap keluar jendela ada taman bunga yang..."


" Seperti impian kita dulu, kau ingat.Aku dulu sangat ingin punya sepetak kecil taman bunga dan kau berjanji akan membuatkannya ketika kita sudah menikah dan punya rumah sendiri.Iyakan Dam."


Damian terdiam tidak menjawab apa yang dikatakan Amora.Tapi ekspresi yang diberikannya sekarang, membuat Amora tau kalau apa yang dikatakannya barusan itu benar.


Taman itu, dibuat oleh Damian sama persis seperti impian mereka berdua. Tapi kenapa pria itu malah meninggalkannya begitu saja 5 tahun lalu. Bukan itu saja kalau Damian belum bisa melupakannya, kenapa tak lama setelah dia pergi meninggalkan dirinya, pria itu malah menikah dengan Estela, istrinya sekarang.Kenapa?

__ADS_1


Amora ingin sekali menyuarakan semua pertanyaan itu, tapi tidak dilakukannya dan dia memilih diam, seperti apa yang dilakukan oleh Damian sekarang, hingga suasana kamar itu menjadi benar benar Sunyi tanpa ada diantara mereka yang ingin mulai memecah keheningan tersebut.


__ADS_2