Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
48. Bagaimana Hasilnya?


__ADS_3

" Bagaimana hasilnya Dam?" tanya Amora dengan tidak sabar, ketika Damian kembali kedalam ruangan perawatannya.


Damian yang baru saja menjalani test pemeriksaan sum sum tulang belakang miliknya untuk mengetahui kecocokannya dengan Chan, tidak bisa langsung menjawab. Karena setelah melakukan serangkaian hal itu, tanpa mendengarkan perintah dari dokter yang menyuruhnya untuk beristirahat dulu, tidak diindahkannya dengan bersikeras kembali keruang perawatan Amora, untuk menemui perempuan itu meski dengan dibantu suster yang mendorongnya dikursi roda.


Amora sebenarnya sadar kalau kondisi Damian sekarang belum pulih, tapi dia benar benar tidak sabar ingin segera mendengar hasil pemeriksaan pria itu, apakah cocok untuk Chan putra mereka atau tidak.


" Sebaiknya tuan Damian beristirahat dulu nona Amora, baru setelah itu silahkan kalian bicara," saran suster yang mengantar Damian keruangan Amora.


Melihat kondisi Damian yang memang cukup pucat Amora tidak membantah saran suster itu.


" Baiklah, akan saya lakukan sus," Ucap Amora, lalu membiarkan suster itu membantu Damian berbaring diranjang lain diruangan itu.


Ruang rawat VIP yang ditempati Amora sekarang memang terdapat dua tempat tidur yang sengaja diminta Damian, satu ranjang pasien dan satu ranjang yang ditidurinya untuk menemani dirinya selama dia dirawat akibat tragedi penculikan yang terjadi itu, jadi ketika perawat mengantar dia kesana, perawat itu membantu Damian berbaring diranjang tempat dia tadi malam berbaring.


" Dokter Peter akan datang kemari untuk memberitahu hasil dari tes yang baru saja dilakukan oleh tuan Damian setelah hasilnya nanti keluar," terang perawat tersebut sebelum keluar dari ruangan mereka.


Amora hanya mengangguk sebagai jawaban untuk penjelasan dari perawat itu, dan tidak lagi mengatakan apapun, atau mengajak Damian bicara setelah mereka tinggal berdua.


" Istirahat lah my Amor jangan terlalu cemas, mengenai Chan percayalah semua akan baik baik saja," bujuk Damian karena melihat Amora yang terlihat gelisah meski tidak mengatakan apapun padanya saat itu.


" Entahlah Dam, aku takut kali ini juga...."

__ADS_1


Ucapan Amora terhenti karena tiba tiba saja dokter Peter masuk keruangan mereka,otomatis perhatian Amora dan Damian beralih ke dokter spesialis patologi itu.


" Tuan Damian, nona Amora saya ingin memberitau kalian tentang hasil test kecocokan sum sum tulang belakang milik tuan Damian, dengan Chan sekarang."


Damian dan Amora saling pandang, meski berada diatas ranjang berbeda tapi pikiran dan perasaan mereka sekarang sama, sama sama cemas kalau hasil yang dibawa oleh dokter Peter tidak sesuai seperti yang mereka inginkan.


Dokter Peter yang berdiri diruangan itu, bisa menyaksikan bagaimana ekspresi kedua orang dewasa yang ada disana, sekarang.


Meski dua orang itu hanya diam dengan saling pandang, tapi dia bisa melihat kekhawatiran dan rasa cemas yang tergambar jelas diraut kedua orang tersebut.


" Saya tau kalian berdua pasti merasa sangat cemas dan khawatir sekali sekarang, kalau sum sum milik tuan Damian tidak akan cocok dengan Chan putra kalian.Itu wajar nona Amora, sebagai dokter spesialis Kanker yang menangani kondisi Chan dari awal sampai sekarang saya tau bagaimana perjuangan anda selama ini."


Amora tidak menjawab apapun begitu juga Damian, mereka diam dengan pikiran masing masing, mendegar apa yang diucapkan dokter Peter pada mereka.


" Dok bisakah anda katakan sekarang, bagaimana hasilnya kalau memang sudah keluar." mohon Amora Dnegan suara yang sedikit bergetar.


Damian ingin sekali mendekat untuk memeluk tubuh perempuan itu, tapi untuk sekarang tidak bisa, karena setelah pengambilan sampel sum sumnya sejam yang lalu, bagian tubuhnya dari pinggang kebawah terasa sangat nyeri, hingga membuat dirinya terpaksa tidak bisa melakukan apa yang ingin dilakukannya.


 " Maaf kalau saya terdengar bertele tele nona Amora, saya perlu menjelaskan ini sebelumnya agar kalian berdua tidak kehilangan harapan, meski sempat sekali gagal mendapatkan donor untuk putra kalian, tapi ini bukan akhir dari segalanya. Begitupun kalau hasil pemeriksaan sum sum milik tuan Damian tidak cocok dengan Chan, kalian masih punya harapan yang kali ini pasti akan cocok, jadi... "


" Apa itu dokter, tolong beritahu dan jelaskan pada kamu sekarang," pinta Amora, dengan menatap kearah Damian yang masih tetap diam.

__ADS_1


" Calon bayi dalam rahim anda nona Amora."


Damian dan Amora kembali saling tatap yang membuat Amora tanpa sadar menyentuh perut ratanya saat itu ketika mendengar ucapan dokter Peter.


" Kalau benar bayi dalam kandungan anda adalah saudara kandung dari Chan,selain kemungkinan sum sum milik bayi itu sama..."


" Bayi ini baru berusia beberapa Minggu, bagaimana anda bisa yakin kalau sum sum miliknya akan sama dengan milik Chan nantinya, dokter!" Amora terdengar emosi mendegar ucapan dokter Peter, meski tidak menyalahkan dokter tersebut tapi itu berarti Chan masih perlu menunggu sekitar 1 tahun lagi baru bisa dioperasi itu pun kalau cocok tapi kalau tidak berarti....Amora tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Chan nantinya.


" Masih ada darah tapi pusar milik calon bayi anda itu nona Amora dan itu tidak perlu menunggu terlalu lama karena .."


" Sebenarnya bagaimana hasil kecocokan antara sum sum milik Damian dan Chan?Apakah tidak cocok?"tanya Amora, kembali memotong ucapan dokter Peter karena tidak tahan lagi menunggu penjelasan dokter tersebut, mengenai kemungkinan itu.


" Maaf, sudah membuat anda berdua sangat tegang. Tapi saya hanya memberi gambaran kalau misal..."


" Katakan sekarang apapun hasilnya itu untuk masalah selanjutnya biar aku dan Amora yang membicarakannya dokter."


Damian yang dari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan antara Amora dan dokter Peter, lama lama tidak bisa menahan diri tidak ikut menyela, karena melihat raut Amora yang memucat, hingga membuat dia sangat khawatir.


Dia ingat penjelasan dokter jaga tadi malam tentang kondisi kandungan Amora sekarang, karena itu ketika melihat raut Amora yang pucat dan cemas, perasaannya menjadi sangat khawatir itu akan berdampak pada kondisi kandungannya yang tidak stabil, akibat kebanyakan menghirup obat penenang yang diberikan oleh Estela kemari sewaktu dia diculik.


Dan Damian tidak ingin mengambil resiko itu, dia melakukannya bukan untuk Chan putra sulung mereka, tapi demi calon bayi yang sangat ingin dilihatnya lahir ke dunia kelak, karena dengan keberadaan bayi itu dia yakin hubungan mereka sebagai dua orang yang masih saling mencintai, ada kemungkinan besar bisa bersatu nantinya.

__ADS_1


" Maaf saya sudah terlalu banyak bertele tele, baiklah akan saya sampaikan sekarang bagaimana hasil pemeriksaan tadi, yang ternyata sum sum milik anda dan milik Chan punya kecocokan tuan Damian."


__ADS_2