Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
24. Saran Dokter Peter.


__ADS_3

Dokter Peter menatap lekat kearah sosok Amora yang duduk dihadapannya sekarang.


Ada rasa iba yang sangat besar terbersit dihati dokter tersebut pada perempuan cantik tersebut,walau tidak bisa banyak membantu kalau itu berkaitan dengan masalah uang, karena dia juga tidak punya.


Apalagi ketika mendengar jumlah yang diinginkan oleh pendonor sum sum untuk Chan Medison, putra perempuan itu.Karena jumlahnya sangat besar pikir dokter Peter dan itu sangat tidak wajar menurutnya.


1 juta dolar, jumlah yang mereka minta kepada pihak Amora selaku wali Chan Medison. Benar benar jumlah yang sangat fantastis, yang lebih mirip pemerasan dari pada niat mendonorkan, pikir dokter Peter.


" E .. nona Amora, sejujurnya saya ingin mengatakan ini pada anda sejak lama, tapi saya khawatir anda akan tersinggung jadi saya..."


" Katakan saja dokter saya tidak apa apa selama itu untuk kesembuhan Chan pasti akan saya ikuti," potong Amora cepat.


Dokter Peter terdiam sesaat diamatinya wajah cantik Amora yang terlihat cemas, perempuan itu mungkin khawatir kalau dia akan menyampaikan khabar buruk mengenai kondisi sang putra, meski sejujurnya tidak sepenuhnya baik juga.


" Begini, sejujurnya sebagai dokter. Saya merasa kalau permintaan pendonor Chan tersebut sedikit berlebihan. Jadi...."


" Saya tidak masalah dokter karena sekarang saya sudah punya uangnya jadi anda katakan saja berapa nomor rekening pendonor tersebut akan saya transfer uangnya sekarang juga supaya Chan bisa segera dioperasi secepatnya."


" Tapi nona Amora. 1 juta dolar itu sangat banyak dengan uang segitu anda bisa...."


" Tidak masalah dokter. Bagi saya uang tidak penting yang penting Chan bisa segera sembuh," ucap Amora memotong perkataan dokter Peter.


Mendengar ucapan perempuan tersebut dokter Peter tidak melanjutkan niatnya semula yang ingin meminta Amora supaya memikirkan lagi memberikan uang sebanyak itu kepada pendonor bagi putranya karena melihat perempuan tersebut sudah sangat berharap melihat putranya yang selama hampir dua tahun sakit bisa segera sembuh.


" Baiklah kalau anda bersikeras saya akan memberikan nomor rekening pihak pendonor pada anda supaya anda bisa mengirimkan uang yang mereka minta. Agar Chan putra anda bisa segera di operasi nona."


" Iya dokter."


Begitu dokter Peter memberikan nomor rekening pihak pendonor, selang beberapa detik Amora langsung mengirim kan jumlah yang diminta oleh pendonor bagi Chan.

__ADS_1


" Sudah dokter." Ucap Amora yang diangguki oleh dokter Peter.


"Baik nona Amora saya dan pihak dokter yang lain akan mempersiapkan operasi Chan secepatnya."


" Terimakasih dokter, kalau begitu saya permisi."


Amora bangun dari duduknya lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan dokter Peter.


Sebelum memutuskan pulang dia pergi menemui Chan diruang perawatan tempat bocah 5 tahun tersebut berada selama ini.


" Mommy," sambut Chan Medison sangat senang begitu melihat Amora datang menemui dia.


" Chan sayang," balas Amora dengan mendekat ke arah ranjang, tempat sang putra duduk dengan selang infus ditangannya.


" I Miss you Mommy," ucap bocah kecil itu dengan memeluk Amora, begitu Amora sudah berada disamping ranjang.


" I Miss you too Darling. Mommy mencintai Chan, bagaimana Chan hari ini apa baik?"


" Iya, suster dan dokter Peter bilang Chan sangat baik dan kalau setiap hari seperti ini tidak lama lagi Chan bisa pulang bersama Mommy."


" Benarkah?!" tanya Amora dengan mencium penuh cinta wajah kurus dan pucat sang putra.


" Iya, dokter Peter bilang obat untuk menyembuhkan Chan sudah mommy dapatkan dan setelah mereka memasukkannya ketubuh Chan, Chan akan sembuh."


Amora tidak bisa tidak terharu mendengar semua yang dikatakan Chan Medison.


Bocah itu baru genap berusia 5 tahun sebulan lalu, tapi dia sudah bersikap sangat dewasa dengan tidak pernah mengeluh atau merengek dengan kondisinya, membuat Amora benar benar sangat bersyukur memiliki Chan dihidupnya.


" Itu benar sayang,Mommy sudah menemukan obat untukmu, jadi tetaplah jadi anak baik dan patuh pada suster serta perawat yang ada disini.

__ADS_1


Nanti kalau Chan sudah sembuh, Mommy akan menjemput Chan pulang lalu kita bisa pergi jalan jalan kebanyak tempat berdua."


" Benarkah Mommy?!" wajah Chan Medison terlihat memerah karena bahagia mendengar apa yang dikatakan Amora.


Dia sudah bertahun tahun hanya berada dirumah sakit, jadi ketika mendengar akan diajak pergi jalan jalan keluar perasaan bocah kecil itu tentu saja sangat senang.


Amora yang melihat binar bahagia diwajah kurus pucat itu hanya bisa mengangguk dengan wajah tersenyum, meski sejujurnya hatinya sangat pedih.


Bagaimana tidak pedih, kalau dia harus melihat putra semata wayangnya selama bertahun tahun harus terus dirumah sakit dengan diawasi oleh para dokter dan perawat, supaya bisa tetap bertahan hidup.


Sejak mendengar diagnosa dokter dua tahun lalu dunia Amora sudah runtuh, kekuatannya untuk bertahan hanya Chan Medison, sang putra yang membutuhkan dukungannya agar bisa terus bertahan hidup dan sembuh.


"Jadi mulai besok, buatlah list tempat tempat yang ingin kamu kunjungi jadi setelah sembuh kita bisa langsung pergi kesana berdua," saran Amora, untuk semakin memberi semangat pada sang putra.


Bocah 5 tahun itu mengangguk.


" Ya, besok aku akan menulis semua tempat yang ingin aku kunjungi bersama Mommy. Tapi selain kita berdua apakah aku boleh mengajak orang lain lagi Mommy?" Pinta Chan Medison dengan wajah penuh harap, dihadapan Amora.


Seketika dahi Amora mengernyitkan mendengar permintaan sang putra" Orang lain? Kau ingin mengajak siapa?" tanya Amora penasaran, meski yang ada dipikirannya saat itu adalah salah satu suster favorit Chan atau mungkin malah dokter favoritnya, atau bisa juga teman yang sama sama berada dirumah sakit itu seperti dirinya.


" Seorang teman, dia ..." Bocah 5 tahun itu terlihat ragu, untuk mengatakan siapa orang yang ingin diajaknya pergi ikut jalan jalan bersama mereka nanti.


Melihat sikap bocah kecil itu yang terlihat sulit mengatakannya sebagai seorang ibu Amora berusaha bersikap bijak, dengan tidak ingin memaksakan sang putra supaya mau mengatakan siapa orang tersebut. Karena dia yakin orang yang dimaksud sang putra, pasti adalah salah satu orang yang berada dirumah sakit ini.


" Baiklah kau boleh mengajaknya, jadi nanti kalau kau bertemu dengan temanmu itu, katakan kalau mommy setuju jika dia berniat ikut pergi jalan jalan bersama kita."


Wajah Chan Medison yang semula sedih langsung berubah senang kembali, mendengar apa yang dikatakan Amora Mommy nya.


" Thanks mommy," ucapnya dengan memeluk tubuh Amora erat, yang dibalas oleh Amora dengan sama eratnya.

__ADS_1


" Your welcome darling," balas Amora.


" Sekarang, supaya kau bisa cepat sembuh, kau harus banyak istirahat, juga patuh pada suster serta dokter. Mommy akan kembali dulu, besok atau lusa mommy akan mengunjungimu lagi sayang," ucap Amora, dengan melepaskan pelukannya pada sang putra, yang dibalas bocah 5 tahun itu dengan anggukan patuh.


__ADS_2