Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
18.Kekesalan Damian Pada Amora.


__ADS_3

 Drettt.... Drettt....


Damian langsung menatap tajam kearah Nathan, ketika mendengar dering nyaring dari ponsel pria kepercayaan tersebut.


" Sorry, aku akan mengangkatnya diluar."


Lalu pria itu keluar, menjauh dari Damian yang saat itu sedang bicara dengan rekan bisnisnya.


" Silahkan lanjutkan penjelasan anda tuan Parker," pinta Damian, pada pria berkebangsaan Inggris yang jadi rekan bisnisnya, hari itu.


*


*


*


" Dam, sebelum kembali kekantor kita harus singgah sebentar kekantor polisi," ucap Nathan, ketika mereka berdua sudah berada didalam mobil, setelah menyelesaikan pertemuan bisnis bersama pria bernama Parker tadi.


" Untuk apa? Apa kau punya masalah disana?" tanya Damian terlihat tidak perduli.


" Bukan aku yang punya masalah di sana, tapi kau."


Seketika Damian mengalihkan tatapannya dari berkas yang sedang diperiksanya, kearah Nathan yang berada dikursi kemudi, sebagai supir.


" Aku? Siapa yang berani membuat masalah denganku? Apa Estela? Kalau dia,perintahkan saja pengacara untuk mengurusnya.Tidak perlu sampai aku yang harus datang kekantor polisi untuk membereskannya."


"Kali ini bukan Estela," terang Nathan, membuat dahi Damian berkerut heran.


" Lalu?"


"Tapi kau, maksudku dirimu yang punya urusan dikantor polisi."


Dahi Damian semakin berkernyit, mendengar perkataan Nathan.


" Aku?! Jangan bicara sembarangan kau Nath! Kau pikir aku...."


" Petugas polisi tadi menghubungiku dan kau tau apa yang mereka katakan padaku?"Damian tidak bereaksi tapi dia terus menatap Nathan tajam, sebagai perintah supaya pria itu jangan bicara berbelit Belit seperti sekarang.


" Petugas itu bilang, tadi pagi ada seorang perempuan yang mengantarkan kartu kredit limited edition kekantor mereka. Dilaporannya si perempuan itu bilang, kalau dia menemukan black Card tersebut di Atlantis Bar. Dan karena dia tidak tau alamat dari pemilik kartu itu, maka dia mengantarkannya kekantor polisi.Supaya petugas disana bisa menghubungi pemiliknya."

__ADS_1


Sebuah dugaan muncul dipikiran Damian Mendengar penjelasan Nathan.


" Siapa perempuan yang mengantarkan kartu itu kekantor polisi, apa dia Amora Medison?"


Nathan mengangguk"Ya, dia. Apa kau sudah menghilangkan kartu milikmu, ketika bersama dia tadi malam, karena itu dia berusaha mengembalikannya?"


Brengsek, maki Damian dalam hati, karena merasa marah mendengar kalau Amora ternyata malah mengembalikan kartu kredit yang diberikannya.Dan cara perempuan itu mengembalikannya benar benar membuat Damian merasa semakin kesal.


Bagaimana tidak, dengan berani dia mengantarkan kartu itu kekantor polisi sebagai barang hilang.


Padahal dengan jelas. Dan Damian yakin Amora tau, kalau dia memberikan kartu itu untuk digunakannya, bukan untuk diantar kekantor polisi seperti sekarang.


 "Entahlah, mungkin saja aku memang menjatuhkannya ketika disana,"jawab Damian, yang jelas tidak dipercaya begitu saja oleh Nathan.


Meski tidak percaya dengan penjelasan dari Damian, tapi Nathan cukup merasa exciting dengan sosok perempuan bernama Amora tersebut.


Alasannya tentu saja karena dalam sekali pertemuan, perempuan itu bisa langsung membuat seorang Damian Bernandez yang dingin dibuat terpikat, lalu dengan berani si Amora Medison ini menolak pemberian dari Damian


Ya, Nathan yakin black Card Damian tersebut pasti sengaja diberikan oleh pria itu, sebagai tanda terimakasih atas kebersamaan mereka, tapi dengan cara unik ditolak oleh perempuan itu.


 " Dia benar benar perempuan yang sangat menarik dan unik. Benar bukan Damian," puji Nathan, yang membuat Damian semakin marah, pada pria yang menjadi tangan kanannya itu.


Mendengar perintah bernada sarkas yang diucapkan Damian, Nathan hanya mengedikkan bahu lalu melajukan mobil yang disupirinya tersebut menuju kekantor polisi tujuan mereka.


*


*


*


" Ini kartu kredit mu."


Nathan menyerahkan Black Card Damian yang baru diambilnya dari kantor polisi, kepada siempunya.


" Hancurkan saja dan minta Akuntan pribadiku, untuk menarik serta memindahkan semua uang yang kumiliki disana, keBank lain."


Mendengar perintah gila yang dikatakan Damian, Nathan hanya bisa mengangguk lalu seketika itu juga menelpon orang yang dimaksud oleh pria itu.


" Lakukan juga untuk milik Estela," Untuk perintah yang ini, Nathan cukup merasa aneh.

__ADS_1


Bagaimana tidak, selama dia menjadi tangan kanan pria ini, tidak sekalipun sosok Damian perduli, dengan apa yang dilakukan oleh perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu.


Apalagi kalau itu berkaitan dengan masalah uang.Selama ini, dia atau pihak Akuntan pribadi pria itu, sudah sering mengeluh tentang jumlah pengeluaran Estela yang tidak masuk diakal, tapi tidak pernah ditanggapi oleh Damian.


Lalu tiba tiba sekarang, pria itu meminta dia untuk memberitau Akuntan pribadinya supaya memblokir juga kartu kredit Estela, hanya karena kartu kredit yang diberikannya untuk perempuan bernama Amora, ditolak secara unik oleh perempuan tersebut.


" Kau yakin Dam, bukankah selama ini kau tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Estela, selama itu tidak merusak citra mu. Lalu kenapa sekarang...."


" Lakukan saja seperti apa yang aku suruh.Bukankah kalian aku bayar mahal untuk itu, bukan untuk memprotes apa yang aku lakukan!" potong Damian tidak suka.


Mendengar perkataan Damian,Nathan tidak lagi membahasnya, karena tau sepertinya sekarang suasana hati pria berdarah Latin Prancis yang menjadi atasannya itu, sedang buruk karena ulah perempuan bernama Amora tersebut.


Dalam hati Nathan semakin penasaran dengan sosok Amora yang sesungguhnya.


Dia yakin perempuan itu pasti perempuan yang istimewa, hingga sampai membuat seorang Damian begitu terpengaruh padanya.


" Lalu setelah ini apa kita akan kekantor atau kau ingin pergi ketempat lain?" tawar Nathan, saat akan menjalankan mobil meninggalkan kantor polisi tempat mereka berada sekarang, setelah sebelumnya dia menghubungi Akuntan pribadi pria itu, untuk mengatakan perintah yang dikatakan Damian pada si Akuntan.


" Kita langsung pulang ke Mansion," perintah Damian, yang diangguki oleh Nathan.


" Pulanglah," perintah Damian pada Nathan, begitu dia sampai di Mansion pribadinya.


Nathan tidak menolak, perintah dari Damian.Karena kebiasaan Damian setelah dia mengantar pria itu sampai ke Mansion tempat tinggalnya, itu tandanya dia tidak memerlukan Nathan lagi.


" Tuan Damian," sapa Lucas, hormat pada majikannya begitu melihat Damian berjalan masuk ketempat tinggalnya yang menyerupai istana abad pertengahan itu.


Ya, Arsitektur bangunan Mansion yang ditempati oleh Damian memang dibangun menyerupai sebuah kastil di abad pertengahan. Dengan banyak kamar didalamnya yang ditempati oleh dirinya, Estela.Beserta beberapa puluh pegawai yang bertugas merawat kondisi Mansion, serta melayani dirinya dalam semua hal.


" Apa Estela pergi?" Tanya Damian pada Lucas, meski tau jawabannya tapi dia tetap bertanya.


" Iya, sejak pagi tuan." Terang pria paruh baya tersebut, memberi penjelasan.


" Siapa yang mengantar?"tanya Damian lagi.


" Seperti biasa Raymond," terang Lucas.


Damian diam, sesaat. Lalu setelah itu, baru dia mengatakan sebuah perintah untuk kepala pelayan kepercayaannya itu.


" Pergi, cari alamat dari perempuan bernama Amora Medison.Lalu bawa dia ke Mansion, kalau kau sudah menemukannya," perintah Damian yang membuat Lucas terdiam, karena merasa heran dengan perintah yang diberikan oleh bosnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2