
Keheningan yang terjadi terasa sangat canggung bagi Amora.Bagaimana tidak, Damian diam sambil menatap lekat dirinya membuat Amora seolah sedang ditatap oleh sosok Tristan, seperti dulu.
Dalam suasana yang terasa sangat meresahkan Amora ingin mendekat ke sosok pria dihadapannya sekarang, tapi dia sadar dirinya harus menjauh. Ya, dia harus membentengi dirinya dan juga hatinya dari pria didepannya tersebut.
Alasannya sangat banyak, salah satunya karena pria itu bukan lagi sosok yang sama dengan pria yang pernah mencintainya dulu. Dia sekarang adalah suami dari perempuan lain dan juga, seorang pria dengan kekayaan serta status yang sangat berbeda dengan dirinya.
Mungkin bagi Damian, dirinya hanya sebuah aib masalalu semata.
Jadi sebisa mungkin, Amora akan berusaha menjaga hati serta perasaannya dari segala macam godaan Damian, sampai kerjasama yang sudah mereka sepakati itu selesai nanti.
" E...Aaku sedikit lelah dan ingin istirahat sebelum waktu makan malam, jadi bisakah kau...."
Tok! Tok! Tok!
" Dam! Damian! Buka pintunya! Kita perlu bicara sekarang!"
Amora terkejut, mendengar suara ketukan dan teriakan keras, yang berasal dari pintu kamar tempat mereka berada sekarang.
" Itu..."
Amora menatap kearah pintu yang masih diketuk dengan keras dari luar, lalu menoleh kearah Damian. Dan merasa heran karena pria itu tidak terlihat menunjukan reaksi apapun, ketika mendengar suara teriakan gaduh tersebut.
" Estela, itu suara Estela. Kenapa? Apa kau terkejut mendengar dia berteriak keras seperti itu?" tanya Damian.
Amora tau itu adalah suara Estela, tapi kenapa nada suara perempuan itu terdengar sangat marah pada Damian sekarang. Dan kenapa suara Estela yang sekarang berada diluar kamar, terdengar sangat berbeda dari yang ditunjukkannya pada Amora selama ini.
" Aku tau itu suara Estela, istrimu tapi kenapa dia sampai berteriak sekeras itu?" tanya balik Amora penasaran.
" Entahlah, aku juga tidak tau kenapa dia berteriak keras didepan kamar ku sekarang," jawab Damian, dengan mengedikkan bahu, sebagai bentuk sikap tidak perduli dengan keributan yang di buat Estela diluar kamar saat itu.
__ADS_1
" Kau harus keluar untuk melihatnya Dam untuk bicara dengannya," perintah Amora.
Damian tidak menanggapi perintah perempuan itu dan tetap membiarkan suara teriakan Estela diluar kamar yang belum juga berhenti, hingga membuat Amora merasa kesal pada sikap Damian yang tidak perduli dengan perempuan yang berstatus sebagai istrinya tersebut.
" Dam! Keluar dan bicara lah dengannya. Jangan biarkan dia terus berteriak seperti itu. Kau itu suaminya, apa kau pikir sikap mu sekarang ini pantas sebagai seorang suami!" bentak Amora kesal.
" Kau saja yang keluar my Amor. Kurasa Estela akan langsung berhenti berteriak seperti sekarang kalau kau keluar dari kamar ini menggantikan aku," perintah Damian dengan wajah tanpa rasa bersalah.
Amora membolakan matanya, mendengar perintah yang diberikan Damian. Dia berpikir pria itu benar benar sudah sinting, bagaimana bisa dia menyuruh dirinya yang harus keluar dari kamar untuk menghadapi Estela, istri pria itu. Apa Damian berniat membuat Estela mencabik cabik dirinya sekarang, batik Amora kesal.
" Kau gila Dam! Kau menyuruhku keluar dari kamar ini, untuk menghadapi Estela. Apa kau berniat melihat kami berdua saling cakar sekarang!" Bentak Amora marah.
" Tidak, tapi bukannya itu pekerjaan mu sekarang my Amor.Apa kau lupa dengan perjanjian kita?"
Amora terkesiap mendengar apa yang dikatakan Damian . Pria itu benar, dia disini bekerja untuk membuat istri pria itu, Estela meminta cerai pada Damian. Dia adalah pelakor bagi Estela, jadi seharusnya memang dia yang keluar untuk menghadapi Estela sekarang supaya perempuan yang ada diluar kamar tersebut berpikir, kalau dirinya dan Damian memang punya hubungan spesial.
Tapi ketika Amora sudah berniat berjalan menuju pintu kamar, tempat mereka berdua berada sekarang. Sebelum dia melangkah pria itu tiba tiba mencekal lengannya.
" Apa lagi?" tanya Amora, dengan suara ketus tidak suka.
" Jangan keluar seperti ini," perintah Damian dengan menatap kearah Amora, yang membuat dahi Amora mengernyit bingung.
" Kenapa? Apa ada yang salah atau tidak pantas kalau aku keluar seperti ini?" tanya Amora tidak suka dengan ucapan Damian padanya.
" Bukan tidak pantas, tapi penampilanmu sekarang kurang meyakinkan," jelas Damian, yang tentu saja membuat Amora bingung mendengar ucapan pria itu.
" Kurang meyakinkan Bagaimana?" tanya Amora, dengan menatap kearah dirinya.
Dia merasa tidak ada yang salah dengan penampilannya sekarang. Cukup sopan dibanding biasanya, lalu kenapa Damian bilang kalau penampilannya kurang meyakinkan.
__ADS_1
Dibagian mananya yang kurang. Apa karena pakaian yang dikenakannya yang terlalu biasa? sekarang dia memang hanya mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam dengan bawahan celana jeans panjang saja. Mungkin terlihat kurang menarik bagi Damian. Atau karena dia hanya berdandan natural, jadi terkesan sangat biasa dimata pria itu karena itu Damian bilang kalau penampilannya sekarang kurang meyakinkan , Pikir Amora.
Sebelum Amora semakin bingung dengan letak kekurangannya Damian menariknya mendekat.
" Kemarilah," pinta Damian, dengan menarik tubuh Amora mendekat, sampai posisi mereka berdua hampir menempel.
Amora tidak menolak, karena berpikir Damian berniat mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan pertanyaannya barusan,tapi ternyata dia salah.
Damian menarik tubuh Amora mendekat, lalu setelah mereka tidak berjarak, tiba tiba pria itu menarik lepas atasan Kaos yang dikenakan Amora saat itu, membuat Amora reflek berteriak karena terkejut dengan apa yang dilakukan Damian.
"Dam! Are you crazy?!" teriak Amora marah.
Bukannya mendengarkan hardikkan marah Amora, Damian malah semakin melakukan hal gila dengan menarik lepas penutup dada yang digunakan perempuan itu.
" Damian stop! Apa yang kau lakukan, lepaskan ada Estela diluar kamar jangan gila!" bentak Amora berusaha melawan apa yang sedang dilakukan pria itu terhadap dirinya.
Karena setelah melepas penutup dada yang dikenakan Amora Damian tiba tiba menghisap kuat bagian atas dada Amora, sampai membuat siempunya berteriak karena terkejut juga sakit.
" Auwww Dam! Stop!" teriak Amora keras,
Amora yakin teriakannya itu bisa didengar oleh Estela dari luar kamar, itu terbukti dari panggilan Estela pada Damian yang berteriak menanyakan, perempuan yang berada bersama pria itu dikamar sekarang.
" Dam! Damian! Buka pintunya sedang apa kau dikamar sekarang?! Apa kau sedang bersama perempuan?! Jawab Dam!" teriak Estela, terdengar sangat gusar ketika menanyakan.
Sementara itu Damian baru melepaskan Amora, ketika dia sudah meninggalkan tanda merah kebiruan dibagian dada dan sekitar leher Amora.
" Sekarang terlihat cukup meyakinkan dan aku yakin, Estela akan percaya kalau kita berdua punya hubungan," ucap Damian, dengan wajah tanpa dosa menatap kearah Amora yang marah, dengan apa yang baru saja dilakukan pria itu padanya.
Tanpa
__ADS_1