Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
41.Ketegasan Damian.


__ADS_3

" Aapa....maksud ucapan mu , Dam? Jjangan bilang kau berniat menceraikan Estela?"


Nyonya Robert, ibu Estela mencoba berani bertanya pada pria yang berstatus sebagai menantu nya itu.


" Iya, aku memang bermaksud melakukannya."


Seketika Estela terhenyak, mendengar jawaban yang diberikan Damian.


Meski dia sudah menduga Damian akan melakukan ini padanya, tapi Estela tidak berpikir akan secepat ini pria tersebut melakukannya. Bahkan dia mengatakan hal itu secara jelas dihadapan kedua orang tuanya, yang Estela pikir akan bisa membuat Damian merasa takut atau gentar meski yang terjadi malah sebaliknya.


" Bercerai?! Kenapa?! Apa Estela sudah melakukan kesalahan padamu sehingga kau tiba tiba saja ingin menceraikannya!" Tuan Robert terlihat mulai emosi ketika bertanya pada Damian.


"Untuk alasan atau pun kesalahan, kurasa sejak awal kita semua tau kalau pernikahan kami ini memang sebuah kesalahan, atau lebih tepatnya demi sebuah alasan yang sekarang tidak ku perlukan lagi. Kenapa? Karena ternyata selama kami menikah, bukan aku yang mendapatkan keuntungan dari hubungan ini, melainkan kalian."Jelas Damian, menatap dingin kearah tiga orang yang sedang menatap dirinya, dengan ekspresi tak bisa dikatakan.


" Apa maksudmu kau tidak mendapatkan keuntungan dari pernikahan ini. Bukankah sebelum menikah kita semua sudah sepakat apa saja yang kau dapat kalau menikah dengan Estela. Yang pasti nama baikmu sebagai anak hilang dari keluarga Bernadez menjadi tidak lagi diragukan oleh para pemegang saham juga investor diperusahaan milik keluarga mu itu. Tanpa pengaruh dari nama besarku saat itu, sekarang kau pasti tidak bisa berada di posisimu sekarang, Damian," ucap Tuan Robert.


 Senyum smrik muncul disudut bibir Damian, mendengar apa yang dikatakan oleh pria tua itu.


"Kurasa kau salah tuan Robert. Apa yang aku dapatkan sekarang semua ini karena usahaku sendiri.Saat itu aku hanya ingin sedikit membalas budi sebagai seorang anak pada kedua orang tuaku dengan setuju menikahi Estela. Tapi ternyata, sejak awal kau hanya memanfaatkan aku yang baru masuk dalam keluarga Bernadez,dengan bersikap baik padaku dihadapan kedua orang tuaku yang selalu baik seharusnya aku langsung menceraikan Estela begitu kedua orang tua ku meninggal, tapi saat itu aku terlalu lalu dan akhirnya mengabaikan tingkah laku kalian yang terus saja memanfaatkan aku sebagai sumber finansial kalian selama ini."


" Kami tidak seperti itu! Jangan menuduh kami sembarangan Damian!" Bentak tuan Robert murka, mendengar tuduhan dan hinaan yang dilontarkan Damian.

__ADS_1


Damian mengedikkan bahu mendengar kemarahan pria tua yang berstatus sebagai mertuanya itu.


"Sanggahan yang sia sia tuan Robert. Tapi tidak masalah, karena meski kalian manfaatkan aku selama ini. Aku tetap harus mengucapkan terimakasih pada kalian. Jadi sebagai ucapan terimakasih akan aku berikan tanda ucapan terimakasih melalui pengacaraku, saat nanti dia mengantar kan surat cerai yang harus ditandatangani oleh Estela." Ucap Damian, lalu berdiri dari duduknya tanpa memperdulikan raut kemarahan diwajah ketiga orang yang ada diruang makan tersebut.


" Dam tunggu!" tahan Estela, dia ikut bangkit dari duduknya lalu berniat menyusul Damian yang sudah melangkah menjauh.


" Tidak perlu ikut kembali ke Mansion bersamaku Estela. Biar Raymond dan pelayan di Mansion yang mengantarkan barang milikmu kemari malam ini."


Tubuh Estela seketika kaku mendengar ucapan Damian. Dia sangat syok diusir sekejam itu oleh Damian, tanpa diberi kesempatan untuk menolak dan bertanya pada pria itu.


" Meski selama menikah aku sudah memberikan banyak materi pada mu, tapi nanti setelah kita bercerai aku tetap akan memberimu lagi harta Gono gini sepantasnya, sebagai bentuk terimakasih ku. Jadi, jadilah calon mantan istri penurut sampai pengacaraku datang kemari membawakan surat cerai kita yang harus kau tanda tangani, agar aku tidak berubah pikiran lagi." Setelah mengatakan semua itu Damian melangkah pergi dari hadapan mereka.


Estela langsung terduduk dilantai ruang makan rumahnya, dia benar benar syok. Bahkan tanpa bisa dibendung, airmata kekesalan mengalir keluar dipipinya.


" Aaaa...." tanpa sadar Estela berteriak sangat keras untuk meluapkan emosi akibat semua yang baru saja di ucapan Damian.


" Estela, bagaimana ini?" tanya nyonya Robert dengan raut cemas menatap kearah sang putri yang sedang dalam kondisi syok sekarang.


Estela menatap kearah sang ibu yang juga menatap kearahnya.


" Apa maksud mommy dengan bagaimana?! Bukankah mommy dan Daddy mendengar semuanya yang dikatakan Damian. Kenapa masih bertanya padaku. Apa mommy pikir aku tau?!!" bentak Estela dengan kalut.

__ADS_1


" Ini semua salahmu Estela. Kau benar benar anak tak berguna! Sudah susah payah aku membuatmu menjadi nyonya Bernandez tapi lihatlah sekarang.Dia, si anak terbuang itu menceraikan mu dengan cara rendahan seperti sekarang."


Seketika Estela menoleh kearah tuan Robert ayahnya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh orang tua itu.


" Daddy menyalahkan aku?! Kenapa?! Selama ini aku sudah banyak berkorban untuk keluarga ini, tapi kalian masih juga menyalahkan aku ketika Damian membungkuk. Apa kalian sama sekali tidak pernah mencintaiku sebagai putri kalian, bukan sebagai barang yang berguna!" teriak Estela penuh kemarahan.


Lalu dia bangun dari posisinya yang terduduk dilantai dan tanpa memperdulikan kedua orang tuanya lagi, Estela pergi meninggalkan kediaman keluarga Robert.


Begitu keluar dari rumah kedua orang tuanya Estela lalu menghubungi Frans melalui ponsel miliknya.


" Halo darling, bisa kau jemput aku sekarang dirumah kedua orang tuaku," pinta Estela pada Frans dengan suara parau yang terdengar sangat menyedihkan semenyedihkan penampilannya sekarang, tapi dia sengaja tidak merapikan diri, supaya ketika Frans melihat bagaimana penampilannya sekarang, pria tua kekasih gelapnya tersebut, akan semakin merasa iba terhadap kondisinya.


" Baik aku akan kesana sekarang Darling. Apa sudah terjadi sesuatu padamu kenapa suaramu terdengar seperti tidak baik baik saja?" tanya Frans terdengar khawatir dari seberang telpon.


" Jemput aku sekarang, akan ku ceritakan ketika kita bertemu nanti, Darling," jawab Estela, lalu mematikan panggilan mereka tersebut.


Hanya sekitar 15 menit, sebuah mobil berjenis limo, berhenti didepan Estela.


Begitu melihat mobil mewah yang merupakan mobil milik dari Frans kekasihnya, Estela lalu berjalan mendekat dan langsung naik ketika supir mobil tersebut membukakan pintu bagian belakang untuknya.


Begitu masuk kedalam yang juga ada Frans disana, Estela tanpa ragu lalu memeluk tubuh pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


" Darling..Hiks ..Hiks...." Estela menangis pilu didalam pelukan Frans dikursi belakang Limo.


" Darling,ada apa? Kenapa kau terlihat sangat kacau seperti ini? Apa sudah terjadi sesuatu saat kau berada dirumah kedua orang tuamu tadi?" tanya Frans dengan suara cemas ketika melihat kondisi Estela sekarang.


__ADS_2