Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
16.Black Card Damian.


__ADS_3

Amora pikir setelah Damian Bernandez melepaskan ikatan ditangannya, pria itu juga akan membiarkan dia pergi dari sana, tapi ternyata salah.


Begitu ikatan ditangannya terlepas tanpa mengatakan apapun lagi, tiba tiba Damian langsung membopong tubuhnya.


Amora yang sangat terkejut langsung terpekik.


" Auwww Damian! Apa yang kau lakukan!" teriaknya dengan meronta dalam bopongan pria itu.


" Diamlah my Amor. Kita akan berpindah ketempat yang lebih nyaman."


Damian mengatakannya dengan berjalan menuju kesebuah pintu yang berada dibagian dalam ruang VVIP, tempat mereka berada sekarang.


" Damian lepas!Turunkan aku! Sudah kukatakan aku tidak mau. Aku mau pulang!"


Bukannya mengikuti keinginan Amora, pria itu malah berjalan dengan langkah lebih lebar menuju ruangan yang sekarang pintunya sedang dibukanya tersebut.


Dan begitu sampai didalam ruangan itu, yang ternyata adalah sebuah kamar dengan ranjang besar berukuran King size.


 Damian lalu meletakkan tubuh Amora dengan cukup keras keatas ranjang, sampai membuat tubuh perempuan itu sedikit melambung. Sebelum Amora berhasil bangun, Damian sudah mengungkung tubuh Amora kembali dibawahnya.


" Tristan eh Damian, lepaskan aku," pinta Amora lagi, berharap pria itu mau melakukannya.Meski dilihat dari raut wajahnya sekarang, Sepertinya itu mustahil. Amora berniat akan terus berusaha menolak pemaksaan, yang dilakukan Damian Bernandez padanya sekuat tenaga.Itu niat awalnya, tapi begitu Damian mulai mencumbunya dia mulai melupakan tekad itu.


Kenapa?Karena pria itu tidak lagi melakukannya dengan kasar seperti sebelumnya, melainkan melakukan dengan lembut.


Tristan mencium bibirnya sama seperti bagaimana dulu pria itu selalu melakukannya, sentuhan tangannya juga sama.


Sejujurnya selama ini Amora tidak pernah bersama pria lain, selain dengan pria itu selama ini, alasannya karena memang hanya sosok Tristan yang sudah berganti menjadi Damian, tetap merupakan pria satu satunya dalam hidupnya.Karena perasaannya terhadap pria itu sangat dalam. Selain itu ada Chan Medison yang menghubungkan mereka, hingga membuatnya semakin sulit move on, dari bayangan pria itu selama ini.


Jadi begitu Damian menyentuh dirinya, dengan cara yang sama seperti yang dulu selalu dilakukannya, Amora benar benar langsung terbuai.


Rasa rindu dan cinta yang terpendam didalam hatinya, seolah langsung meluap keluar, malam itu.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar desisan lirih penuh gairah, meluncur keluar dari bibir indahnya ketika pria itu menyentuh bagian sensitif tubuhnya.


" Tris.... Tristan..." desis Amora, sebagai reaksi dari sentuhan pria itu pada tubuhnya.


" Aku merindukanmu my Amor," ucap Damian sebagai balasan dari gumaman yang terlontar dari mulut Amora, dibisikkannya dengan lirih ditelinga perempuan itu, yang membuat Amora semakin dibuat terbuai dan mabuk.


Dia merasa seperti sedang kembali kemasa lalu, kemasa dimana saat dia dan Damian sedang sangat saling mencintai.


Karena itu, akhirnya malam itu, Amora tidak lagi menolak ketika Damian terus mencumbu dirinya.Bahkan dengan sadar dia membalas cumbuan yang diberikan pria itu.


***


Amora terbangun dari tidurnya, dia sedikit terkejut melihat kondisi kamar tempatnya berada sekarang.


' Dimana dia sekarang?' batin Amora, dengan mengedarkan tatapannya kesekeliling kamar mewah tersebut.


Hotel. Iya ini sebuah kamar hotel, lalu dengan siapa dia berada disana sebelumnya? Karena sekarang ternyata dia hanya sendiri berada dikamar tersebut.


Amora berpikir dan ketika kilatan ingatan apa yang terjadi tadi malam, antara dirinya dengan Damian Bernadez yang ternyata merupakan Tristan Daniel, mantan pria yang sangat dicintainya dulu. Amora memejamkan matanya, karena sekarang setelah sadar dia baru merasa bodoh dan menyesalinya.


Oh tidak, apa yang sudah dilakukannya ini! Dia sudah tidur dengan pria yang sudah menikah, meski pria itu adalah ayah dari anaknya tapi hal itu tetap tidak benar, karena secara tidak langsung dia sekarang benar benar adalah seorang pelakor.


Dia sudah menjadi perempuan murahan, pikir Amora yang membuat dirinya langsung merasa bersalah, terhadap Estela istri Damian.


Meski selama ini dia juga bekerja sebagai pelakor, tapi sekarang berbeda, karena selama ini kemesraan yang dilakukannya bersama para kliennya tersebut, adalah demi pekerjaan, sementara dengan Damian alias Tristan tadi malam...


Jelas jelas itu bukan berkaitan dengan pekerjaannya, itu lebih berkaitan dengan perasaan rindu dan ...


Pikiran Amora yang terus merasa bersalah, tiba tiba teralihkan ke atas meja nakas yang ada didekat ranjang, tempatnya berada sekarang.


Diatas meja tersebut tergeletak sebuah Black Card. Ya, disana ada sebuah Black Card yang pasti sengaja ditinggalkan oleh seseorang, karena tidak mungkin ada orang yang lupa membawa benda seberharga itu, pikir Amora.

__ADS_1


Dan Amora yakin, orang yang meninggalkannya pasti adalah Damian, dia meninggalkan kartu itu sebelum pergi meninggalkan Amora sendiri didalam kamar hotel Club Atlantis setelah mereka menghabiskan malam panas bersama.


Menyadari hal itu, lalu Amora bangun untuk mengambil benda berharga, tapi sangat terkutuk baginya tersebut dengan marah.


Tapi dia merasa semakin marah saat membaca catatan yang ditinggalkan oleh pria itu untuknya.


Di catatan Damian menulis.


'Aku sangat menikmati percintaan kita tadi malam, jadi sebagai ucapan terimakasihku, Aku sengaja meninggalkan kartu saktiku ini untukmu.


Gunakan saja sesuka mu, kau boleh membeli apa saja dengan ini atau melakukan apa saja. Aku yakin jumlahnya lebih banyak dari jumlah uang yang ditawarkan oleh Estela padamu.Selamat menghabiskan uangku yang tidak terbatas my Amor. See you next time.


" Pria keparat, brengsek, menyebalkan...."


Amora memaki, dengan merobek robek kertas memo yang ditulis Damian untuknya.


Dia memang butuh uang sekarang tapi dia bercinta dengan pria itu tadi malam bukan untuk ini, melainkan karena....Ah dasar bodoh kau Amora, kenapa kau bisa semudah itu masuk dalam rayuan iblisnya, kesal Amora memaki dirinya sendiri.


Merasa percuma menyesali apa yang sudah terjadi antara dia, dan Tristan Daniel atau Damien Bernadez tadi malam, Amora memutuskan untuk pergi dari sana saja dengan lebih dulu membersihkan dirinya dikamar mandi.


Tapi begitu selesai mandi,dia kembali sadar kalau ternyata tidak punya baju ganti untuk dipakai keluar.


Sial, maki Amora dengan berusaha mencari tas juga ponselnya yang ternyata masih tertinggal diruangan VVIP.


Tidak punya pilihan lain terpaksa Amora menelpon pihak tempat itu, untuk meminta mereka memesankan satu stel pakaian dengan ukurannya.


" Akan kami siapkan nona.."


" Amora Medison,tolong antarkan atas nama itu secepatnya diruang hotel VVIP."


" Baik nona Medison silahkan anda menunggu 30 menit, nanti staf kami akan datang mengantarkannya," terang petugas hotel tersebut yang diiyakan oleh Amora.

__ADS_1


 Sambil menunggu staf hotel datang, Amora berjalan kedalam ruang minum VVIP Club Atlantis, yang hanya berbatas pintu tak kasat mata untuk mengambil barang barangnya yang tertinggal disana.


Dan sebelum kembali kekamar hotel, dia melemparkan pakaiannya yang robek karena sudah ditarik paksa oleh Damian tadi malam, ketempat sampah dengan rasa malu juga kesal.


__ADS_2