
Estela tersenyum smrik dalam sesenggukan dalam pelukan Frans, ketika mendengar nada khawatir yang dilontarkan pria paruh baya tersebut untuknya.Dia merasa senang sugar Daddynya sangat peduli pada kondisinya sekarang.
Sejujurnya, meski sudah tidak menjadi istri Damian lagi, dia masih bisa tetap hidup nyaman juga mewah, sebagai simpanan Frans. Karena Frans pasti akan memenuhi semua kebutuhan hidup mewahnya nanti.
Tapi bukan itu masalahnya kenapa dia tidak ingin melepaskan Damian begitu saja.
Selain semua materi penunjang kehidupan glamornya, dia juga butuh status untuk dihormati serta dihargai semua orang. Dan semua itu tidak bisa didapatkannya sebagai seorang simpanan, karenanya Estela terus bertahan menjadi istri Damian selama ini. Meski selalu diabaikan dan hanya dianggap ada ketika didepan umum oleh pria itu selama ini. Estela tidak masalah, karena dia juga membutuhkan pengakuan dari para orang penting tersebut sebagai nyonya Damian Bernadez.
Bisa dikatakan dia menginginkan kedua pria berkuasa itu menjadi miliknya.
Tapi sekarang secara jelas Damian sudah membuang dirinya begitu saja, setelah bertemu dengan Amora, perempuan yang semula akan dibayarnya.
Mengetahui kenyataan itu tentu saja Estela tidak bisa terima begitu saja. Meski Damian pikir sekarang dia sudah berhasil menyingkirkan dirinya, tapi yang tidak diketahui oleh lelaki itu adalah, dia tidak akan diam saja ketika mendapatkan perlakuan Damian ini.
Tidak perlu dia yang harus melakukan balas dendam, karena Estela tau ada seseorang yang akan melakukan apapun untuk dirinya, apalagi ketika melihat dia dalam kondisi seperti sekarang.
Orang yang dimaksud Estela tidak lain dan tidak bukan, adalah pria yang sedang berusaha menenangkannya ini. Frans, pria paruh baya yang sangat tergila gila dengan dirinya sejak dulu ini Estela tau akan mau melakukan apa saja untuknya.
" Darling...Aaku...hiks...dia, Damian menceraikan aku, hiks...hiks,"
Estela bicara dengan nada terbata bata disela isaknya dalam dekapan Frans, membuat pria paruh baya tersebut semakin merasa iba pada perempuan cantik dalam pelukannya tersebut.
" Darling, tidak papa masih ada aku yang selalu ada disampingmu. Aku akan ada untuk mendukung dirimu Estela. Jadi jangan biarkan pria brengsek tak tau diri itu membuat dirimu sampai terpuruk seperti sekarang."
Bujuk Frans dengan suara lembut pada Estela.
__ADS_1
" Tapi aku tidak terima darling. Apalagi dia menceraikan aku karena kedatangan pe* acur murahan itu ke tengah tengah kami. Aku tidak terima Frans!" teriak Estela merajuk.
Frans pria berusia diawal 50 tahun dengan tubuh besar itu memeluk Estela erat, dengan niat menenangkan perempuan itu, karena terlihat histeris.
" Darling, aku mengerti perasaanmu.Dia memang pria brengsek. Berhenti berharap padanya lagi. Masih ada aku yang sangat mencintaimu Estela. Jadi....jangan berharap atau pun menangis demi dia lagi, karena mulai detik ini aku yang akan membahagiakan mu,"bujuk Frans berusaha membuat Estela tidak lagi menangisi Damian, suaminya.
" Terimakasih Frans, kau memang yang terbaik, tapi bukan hanya itu yang membuat aku sesakit hati ini dicerai oleh Damian. Melainkan alasan dia menceraikan aku Frans. Aku benar benar merasa tidak terima karena Damian menceraikan aku demi perempuan murahan itu. Aku merasa ini sangat tidak adil, 3 tahun aku mendampinginya dan ketika dia bertemu perempuan bernama Amora, dia langsung mendepakku keluar dari rumahnya." Adu Estela, masih tetap dengan ekspresi terluka.
" Untuk urusan perempuan itu kau tidak perlu cemas Darling, serahkan saja padaku. Aku yang akan mengurusnya, tapi aku harap kau tetap setuju bercerai dari si Damian itu dan menjadi kekasihku saja."
Seketika Estela mendongakkan wajahnya, menatap kearah Frans ketika mendengar apa yang dikatakan pria paruh baya tersebut.
" Maksudmu bagaimana Frans?" tanya Estela.
Wajah Estela yang muram langsung berubah senang mendengarnya.
" Kau..... kau...Apa melakukan sesuatu padanya? Iya Frans?" tanya Estela penasaran.
" Bagaimana menurutmu Darling. Apa aku sudah melakukan sesuatu pada perempuan itu atau tidak?" balas Frans dengan raut menggoda kearah Estela.
Melihat bagaimana ekspresi pria itu sekarang bukannya menjawab Estela malah membalasnya dengan senyum senang.
"Aku tidak tau, tapi kurasa.... ya, bukan Frans," ucap Estela, yang dibalas hanya senyum smrik oleh pria dengan tubuh tambun tersebut.
" Sekarang kau sudah merasa tenang bukan, karena penyebab sakit hatimu sudah aku hilangkan," ucap Frans yang diangguki oleh Estela.
__ADS_1
" Ya, kurasa. Meski tidak seluruhnya, karena aku belum yakin kalau belum melihat secara langsung perempuan murahan itu menghilang," jawab Estela.
" Kau tidak perlu melihat secara langsung tapi akan aku perlihatkan rekamannya setelah kau membuat aku puas nanti, Darling," bisik Frans, dengan memagut panas bibir Estela, meski langsung didorong oleh Estela sebelum pria paruh baya itu melakukan hal lain padanya.
" Stop Frans, jangan melakukannya disini tapi nanti setelah kau menunjukan buktinya karena aku rasa aku tidak bisa konsentrasi bersamamu sebelum melihat langsung perempuan itu meski hanya dari rekaman."
Meski terlihat kecewa, pria paruh baya itu tidak memaksa kan keinginannya dan lebih menuruti keinginan Estela, dengan mengajak perempuan cantik itu menuju bangunan hotel miliknya.
***
Sementara itu begitu keluar dari kediaman kedua orang tua Estela, Damian segera menghubungi Nathan, tangan kanannya yang diperintahkan untuk mencari keberadaan Amora.
" Bagaimana Nathan? Apa kau sudah menemukannya?" tanya Damian dengan raut cemas ketika bertanya lewat telpon.
" Aku sedang berusaha Dam. Tapi sampai sekarang aku sama sekali belum menemukan keberadaan perempuan itu," jelas Nathan, dari seberang telpon.
" Siapa saja yang bersamamu sekarang, Nath? Kalau kau tidak bisa melacak keberadaannya, kerahkan tim keamanan bahkan kalau perlu, kerahkan tim peretas untuk memeriksa keberadaan, Amora!" perintah Damian.
Entah kenapa mendengar Nathan belum bisa menemukan keberadaan Amora, perasaan Damian menjadi semakin cemas. Dia merasa sesuatu yang buruk sedang menimpa perempuan itu, meski dia berharap itu hanya pikirannya saja.
" Apakah sampai harus seperti itu Dam, mungkin saja dia sengaja kabur darimu karena sudah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan," duga Nathan, karena masih berpikir Amora hanya perempuan bayaran biasa, tanpa tau kalau sebenarnya pernah ada hubungan sangat mendalam antara Damian dan perempuan yang sedang menghilang tersebut.
Mendengar asumsi Nathan, Damian menjadi marah kepada tangan kanannya tersebut. Meski sebenarnya apa yang dikatakan Nathan itu tidak salah, tapi Damian yakin Amora tidak akan melakukan itu, atau lebih tepatnya tidak berani melakukan hal konyol tersebut.
Kenapa? Karena Damian yakin Amora terlalu sangat mengenalnya secara luar dalam, jadi rasanya mustahil kalau dia pergi karena ingin kabur darinya itu tidak mungkin, pikir Damian. Kecuali memang ada seseorang yang sudah menculiknya atau ..
__ADS_1