Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
8.Khabar Baik Untuk Chan.


__ADS_3

Dokter Peter memberikan tisu untuk Amora, setelah melihat perempuan tersebut sudah berhenti menangis karena terharu.


" Ini."


" Terimakasih Dokter, maaf saya menangis dihadapan anda."


" Tidak masalah, itu wajar terjadi nona Amora. Karena setelah menunggu hampir 2 tahun akhirnya ada sum sum tulang belakang yang cocok untuk Chan. Jadi begitu mendengarnya,anda pasti merasa sangat bahagia sekarang."


" Iya, anda benar dokter. Jadi kapan operasi Chan bisa dilakukan.Saya harap bisa secepatnya dok," tanya Amora terdengar sangat tidak sabar.


Dia tidak sabar ingin agar Chan Medison, putranya untuk segera dioperasi agar Malaikat kecilnya tersebut bisa sembuh dan pulih, supaya Chan tidak perlu lagi tinggal dirumah sakit seperti sekarang.


Amora punya rencana kalau nanti Chan sudah sembuh, dia berpikir untuk berhenti dari pekerjaan tidak jelasnya ini.


Supaya bisa menghabiskan waktunya hanya bersama Chan saja, tapi bukan dikota tempat dia berasal, dia tidak akan pernah membawa Chan kesana, karena disana bukan lingkungan yang baik untuk bocah kecil itu.


Ditempat itu banyak kenangan menyakitkan yang sudah dialaminya dan orang orang yang tinggal disana hampir semua tau tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan pria itu.


Ya, pria itu, pria yang sudah membuangnya setelah membuat dia hamil Chan, dengan melakukan hal yang sangat menyakitkan padanya dan rasa sakit yang dirasakan Amora atas perbuatan pria brengsek itu, sampai sekarang masih sangat terasa.


Tapi satu yang pasti dia tidak pernah menyesal sudah memutuskan untuk mempertahankan Chan, meski harus mendapat hinaan dan cibiran dari semua orang saat itu.


Baginya Chan adalah salah satu alasan dia bisa bertahan hidup selama ini. putranya tersebut adalah malaikat baginya, seluruh hidupnya dia dedikasikan hanya untuk Chan saja, tidak ada yang lain.


" Itu yang akan saya jelaskan dengan anda sekarang, nona Amora."


" Maksud dokter?" tanya Amora tidak mengerti.


" Sum sum milik pendonor ini memang sudah kami yakini cocok untuk Chan, tapi sang pendonor minta uang sebagai tanda terimakasih dari anda. Apa anda setuju nona Amora?"


" Ya, saya setuju. Akan saya berikan asalkan putra saya sembuh Dok, Berapa banyak uang yang diminta pendonor itu pada saya?" tanya Amora tetap antusias, karena baginya uang atau apapun itu tidak penting selain kesembuhan Chan putranya.

__ADS_1


" 1 juta dolar nona Amora. Jumlah uang yang diminta pendonor itu, bagaimana?"


Seketika raut wajah Amora yang semula cerah berubah muram.1 juta dolar bukan jumlah yang sedikit,batin Amora sedih mendengar jumlah yang diminta oleh pihak calon pendonor untuk putranya tersebut. Tapi kalau dia menolak, kesempatan ini tidak tau kapan akan datang lagi dan itu berarti, Chan akan semakin lama lagi berada dirumah sakit ini nantinya, pikir Amora.


" Akan saya berikan Dok. Tapi tidak sekarang karena .."


"Mereka memberi waktu untuk anda 1 bulan."


Wajah Amora seketika pucat mendengar batas waktu yang diberikan pihak calon pendonor untuk dirinya.1 bulan, sangat singkat. Bagaimana dia mencari uang sebanyak itu. Siapa yang bisa dia hubungi sekarang? Amora merasa sangat bingung.


Dokter Peter bisa melihat ekspresi kegundahan tersebut tapi tidak bisa banyak membantu perempuan cantik didepannya tersebut. Alasannya tentu saja karena dia tidak punya jumlah uang yang dibutuhkan perempuan itu sekarang, karena jumlahnya memang tidak sedikit.


Cukup lama Amora hanya diam, sedang berpikir keras bagaimana supaya dalam waktu singkat dia bisa mendapatkan jumlah yang dibutuhkannya tersebut.


Ada pekerjaan dari Estela dengan bayaran sejumlah itu, tapi tidak mungkin bisa diselesaikan nya dalam kurun kurang dari 1 bulan, pikir Amora.


Lalu bagaimana? Pada siapa? Atau dia mencoba saja meminta jumlah uang tersebut pada Estela? Apa bisa sementara pekerjaan tersebut belum sama sekali dilakukannya, bahkan tadi dia gagal menemui perempuan tersebut dengan suami yang akan menjadi targetnya itu. Bagiamana ini?


 Dia tau bagaimana perjuangan keras Perempuan itu untuk kesembuhan putranya selama ini dan sekarang, disaat itu sudah terlihat didepan mata tampaknya kesulitan lain muncul pada perempuan itu.


" Kalau memang sulit sebaiknya..."


" Saya setuju Dok," potong Amora cepat, tanpa perduli bagaimana nanti dia akan mendapatkan jumlah uang yang dibutuhkannya tersebut.


" Anda yakin nona Amora? Jumlah itu tidak sedikit. Kalau memang anda merasa keberatan saya akan berusaha..."


" Tidak, saya akan membayarnya dalam 1 bulan. Untuk sekarang saya akan membayar 50 persen dari jumlah yang diminta pihak pendonor tersebut, lalu sisanya sebelum waktu kesepakatan berakhir saya akan membayarnya." tegas Amora penuh keyakinan.


Ya, dia sudah yakin memutuskan untuk setuju dengan syarat pendonor Chan tersebut. Sementara masalah uang dia akan berusaha bicara dengan Estela atau siapapun itu, yang pasti dia yakin pasti bisa mendapatkan jumlah sisa uang untuk Chan tersebut.


" Kalau anda sudah yakin saya akan menghubungi pihak mereka supaya operasi Chan bisa segera dilakukan."

__ADS_1


" Ya, tolong anda lakukan yang terbaik untuk Chan saya Dok." mohon Amora sungguh sungguh yang dijawab anggukan oleh dokter Peter.


" Pasti nona Amora."


" Terimakasih Dok," ucap Amora tulus.


" Ya." balas dokter Peter dengan tersenyum kearah Amora.


Lalu setelah itu dia bangkit dari duduknya berniat untuk pergi dari sana karena urusannya dengan pria yang merupakan dokter spesialis Kanker tersebut sudah selesai. Tapi sebelum dia melangkah dokter Peter bicara lagi dengannya.


" Apa anda ingin menjenguk Chan? Hari ini kondisinya sangat baik dan tadi dia sempat bertanya tentang anda pada kami."


" Apa tidak masalah? Ini sudah cukup malam. Saya tidak ingin membuatnya terbangun."


" Anda bisa duduk sebentar disamping ranjangnya kalau memang takut membuat putra anda bangun nona Amora."


 Mendengar saran dokter Peter Amora mengangguk, dia memang sangat merindukan putranya tersebut, tapi beberapa waktu ini kondisi tubuh bocah 5 tahun itu sedang tidak bagus untuk menerima kunjungan karena itu Amora tidak datang menemuinya dan hanya menghubungi Chan sang putra melalui telpon saja, sebagai pelepas rindu bagi bocah laki-laki kecil itu.


" Baiklah saya akan kesana sekarang dan hanya duduk sekitar 5 menit disampingnya lalu setelah itu baru pulang."


" Ya, silahkan nona Amora."


Lalu Amora berjalan keluar, menuju keruang perawatan tempat Chan berada.


Perlahan dibukanya pintu kaca ruangan tersebut, dengan langkah sangat pelan


perempuan cantik itu mendekat ke ranjang, dimana bocah 5 tahun tersebut sedang berbaring.


Amora duduk dikursi samping ranjang lalu dengan lembut disentuhnya wajah pucat kurus Chan, dari pipi, mata lalu ke bagian kepala tanpa rambut bocah kecil itu, sebelum mendekatkan wajahnya untuk mengecup wajah tirus tersebut dengan penuh cinta.


" Chan, I love you. Mommy pasti akan membuatmu sembuh, bagaimanapun caranya. Lalu Mommy akan membawamu ketempat tempat indah yang belum pernah kamu lihat selama ini. Kita akan berkeliling dunia berdua Chan. Mommy janji."

__ADS_1


__ADS_2