
Tatapan Damian terlihat sangat dingin pada Amora, mata gelap itu seperti sebuah pedang yang sedang menghujam kearah dirinya.
Amora hanya bisa menelan ludahnya yang terasa sangat kelat, dia merasa takut serta ngeri dengan pria tersebut, tapi disaat bersamaan dia juga marah, benci terhadap Damian atau Tristan.
5 tahun lalu dia lah yang sudah dicampakkan dengan sangat kejam oleh Damian, yang masih bernama Tristan Daniel saat itu.
Lalu sekarang begitu mereka bertemu, kenapa pria itu terlihat sangat membencinya. Apa kesalahan yang sudah dilakukannya pada pria itu. Apa?
Banyak pertanyaan dalam pikiran Amora terhadap sosok pria dihadapannya sekarang, tapi tidak ada satu pun yang meluncur keluar dari mulutnya. Kenapa? Karena dia terlalu ketakutan.
Sosok Damian dirasakannya seperti penjelmaan Lucifer, dia mirip iblis dalam sosok nyata.
" Kau. Tidak akan pernah bisa lepas dari ku lagi, kalau aku tidak melepaskan mu. Apa kau mengerti My Amor."
Damian membelaikan jemarinya kewajah cantik Amora, yang masih berada dibawah kungkungan tubuh kuatnya.
Amora memilih memejamkan mata karena merasa bergidik takut, dengan belaian lembut yang dingin tersebut.
Dulu mungkin dia sangat menyukai belaian yang diberikan oleh pria itu padanya, tadi dia juga masih merasakan hal yang sama meski dia tidak tau kalau ternyata Damian Bernandez ternyata adalah Tristan Daniel.
Tapi sekarang, dibalik sebuah desiran, rasa takut dan terhina lah yang lebih dirasakannya.
" Lepaskan aku, biarkan aku pergi dari sini Tristan. Aku berjanji setelah keluar dari sini kau tidak akan..."
" Sudah kukatakan aku tidak akan melepaskan dirimu! Apa kau masih juga belum mengerti Amora!" Damian kembali mencengkram kuat rahang Amora, sampai membuat perempuan itu mendesis karena merasa sakit akibat cengkraman kuat yang dilakukan Damian
Sakit dibagian rahang, tapi lebih sakit lagi dibagian terdalam dadanya
Hatinya terasa bagai disayat ribuan pisau,sakit sekali.
Pria yang dulu sangat lembut dan memuja dirinya, sekarang seperti monster.
" Sakit?" desis Damian didekat wajah Amora yang hanya bisa dijawab anggukan oleh perempuan itu.
"Tapi, setelah ini kau pasti tidak akan bisa merasa sakit lagi. Karena aku akan kembali membawa mu ke surga, seperti dulu yang sering kita lakukan my Amor.Dan kuharap suara desisanmu masih sama seperti dulu. Atau sekarang lebih kuat karena kau sudah punya banyak pengalaman, setelah berubah menjadi perempuan murahan selama ini."
__ADS_1
Apa sebenarnya yang sudah dimakan oleh pria tersebut selama 5 tahun ini, kenapa sekarang mulut seksinya itu hanya berisi umpatan dan hinaan saja, pikir Amora muak.
" Tris, pliss..Lepaskan ...."
Permohonan Amora tertelan kembali ditenggorokannya bersama lu*atan kasar yang dilakukan oleh Damian, padanya.
Amora terkejut, dia masih berusaha menolak apa yang dilakukan pria itu.
Meski ternyata perlawanan yang diberikannya semakin membuat Damian menjadi lebih beringas dalam menciumi dia.
Bukan hanya bibir, seperti sebelumnya tapi kali ini pria itu juga menjamah bagian lain tubuhnya.
Amora tentu saja protes, dia berusaha melawan meski tetap kalah.
Perbedaan kekuatan mereka sangat nyata, selain itu kondisi kedua tangan Amora yang diikat oleh Damian menggunakan ikat pinggang pria itu, membuat Amora kesulitan melawan.
Sebaliknya Damian, dia merasa senang karena bisa dengan leluasa melakukan apapun pada tubuh perempuan cantik itu sekarang.
Kejam memang, tapi dia tidak perduli. Hatinya sudah tertutup oleh rasa marah dan sakit hati pada perempuan itu.
protes dan penolakan Amora, seakan tidak masuk kedalam gendang telinganya.
Keinginannya sekarang hanya satu, melampiaskan semua yang dirasakannya selama ini pada Amora, agar perempuan itu juga bisa merasakan perasaan sakit dan terluka yang dia rasakan dulu , karena apa yang sudah pernah dilakukan oleh perempuan cantik tersebut padanya dulu.
" Tris, pliss.Kumohon hentikan ini, pliss Tristan, pliss..."
Amora kembali memohon berharap pria itu luluh.
Meski ternyata percuma, karena semua permintaannya itu hanya dibalas seringai oleh Damian.
" Lepas? Kau ingin aku melepaskan mu?" Amora mengangguk" Ya, pliss. Aku harus pulang sekarang karena..."
" Apa ada yang menunggu dirimu dirumah my Amor?" tanya Damian dingin.
Amora mengangguk.
__ADS_1
" Apa dia orang yang sangat penting bagimu?" tanya lagi Damian dengan rahang mengencang.
Lagi lagi Amora mengangguk, meski itu tidak sepenuhnya benar, tapi itu juga tidak salah. karena diApartemen sekarang ada Rosaline yang sedang menunggu kepulangannya, selain itu ada juga Chan, putranya yang berada dirumah sakit.
" Kau! Tidak akan kulepaskan malam ini!" bentak Damian marah mendengar jawaban Amora.
Ya dia.marah sangat marah, karena ternyata perempuan itu punya orang yang menunggu dia dirumah.
Yang berarti sekarang dia tidak lagi sendiri. Mengetahui hal itu Damian semakin nekat.
Dengan kasar dia menarik lepas gaun yang melekat ditubuh Amora sampai terjabik , lalu melemparkannya.begitu saja kelantai ruang VVIP tersebut.
Bola mata Amora membulat, dia terkejut melihat apa yang dilakukan oleh mantan pria yang sangat dicintainya itu sekarang, pada dia.
" Dam! Apa yang..."
" Tentu saja aku ingin bercinta denganmu sekarang, kau pikir apa my Amor." jawab Damian dengan menyeringai senang, melihat Amora berusaha menutupi bagian tubuhnya yang sekarang terbuka dengan tangan dan juga kakinya.
"Kau gila! Ini pelecehan. Aku bisa melaporkanmu karena ini!" bentak Amora keras, dia marah sekaligus malu dengan kondisinya sekarang.
Tapi sepertinya itu malah membuat Damian merasa senang.Dasar pria sinting! Maki Amora dalam hati, dengan terus berusaha menutupi dirinya yang sekarang hanya memakai G-string saja dihadapan Damian.
Dia mungkin sudah biasa berpakaian sexy dihadapan pria selama ini, tapi tidak seterbuka sekarang.
Sekarang hampir 80 persen tubuhnya terekspos dihadapan Damian, tanpa ada penghalang. Tentu saja membuat dia merasa tidak nyaman dan marah.
Ya, dia sekarang benar benar marah pada Damian.Pria itu benar benar sudah sangat keterlaluan memperlakukan dirinya, seolah dia benar benar perempuan murahan.
" Lepaskan tanganku! Aku ingin pergi dari sini sekarang!" bentaknya berani dengan menyodorkan kedua tangannya yang masih terikat ikat pinggang pria itu.
Rasa takut dan sakit hatinya tadi kini berganti dengan perasaan marah hingga membuat dia menjadi berani melawan Damian.
" Baiklah. Aku akan melepaskannya ,karena tidak menyenangkan rasanya kalau harus bercinta denganmu dalam keadaan terikat seperti sekarang." jawab Damian, lalu benar benar melepaskan ikatan tangan Amora. Membuat Amora berpikir, kalau setelahnya pria itu pasti juga bersedia melepaskan dia.
Dia tau Damian atau Tristan itu bukanlah orang jahat, jadi tidak mungkin dia akan benar benar melakukan apa yang di ancamkannya itu.
__ADS_1
Pria itu pasti hanya sedang mempermainkannya sekarang, itu pasti. Amora masih berpikir positif seperti itu, sebelum Damian ternyata benar benar melakukannya, setelah dia selesai melepaskan ikatan tangan Amora.