
Bruk!
Amora sangat terkejut, ketika tiba tiba dengan berani Damian menindih tubuhnya kesofa.
Meski sempat terbuai dengan cumbuan pria itu barusan, tapi posisi mereka sekarang sangat berbahaya.
Ini sudah diluar rencananya dan dia harus segera menghentikannya, sebelum pria itu melakukan lebih jauh lagi pada dirinya malam ini.
Bukannya tidak ingin, tapi ini terlalu menggoda dan membuai, selama otaknya masih bisa berpikir dengan normal, meski hanya untuk beberapa persen dia harus segera meminta Damian Bernandez berhenti.
" Stop!"
Amora berusaha mendorong dada bidang Damian, begitu pria tersebut melepaskan penyatuan bibir mereka dan sedang berusaha, menjelajah bagian kulit lehernya.
Pria itu mendongak, menatap kearah Amora yang sedang berusaha mengatur nafas, sambil berusaha menghentikan apa yang sedang dilakukannya sekarang.
" Kenapa? Kau tidak suka?" tanya Damian terlihat kesal dengan penolakan Amora.
" Bbukan, hanya saja ini ...tidak benar. E...lebih tepatnya terlalu cepat, tuan Bernandez.Kita baru bertemu tidak lebih dari 2 jam dan sekarang...."
" Aku tidak perduli, bagiku lamanya waktu bersama dengan seseorang tidak penting, tapi apa yang aku inginkan dari orang tersebut, itu yang lebih penting," tegas Damian, membuat Amora sangat terkejut mendengar ucapan pria itu.
'Ini sudah tidak benar, pria ini sudah sinting, pikir Amora geram pada Damian Bernadez.
Menyadari hal itu, dia semakin kuat mendorong dada bidang Damian, berharap akan berhasil membuat pria itu mau menyingkir dari atas tubuhnya sekarang, lalu dia harus pergi dari sana, karena pria diatasnya itu bukan hanya aneh, tapi juga sangat mengerikan.
" Saya ingin menghentikan ini, ini tidak benar dan saya tidak suka anda ..."
Amora tidak sempat menyelesaikan apa yang akan dikatakannya, karena Damian kembali melu*at bibirnya seperti sebelumnya.
Diawal memang Amora hanya membiarkan saja pria itu melakukannya, tapi kali ini dia berusaha berontak.
Dia berusaha menggerakkan kepalanya agar pagutan mereka terlepas, lalu kedua tangannya yang masih berada didada Damian, semakin keras mendorong tubuh pria itu, supaya menyingkir dari atasnya.
__ADS_1
" Diamlah my Amor!" perintah Damian semakin terlihat kesal, melihat Amora yang berusaha menolak keinginannya.
" Lepaskan saya tuan Damian! Ini sudah tidak benar!" balas Amora, dia masih terus saja berusaha menolak ciuman Damian.
" Kenapa?!" tanya Damian dingin dan marah, menatap kearah Amora yang kali ini balik menatap kearah pria itu, tanpa takut seperti sebelumnya.
" Karena saya tidak ingin melakukannya dengan anda sekarang! Apa anda bisa mengerti?"
" Sekarang uangku sangat banyak, jadi aku pasti akan membayarnya sangat mahal. Bahkan lebih mahal dari semua pria yang pernah tidur denganmu selama ini.Kau tinggal sebutkan saja berapa jumlahnya, maka aku akan...."
Plak!
Sebuah tamparan keras diberikan Amora pada Damian.
" Kau!" bentak Damian sangat marah, karena baru saja ditampar oleh Amora.
" Anda pantas mendapatkannya! Apa anda pikir karena anda kaya, jadi anda bisa membeli saya?! Tidak. Anda salah tuan... Auwww!"
" Lepaskan saya tuan Damian! Anda sudah gila. Ini kekerasan, saya akan melaporkan anda kepolisi karena sudah berani...."
" Lakukan kalau bisa my Amor," potong Damian dengan menyeringai mengerikan kearah Amora, membuat Amora bergidik ngeri melihatnya.
Pria ini pasti bukan orang normal, dia pria gila, pikir Amora ketakutan.
Dia ingin berteriak, tapi dia yakin tidak ada yang akan mendengar suaranya sekarang, tapi kalau dia hanya diam saja mungkin besok dia sudah tidak akan bernyawa lagi,pikir Amora benar benar ketakutan pada sosok Damian yang terus saja menatap tajam dengan wajah kejam kearah dirinya yang seolah seperti seekor pemangsa yang menatap mangsanya.
" Tuan... tolong, lepaskan saya.Biarkan saya pergi dari...."
" 1 juta dolar..."
Deg!
Amora sangat terkejut mendengar ucapan Damian, wajahnya semakin pucat entah sudah sepucat apa sekarang, yang pasti diruangan yang sangat dingin itu keringat dingin keluar dibalik punggungnya.
__ADS_1
" Aapa maksud tuan?" tanyanya masih berusaha berpikir tenang, disituasi genting tersebut.
" Apa itu cukup untukmu?" balas Damian dingin juga marah menatap Amora.
" Iitu jumlah yang sangat banyak.Dengan uang sejumlah itu banyak yang bisa..."
" Estela tidak punya uang sebanyak itu, Kau tau kenapa?"
Kali ini Amora benar benar,tidak pura pura lagi. Dia sangat ketakutan. Ternyata pria dihadapannya ini sudah tau siapa dia dan apa tujuannya. Jadi sebaiknya dia menghentikan saja semua ini sekarang dengan mengaku pada pria mengerikan ini, tentang tujuannya sekarang, mungkin dengan begitu, Damian akan bersedia melepaskan dirinya.
Sementara untuk urusan uang yang dibutuhkannya bagi Chan, dia akan memikirkan nanti lagi.
' Chan maafkan mama, karena kali ini gagal,' batin Amora sedih.
" Mmaaf tuan Damian, saya hanya berusaha membantu dan kalau itu membuat tuan sebagai suaminya tidak suka, maka akan saya hentikan. Asal tuan bersedia melepaskan saya sekarang juga," pinta Amora memohon, berharap apa yang dikatakannya bisa membuat Damian Bernadez percaya dan setuju.
Damian mencengkram rahang Amora keras, membuat Amora meringis karena kesakitan akibat cengkraman tersebut.
" Terlambat, kau sudah berani masuk lagi mengusik kehidupanku, dengan sosok kotormu itu. Jadi tidak semudah itu lepas dariku sekarang my Amor." ucap Damian dalam posisi wajah yang sangat dekat dengan wajah Amora, hingga membuat manik mereka bisa saling bersitatap.
Meski sangat ketakutan, tapi otak dikepala Amora masih bisa mencerna setiap kata yang keluar dari bibir tipis pria itu, meski masih ragu tapi dia yakin dia tidak salah dengar.
" Siapa kau?" tanyanya berusaha meyakinkan Perasaannya, kalau dugaannya tentang siapa sebenarnya Damian Bernandez itu tidak benar.
" Kau masih bertanya siapa aku.Dengan terus bersikap pura pura lupa!" bentak Damian dengan sangat marah, dia sangat marah karena merasa sudah dilupakan oleh Amora.
" Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya, kalau iya.Apa yang sudah ku perbuat sampai kau terlihat sangat membenciku sekarang, tuan..."
" Cukup! Cukup Amora! Jangan lagi bersikap konyol seperti sekarang! Kalau kau memang lupa denganku, maka sekarang aku akan membuat dirimu ingat, bahkan tidak akan pernah bisa melupakan aku lagi!"
Mendengar teriakan kemarahan Damian,Amora mulai bisa yakin, kalau sosok dihadapannya sekarang ternyata memang pria itu.Dia benar benar pria itu, pria dari masalalunya, Tristan Daniel.Pria yang 5 tahun sudah meninggalkannya secara tiba tiba begitu saja, disaat dia sangat mencintai pria tersebut.
Tapi bukankah seharusnya, sekarang dia yang harus marah pada sosok yang sudah menghancurkan hidupnya tersebut, tapi kenapa sebaliknya,kenapa malah pria itu yang terlihat sangat marah dan membencinya.Kenapa?
__ADS_1