Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
23.Demi Chan.


__ADS_3

Ini syarat yang gila batin Amora. Tapi kalau dia tidak menuruti, maka dia harus terpaksa mengembalikan uang yang sudah diberikan oleh Damian padanya.


Kalau sampai dia mengembalikan uang tersebut, kemana lagi dia harus mencari uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini. Tentu saja tidak ada, tidak ada yang akan memberikan jumlah uang sebanyak itu padanya sekarang, Selain Damian Bernadez.


Dengan keyakinan hati dan kebulatan tekad akhirnya Amora mengambil keputusan menerima syarat gila yang diberikan oleh Damian padanya.


" Baiklah aku setuju tinggal disini, sampai berhasil membuat Estela setuju bercerai denganmu Dam," jawab Amora.


Damian langsung tersenyum smrik mendengar jawaban perempuan itu.


" Bagus, ternyata kau bukan seorang pengecut," balas pria itu.


" Tentu saja bukan.Meski begitu kau tidak punya hak mengurungku, karena hubungan kita hanya hubungan kontrak," tegas Amora.


" Tidak masalah.Kau boleh pergi kemanapun kau ingin dengan syarat kau harus segera datang menemuiku ketika kupanggil pulang."


'Dia pikir aku anaknya apa sampai harus ada syarat seperti itu,' gerutu Amora tidak suka tapi tetap mengangguk dihadapan pria itu.


" Ya,baiklah."


" Baguslah kalau begitu, jadi sebaiknya kau ambil barang barang yang kau butuhkan untuk tinggal disini sekarang," perintah Damian.


" Iya, akan aku ambil.Besok pagi aku akan kembali kesini lagi," jawab Amora dengan berdiri dari duduknya.


" Malam ini," ucap Damian yang membuat Amora yang sudah hampir melangkah langsung mengurungkan niatnya.


" Maksudmu Dam?"


"Kutunggu kau malam ini juga.Bawa saja barang secukupnya kemari karena kurasa semua yang kau perlukan sudah ada di Mansion ini dan kalau kurang Lucas atau yang lain bisa mencarikan untukmu nanti."


Amora ingin menolak tapi dibatalkannya dan memilih mengangguk sebagai jawaban untuk Damian.


" Ya, nanti aku akan datang lagi."

__ADS_1


" Bagus, sekarang kau boleh pergi," perintah Damian yang dijawab anggukan sekilas sebelum Amora berjalan menuju pintu kamar tempat mereka berada sekarang.


Tapi sebelum dia membuka pintu dia mendengar lagi Damian mengatakan sesuatu padanya.


" Aku dan Estela makan malam pukul 8.30. Jadi datanglah ke Mansion sebelum pukul itu kurasa waktumu membereskan barang yang akan kau bawa kemari lebih dari cukup."


Amora terdiam dia mulai kesal dengan intimidasi yang dilakukan Damian padanya. Meski begitu dia berusaha keras menahan diri supaya tidak berteriak dan berbalik untuk mencakar wajah tampan pria itu sekarang karena kesal.


" Akan aku usahakan." hanya itu yang dikatakannya lalu bergegas dia keluar dari kamar tersebut sebelum benar benar meledak .


Untung saja kamar tempat dia dan Damian tadi bicara terpisah dari kamar lain diMansion tersebut jadi ketika berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan dia tidak berpapasan dengan siapapun dan bisa langsung masuk kedalam mobilnya hingga setelah berada didalam mobil miliknya sendiri Amora baru bisa meluapkan kekesalannya.


" Pria brengsek! Dasar keparat gila!Mentang mentang kau sekarang punya uang berlimpah jadi sesuka hati kau memperlakukan aku. Akan ku balas kau suatu saat nanti Damian Bernandez!"


Setelah puas memaki pria itu, barulah Amora melajukan mobil miliknya meninggalkan Mansion milik pria itu dengan kecepatan cukup tinggi..Dia tidak perduli apa yang dilakukannya sekarang akan membuat pria itu kesal padanya.


Sementara itu Damian.Pria itu hanya menatap kepergian mobil yang dinaiki Amora dari balkon kamarnya dengan senyum puas.


" Akhirnya kau kembali masuk perangkap ku kelinci kecilku," gumam Damian, dengan wajah puas.


" Halo Nathan,"ucapnya pada orang diseberang telpon.


" Dam, ada perintah apa kau menghubungi aku sekarang," jawab Nathan yang merupakan sahabat sekaligus tangan kanannya.


" Pesankan barang barang kebutuhan perempuan dari semua butik terbaik yang ada dikota ini," perintah Damian.


" Hah!" itu jawaban tangan kanannya tersebut dari seberang telpon,ketika mendengar perintah aneh yang diberikan sang majikan.


"Jangan HAH! Tapi lakukan sekarang juga!" perintah Damian, tidak ingin dibantah.


" Untuk apa?Bukankah tadi pagi kau baru saja menyuruh akuntanku untuk mengurangi limit kartu kredit Estela, lalu kenapa sekarang kau meminta aku memesankan keperluan perempuan.Apa kau berniat ingin meminta maaf pada istrimu?" tanya Nathan heran.


" Bukan untuk Estela, tapi untuk perempuan lain," jawab Damian yang semakin membuat Nathan berteriak, karena terkejut mendengar jawaban jujur dari bosnya tersebut.

__ADS_1


" Perempuan lain?! Siapa? Jangan bilang itu...."


" Ya dia. Aku menyiapkan untuk Amora."


"Dasar sinting. Kalau ingin bermain boleh saja Dam, tapi tidak perlu sampai sebaik itu.Aku tau dia mengembalikan kartu kredit milikmu karena ingin melakukan tarik ulur, tapi bisakah kau sedikit bersikap cuek sampai...."


" Pesankan sekarang dan suruh mereka mengantarkannya ke Mansionku, sebelum waktu makan malam."


Nathan ingin mengatakan sesuatu lagi tapi sebelum dia mengucapkan apa apa Damian sudah mengakhiri panggilan mereka hingga dia hanya bisa menyumpah setelahnya, sebelum akhirnya melakukan perintah dari bosnya tersebut.


" Dasar pria sinting, selama ini sok bersikap dingin, tapi ternyata akhirnya tidak berkutik juga sekarang.Dan kalau sudah seperti ini bukankah akhirnya aku yang harus repot, karena diberi pekerjaan tambahan tidak penting seperti ini.


Kenapa sih, perempuan bernama Amora itu harus jual mahal dengan mengembalikan kartu kredit milik Damian, kalau akhirnya tetap mau bersama pria itu juga. Dasar aneh."


Nathan terus saja menggerutu kesal dengan mulai melakukan perintah Damian, bosnya. Karena dia tau, kalau apa yang diinginkan pria itu tidak segera dilakukannya, maka imbasnya sangat tidak baik untuk dia nanti.


Sementara itu begitu pergi dari Mansion Damian Amora bergegas pergi kerumah sakit untuk bertemu dengan dokter Peter.Untuk membahas masalah Chan putranya.


Sampai dirumah sakit dia segera menemui dokter Peter diruangan pria itu.


" Selamat sore Dokter," sapa Amora begitu dia masuk kedalam ruang kerja pria berusia diawal 40 yang masih terlihat gagah tersebut.


" Nona Amora! Sore," balas dokter Peter terlihat sedikit terkejut dengan kedatangan tiba tiba Amora.


" Apa saya sedang mengganggu dokter?" tanya Amora yang langsung dijawab gelengan oleh pria itu.


" Tidak, tentu saja tidak. Silahkan masuk dan ayo duduklah," pinta dokter Peter yang diangguki oleh Amora.


" Apa yang ingin anda bahas dengan saya sekarang nona Amora?" tanya dokter Peter lagi tanpa basa basi, karena tau kalau perempuan ibu dari pasiennya tersebut datang tiba tiba seperti ini, pasti ingin membahas sesuatu yang sangat penting dengannya. Dan karena tadi siang mereka sudah sempat membahas hal apa itu, jadi dokter Peter yakin kedatangan Amora sekarang pasti berkaitan dengan masalah itu juga.


" Ini mengenai pendonor Chan, Dok."


" Iya," jawab dokter Peter serius.

__ADS_1


"Saya sudah punya uang yang diminta oleh pendonor itu, jadi bisakah dokter melakukan operasi untuk Chan secepatnya."


__ADS_2