
Meski ini bukan yang pertama kalinya, dia harus berhadapan dengan perempuan yang merupakan istri dari pria yang sudah membayar jasanya sebagai pelakor. Tapi baru kali ini Amora benar benar merasa seperti perempuan bayaran sungguhan.
Kenapa? Karena biasanya dia dan pria yang merupakan kliennya, hanya bertemu di tempat umum yang banyak terlihat orang, atau pura pura masuk kesebuah kamar hotel bersama kliennya.
Sementara sekarang, dia diharuskan tinggal dirumah pria tersebut, dikamar yang sama dengan pria yang membayarnya, lalu yang lebih parahnya, dia benar benar keluar dari kamar sipria untuk menghadapi istri dari pria tersebut dengan penampilan yang sangat memalukan seperti ini.
Sejujurnya sekarang Amora sangat malu pada Estela, karena keluar dari kamar Damian hanya mengenakan kemeja milik pria itu, tanpa mengenakan apapun dibaliknya.
Yang lebih membuat dia malu dan merasa murahan adalah tanda merah kebiruan yang sengaja diberikan oleh Damian dibagian dada serta sekitar leher jenjangnya.Tentu saja Estela, sebagai istri sah dari Damian langsung terlihat syok dan marah melihat dirinya sekarang.
Sejujurnya Amora tidak menyalahkan kemarahan yang ditunjukan oleh Estela padanya, kenapa? Karena,andai dia sendiri yang berada diposisi Estela sekarang Amora rasa, dia juga akan memasang wajah seperti yang ditunjukan perempuan itu, saat menatapnya.
Meski keterkejutan dan kemarahan yang ditunjukan Estela sangat wajar, tapi menurut Amora sikap perempuan dihadapannya ini sangat aneh.
Atau memang Amora yang tidak mengenal sosok asli Estela karena setiap mereka bertemu, Estela selalu terlihat lembut, manis, lugu serta elegan didepannya. Seperti istri yang selalu disakiti oleh suaminya.
Sementara perempuan yang ada dihadapan sekarang, dia terlihat.. Amora tidak tau bagaimana menggambarkan sosok Estela sekarang, yang pasti dia benar benar seperti dua orang yang sangat berbeda menurut Amora.
Diwajah yang terlihat syok tersebut, terlihat sikap menghina dan merendahkan ketika menatap penampilan Amora sekarang.
Dan semua yang dikatakan oleh perempuan itu tadi padanya, sangat kasar dan tidak mencerminkan sosok Estela yang selalu bicara dengannya selama ini.
" Bukankah kau bekerja untukku kenapa kau berada dikamar Damian dengan penampilan seperti itu? Atau sebenarnya kau ini memang Pela*ur murahan," hina Estela sinis menatap kearah Amora.
__ADS_1
Amora mengepalkan jemarinya, mendengar panggilan menghina yang diberikan Estela padanya. Dia marah, karena sudah disamakan dengan perempuan penjaja tubuh,
oleh perempuan yang dianggapnya baik itu.
" Aku sudah mengembalikan uang yang kau bayarkan padaku nona Estela, jadi sekarang kerjasama kita sudah berakhir," Estela mencibir, mendengar jawaban yang diberikan Amora.
" Cih! Apa karena kau sudah berhasil naik keatas tubuh Damian, karena itu kau yang semula terlihat sangat membutuhkan uang milikku, langsung membatalkan perjanjian kita dan memilih merangkak diantara dua kaki Damian sebagai budak s*xnya, begitu!" hina Estela.
Oh Tuhan, mulut perempuan ini benar benar sangat kotor dan kasar, batin Amora. Ingin sekali dia mencakar dan menampar, wajah cantik perempuan dihadapannya ini sekarang, kalau tidak ingat dia sedang diawasi Damian dari dalam kamar sekarang.
" Kenapa tidak, aku bekerja untuk orang yang sanggup membayarku. Karena aku tidak ingin munafik dengan pura pura tidak membutuhkan uang dari mereka yang membutuhkan jasaku," balas Amora, dengan sengaja membusungkan dadanya dihadapan Estela ketika bicara.
Hingga membuat bagian depan kemeja yang memang tidak dikancing oleh Damian, semakin terbuka dan menampilkan dengan jelas bekas isapan Damian.
Dia tidak pernah mencintai Damian selama ini, tapi dia tidak pernah rela, kalau ada perempuan yang berusaha mendekati pria yang merupakan sumber keuangannya tersebut.
Karena selama ini, dia tidak pernah melihat Damian dekat bersama perempuan manapun, termasuk dirinya sendiri, sebagai istri yang sudah dinikahi oleh pria itu selama lebih 3 tahun.
Hingga Estela sempat berpikir, mungkin saja sebenarnya pria yang menjadi suaminya itu punya kelainan dibagian itu, hingga tidak pernah mau mendekatinya secara sexual.
Dan Estela juga tidak pernah berpikir untuk mencari tau secara detail, apakah memang Damian sebenarnya normal atau tidak, karena dia terlalu sibuk dengan kehidupannya sendiri dengan uang tanpa batas yang diberikan oleh Damian padanya.
Estela tidak pernah memikirkan sosok sang suami, meski tidak pernah memberikannya kepuasan batin, karena dia bisa mendapatkan semuanya itu dari pria lain yang dikencaninya dibelakang Damian, selama uang yang diberikan Damian tidak pernah berhenti mengalir dikartu kreditnya.
__ADS_1
Ketika dia meminta Amora, untuk merayu Damian supaya mau menceraikannya beberapa waktu lalu, saat itu sebenarnya Estela sedang bosan, karena tidak ada sesuatu yang bisa membuat dirinya tertarik akhir akhir ini.
Karena itu dia mencoba iseng, membuka sebuah situs dan menemukan nama Amora disana, yang menawarkan diri bersedia dibayar untuk membuat pasangan suami istri berpisah, atau bisa dinamakan pelakor bayaran.
Estela tertarik dan ingin mencoba menyewa jasa perempuan tersebut.
Karena itu ketika bertemu dengan Amora untuk pertama kali, dia sengaja bersikap seperti perempuan yang sangat menderita dihadapan Amora, untuk melihat bagaimana sebenarnya calon perempuan yang akan merayu suami dinginnya tersebut.
Sebelum bertemu, Estela berpikir Amora pasti punya penampilan dan wajah tak jauh beda dengan perempuan bayaran diluar sana.
Tapi ketika pertama kali bertemu dengan Amora, Estela sangat terkejut dan sedikit menyesal sudah menghubungi perempuan tersebut.
Kenapa? Karena ternyata penampilan dan wajah, perempuan yang akan dimintanya untuk menggoda suaminya itu sangat menawan, sangat jauh dari bayangannya.
Tapi kalau ingin membatalkannya Estela merasa gengsi, jadi dia tetap melanjutkan menyewa jasa Amora, dengan keyakinan secantik apapun perempuan bernama Amora yang disewanya tersebut, Estela yakin tidak bisa membuat suaminya Damian luluh. Meski ketika melihat Amora keluar dari kamar Damian yang bahkan tidak pernah dimasukinya tersebut, Estela merasa perkiraannya semula salah.
Ternyata sebenarnya Damian adalah seorang pria normal. Bagaimana dia bisa yakin? Apa karena penampilan Amora ketika keluar dari kamar suaminya tersebut, jawabannya tentu saja tidak.
Penampilan bisa dibuat buat tapi semua tanda yang ada ditubuh Amora sekarang, Estela tau itu asli dan tidak mungkin bukan Damian yang melakukannya.
Karena Semarah apapun pria yang menikahinya itu tidak mungkin dia bisa gila menyuruh seorang perempuan untuk bersama dengan pria selain dia, lalu diakuinya sebagai perbuatannya. Itu tidak mungkin, harga diri Damian terlalu tinggi untuk melakukan hal serendah itu hanya demi ditunjukan padanya, yang selama ini tidak pernah dipandangnya sama sekali.
Jadi Estela tau jawabannya cuma satu pada apa yang dilihatnya sekarang.Yaitu, Damian terpikat dengan perempuan dihadapannya ini, batin Estela marah karena merasa tidak terima sudah dikalahkan oleh seorang perempuan murahan seperti Amora.
__ADS_1