Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
37.Bicara Dengan Dokter Peter.


__ADS_3

Mereka berdua sampai dikamar perawatan yang ditempati oleh Chan Medison, tempat tujuan Damian sekarang bersama dokter Peter.


" Sepi, apa dia sedang istirahat?" tanya Damian menoleh kearah dokter Peter yang membuka pintu kamar ruangan tersebut dengan suara sepelan mungkin.


" Seharusnya belum, tapi mari kita periksa karena hari ini dia cukup lelah setelah tadi siang berjalan jalan di taman dengan mommynya," terang dokter Peter memberi penjelasan pada Damian yang mengikuti langkah dokter Peter masuk kedalam ruang perawatan Chan Medison.


Sampai didalam kamar, terlihat bocah kecil tersebut tampak berbaring tenang dengan mata terpejam diranjangnya yang menandakan kalau dia sekarang sedang tidur nyenyak.


" Sayang sekali sepertinya kali ini anda kurang beruntung tuan Damian, tampaknya Chan kelelahan karena tadi keluar bersama mommynya jadi sekarang dia tidur lebih cepat dari biasanya," terang dokter Peter ketika melihat kondisi Chan Medison yang tertidur nyenyak pada Damian.


" Tidak masalah, saya bisa datang lagi lain kali kalau ada waktu senggang. Saya titip ini saja untuk Chan berikan padanya kalau besok dia terbangun."


Damian menyerahkan bingkisan berisi mainan yang tadi dibawanya kepada dokter Peter agar dokter tersebut menggantikan dirinya untuk menyerahkan mainan pemberian dia kepada bocah laki-laki kecil tersebut.


" Akan saya sampaikan nanti ketika dia bangun. Saya yakin dia akan sangat senang menerima hadiah dari anda, sekaligus kecewa karena tidak bisa bertemu langsung Dnegan anda sekarang," terang dokter Peter, dengan meletakkan bingkisan tersebut dimeja nakas yang ada didekat ranjang tempat Chan Medison sekarang tertidur.


" Aku juga kecewa karena tidak bisa bicara dengannya dokter, tapi ini bukan salah Chan, melainkan saya.Karena datang tanpa memberitau lebih dulu pada anda atau Chan, kalau saya akan kesini," jelas Damian.

__ADS_1


Dokter Peter diam tidak mengatakan apapun lalu mengajak Damian keluar dari ruang perawatan Chan untuk mengobrol diruangan.


Damian mengangguk tapi sebelum pergi dari ruangan bocah laki-laki tersebut dia mendekat dan membelai lembut wajah tampan dan pucat milik Chan Medison, lalu berbisik pelan didekat telinga bocah kecil tersebut, sebatas mengatakan salam. Sebelum akhirnya mengikuti dokter Peter keluar dari ruangan tersebut menuju ruang kerja dokter Peter yang berada dibagian lain dari rumah sakit.


" Silahkan duduk tuan Damian," tawar dokter Peter ramah, yang dilakukan oleh Damian dengan duduk disofa ruang kerja pria berusia diawal 40 tahun tersebut.


" Jadi, kapan kita kira operasinya akan dilakukan dokter?" tanya Damian langsung karena sudah sejak tadi dia penasaran mengenai kemajuan kondisi dari Chan Medison yang baru saja dijenguknya.


" Kami sedang mempersiapkan prosedurnya tuan, karena ..."


Dokter Peter terdiam, dia terlihat ragu untuk mengatakan apa yang sebenarnya pada pria dihadapannya tersebut, karena pria itu bukan siapa siapa dari bocah yang menjadi pasiennya itu.


Karena itu ketika hampir mengatakannya pada Damian, seketika dokter Peter menghentikan ucapannya. Karena pada ibu dari anak tersebut saja dokter Peter belum berani mengatakannya, akibat khawatir apa yang dicemaskannya ini, membuat perempuan yang merupakan orang tua satu satunya dari bocah malang tersebut menjadi syok.


Punya kekhawatiran tersebut, akhirnya dokter Peter memutuskan untuk diam lebih dulu sampai semuanya yang dikhawatirkan nya benar benar terjadi, meski dia berharap itu tidak akan pernah terjadi.


 Karena kalau sampai apa yang dikhawatirkannya mengenai pendonor Chan yang kemungkinan bermasalah itu benar, maka kemungkinan bocah malang tersebut untuk segera dioperasi agar bisa sembuh semakin kecil, karenanya dokter Peter selaku dokter yang menangani Chan Medison secara khusus, akan memberitahu masalah ini pada Amora selaku wali dan orang tua dari Chan ketika semuanya sudah pasti saja.

__ADS_1


Damian menatap kearah dokter Peter yang tiba tiba terdiam, tidak meneruskan ucapannya mengenai kondisi dari Chan Medison yang seperti nya bermasalah sekarang.


" Ada apa dokter? Apa ada masalah dengan Chan? Kalau memang ada, bisa anda beritahu saya, siapa tau saja saya bisa membantu mengatasinya," saran Damian.


Mendengar ucapan Damian,dokter Peter masih terus terdiam, Damian bisa melihat keraguan dan kegelisahan dari sorot mata Dokter tersebut, membuatnya semakin yakin kalau sebenarnya telah terjadi sesuatu dengan Chan Medison sekarang.


" Saya disini hanya sebagai dokter dari Chan, jadi sejujurnya saya tidak terlalu berani berasumsi tuan Damian. Tapi sekarang saya benar benar sangat khawatir kalau ibu dari Chan akan ditipu oleh keluarga pihak pendonor putranya tersebut." terang dokter Peter, dengan wajah yang jelas terlihat khawatir ketika mengatakannya.


Damian terdiam sesaat, ini memang bukan urusannya.Disini status dirinya sama seperti dokter Peter. Dia hanya pria yang dekat dengan Chan, tanpa punya hak untuk ikut campur urusan intern orang tua bocah kecil tersebut.


 Tapi kalau sampai dokter yang sangat perduli pada kondisi dan keadaan Chan bilang seperti itu, berarti memang ada indikasi sesuatu yang buruk akan terjadi dalam masalah pendonoran sum sum tulang belakang yang sangat dibutuhkan bocah kecil tersebut, agar bisa sembuh.


" Anda sudah bicara dengan orang tuanya dokter?" tanya Damian, yang dijawab anggukan oleh dokter spesialis Kanker tersebut, tapi dengan anggukan ragu.


" Sudah pernah saya coba tuan Damian, ketika keluarga dari pihak pendonor meminta jumlah uang yang sangat fantastis pada orang tua bocah itu, tapi jawaban dari orang tua Chan bilang tidak masalah yang penting Chan mendapatkan pendonor dan bisa sembuh, itu yang dikatakannya. Jadi meski saya ragu pada pihak pendonor Chan ini, saya tidak bisa berbuat apa apa untuk membatalkannya karena orang tua dari Chan bersikeras untuk percaya pada pendonor tersebut tanpa mau mendengar nasehat saya," terang dokter Peter.


Damian hanya diam mendengar semua yang dikatakan oleh dokter Peter, sebagai orang luar dia membenarkan apa yang dilakukan dokter Peter, tapi andai dia berada diposisi sebagai orang tua dari Chan Medison, dia mungkin juga akan melakukan hal serupa yang dilakukan oleh orang tua bocah itu. Kenapa? Karena sebagai orang tua, hal yang paling diinginkan adalah melihat anak mereka sehat, apapun yang harus dilakukan dan berapapun uang yang harus mereka keluarkan, semua tidak berarti dibandingkan melihat anak tercinta mereka bisa kembali sehat dan tumbuh normal, sebagaimana anak anak lainnya.

__ADS_1


" Semoga saja apa yang anda cemaskan tidak terjadi dokter, karena sebagai orang yang perduli dengan kondisi Chan, saya, juga anda pasti ingin yang terbaik untuk bocah kecil itu.Kita semua berharap dia bisa sembuh agar bisa hidup normal lagi seperti anak seusianya nanti." ucap Damian, sebelum akhirnya pamit pergi dari ruangan dokter Peter.


__ADS_2