Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
32.Gaun Pilihan Damian.


__ADS_3

" Jangan memakai yang itu, tapi pakai yang lebih sexy lagi my Amor."


Amora langsung terjengkit, terkejut karena mendengar suara bass Damian, yang sudah berada disamping telinganya.


" Auwww! Kenapa kau sudah berada dibelakang ku?" tanya Amora, dengan menoleh kearah pria itu yang berdiri tepat dibelakangnya, dengan wajah Damian tepat berada disamping wajahnya.


" Tentu saja untuk memeriksa penampilan mu, apakah sudah sesuai atau belum," jawabnya, dengan menelisik penampilan Amora, yang memilih mengenakan gaun abu sebatas lutut, dengan bagian kerah bulat biasa yang terlihat sopan ketika dikenakan.


Kenapa dia memutuskan memilih gaun sederhana itu, dibandingkan semua pakaian yang ada didalam lemari ruang ganti tersebut.


Alasannya, karena semua gaun dan baju yang ada disana mempunyai model yang sangat terbuka, juga se-xy, dalam arti sesungguhnya.


Sejujurnya Amora tidak keberatan memakai pakaian seperti itu kalau untuk dirinya sendiri, tapi untuk berhadapan dengan Damian, dia rasa itu sama saja seperti memberi makan buaya darat.


Mungkin Damian tidak secara langsung akan menyergapnya untuk melayaninya di kasur, tapi pria itu pasti akan memakai seribu alasan supaya bisa menyentuhnya.


Lalu kenapa kalau Damian menyentuh dirinya? Apakah Amora sangat tidak suka? Jawabannya sebaliknya, entah kenapa dia sangat suka dan benci kalau pria itu menghentikan perbuatan anehnya itu. Jadi dari pada dia merasa sakit kepala dan kesal karena harus menahan hasrat gila yang ada ditubuhnya, lebih baik dia berusaha sebisa mungkin melindungi dirinya, supaya tidak menjadi bahan permainan tangan dan bibir nakal Damian.


" Kurasa tidak masalah, ini sangat nyaman aku suka," balas Amora.


"Itu menurutmu, tapi menurut ku itu terlalu biasa. Tidak menantang dan sexy my Amor," balas Damian, dengan sengaja mencebik kearah Amora, sebagai tanda dia tidak suka dengan penampilan Amora sekarang.


Sial, dasar pria brengsek, maki Amora dalam hati melihat reaksi yang diberikan Damian terhadap penampilannya sekarang.


" Bukankah kita hanya akan makan malam diruang makan Mansion, kurasa ini sudah cukup, Dam."


Damian menggeleng" No, ganti yang lain," perintah Damian lagi.


Amora mulai kesal, dengan sikap pemaksa yang ditunjukan Damian dan dia tetap berusaha melawannya.

__ADS_1


" No, aku tidak mau! Aku nyaman dengan ini dan akan memakai ini sekarang!" tegas Amora.


" Baik, kalau kau tidak mau ganti sendiri, maka aku akan memaksamu bagaimana?" ancam Damian dengan mulai memeluk pinggang ramping Amora, membuat perempuan itu mulai merasa cemas kalau Damian akan melakukan ancamannya.


" Jangan! Biar aku ganti sendiri kau menyingkir lah," pinta Amora, dengan cepat menjauh dari dekat Damian selagi bisa.


" Oke tidak masalah, tapi aku yang memutuskan gaun mana yang akan kau pakai malam ini untuk makan dibawah bersamaku, juga Estela."


" Estela? Jadi istrimu itu juga ikut makan bersama kita ,Dam?" tanya Amora, yang dijawab anggukan oleh pria itu.


" Ya, karena itu malam ini kau harus berpenampilan cantik, juga se-xy agar Estela merasa hubungan Kita ini serius, dengan begitu dia akan merasa semakin kesal pada kita berdua nantinya."


Ucapan Damian itu betul sekali, pikir Amora yang sudah tidak lagi merasa marah ketika Damian memberikan alasan kenapa malam ini dia harus menunjukan penampilan terbaiknya, sebagai perempuan simpanan Damian.


" Baiklah untuk kali ini tapi kedepannya biar aku yang menghadapi Estela sendiri, kau silahkan duduk manis untuk melihat hasilnya saja," pinta Amora yang dibalas Kedikan bahu oleh Damian.


Damian mengatakannya, dengan mulai memeriksa gantungan pakaian yang disiapkannya untuk Amora, selama perempuan itu akan tinggal dikamarnya.


Dia mengamati sesaat deretan gaun dan baju yang ada dihadapannya, sebelum mengambil satu yang menarik perhatiannya.


" Pakai ini," perintah Damian, dengan memberikan sebuah gaun yang terbuat dari kain sutra berwarna burgundi terang, kepada Amora.


" Ini," Amora menatap gaun yang ada ditangan Damian, dengan menelan ludah.


" Iya, apa kau tidak suka?"


Tidak suka.Bukan itu deskripsi yang dipikirkan Amora ketika melihat gaun berwarna burgundi dari sutra tersebut, tapi model dan panjang gaun itu yang membuat dia merasa keberatan untuk memakainya sekarang.


Kenapa? Karena selain berukuran sangat minim untuk bagian bawah, yang kalau dipakainya mungkin hanya beberapa centi saja dari pan*atnya, yang pasti akan tidak nyaman dikenakannya dibawah tatapan seorang Damian.

__ADS_1


Bagian atas gaun itu lebih parah dan Amora berpikir, itu bukan gaun melainkan lingerie. Alasannya, karena bagian atas kalau dikenakan ditubuhnya, dia yakin hanya akan menutupi sedikit saja dada miliknya yang punya ukuran cukup besar sekarang.


Kalau didepan kliennya yang lain mungkin dia akan berani dan tidak masalah mengenakan pakaian seperti itu, tapi didepan Damian, Amora tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.


" Aku rasa..."


" Pakai ini untuk sekarang dan aku yakin kalau kau memakainya, itu pasti akan membuat Estela langsung marah," potong Damian, dengan menyerahkan gaun yang ada ditangannya pada Amora, tanpa mau mendengar ketidak sukaan perempuan itu dengan keinginannya sekarang.


Amora menerima gaun tak layak pakai itu dari tangan Damian, dengan wajah muram dan helaan nafas cukup keras sebagai bentuk protesnya.


" Keluarlah, aku akan mengenakannya sekarang dan bersiap untuk turun, karena kurasa kau juga perlu memakai sesuatu, atau...yah, entahlah.Aku tidak bagaimana kebiasaan mu ketika makan malam di tempat tinggalmu sendiri. Apakah hanya mengenakan celana panjang saja seperti itu, atau malah..."


Amora sengaja tidak menyelesaikan ucapannya yang bernada menyindir Damian, supaya pria itu kesal dan meninggalkan dia sendiri dirumah ganti untuk bersiap.


" Jangan pikirkan apa yang akan ku kenakan karena semakin sedikit yang aku pakai maka akan semakin mudah kau membukanya nanti benar begitu bukan my Amor," balas Damian dengan sengaja mengecup tengkuk Amora, untuk membuat perempuan itu menjadi semakin marah padanya.


Dan benar saja, apa yang dilakukan Damian langsung membuat Amora semakin kesal terhadap pria itu. Dengan kuat didorongnya tubuh Damian supaya menjauh darinya, meski yang terjadi sebaliknya.


Karena ketika Amora mendorong dada Damian, pria itu dengan sigap meraih pinggangnya. Hingga ketika Damian terjatuh ke kursi yang ada diruang ganti, Amora juga ikut jatuh, tepat dipangkuannya.


" Dam! Kau... Lepas!" pinta Amora, dengan berusaha bangun dari atas pangkuan Damian.


" Bagaimana kalau kita batalkan saja makan malam dibawah dan kita makan sesuatu yang lain sekarang my Amor, kurasa itu akan lebih menyenangkan bukan," goda Damian, dengan tetap menahan tubuh Amora diatas pangkuannya.


" Tidak! Kau sudah bilang tidak akan memaksaku lagi seperti sebelumnya bukan, jadi aku ingin kau menepatinya. Jangan buat aku semakin membencimu, karena sudah melakukan apa yang tidak aku inginkan!"


Mendengar ucapan Amora, dengan berat hati Damian melepaskan pelukannya ditubuh indah Amora.


" Baiklah, aku tidak akan lagi memaksaku. Tapi kalau kau yang menginginkannya, aku akan dengan senang hati melakukannya my Amor."

__ADS_1


__ADS_2