Pelakor Kesayangan Pria Kejam

Pelakor Kesayangan Pria Kejam
31.Damian Yang Semaunya.


__ADS_3

"Kalau kau merasa tidak suka dengan sikap dan apa yang kulakukan sekarang, kau boleh mengajukan cerai Estela."


Estela langsung terdiam mendengar ucapan Damian. Sial, sepertinya sekarang dia harus mundur dulu, untuk mengatur cara agar Damian mau bersikap seperti sebelumnya terhadap dia, batin Estela dengan menenangkan emosinya, sebelum menjawab perkataan yang dikatakan Damian barusan.


" Sepertinya kita tidak bisa berbicara sekarang Sama, karena kita berdua sedang dalam kondisi emosi. Jadi aku akan pergi dari sini untuk memikirkan jalan terbaik bagi pernikahan kita ini. Dan sebagai suami kuharap kau juga melakukan hal yang sama. Kau boleh bermain dengannya" Estela menunjuk kearah Amora dengan tatapan merendahkan secara terang terangan.


" Tapi, aku berharap tetap menjadi prioritas mu karena bagaimana pun aku ini istri sahmu baik dimata hukum, maupun keluarga Bernadez. Jadi tolong perlakukan aku seperti layaknya istrimu," lalu Estela berjalan pergi, meninggalkan Damian dan Amora setelah selesai mengatakan semuanya.


Amora menatap kepergian Estela, sampai perempuan itu menghilang kedalam lift, yang membawanya turun dari lantai dimana kamar Damian berada.


" Sampai kapan kau akan terus menatap istriku itu my Amor," celetuk Damian yang membuat Amora sadar dengan posisi ambigu mereka sekarang dan segera berusaha mendorong tubuh Damian menjauh dari dirinya.


" Menyingkir Dam,Estela sudah pergi!" perintah Amora yang kali ini tidak ditolak oleh pria itu.


" Oke," ucapnya, dengan melepaskan pelukan tangannya dari tubuh Amora, meski enggan melakukannya Damian tidak bersikeras menolak karena dia sangat menikmati setiap sikap yang ditunjukan Amora pada apa yang dilakukannya, meski itu berbentuk perlawanan tapi rasanya tetap sangat menyenangkan.


Damian merasa semua yang dilakukan Amora, membuat sesuatu yang selama ini sudah membeku perlahan mencair, meski Damian tidak tau apa itu.


" Keluarlah,aku ingin membersihkan diri dan berganti pakaian dengan yang lebih layak," perintah Amora lagi, ketika sadar Damian mengikutinya dari belakang masuk kedalam kamar.


" Ini kamarku my Amor. Semua barang yang aku butuhkan juga ada disini jadi apa itu ucapan yang pantas kau katakan pada siempunya sementara kau hanya penumpangnya."


Amora langsung membalikkan tubuhnya, ketika mendengar ucapan telak yang dikatakan Damian. Dia yang semula berniat masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengurungkannya. Dengan tanpa takut, Amora mendekat kearah Damian dan berdiri tepat dihadapan pria itu, yang lebih tinggi sekitar 30 centi dari tinggi tubuhnya.

__ADS_1


" Bukan aku yang ingin tinggal dikamar ini, tapi kau yang memerintahkannya, jadi..Kalau kau merasa terganggu dengan kehadiran ku, sebaiknya kau memberiku kamar yang lain atau kalau perlu aku.."


Tiba tiba saja Damian menyambar tubuh Amora dan langsung memagut bibir perempuan itu, hingga membuat cerocos Amora tertelan lagi di tenggorokan, akibat ciuman mendadak yang dilakukan Damian.


" Ummmh..."


Amora sangat terkejut dan tidak sempat menghindar atau menolaknya, untung saja Damian hanya melakukan sebatas itu dan melepaskan nya setelah merasa Amora hampir kehabisan nafas.


" Kau...." ucap Amora Dnegan segera memundurkan tubuhnya menjauh dari Damian dengan nafas yang terdengar terengah engah, akibat pagutan dalam yang baru saja dilakukan Damian.


" Selingan," ejek Damian, dengan wajah tanpa rasa bersalah.


Selingan? gampang sekali bibirnya itu mengumpamakannya. Apa dia tidak tau ciumannya itu sudah membuat seluruh sendi ditubuh Amora serasa hampir lepas, karena terlalu lemas, gerutu Amora dalam hati. Dia sangat kesal dengan jawaban dari Damian, yang mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


" Entahlah, sepertinya sulit my Amor, karena bersikap mesra merupakan bagian dari perjanjian kerja sama kita, apa kau lupa?"


Bagian dari perjanjian, bukannya itu tidak tertulis disurat perjanjian mereka yang sudah ditandatangani olehnya tadi, dasar modis Damian, batin Amora semakin kesal, karena pria dihadapannya itu sekarang suka sekali membawa bawa perjanjian, untuk membenarkan semua tindakan tidak masuk akalnya sejak tadi.


" Kupikir..."


" Tidak perlu dipikir, tapi jalani dan nikmati saja semua yang terjadi diantara kita my Amor." Damian memotong cepat apa yang akan diucapkan oleh Amora membuat Amora hanya bisa terdiam dengan mengedip kedipkan mata bulat indah miliknya sebagai reaksi untuk Damian.


Dia rasa apapun yang akan dikatakannya semua pasti bisa disanggah oleh pria dihadapannya ini jadi Amora memutuskan tidak lagi mengatakan apa apa dan memilih menjauh dengan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri seperti rencananya semula.

__ADS_1


Untung saja Damian tidak lagi menghalangi niatnya tersebut atau tidak mengatakan ingin ikut masuk kedalam kamar mandi untuk mandi bersamanya meski Amora sempat mengkhawatirkan hal itu tapi ternyata pria tersebut tidak melakukannya.


Dia menepati janjinya dengan tidak memaksakan keinginannya pada Amora, seperti dimalam waktu mereka berada di Bar.


Sejujurnya Amora sangat bersyukur Damian mulai bersikap bersahabat dengannya, tidak seperti sewaktu mereka baru bertemu malam sebelumnya di Bar waktu itu.


Mungkin saja saat itu Damian sedang terbawa perasaan, karena melihat perubahan yang terjadi pada dirinya, pikir Amora sambil membersihkan diri dibawah shower kamar mandi.


Karena saat semuanya terjadi, dia juga sedang terbawa perasaan dimasa lalu, karena mengetahui calon klien yang harus digodanya ternyata adalah pria dari masalalunya.


Tapi sekarang, dia akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat kejadian malam itu tidak terulang lagi. Kenapa? Karena dia tidak ingin terluka lagi. Cukup rasanya semua rasa sakit dan penderitaan yang dirasakannya oleh sosok Damian.


Ada Chan sekarang dan itu yang harus menjadi prioritas dalam hidupnya. Selama ini dia sudah bisa hidup tanpa sosok Damian, jadi dia akan terus seperti itu, dengan mengingatkan dirinya kalau kontak fisik dan kedekatan mereka ini, hanya demi sebuah kerjasama saling menguntungkan saja, tidak lebih.


Amora berpikir Damian sudah pergi dari kamar tersebut ketika dia sendang mandi tapi ternyata dia salah,ketika dia keluar Damian masih berada disana dan dengan kondisi yang sama pula, hanya mengenakan celana panjang tanpa memakai baju.


Pria itu sedang duduk disofa sibuk dengan ponsel ditangannya, mungkin sedang bekerja pikir Amora karena ketika Amora keluar dari kamar mandi, pria itu sama sekali tidak menoleh kearah dirinya seolah dia tidak sadar kalau ada Amora sekarang karena terlalu fokus dengan ponsel ditangannya.


Tapi pikiran Amora ternyata salah, ketika dia berada didalam ruang ganti untuk berganti pakaian dia mendengar Damian bicara dengannya dari tempat duduknya.


" Jangan pakai pakaian yang kau bawa, tapi pakai barang yang sudah aku siapkan, kalau kau ingin membuat Estela percaya tentang hubungan kita."


Amora yang sudah hampir membuka koper miliknya lalu mengurungkannya dan patuh, pada perintah yang dikatakan pria itu, karena menurutnya itu sangat masuk akal.

__ADS_1


__ADS_2