
Pagi hari yang agak mendung wanita ini sudah duduk di balkon kamarnya sambil menekuk lututnya dan memikirkan apa yang sudah terjadi selama seminggu terakhir ini.
Semenjak hari pertengkaran kemarin bersama Arka, Erika hanya mengurung dirinya didalam kamarnya. Erika hanya keluar dari kamar jika ada hal yang penting saja. Bahkan terkadang Erika jarang terlihat ikut makan malam bersama keluarga nya.
Erika lebih memilih mengurung dirinya dan mencoba mencerna apa yang terjadi. Dia memikirkan semuanya hingga kadang dia tidak memiliki waktu untuk makan dan tidur karena keadaan seperti ini.
Apalagi sekarang setelah seminggu semenjak bertengkar dengan Arka, Erika tidak pernah mendapati Arka ke rumahnya atau pun mencoba membujuknya. Hal itu membuat Erika merasa lebih kesal kepada Arka dan juga sedikit curiga padanya.
Dia takut laki-laki tersebut malah mencari wanita lain tapi hal itu langsung ditepis Erika karena dia sangat yakin kalau Arka bukanlah laki-laki seperti itu.
"Apakah harus segitunya dia marah?? Sampai-sampai nggak main kerumah. "
Krek..
Erika segera mengalihkan pandangannya kearah pintu berharap laki-laki yang ditunggu nya yang datang. Tapi ternyata Erika terlalu berharap karena ternyata yang datang adalah kakek nya.
"Kakek.. "
"Bagaimana keadaan kamu sekarang Erika?? Kamu tidak makan?? " Tanyanya lembut.
"Tidak kek, Erika tidak lapar. Nanti saja. "
"Erika kamu harus makan ya, nanti sakit, " Buruknya.
"Emm... Iya kek, Erika makan. Ayo kebawah, " Ajaknya.
Kakek Leon tersenyum disaat Erika mau mengikutinya nya makan bersama di ruang makan karena selama seminggu ini Erika lebih suka makan didalam kamarnya.
Di ruang makan.
"Mama Erika.... " Panggil Ria sambil berlari kearah Erika.
"Ria... " Senyumnya mengembang tiba-tiba saat melihat Ria yang ada di rumahnya.
"Ria merindukan mama, " Ucapnya dalam pelukan Ria.
"Mama juga sayang. Kamu kesini dengan siapa?? " Tanyanya dan berharap dia mendapat jawaban yang dia ingin kan.
"Bersama ibu panti, maaf kak Arka nggak datang soalnya lagi sibuk ngurusin restoran. Katanya lagi rame pengunjung. "
"Ooo... Nggak papa kok Ria yang penting Ria ada disini, mama ada temennya. " Ucapnya dengan riang.
"Emm... "
"Ayo makan dulu. Lihat badanmu sangat kurus wajahmu begitu pucat, ayo. " Ajak kakeknya.
"Iya kek. "
"Ma, Ria yang suapin ya, " Tawar gadis kecil itu.
"Emm.... "
Erika pun makan dengan lahap karena disuapi oleh anak kecil ini. Dia tetap bahagia walaupun ada tersimpan sedikit kekecewaan karena Arka tidak ada mengunjungi nya. Erika awalnya memang diam tapi karena rasa penasaran nya lebih besar dia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada kakek nya.
__ADS_1
"Kek, Arka kemana ya?? Kok nggak ada main kesini?? "
Kakek Leon hanya menghembuskan napas nya mendengar Erika bertanya tentang suaminya.
"Arka selamat seminggu ini jarang di panti. Dia selalu kerja di restoran, kadang dia juga tidur di sana. Dalam seminggu ini saja dia baru ada pulang ke rumah 3 hari. Mungkin masih memikirkan pertengkaran kalian kemarin. "
"Oo.. Tapi kenapa dia tidak kemari? "
"Arka bilang akan memberikan waktu untukmu berpikir dan juga dia ingin mencoba mendewasakan dirinya. "
"Kek, Erika mau keluar. Erika bosan dirumah aja. "
"Kamu mau kemana sayang?? " Tanya ibu panti
"Emm.. Sepertinya Erika mau ke mall aja mau belanja. "
"Boleh, tapi kamu pergi bersama Ria ya dengan syarat harus pulang sesuai jam. Oke. "
"Siip kakek, makasih ya," Langsung memeluk kakek nya.
Setelah Erika makan dengan disuapi Ria akhirnya Erika dan Ria bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama.
"Ria udah siap sayang?? " Tanya Erika.
"Udah ma, yuk berangkat. "
"Emm... Kakek, ibuk Ria pergi dulu sama mama Erika ya, " Pamitnya sambil menciumi punggung tangan kakek Leon dan ibu Rahma secara bergantian.
"Iya, " Jawab Ria dan Erika serempak.
Setelah berpamitan mereka langsung masuk kedalam mobil.Erika menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena hari agak mendung.
Setelah sampai mereka segera masuk kedalam mall dan berbelanja banyak barang. Mulai dari baju, boneka dan juga sedikit perlengkapan dipanti. Karena sudah lumayan lama berbelanja dan juga hari sudah menunjukkan waktu makan siang, Erika mengajak Ria untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang.
Tapi belum sempat lagi Erika pergi memesan makan siang untuk mereka atensinya jatuh kepada sepasang kekasih. Dia seperti mengenal laki-laki yang bersama wanita tersebut, walaupun laki-laki tersebut agak nampak risih dengan perempuan disamping nya tetapi dia membiarkan saja lengannya digandeng wanita tersebut.
Awalnya Erika ingin bersikap biasa saja karna dia merasa salah lihat tapi tiba-tiba dia tertegun ketika laki-laki tersebut memutar badannya. Mata mereka bertemu, nampak laki-laki terkejut dengan keberadaan Erika dibelakang nya bersama Ria.
Mata Erika memanas melihat laki-laki didepan nya yang sedang bersama perempuan lain. Erika tidak habis pikir bagaimana bisa disaat rumah tangganya sedang ditimpa masalah Arka malah enak enakan berjalan dengan perempuan lain.
"Erika.. " Ucapnya lirih.
"Hah, aku kira kamu benar-benar kerja. Kau tidak menemui ku karna memang sedang membiarkan ku sendiri. Tapi ternyata aku salah, kau ternyata tak sebaik yang aku pikirkan. "
"Erika kau hanya salah paham. "
"Salah paham?? Kau pikir aku buta??Dia siapa?? "
"Aku tidak mengenalnya, " Jawab Arka.
"Sayang... Kenapa berbohong, aku kan pacar kamu bilang saja sayang.. " Ucap wanita itu dengan gaya centil.
"Dasar tidak tau diri, sial*n."
__ADS_1
"Aku tidak mengenalnya Erika, aku saja baru bertemu denganya disini. Tadi dia memintanya ku untuk menolong nya mencari toko boneka. Tapi aku tidak tau kenapa dia malah menggapku sebagai pacarnya, " Ucapnya sambil menghempaskan tangan wanita tersebut dari lengannya.
"Er... " Sambil berjalan mendekat ke arah Erika.
"Jangan mendekat Arka. Kau susah menghancurkan kepercayaan ku padamu. "
"Kakak, mama kenapa nangis?? " Tanya Erika yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Erika ini cuma salah paham. Kita ngomongin baik-baik ya. "
"Salah paham apa sih sayang.. Aku kan emang pacar kamu, " Ucap wanita itu lagi.
"Lo gila ya??? Gue aja baru kenal lo gimana bisa lo ngangep kita pacaran. Gue udah punya istri dan gara-gara lo istri gue salah paham. Lebih baik lo pergi!! " Kesal Arka sambil meneriaki wanita tersebut.
Karena tidak ingin berlama-lama disana dan takut Arka bertambah marah wanita itu pun pergi dari tempat tadi dengan tersenyum licik.
Setelah agak menjauh wanita tadi mulai membuka HPnya dan memencet salah satu nomor diponsel pintar nya.
Tut📞📞
Tut📞📞
Tut📞📞
"Halo Renata gimana??? " Tanya seorang laki-laki disebrang sana.
"Semuanya lancar. Mereka sedang bertengkar berdua, apa itu cukup?? "
"Belum, aku mau mereka berpisah. "
"Baiklah, tapi ingat apabila aku berhasil bayaran nya 3 kali lipat dari biasanya. "
"Oke, itu gampang. Aku beri kamu 5 kali lipat. Apa itu cukup?? "
"Oke, deal ya. Kau tenang saja semuanya akan aku laksanakan dengan baik. "
"Bagus.. "
Tut📞
Tut📞
Tut📞
Panggilan telponnya lun dimatikan sepihak oleh laki-laki tersebut. Didalam rumahnya, laki-laki tersebut hanya tersenyum licik dan tertawa lepas mengingat rencana yang dia buat akan berjalan satu persatu.
"Hahahh.... Kau lihat saja Erika.. Rumah tanggamu dan Arka akan hancur. Aku tidak akan membiarkan kau hidup bahagia diatas penderitaan ku. "
🌼Bersambung 🌼
selamat hari minggu😀. Mulai lah hari dengan kegiatan positif dan jangan lupa jaga kesehatan.
Happy Reading😊😊
__ADS_1