Pelayan Tampan Itu Suamiku

Pelayan Tampan Itu Suamiku
Siaran langsung.


__ADS_3

"Sudah, Ma, semua sudah selesai. Tinggal tunggu hari H saja."


"Baguslah, ibu senang mendengar nya. Ayo masuk lah, kita makan siang bersama."


"Iya, Ma."


Jonathan dan Renata pun segera masuk ke dalam rumah dan duduk di meja makan untuk makan bersama. Di sana juga sudah terlihat ayah Jonathan yang duduk manis sambil menyeruput kopi panas milik nya.


"Pa, apa kabar?" tanya Renata yang tiba-tiba saja sudah ada di depan papa Jonathan.


Mendengar suara khas dari anak menantunya itu, papa Jonathan pintu segera berdiri dan tersenyum pada Renata.


"Kabar baik, Nak, menantu papa ini apa kabarnya?" tanya balik papa Jonathan.


"Ihh... Papa bisa aja, Renata belum sah lagi, Pa, sama, Jonatan jadi masih calon." Renata mencoba mengingatkan calon mertua nya itu.


"Tidak apa-apa, Nak, yang penting kan beberapa hari lagi kalian akan menikah."


"Iya deh, terserah, Papa, aja," kekeh Renata.


"Sudah sudah, hari sudah semakin siang. Kita makan siang dulu udah itu, Jonathan langsung antar, Renata, ya. Wanita yang akan segera menikah akan begitu sibuk sampai hari H nanti."


"Iya, Ma, selepas ini, Jo, akan antar, Renata, pulang."


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk langsung duduk dan memakan makan siang yang sudah tersaji di atas meja.


Papa dan mama Jonathan juga sesekali berbincang-bincang dengan Renata. Melihat Renata yang begitu pandai mengambil hati orang tuanya membuat Jonathan yakin kalau Renata memang lah jodohnya yang sudah si tentukan oleh Tuhan.


"Eh, kamu mau ngapain? Biarin aja piring nya, nanti biar aisten rumah saja yang membersihkan." Ibu Jonathan bersuara berusaha menahan Renata yang sudah memegang piring kotor nya dan hendak mencuci.


"Ngga papa, Ma, Renata udah biasa kok kayak gini. Jadi ngga papa ya, Ma, Renata ngga mau ngerepotin asisten yang lain," pinta Renata.


"Emm... Iya deh, terserah kamu aja, Sayang."


"Emm.. Makasih, Ma, kalau gitu Renata ke dapur dulu ya. Jo, aku bersihin dulu ya ini nanti baru aku balik lagi, sebentar aja kok," ujar Renata seraya membawa piringnya ke wastafel.


"Aku bantuin ya, Sayang," tawar Jonathan seraya membantu Renata membawa piring kotor ke arah wastafel.


"Makasih, Sayang," jawab Renata seraya tersenyum kepada Jonathan.


Mama dan papa Renata hanya tersenyum melihat anak dan calon menantu nya itu yang saling membantu satu sama lain.


"Mereka memang sangat cocok, Ma," ujar Papa Jonathan.


"Iya, Pa, Renata juga begitu dewasa. Mama harap Renata bisa menjadi pendamping yang pas untuk Jonathan."


Sementara itu di dapur.


Renata masih saja sibuk dengan kegiatan nya mengumpulkan semua piring kotor yang terlihat di matanya. Setelah merasa semua piring kotor nya terkumpul, Renata langsung saja memulai aksinya mencuci satu persatu piring, sendok, dan juga gelas kotor.


Di saat Renata sibuk dengan pekerjaannya, Jonathan yang berada di samping Renata langsung menyandarkan badannya ke wastafel sambil melipat tangan nya sambil memperhatikan Renata.


"Ada apa? Kenapa memperhatikan ku seperti itu?" tanya Renata yang sedikit risih karena di tatap Jonathan.


"Emm.. Ngga papa kok, cuma mau liatin kamu doang."

__ADS_1


"Ih, dasar," kekeh Renata.


Tak perlu waktu lama, Renata segera menata semua yang sudah di cucinya tadi ke tempat yang seharusnya.


Setelah selesai, Renata langsung berpamitan kepada, Papa dan Mama, Jonathan.


❤❤❤


Satu minggu kemudian


Hari yang sudah di tunggu-tunggu akhirnya sudah tiba. Di dalam kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, terlihat gadis cantik yang sudah si balut dengan gaun putih itu tengah menggigit kukunya karena merasa begitu gugup.


"Ren, kenapa malah gigit kuku sih? Jangan gugup oke, tenang saja," ucap Erika berusaha menenangkan Renata.


"Iya, aku tau, Er. Tapi, aku benar-benar gugup sekarang, aku benar-benar tidak menyangka akan menjadi istri, Jonathan, aku juga tidak tau harus bagaimana jika nanti sudah berada di sana dan menyaksikan, Jonathan, mengucapkan ijab kabul nanti. Aku gugup, Er."


"Iya, aku tau kamu gugup. Ini biasa kok bagi yang mau menikah, jadi kamu harus PeDe saja ya."


"Emm.. Baiklah, terimakasih ya sudah au datang ke mari dan menemani ku,Er," sambil memegang kedua tangan Erika.


"Iya, Sama-sama."


Sementara itu di ruang rias Jonathan.


"Aduh, bagaimana ini, Ka? Aku benar-benar gugup," adu Jonathan pada Arka.


"Sudah tidak apa-apa, itu wajar bagi yang mau menikah. Inti nya kamu harus rileks, sebelum ngucapin ijab kabul ingat jangan lupa tarik nafas dulu, bismillah. Aku yakin semua nya pasti akan lancar," saran Arka.


"Iya, Ka, mudah-mudahan saja."


"Ya sudah, ayo kita keluar. Mereka semua pasti sedang menunggu kalian," ajak Arka.


"Mau bertanya apa?"


"Emm.. Kamu dan Erika kan sudah lumayan lama menikah, emm.. Aku mau bertanya bagaimana malam pertama kalian, apakah benar-benar menyenangkan?" tanya Jonathan.


"Malam pertama." Arka mengetuk dagunya memikirkan.


"Emm.. Sebenarnya, aku dan Erika belum pernah melakukan malam pertama," lanjut Arka sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Hah? Belum pernah, pfttt.. Hahaha." tawa Jonathan pecah mendengar penuturan Arka.


"Yak, jangan tertawa, aku serius," kesal Arka.


"Hahaha.. Oke, tapi ini serius?" tanya Jonathan tidak percaya.


"Iya," raut wajah Arka tiba-tiba berubah senduh.


"Tapi kenapa? Bukan kah kalian sudah menikah hampir tiga bulan?"


"Panjang cerita nya."


"Baiklah kalau panjang, nanti saja kamu cerita kan padaku. Tapi kamu tenang saja, Ka, aku dan Renata, pasti akan segera memberikan kalian keponakan yang lucu," goda Jonathan.


"Dasar br*ngs*k kamu, Jo," kesal Arka langsung memukul pundak Jonathan.

__ADS_1


BRUGGH


"Awww..." rintih Jonathan.


"Rasakan itu, lihat saja nanti. Ku pastikan aku dan Erika akan membuat anak yang lebih lucu lagi," kesal Arka.


"Hahaha.. Terserah kamu saja lah. Ayo keluar, aku sudah tidak sabar untuk mengikat janji suci dengan, Renata."


"Baiklah, ayo."


Arka dan Jonathan segera keluar karena acara akan segera di mulai, begitu pun dengan Erika dan Renata.


Renata dan Jonathan segera duduk berdampingan di depan pak penghulu. Keluarga dan beberapa tamu nampak nya sudah tak sabar ingin menyaksikan ijab kabul mereka. Tak lupa juga Erika dan Arka yang duduk berdampingan menyaksikan acara sakral itu.


Tak perlu waktu lama, setelah memastikan semua keluarga sudah berkumpul mereka pun segera melaksanakan ijab kabul.


Dengan begitu tenang, Jonathan mulai mengucapkan ijab kabul. Cukup 1 kali percobaan saja mereka akhirnya sah menjadi sepasang suami istri.


"Alhamdulillah ya, Ka, akhirnya mereka sudah sah. Aku sangat senang melihat nya."


"Iya, Sayang. Aku juga senang," sambil mengelus lengan Erika dengan lembut.


"Ya sudah, ayo kita ke sana dulu. Nanti baru kita menghampiri mereka, mereka juga seperti nya sedang sibuk dengan para tamu," ajak Arka.


"Iya, Ka."


2 jam sudah berlalu, akhirnya setelah menyapa dan bersalaman kepada semua tamu undangan mereka bisa juga duduk dengan tenang di pelaminan mereka.


"Apa kamu capek, Sayang?" tanya Jonathan yang melihat Renata sedang memijit lengan nya.


"Tidak kok, hanya pegal sedikit."


"Emm... Kalau kamu capek bilang saja ya."


"Emm.."


Melihat Jonathan dan Renata yang tengah duduk dan tidak melayani tamu. Arka dan Erika akhirnya memutuskan untuk mengunjungi mereka.


"Hai, Ren, selamat ya atas pernikahan kalian," ucap Erika setelah sampai si depan Renata dan langsung memeluk Renata.


"Makasih ya, Er."


"Sama-sama."


"Selamat atas pernikahan kalian, Bro," langsung memeluk Jonathan dengan erat.


"Ya, ya, ya, makasih. Sudah nggak perlu peluk-peluk juga kali emang aku cowok apaan," kesal Jonathan seraya menjauhkan Arka dari dirinya.


"Hah, dasar, baiklah. Oiya jangan lupakan siaran langsung nya nanti," goda Arka sambil menaik-turunkan alisnya.


Jonathan yang awalnya tidak mengerti hanya terdiam memikirkan apa yang di katakan Arka padanya. Hingga tiba-tiba dia tersadar apa yang di maksud Arka tersebut.


"Dasar kep*r*t, kalian saja sana yang siaran langsung aku tidak mau." kesal Jonathan sambil menendang kaki Arka.


🌼Bersambung 🌼

__ADS_1


Hello semua para Readers jangan lupa, like, coment, vote dan rate ⭐ 5 nya ya. Mohon maaf karena cerita nya semakin ke sini semakin gaje😅. Mudah-mudahan kalian suka.


Happy Reading 😊😊.


__ADS_2