
"Nggak kok, Sayang, siapa juga yang marahin kamu. Yaudah, sekarang kita tidur ya." Jonathan menarik selimut lalu memeluk Renata dengan erat.
"Emm... "
06.00 WIB.
Cahaya matahari pagi sudah menyambut alam dengan sinar hangat nya. Nampak sepasang suami-istri yang masih tertidur pulas itu sedikitpun tidak terganggu dengan bunyi alarm yang sudah berteriak dari tadi.
Kringgg....
Kringgg....
Kringg...
Alarm berbunyi untuk yang kesekian kalinya. Karena merasa terganggu dengan alarm yang berbunyi di samping nya, wanita yang masih di selimuti kain tebal itu meraba ke atas nakas yang terdapat ponsel pintar nya di sana. Tanpa basa-basi wanita itu langsung mematikan alarm di pinselnya dengan kesadaran yang belum terkumpul 100% .
"Hoamm..." sambil meregangkan otot-otot tangannya.
"Hah, udah pagi ternyata. Karena gordennyadi ganti semalam, aku merasa begitu menyeramkan berada di kamar sendiri," sambil bergidik ngeri.
"Nyenyak banget sih tidurnya." sambil mencolek-colek pipi suaminya karena merasa gemas.
"Apakah dia begitu kelelahan hingga jam segini belum bangun. Yaudah lah, mending aku pergi mandi dulu."
Baru saja wanita itu hendak berdiri tiba-tiba saja dirinya terpaku melihat badannya yang polos tidak berbusana.
"Dasar, Arka!! Untung suami kalau nggak udah aku kuliti badannya." Erika kesal melihat Arka yang sudah memakai celana boxer nya walaupun badannya masih polos belum memakai baju.
"Kamu sudah bangun, Sayang?"
Mendengar suara dari arah belakang nya, Erika seketika membatu. Eruka bahkan tidak mberikan perlawanan atau balasan atas pelukan Arka yang tiba-tiba.
"Sayang..." panggil Arka lagi karena tidak mendapat balasan dari istrinya.
"I-iya, ada apa?
"Kamu kenapa?"
"A-aku mau mandi." langsung berdiri sambil membawa selimut.
"Kenapa bawa-bawa selimut ke kamar mandi?" tanya Arka dengan senyuman jahilnya.
Mendengar pertanyaan Arka membuat Erika seketika membalikkan badannya menatap Arka dengan tajam.
"Aishh... Kamu ini lupa atau gimana sih, Ka?" kesal Erika.
"Lupa apa, Sayang?"
"Semalam kan kita habis--," ucapan Erika seketika berhenti ketika melihat Arka yang tengah menahan tawanya.
"Aishh.. Sudah lah, aku mau mandi."
BRAKKK
"Hahah.. Dasar si manis."
Arka terkekeh melihat tingkah Erika yang malu-malu di depannya. Setelah Erika masuk ke kamar mandi, pandangan Arka teralihkan pada sprei putih di sampingnya yang terdapat bercak darah.
__ADS_1
"Terimakasih, Erika."
Di kediaman Renata dan Jonathan.
Renata bangun lebih awal dari Jonathan. Nampak Jonathan yang tengah terlelap dalam mimpinya membuat Renata tak tega untuk membangun kan laki-laki yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.
"Morning, Sayang."
Cup
Renata memcium pipi Jonathan sekilas. Setelah mencium pipi Jonathan, Renata segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Jonathan yang merasakan satu kecupan mendarat di pipinya langsung terbangun dari tidur nya. Jonathan mengelus pipinya dengan lembut sambil tersenyum.
Krekk...
Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka, dengan kecepatan bak manusia super, Jonathan kembali berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut seperti semula.
"Dia belum bangun juga, lebih baik aku ke bawah."
Renata segera keluar dari kamar menuju ke dapur.
"Huh... Renata udah keluar, lanjutin tidur lagi aja lah, ngantuk banget, hoam..."
Di dapur.
Terlihat pagi ini masih banyak orang di rumah keluarga Jonathan. Ada yang merapikan meja prasmanan, tempat altar pernikahan dan segala barang-barang pernikahan yang masih melekat di sana.
Sedangkan di dapur banyak orang-orang yang tengah memasak berbagai lauk pauk untuk sarapan.
"Ma, udah bangun?"
"Nggak papa kok, Ma, Renata emang udah biasa bangun pagi. Ada yang bisa, Renata bantu nggak, Ma?"
"Nggak, Sayang, kamu nggak perlu ngapa-ngapain. Lebih baik kamu ke kamar, nemenin suami kamu."
"Tapi, ma-"
"Renata, kamu temani, Jonathan aja ya di kamar. Nanti kalau sarapan nya udah siap, Mama, panggil kalian."
"Emm.... Yaudah deh, Ma, kalau gitu, Renata, ke atas dulu ya."
"Iya."
Dikamar.
"Huh.." menghempas kan badannya ke kasur.
Jonathan yang merasa ada pergerakan di samping nya seketika mengedarkan pandangan nya. Nampak, Renata yang duduk di samping nya dengan wajah cemberut.
"Ada apa, Sayang?" tanya Jonathan sambil mengucek matanya.
"Jo." memutar badan menghadap Jonathan.
"Emm.. Ada apa?"
"Aku bosan, masa, Mama, ngelarang aku buat nolongin yang lain beres-beres, aku kan nggak biasa duduk diam gutu aja," adu Renata dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Loh, kenapa? Mama itu baik loh, Mama, nggak mau kamu nanti kelelahan udah itu sakit."
"Emm... Iya juga sih. Tapi, Jo, kita boleh jalan-jalan keluar nggak? Aku bosan, mau jalan-jalan," pinta Renata dengan senyuman manisnya.
"Emm.. Yaudah, nanti kita jalan-jalan ya. Tapi kita jalan-jalan nya ke rumah, Arka, aja nggak apa-apa kan?" tawar Jonathan.
"Emm... Boleh. Yaudah, tunggu sebentar ya, aku siapin air hangat untuk kamu mandi dulu ya," berjalan ke arah kamar mandi.
"Makasih."
Dalam beberapa menit kemudian, Renata keluar dari kamar mandi karena sudah selesai menyiapkan air hangat untuk suaminya.
"Mandi gih, air hangat nya udah siap."
"Emm.. "
"Eh, tunggu sebentar. Ini, emang kamu mandi nggak bawa handuk apa, sampai-sampai lupa bawa handuk sendiri." Renata memberikan handuk kepada Jonathan.
"Yaudah, aku mandi dulu ya. Makasih udah di siapin."
"Sama-sama."
30 menit setelah Jonathan memasuki amar mandi untuk membersihkan badannya, Jonathan langsung keluar denganhanduk yang melilit di pinggang nya hingga menutupi area pinggang nya sampai lututnya
Renata yang tengah memilih-milih baju untuk Jonathan kenakan langsung terpaku melihat lekuk tubuh Jonathan yang bisa di bilang sempurna.
Renata menelan Slavia nya susah payah ketika melihat Jonathan mendekat ke arahnya.
"Hei, ada apa? Kok melamun?" melambai-lambai kan tangannya di depan wahh Renata.
"Emm.. I-iya? Oh itu, aku nggak melamun kok, cuma kebelet pipis aja. Yaudah, itu baju kamu udah aku siapin, aku mau mandi dulu ya."
"Iya."
Beberapa saat kemudian, Renata juga sudah menyelesaikan kegiatan mandinya. Renata langsung mengganti bajunya dan merias dirinya sedikit, Renata melihat ponsel nya sebentar lalu mengirim pesan ke seseorang. Setelah selesai Renata segera turun ke bawah untuk mencari keberadaan Jonathan.
"Jo," panggil Renata.
"Iya."
"Kita jadi Jalan-jalan nggak? Erika sama Arka udah nungguin kita dari tadi."
"Iya, jadi dong, Sayang."
"Kalian mau ke rumah, Arka?"
"Iya, Ma, sebentar aja kok pergi nggak lama-lama."
"Oke deh, Hati-hati ya. Nanti kalau udah selesai main di sana, langsung pulang ya."
"Iya, Ma, siap. Kami pergi dulu, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like, coment, vote, dan rate ⭐ 5 nya teman-teman 😊.
__ADS_1
Happy Reading 😊