Pelayan Tampan Itu Suamiku

Pelayan Tampan Itu Suamiku
Jalan-jalan.


__ADS_3

"Ah, kalah cepat lagi aku sama kamu."


"Hahaha.. Sabar, nanti kamu pasti juga mendapat kan nya."


"Emm.. Iya."


"Nak, sarapan dulu." Bu Rahma datang dari arah dapur.


"Eoh, iya, Bu, kami akan segera kesana," jawab Erika.


"Ayo, sarapan bersama kami," ajak Arka pada Renata dan Jonathan.


"Em.. Boleh, kebetulan kami juga tidak sempat sarapan tadi." cengir Jonathan tanpa rasa malu.


Renata seketika memicingkan matanya ke arah Jonathan dan menyikut perut Jonathan setelah mendengar jawaban tak tau malu dari Jonathan.


"Aw..." ringis Jonathan.


"Dasar tidak tau malu," kesal Renata.


Arka dan Erika yang melihat perdebatan ringan dari pasangan di depannya hanya bisa melihat satu sama lain lalu terkekeh.


"Ayo sarapan dulu."


"Emm.. Ngga perlu deh, Era, kalian aja yang sarapan. Sebenarnya pagi tadi kami sudah sarapan roti dan sereal. Jadi, kami berdua akan menunggu di sini," tolak Renata.


"Yah, kok gitu sih, Ren, ayo lah sarapan bersama kami," mohon Erika.


"Iya, Sayang, kita sarapan lagi aja sama mereka. Dengan begitu kan kita bisa irit uang bulanan," cengir Jonathan.


"Ah, dasar suami tidak tahu malu." kesal Renata.


"Bagaimana, Renata?" Erika bertanya dengan penuh harap.


"Emm.. Baiklah."


"Okelah kalau begitu, ayo, Ren." Erika langsung menarik tangan Renata.


"Dasar wanita, awalnya nggak mau tapi akhirnya mau juga," sambil menatap punggung Renata dari belakang.


"Yaudah lah, Jo, nggak perlu di pikirkan lagi cukup ikhlas dan jalanin aja." Arka menenangkan.


"Yaudah lah, ayo." Jonathan dan Arka berjalan beriringan dari belakang.


Setelah sampai di meja makan mereka berempat segera duduk di kursi sam menyantap makanan yang sudah di sajikan.


Renata yang awalnya menolak untuk sarapan bersama, sekarang malah berbanding terbalik dengan dirinya yang sebelumnya. Renata menyantap sarapan yang ada dengan sangat lahap, bahkan Renata lupa dengan keberadaan Erika, Arka, dan Jonathan suaminya.


Mereka bertiga menatap Renata sambil terkekeh. Jonathan yang berada di samping Renata dengan sengaja mengelus paha Renata dengan lembut sambil terkekeh melihat perubahan raut wajah Renata.


"Pelan-pelan, Sayang, makannya. Tidak akan ada yang mengambil sarapan mu," bisik Jonathan di telinga Renata.


Renata seketika terdiam mendapatkan sentuhan lembut di pahanya dan juga bisikan dari Jonathan. Wajah Renata yang putih dan mulus tiba-tiba saja langsung memerah.


Renata menundukkan kepalanya ke bawah karena menyadari dirinya di tatap oleh teman-teman nya dan juga suaminya Jonathan.


"Hei, kenapa menunduk? Apa kamu sakit?" panik Jonathan melihat raut wajah Renata yang seketika berubah.

__ADS_1


"Emm.. Nggak papa kok," bohong Renata.


"Ayo, Ren, lanjutkan lagi makannya." Erika mempersilahkan.


"Emm.. I-iya, Er," jawab Renata gugup.


"Sudahlah, Ren, tidak perlu malu, santai saja." Arka mencoba menenangkan Renata yang nampak malu.


"Em.. B-baiklah."


Mereka pun akhirnya melanjutkan sarapan. Jonathan yang melihat Renata masih saja setia menunduk akhirnya mengambil alih piring Renata.


Renata yang menyadari hal itupun memiringkan wajahnya ke samping. Renata menatap Jonathan dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ada apa?" ujar Renata.


"Ayo makan, biar aku suapin."


"Nggak papa, Jo, aku bisa sendiri. Sini piringnya."


Renata mencoba untuk mengambil piring dari Jonathan namun tak bisa-bisa.


"Jo, biar aku sendiri aja. Aku bisa sendiri kok."


"Nggak, aku yang suapin. Kamu diam aja, buka mulut."


"Jo.. "


"Buka mulut kamu, Renata, Sayang." Jonathan berbicara dengan ada sedikit penekanan.


Renata akhirnya menerima setiap suapan yang di berikan oleh Jonathan.


"Ka, lihat mereka, benar-benar serasi bukan," puji Erika.


Mendapat pertanyaan seperti itu dari istri nya Arka langsung mengalihkan pandangannya pada pasangan di depannya itu.


Arka menatap mereka sambil mencebik kan bibir nya.


"Serasi apanya, kita lebih serasi lagi dari pada mereka," ucap Arka tak mau kalah.


Cup


Tanpa aba-aba Arka langsung mendarat kan ciumannya pada bibir Erika. Erika langsung memicingkan matanya ke arah Arka setelah seperkian detik mendapatkan ciuman dari Arka.


20 menit kemudian mereka menyelesaikan sarapan mereka. Para suami di minta untuk menunggu di luar sedangkan Erika dan Renata tengah sibuk membersihkan piring kotor di dapur.


Tak perlu waktu lama mereka akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat. Erika dan Renata pintu bergegas menghampiri suami mereka di depan.


"Sudah selesai?" tanya Arka yang melihat ke-dua wanita itu menghampiri mereka.


"Pertanyaan yang bodoh, kalau mereka sudah ada di sini ya pasti sudah selesai lah," jawab Jonathan dengan nada ketus.


"Ah, dasar kamu,Jo."


"Apa aku?"


"Tidak apa-apa, hanya saja kamu selalu kalah cepat dari ku," ledek Arka.

__ADS_1


"Dasar s*alan kamu, Ka, untung temen kalau nggak udah ku buat, Erika, jadi janda."


"Apa katamu tadi?" Erika menatap Jonathan dengan tatapan nyalang.


"Hahah.. Habis kamu dengan macan ku kali ini," ejek Arka.


"Kalau saja kamu bukan laki-laki yang di cintai, Renata, aku pasti tidak akan Segan-segan menjodohkan, Renata dengan laki-laki lain."


"Yah, kok gitu sih, Er?" Jonatan tidak terima.


"Apa? Tadi siapa dulu yang memancing ku hah? Dasar laki-laki kepar*t."


"Ren, lihat, Erika, aku kan tidak mau kalau kamu dengan laki-laki lain. Masa sih, Erika, tega memisahkan kita, kita kan baru saja menikah semalam masa harus secepat ini sih," adu Jonathan sambil bergelantungan di lengan Renata.


"Cih, dasar, meminta perlindungan dengan istri sendiri."


"Ya, aku rasa kalau kamu keterlaluan dan melewati batas tidak ada salahnya mencari laki-laki baru," jawab Renata dengan di iringi dengan kekehan kecil.


"Yah, kok gitu sih, Sayang." Jonathan tidak terima dengan penuturan Renata.


"Hahaha... Kena kamu dengan istri sendiri," kekeh Erika.


"Ya, kalau kamu tidak melewati batas itu tidak akan terjadi." Renata menatap Jonathan dengan serius.


"Baiklah."


"Hahah.. Ternyata kelemahan seorang, Jonathan terletak pada istri nya,"


"Aish.. Sudah lah, lebih baik kita berangkat, ini sudah hampir jam 9. Takutnya nanti kita pulang ke sorean."


"Oke, ayo berangkat." jawab Erika dan Renata dengan semangat sembari langsung memasuki mobil Arka.


Jonathan masih senantiasa terdiam di tempat nya mencerna setiap ucapan istrinya tadi.


Tin...


Tin...


Tin...


Arka membunyikan klakson mobil dengan sangat keras sehingga membuat Jonathan terperanjat.


Jonathan mengelus dadanya secara perlahan dan menatap Arka dengan tatapan tajam. Namun tanpa Jonathan sadari di kusi belakang mobil sudah ada Erika dan Renata yang tengah tertawa melihat nya.


"Loh, kapan kalian masuk?" Jonathan bingung melihat kedua wanita yang sudah ada di dalam mobil itu.


"Makanya jadi orang itu perhatiin sekitar, jangan bengong aja," kekeh Renata.


"Cepatlah, Jo, nanti keburu sore," kesal Arka yang melihat Jonathan masih senantiasa terdiam di tempat nya.


"Kita mau kemana?" Arka bertanya setelah menghidupi mobil nya.


"KOTA TUA," jawab Erika dan Renata berbarengan.


"Oke, let's Go."


🌼Bersambung 🌼

__ADS_1


__ADS_2