
"Untuk peraih juara umum 3 dengan perolehan nilai 81,56 perwakilan dari kelas 10 IPS2 jatuh kepada ...... Jessica putri. Kepada Jessica silahkan maju ke depan."
Prok...
Prok...
Prok...
"Untuk peraih juara umum 2 dengan perolehan nilai 85,77 perwakilan dari kelas 11 IPA3 jatuh kepada ...... Liana Ananta. Kepada Liana silahkan maju ke depan."
Prok...
Prok...
Prok...
"Untuk peraih juara umum 1 dengan perolehan nilai 91,20 perwakilan dari kelas 12 IPA2 jatuh kepada....wahh... sungguh tidak di sangka-sangka. Kalian penasaran?"
"iya, Pak."
"Selamat kepada Reza Firmansyah, kamu berhasil mengambil alih posisi Amalia yang kemarin berhasil mendapatkan posisi ini. Kepada Reza silahkan maju ke depan."
"Hah, saya Pak?"
seluruh murid yang mendengar hal tersebut hanya diam terpaku tak terkecuali Reza. Satu sekolah seketika hening, mereka semua kembali tersadar setelah pak guru di depan memanggil nama Reza kembali.
"Reza Firmansyah, ayo kemari."
"i-iya Pak."
Reza menjawab dengan mulut yang bergetar tak percaya. Reza langsung menoleh ke arah Mamanya yang berada di sampingnya, lalu memeluk Mamanya dengan sangat erat seraya menitikkan air matanya.
"Reza berhasil, Ma."
"Iya, Sayang, kamu berhasil, sudah jangan menangis lagi. Sekarang kamu kedepan bawa pialanya untuk Mama."
Mendengar ucapan Mamanya, Reza langsung tersenyum senang dan mengangguk seraya berlari ke depan untuk mengambil piala pertama dan terakhir nya di SMA itu.
"Terimakasih, Pak, Mama ini untuk Mama."
Reza langsung mengangkat pialanya dan tersenyum kepada Mamanya yang berada tak jauh dari tempat dia berdiri.
Prok...
Prok...
Prok...
Seluruh murid dan orang tua yang hadir tersenyum bangga melihat Reza dan juga murid-murid yang berprestasi lain nya.
"Sungguh usaha memang tak pernah mengkhianati hasil. Reza benar-benar berhasil membuat semua orang ternganga hari ini." kagum salah satu murid perempuan.
Mama Reza yang tak jauh dari tempat murid perempuan tersebut hanya tersenyum bangga mendengar pernyataan orang lain terhadap anak kandungnya itu.
"Pak, Reza boleh panggil Mama kedepan ngga?" harap Reza.
"Boleh dong, kepada orangtua dari Reza, Liana dan juga putri kami persilahkan untuk maju ke depan kita berfoto bersama dengan ke-3 murid kebanggaan sekolah kita."
Mendengar panggilan untuk mereka bertiga orang tua dari Reza, Liana dan Putri langsung pergi ke depan mendampingi anak-anak mereka lalu berfoto bersama-sama.
Setelah selesai bersua foto bersama dengan para orang tua dan guru-guru, Reza, Liana, dan Putri kembali ke kelas mereka masing-masing di ikuti dengan orang tua mereka untuk penyerahan raport siswa.
"Selamat ya, Sayang, Mama bangga sama kamu."
Mama Reza tersenyum kepada anaknya sebelum masuk ke dalam kelas.
"Mama...udah siap ngga?" panggil seorang bocah cilik itu.
"Sebentar, Sayang, Mama segera kesana," jawab Erika dari atas dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Mama cepet, Papa udah nunggu."
"Iya sayang, Mama kebawah."
"Papa, cepet keluar nanti Mama kebawah liatin Papa ada di sini kita bisa di marahin."
"Iya, Sayang, makasih ya. Papa panasin mobil dulu di luar ya."
"Iya, Papa."
Karena takut ketahuan oleh Erika. Arka segera pergi dari sana keluar untuk memanaskan mobilnya.
Tap...
Tap...
Tap...
Erika menuruni anak tangga dengan begitu tergesa-gesa.
"Papa kamu mana, Sayang?"
"Ada di luar, Ma. Ayo kita susul Papa," ajak Ria.
"Ayo, Ma."
"Papa...."
"Iya, Sayang, tunggu sebentar ya.15 menit lagi kita berangkat."
"Iya, Pa."
"Ada apa, Ka?"
"Ngga ada apa-apa kok. Aku cuma mau ke toilet sebentar ya, udah itu kita berangkat," alibi Arka.
"Iya, Pa, kita tungguin."
"Sayang, kita masuk mobil dulu yuk. Nanti kita bisa langsung berangkat," ajak Erika.
"Iya, Ma."
Erika akhirnya memasuki mobil dan duduk santai di kursi depan sambil memangku Ria.
"Kapan Ria, punya adik?"
Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja dari mulut kecil itu sontak saja membuat Erika terkejut dan terdiam.
"Mama, kok diam?"
"emm...en...engga kok, itu Papa kamu udah dari toilet kita langsung berangkat aja ya, udah hampir tengah hari ini."
"Iya, Sayang, kita langsung berangkat aja ya." ajak Arka.
"emm..."
BRUMM.....
Mobil Arka melesat menembus jalanan kota menuju ke rumah keluarga Erika. Setelah sampai mereka segera memasuki kawasan rumah yang nampak sepi.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab laki-lqki paruh baya dari dalam rumah.
"Kakek..."
Ria yang memang sudah lama tidak berkunjung ke rumah kakeknya langsung berlari dan berhamburan ke pelukan kakeknya.
"Ria, apa kabar, Sayang, sudah lama kalian tidak ke sini."
__ADS_1
"Kabar baik, Kek...heheh...maaf kakek." kekeh Ria.
"oiya, Mama mana, Pa?"
Arka bertanya seraya melirik ke dalam rumah mencari keberadaan mama mertua nya.
"Mama kamu ke SMA menemani Reza, soalnya hari ini adalah hari pengambilan raport Reza," jelas Papa.
"ohh....Papa ngga ikut?"
Erika yang awalnya ragu untuk melontarkan panggilan Papa itu kepada laki-laki di depannya akhirnya memberanikan diri untuk memanggil laki-laki di depannya dengan sebutan papa lagi seperti semula.
"Kamu bilang apa tadi, Sayang?" tanya Arka takut pendengaran nya salah.
"Papa, memang nya kenapa, salah ya?" bingung Erika.
"Ngga kok, cuma kaget aja." jawab Arka.
Papa Erika yang begitu senang tanpa aba-aba langsung memeluk Erika dengan begitu Erat.
"Makasih ya, Nak, Papa sangat senang karena kamu sudah memaafkan, Papa."
"Erika belum sepenuhnya maafin Papa. Erika hanya ngga mau, Mama sedih karena Erika terlalu membenci Papa."
Erika berucap dengan tegas namun tak nampak sedikit dingin. Mendengar hal tersebut Arka hanya bisa tersenyum senang. Ria yang tak mengerti hanya bisa melihat ketiga orang dewasa itu dengan bingung.
"Pa, kalian ngomongin apa? kok Mama sama kakek pelukan?"
Mendengar pertanyaan Ria, Arka seketika berjongkok di depan Ria.
"Kakek dan Mama cuma lagi melepas rindu aja, Sayang. Soalnya kan Mama sama kakek udah lama ngga ketemu."
"ohh... Pantesan."
Ria mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan apa yang Arka ucapkan. Papa Erika melepaskan pelukannya dengan perlahan, mengelus rambut Ria dengan begitu lembut seraya tersenyum.
"Makasih ya, Nak."
"Sama-sama, Pa."
Di saat anak dan ayah itu masih dalam momen mereka berdua, dari arah depan ada sepasang ibu dan anak laki-laki datang sambil membawa kedua piala kebanggaan nya.
"Assalamualaikum."
Reza datang sambil tersenyum sumringah sambil menyalami ayah dan kakak nya satu persatu.
"Waalaikumsalam, wah ada yang dapat piala nih." goda Arka.
Reza yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum sumringah.
"Alhamdulillah, Kak, Reza bisa jadi yang terbaik tahun ini."
"Alhamdulillah, kamu sekarang pinter ya."
Dengan spontan Erika mengelus rambut Reza dengan lembut. Reza seketika tertegun mendapatkan perlakuan manis dari kakanya tersebut.
"Iya, Kak, makasih," ucap Reza gugup.
Arka yang melihat kegugupan Reza hanya bisa tersenyum lalu membuka suara.
"Oiya, Papa, Mama sama Reza udah makan siang ngga. Kalau belum kita makan di restoran aja ya," ajak Arka.
"Iya, boleh tuh, Reza sama Mama ke atas dulu deh siap-siap ya. Papa kan udah rapi."
Belum sempat lagi Erika hendak ikut bersuara, dengan tanpa di duga Erika langsung berlari ke arah toilet sambil menutup mulutnya.
"Er, kamu kenapa, Sayang?"
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1