
"Aiss.. Bagaimana bisa aku malah salah orang. Sekarang aku harus mencari kemana lagi, Arghhh.., si*l*n." mengacak-acak rambutnya prustasi
Tutπππ
Tutπππ
Tutπππ
Arka langsung menepikan mobilnya di tepi jalan dan langsung mengangkat telpon nya.
"Assalamu'alaikum, ada apa, Bu?"
"Waalaikumsalam, Arka, Kamu dimana? Kenapa sampai sekarang belum pulang juga. Erika nanyain kamu dari semalam, oiya bagaimana dengan Ria, apa sudah ditemukan?"
"Maaf, Bu, Arka belum bisa pulang ke RS kalau, Arka, belum menemukan, Ria. Arka nggak mau lihat Erika sedih, Arka akan cari Ria sampai ketemu. Kalau Arka sudah berhasil nemuin Ria baru Arka akan pulang."
"Tapi, Nak, Kamu nggak kasian sama Erika. Erika juga butuh kamu disini."
"Buk, ini demi kebaikan bersama. Arka nggak bakalan tenang kalau Ria belum ditemukan."
Bu Rahma yang mendapat jawaban seperti itu dari Arka hanya menghadap ke Erika sambil mengisyaratkan bahwa Arka tidak mau.
"Sini, Bu, biar Erika yang bicara sama Arka."
"Emm.." memberikan ponselnya pada Erika.
"Arka," ucap Erika dengan nada lemah.
"Er, Kamu kenapa? Kok ngomong nya lemah gitu, Sayang?" tanya Arka yang merasa cemas dengan keadaan Erika.
"Ka, Kamu tidur dimana semalam? udah makan nggak? Kamu pasti tidurnya nggak pakai selimut kan semalam. Kamu balik RS dulu ya, Sayang, istirahat dulu. Nanti baru cari lagi, Oke." pinta Erika.
"Sayang, Kamu tentang aja ya. Aku cowok dan tidur malam di mobil itu nggak papa buat aku. Harusnya, Kamu yang jaga kesehatan. Jangan terlalu banyak pikiran ya, aku pasti bakalan nemuin, Ria, secepatnya.Aku janji," ucap Arka berusaha meyakinkan Erika.
"Tapi, Ka, Kamu pulang dulu ya ke RS. Kamu harus, Istirahat. Ini juga masih pagi, nanti kamu bisa cari, Ria, lagi kalau mau," pinta Erika.
"Tapi, Sayang," belum sempat lagi Arka melanjutkan ucapannya, Bu Rahma langsung memotong pembicaraan Arka dan Erika.
"Kamu pulang sekarang, Arka, Erika belum ada makanan sedikit pun setelah kamu pergi. Pulang sekarang atau nggak perlu ketemu kita lagi," kesal Bu Rahma langsung memutus sambungan telpon dengan Arka.
Tutπππ
Tutπππ
Tutπππ
"Bu, kenapa harus ngomong kayak gitu sih. Erika kan udah makan tadi," ucap Erika sambil melihat Bu Rahma dengan tatapan bingung.
"Erika, Sayang, Arka itu anaknya keras kepala. Ibu yakin kalau hal itu menyangkut kamu pasti dia akan segera pulang. Kamu tau kan kalau, Arka, itu sangat mencintaimu." goda Bu Rahma.
"Astaga, Ibu, Erika aja nggak kepikiran sampai ke sana," sambil terkekeh melihat rencana Bu Rahma mengelabui Arka.
"Kenapa, Aku, begitu bod0h sekali. Aku sibuk mencari, Ria, sedangkan istriku tidak menjaga kesehatan nya karena aku. Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke RS dulu. Nanti aku akan memastikan lagi keberadaan Ria," langsung berbalik dan melajukan mobilnya menuju RS Medika.
β€β€β€
__ADS_1
RS Medikaπ©
Arka segera memarkirkan mobilnya ke parkiran setelah sampai di RS. Arka segera memasuki RS dengan tergesa-gesa dan langsung masuk ke dalam Ruangan rawat Erika.
Ceklek...
Pintu pun terbuka, nampak lah Bu Rahma yang tengah menjaga Erika memaksa Erika untuk makan namun tak ditanggapi oleh Erika.
"Ayo makan, Sayang," bujuk Bu Rahma.
"Nggak, Bu, Erika nggak mau makan kalau belum ada Arka," jawab Erika bersikeras.
"Erika..." panggil Arka lembut.
"Arka.." jawab Erika diiringi dengan senyum manisnya.
"Kamu nggak makan?" menghampiri Erika dan duduk di samping Erika.
"Aku, nggak nafsu makan."
"Kenapa? Kamu mencemaskan aku?"
"Emm..." angguk Erika.
"Kamu tenang saja, ya. Aku disini, sekarang kamu makan ya. Bu, sini sarapan nya biar, Arka saja yang suapin."
"Ini." memberikan sarapan pada Arka.
Bu Rahma dan Erika hanya tersenyum berdua lalu mengedipkan mata satu sama lain mengisyaratkan bahwa rencana mereka berjalan dengan lancar.
"Erika, Sayang, Arka itu anaknya keras kepala. Ibu yakin kalau hal itu menyangkut kamu pasti dia akan segera pulang. Kamu tau kan kalau, Arka, itu sangat mencintaimu." goda Bu Rahma.
"Astaga, Ibu, Erika aja nggak kepikiran sampai ke sana," sambil terkekeh melihat rencana Bu Rahma mengelabui Arka.
"Baiklah, saat nya kita memulai rencana kita. Kalau begitu Ibu akan meminta makanan dari rumah sakit lagi. Ibu pergi sebentar."
"Baiklah."
Tidak perlu waktu lama Bu Rahma akhirnya kembali ke dalam kamar Erika sambil membawa 1 mangkuk bubur dan juga teh hangat.
"Baiklah.Ini sudah siap, ibu akan melihat dari jendela dulu. Kalau sudah sampai kita mulai rencana nya."
"Siap," sambil mengangkat tangannya membentuk hormat.
Flashback off.
"Ka, kalau begitu tolong suapin, Erika, ya. Ibu mau keluar dulu," pamit Bu Rahma.
"Baiklah.oiya, Bu, makasih ya sudah jagain Erika."
"Sama-sama."
Setelah Bu Rahma keluar Arka pun langsung duduk di ranjang Erika.
"Loh kok duduk diatas sih? Kursi kan ada, Ka," kesal Erika melihat tingkah Arka.
__ADS_1
"Ya, emang ada larangan nya. Kamu kan istri aku ya nggak papa lah," sambil mencubit hidung Erika.
"Ihh.. Kok di cubit sih. Nanti pesek gimana?"
"Nggak papa kok kalau kamu pesek,Aku masih tetap sayang kok." goda Arka.
"Ihh.. Kamu ya, rasain ini." mencubit pinggang Arka.
"Aw.. Aw... Sakit," sambil menghindar dari cubitan Erika.
"Sudah, sudah, Aku minta maaf ya. Ayo makan, Sayang, kamu pasti sudah sangat kelaparan. Maaf ya karna melupakanmu mu."
"Emm.. Aku sangat lapar, aku mau makan." manja Erika dengan menampilkan wajah imutnya.
"Ihh... Imut banget sih." mencubit ke-2 pipi Erika.
"Ihh.. Arka kapan makannya?"
"Ahhahaha.. Iya, iya, buka mulut mu," perintah Arka.
Erika memakan dengan lahap sarapan nya. Namun, saat sarapan nya tinggal setengah lagi Erika langsung memang perut nya dan mengeluh kekenyangan.
"Arka, sudah, Aku kekenyangan."
"Loh kok cepat banget kenyang nya bukan kamu belum makan dari semalam?"
"Emm.. Sebenarnya aku sudah sarapan." menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tunggu, tunggu, jadi kamu menipu suami kamu sendiri?" langsung bangkit dari duduknya dan menatap Erika dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.
"Sebenarnya bukan maksud menipu sih, tapii.."
"Tapi apa?"
"Aku mau kamu istirahat, Sayang. Aku tau kamu pasti lelah, aku mau kamu balik ke RS dulu. Aku mau kamu istirahat baru lanjutin cari Ria lagi. Gitu loh, Aku nggak mau nanti kamu sakit. Aku kan lagi sakit, nanti kalau kamu ikut sakit siapa yang bakal jagain kamu?"
"Oh, gitu. Baiklah, karna kamu sudah menipuku, kamu harus memilih menerima hukuman dariku atau menurti permintaan ku?" sambil menaik-turunkan alisnya.
"Seperti nya bukan pilihan yang baik," cemas Erika.
"Ini pilihan yang baik kok. Aku sarankan kamu memilih pilihan no. 2 saja karna itu mudah, kalau pilihan pertama maka itu akan memerlukan waktu lama."
Mendengar hal itu Erika langsung mengeleng-gelengkan Kepala nya bahkan dia sudah memikirkan hal yang tak seharusnya dia bayangkan.
"Tidak-tidak, Aku hanya akan memilih no. 2 saja. Apa permintaan mu?" tanya Erika tho the point.
"Baiklah, ini permintaan ku." naik ke ranjang Erika sambil berbaring disamping Erika dan mengambil tangan Erika untuk mengelus kepala nya.
"Kenapa kamu malah berbaring disamping
Ku?" yanya Erika pura-pura tidak tau.
"Aiss.. Sayang masa kamu nggak ngerti sih? Ga seru ah."
"Hahaha... Iya, Sayang. Aku ngerti kok," sambil mengelus-elus rambut Arka dengan lembut.
__ADS_1
πΌ Bersambung πΌ