
Setelah berpamitan kepada orang tua Jonathan, Jonathan dan Renata segera memasuki mobil dan melaju menembus jalan ke kediaman Erika.
Di rumah Erika.
Tin....
Tin...
Tin...
Bunyi klakson mobil Jonathan seketika mengaget kan orang di dalam rumah Erika.
"Siapa sih pagi-pagi begini sudah bertamu?"
Bu Rahma langsung membuka pintu utama dan meminta satpam untuk mengecek keluar.
"Kalau yang datang adalah orang yang tidak dikenal jangan dibiarkan masuk, kalau sekiranya mereka temen Erika ataupun Arka biarkan mereka masuk."
"Baik, Bu."
Krekk...
Tin
Tin
Tin
"Udah, Jo, gerbang nya udah kebuka."
"Oh, udah ya, hehehe.. Maaf," cengir Jonathan.
"Permisi tuan, nona, ada perlu apa kemari?"
"Kami ingin bertemu dengan, Arka dan Erika."
"Emm.. Kalau boleh tau, tuan dan nona cantik ini mau apa ya bertemu dengan nona dan tuan kami?"
"Apa.. Apa tadi kamu bilang pak satpam. Nona cantik? Nona ini istri ku ya, Pak, jangan berani-berani merebutnya." memeluk Renata dengan erat.
Pak satpam yang melihat tingkah Jonathan hanya terkekeh geli.
"Ahaha.. Tuan muda ini, saya tidak mungkin mendambakan istri orang tuan. Lagi pula di rumah saya sudah mempunyai tanggungan."
"Oh begitu, baiklah."
Jonathan melepaskan pelukannya dan bergaya sok cool di depan pak satpam.
"Emm.. Jadi, siapa kalian?" tanya pak satpam sekali lagi.
"Kami temannya, Arka dan Erika, Pak, kami baru saja menikah semalam, saya juga sudah memberitahu, Erika, kalau kami kemari," tutur Renata.
"Oh, temannya, baiklah. Silahkan masuk."
"Makasih, Pak," seraya tersenyum pada Pak satpam.
"Assalamu'alaikum," salam Renata dan Jonathan dari luar.
"Waalaikumsalam," jawab Bu Rahma dari dalam.
Krekk...
"Eh, Nak, Jonathan dan Renata. Ada apa kemari?"
"Oh, begitu, ayo masuk. Nanti, Ibu panggilkan mereka."
"Iya, Bu."
__ADS_1
Jonathan dan Renata pun langsung mengikuti Bu Rahma dari belakang. Mereka duduk di ruang tamu seraya menunggu Bu Rahma memanggil Arka dan Erika.
Di kamar Erika dan Arka.
"Aduh, Arka bangun."
"Aduh, Erika, Sayang, ini masih pagi. Ada apa?" menarik kembali selimut yang di buka Erika.
"Bangun, udah pagi. Nanti, Jonathan sama Renata, mau ke sini. Ayo mandi dulu sana."
"Aduhh..ini masih pagi, Sayang, 5 menit lagi oke." Arka menunjukkan tangannya seolah meminta permohonan.
"Nggak, nggak ada 5 menit pokoknya bangun sekarang! Kalau nggak kamu nggak bakal aku kasi jatah 1 bulan full." ancam Erika.
"Yahh.. Kok gitu sih, Sayang." Arka langsung bangkit dari tidur nya dan menatap Erika tidak terima.
"Yaudah makanya cepat bangun udah itu mandi."
"Emm.. Iya iya aku mandi," bangkit dari tidur nya.
"Yaudah sana cepet."
"Kamu udah mandi?"
"Udah dong, kamu nggak liat apa aku udah cantik dan wangi?" tanya Erika sambil memutar-mutar badannya di depan Arka.
"Yah kok nggak barengan sih?" sambil mengerucut kan bibirnya.
"Ya, salah sendiri tadi pagi aku rancana mau ngajakin kamu mandi bareng. Tapi, kamu malah lanjut tidur lagi ya aku mandi sendiri aja." Erika berbicara tanpa merasa bersalah.
"Yaudah mandi lagi aja."
"Nggak mau ah, nanti lama lagi aku mau dandan nya. Mandi sendiri aja sana."
"Yah, yaudah lah kalo gitu. Tapi, aku punya satu permintaan."
"Ini." Arka menunjukkan bibirnya menggunakan jari telunjuk nya.
Mengerti dengan apa yang di maksud suaminya Erika pun segera mendekat ke arah Arka dan mencium bibir suaminya itu sekilas.
Cup
"Udah, sana mandi dulu. Aku mau ke bawah dulu, takutnya, Jonathan dan Renata udah datang."
"Iya, nanti kalau aku udah selesai mandi nya aku langsung nyusul kamu ya."
"Emm.."
Erika segera turun dari kamarnya, tiba di tengah tangga dia bertemu dengan bu Rahma yang hendak memanggil mereka berdua.
"Ibu? Mau kemana?"
"Bagus lah kamu udah turun, itu ada nak Renata sama Jonathan di bawah lagi nungguin kalian."
"Mereka sudah sampai, Bu? Wah cepat sekali, yaudah makasih ya Bu udah di kasi tau." Erika segera melanjutkan jalannya lagi.
"Tapi nak, di mana Arka? Apa mau ibu panggil sekalian?" tawar Bu Rahma.
"Nggak papa buk, nggak perlu. Arka lagi mandi, nanti kalau dia udah selesai pasti dia langsung nyusul ke bawah."
"Oh, begitu, yasudah ayo kita ke bawah."
"Iya, Bu."
"Renata..."
Erika langsung berlari ke arah Renata ketika melihat Renata ada di rumahnya. Entah mengapa dia merasa begitu kangen kepada wanita di depannya itu, padahal baru saja semalam dia datang ke pernikahan Renata.
__ADS_1
"Astaga, Erika.... " Renata juga ikut berlari kecil ke arah Erika.
GREPP
"Waahh... Apa kabar kamu? Baru aja semalam kita bertemu, rasanya hari ini begitu menyenangkan ada kamu di sini." Erika terkena sambil kembali memeluk Renata.
"Aku baik, hahah.. Kamu terlalu berlebihan, Er. Oiya, Arka mana?" tanya Renata.
"Dia lagi mandi, sebentar lagi dia ke bawah."
"Ohh.."
Jonathan yang tak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh kedua wanita itu hanya bisa berdiam diri dan melihat kedua wanita di depannya itu dengan aneh.
"Ekhm.." Jonathan berdehem.
Kedua wanita yang tengah asik berpeluka dan melepas rindu itu langsung mengalihkan pemandangan mereka ketika mendengar deheman Jonathan.
"Eh, aku lupa ada, Jonathan, di sini." kekeh Erika.
"Hmm.."
"Oiya ngomong-ngomong kalian kenapa kemari? Emangnya kalian nggak habisin malam pertama kalian berdua," goda Erika.
"Emm... Kita nggak ngelakuin itu," ucap Renata malu-malu.
"Loh, kenapa?" Arka menoleh ke Jonathan meminta jawaban.
"Jangan tanya aku, tanya saja pada Renata." Jonathan seketika merasa kesal dengan pertanyaan Erika.
"Ada apa?" Erika menoleh ke arah Renata.
"Emm.. Biasa, penyakit bulanan perempuan," kekeh Renata.
Awalnya Erika tak mengerti, namun ketika dia pikirkan yang di ucapkan Renata akhirnya dia mengerti juga.
"Ohh.. Heheeh.. Sabar ya, Jo." Erika mengelus bahu Renata namun menatap ke arah Jonathan.
"Hmm.. Udah sabar banget ini malah," kesal Jonathan.
Erika dan Renata kembali berbincang-bincang berdua setelah melepas rindu bersama. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Jonathan yang ada di sana tidak mengerti dengan arah pembicaraan wanita di depan nya.
Seperti nya Dewi Fortuna sedang berpihak pada Jonathan, tanpa minta akhirnya Arka dengan cepat sudah turun dari kamarnya.
"Ada apa ini? Ken mereka berdua?" Arka bertanya kepada Jonathan karena merasa bingung dengan istrinya dan juga istri temannya itu.
"Biasa perempuan."
Arka hanya mengangguk mendengar itu, namun beberapa saat langsung menatap Jonathan lagi.
"Ada apa?" tanya Jonathan risih melihat tatapan Arka.
"Bagaimana semalam?" sambil menaikkan kedua alisnya.
"Tidak ada yang spesial."
"Kenapa?"
"Renata datang bulan."
"Wahh.. Berarti itu bukan rezeki mu. Mungkin itu memang rezeki ku."
"Rezeki kamu? Maksudnya, Ka?"
"Ya, rezeki ku untuk mendahului mu," kekeh Arka.
"Ah, dasar aku kalah cepat lagi dari kamu, Ka."
__ADS_1
🌼Bersambung 🌼