Pelayan Tampan Itu Suamiku

Pelayan Tampan Itu Suamiku
Malam pertama (tertunda).


__ADS_3

Acara pernikahan sudah selesai, semua tamu undangan sudah tidak ada lagi di kediaman Renata. Bahkan Arka dan Erika juga sudah berpamitan lebih awal karena Erika mengeluh pusing kepala.


Setelah acara usai, orang tua Renata pun berpamitan kepada Renata, Jonathan dan juga keluarga besar Jonathan.


"Nak, ibu mau pulang dulu ya," pamit ibu Renata sambil berpelukan bersama anak dan menantunya.


"Jaga, Renata, baik-baik ya, Jo." pesan Ayah Renata.


"Iya, Yah, Jonathan pasti jagain, Renata," sambil merangkul bahu Renata.


"Makasih, Ya, Nak."


"Sama-sama, Yah."


"Renata, Sayang, kamu harus nurut sama suami ya. Jangan pernah ngebantah omongan, Jonathan, kecuali sesuatu yang salah. Dan juga satu hal yang tak boleh kalian lupakan, berikan kami cucu yang banyak ya," kekeh Mama Renata.


Renata yang awalnya sedikit bersedih karena akan jauh dari keluarga nya seketika terdiam dan malu karena permintaan dari, Mamanya itu.


"Ihh, Mama, kayak ngga ada permintaan lain aja," kesal Renata yang malu dengan permintaan mamanya, Renata pun langsung memeluk lengan Jonathan dengan erat.


"Apa-apaan sih, Mama, ini. Mereka baru saja menikah, Mama malah meminta cucu, ck ck ck." decak Ayah Renata.


"Iya nggak papa lah, Pa, wajar itu."


"Terserah apa kata, Mama, saja lah kalau begitu."


"Yaudah lah, kalau begitu kami mau pulang dulu. Yang betah ya, Sayang, di sini. Jeng kalau, Renata, buat masalah marahkan saja dia ya," pesan Ibu Renata kepada besannya itu.


"Iya, Jeng, tenang saja. Aku akan meminta, Jonathan menghukumnya kalau dia buat masalah," sambil tersenyum jahil kepada Renata.


Setelah keluarga Renata berpamitan kepada keluarga Jonathan. Semua yang ada di rumah Jonathan pun segera mengistirahatkan badan mereka karena acara yang cukup lama itu.


Di kamar Jonathan dan Renata.


Renata masih sibuk mengeringkqn rambutnya setelah dia membersihkan diri. Nampak juga Jonathan yang baru saja selesai mandi keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Renata.


"Mau ku bantu?"


"Tidak apa-apa, aku bisa sendiri. Sana ganti baju dulu." mendorong Jonathan agar menjauh dari nya.


Mendengar penolakan dari Renata, Jonathan hanya bisa memanyunkan bibirnya lalu segera memakai bajunya.


Setelah selesai menggunakan baju tidur nya, Jonathan pun langsung berbaring di kasur, merebahkan badan nya disamping Renata yang tengah asik membaca novel favorit nya.


Merasa ada pergerakan di samping nya, Renata langsung melihat kesamping sambil tersenyum pada Jonathan.


"Udah malam, Sayang, sekarang waktu nya tidur," ucap Renata seraya hendak memeluk Jonathan, namun langsung di hindari oleh Jonathan.


"Loh, kenapa?" tanya Renata bingung.


"Kamu pura-pura lupa atau memang lupa?"


"Lupa? Lupa apa?"

__ADS_1


"Ini kan hari pernikahan kita."


"Iya, aku tau lalu?" Renata masih tidak mengerti.


"Ya, kita melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan." Jonathan menampilkan senyuman smirknya.


Renata langsung bergidik ngeri melihat ekspresi wajah suami nya itu.


"Aduh bagaimana ini," gumam Renata sambil mencoba sebisa mungkin menyembunyikan wajah nya yang tengah ketakutan.


Kok dari tadi aku merasa ngga nyaman ya. Datang bulan kah? batin Renata merasa risih dengan area sensitif nya.


"Emm.. Tunggu sebentar ya, Sayang, aku mau ke toilet sebentar. Aku nggak nyaman banget." Renata langsung berlari ke arah kamar mandi.


"Ah, malam pertama, kamu lihat saja, Arka, aku pasti akan mendahului mu." Jonathan senyum-senyum sendiri membayangkan malam pertama nya bersama Renata.


Di dalam kamar mandi.


Renata langsung mengecek celana dalamnya. Ternyata dugaan nya benar-benar tepat, nampak ada bercak darah di sana.


Karena merasa kurang nyaman setelah memeriksa, Renata langsung membuka setengah pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya sambil melihat ke arah Jonathan.


"Panggil, tidak, panggil, tidak." monolog Renata sambil melihat Jonathan yang tengah memainkan ponselnya.


"Jo," panggil Renata dengan wajahnya yang sudah setengah memerah.


Mendengar panggilan dari istrinya, Jonathan segera mengalihkan pandangannya ke kamar mandi.


"Ada apa? Kok masih di dalem, ayo keluar. Udah malem, kamu nggak mau tidur apa?"


"Jo, boleh minta tolong," tanya Renata dengan wajah yang malu-malu.


"Minta tolong apa, Sayang?"


"Emm..."


"Emm.. Apa?"


"Tolong ambilin pembalut di dalem lemari." Renata berbicara sambil menunduk malu-malu.


"Oke, apa pembalut?" tanya Jonathan kaget.


"Iya, ada apa?"


"Berarti, kamu lagi datang bulan ya?" Jonathan bertanya sambil menanti jawaban yang tidak ingin dia dengar.


Mendengar pertanyaan Jonathan membuat, Renata, menunduk merasa bersalah.


"Emm... I-iya," jujur Renata.


"Yahh...."


Seketika Jonathan langsung menunduk wajahnya lesu.

__ADS_1


"Kenapa harus sekarang sih," kesal Jonathan sambil bergegas mngambil pembalut yang di minta Renata.


Renata yang melihat ekspresi wajah Jonathan yang berubah seketika terkena dan juga merasa bersalah. Namun untuk apa merasa bersalah, ini juga kan bukan kemauan Renata. Mungkin waktu saja yang belum mengizinkan Jonathan melakukan malam pertama nya bersama, Renata.


"Ini." Jonathan menyerahkan 1 pack pembalut kepada Renata dengan wajah yang masih sama seperti tadi.


"Makasih, Sayang." Renata tersenyum jahil kepada Jonathan, lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi kembali.


"Argghh.. Dasar bulan s*alan! Kenapa harus datang di saat yang tidak tepat sih. Gagal nih aku mau ngedahuluin, Arka." kesal Jonathan.


Setelah menggunakan pembalut yang di berikan Jonathan, Renata langsung keluar dari kamar mandi. Namun bukan keluar untuk segera tidur, Renata malah menuju ke lemarinya, mencari baju tidur lain dan masuk lagi ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju tidur nya.


Renata langsung keluar dari kamar mandi setelah merasa nyaman dengan apa yang di gunakan nya.


Jonathan yang melihat Renata mendekat langsung menutup ponselnya dan menatap Renata dengan wajah yang masih di tekuk.


"Ada apa sih, Sayang? Kok wajahnya di tekuk gitu." Renata mendekat seraya mengelus pipi Jonathan dengan lembut.


"Sayang, kamu benar-benar datang bulan?" tanya Jonathan yang berasal tidak percaya dengan Renata.


"Beneran, Jo, aku nggak bohong. Buat apa juga bohongin suami sendiri."


"Beneran?" Jonathan bertanya dengan wajah yang di buat seperti anak kecil yang lagi meminta mainan nya.


"Beneran, Sayang."


"Emm.. Biasanya kapan selesai datang bulannya?"


"Emm.. Paling cepet 1 minggu."


"Yahh... Lama banget itu mah," kesal Jonathan mendengar jawaban dari Renata.


"Ya, susah juga, Sayang. Emang udah hukum alam setiap perempuan itu ngalamin datang bulan."


"Hemm.. Tapi, datang bulannya nggak bisa di mundurin lagi jadi besok gitu?"


"Ya, mana bisa lah, Jo. Kamu ngaco deh kalau ngomong," kekeh Renata mendengar permintaan Jonathan.


"Berarti kita nggak bisa malam pertama dong," ucap Jonathan memastikan sambil mengerucut kan bibir nya.


"Nggak bisa, Sayang, maaf ya. Ayo kita tidur," menarik tangan Jonathan ke kasur.


"Jo," panggil Renata yang melihat Jonathan masih terdiam dengan wajah kesalnya.


"Emm..."


"Udah dong marahnya, aku kan nggak tau ini akan terjadi. Kok kamu jadi nya marah ke aku sih." Renata balik memarahi Jonathan.


"Nggak kok, Sayang, siapa juga yang marahin kamu. Yaudah sekarang kita tidur ya." Jonathan menarik selimut lalu memeluk Renata dengan erat.


"Emm.."


🌼Bersambung 🌼

__ADS_1


__ADS_2